Boss Mafia's Hot Girl

Boss Mafia's Hot Girl
Episode 42 : Sisi berbeda dari Winter.



Episode 42 : Sisi berbeda dari Winter.


***


'Gadis ini memang lah benar-benar cantik, tidak hanya cantik entah mengapa dia Sesuai dengan tipe ku!'


Benak Red sudah entah mengapa berapa kali mengakui jika Winter itu sangatlah cantik.


.


.


"Tu ... Tuan, jika aku akan mati hari ini tolong lakukan dengan cepat dan rasa sakitnya tidak terlalu terasa ..."


"Juga tolong pertemukan aku dengan Ayah ku walau sebentar ..."


Winter berbicara dengan nada yang bergetar, dia memejamkan matanya mengernyit ketakutan.


Red bahkan sampai terkejut ketika Winter langsung menyimpulkan apa yang hendak dilakukan olehnya.


"Heh! siapa juga yang mau membunuh mu?"


"Dan kau, apakah kau tidak merasa memiliki hutang kepada ku?"


Ketus Red masih dalam posisi yang sama, dia dekat sekali di atas tubuh Winter yang tak bisa menarik diri kemanapun.


"Hu ... hutang?"


"Apakah aku meminjam uang mu Tuan?"


"Tetapi kapan? sungguh ... aku meminta maaf jika memang begitu kejadian nya tapi ... untuk saat ini aku benar-benar tidak memiliki uang sedikitpun di kantong ku ..."


Mungkin karna terlalu panik, atau memang pemikiran Winter yang terlalu tulus, bagi Winter sejarah Red seperti tengah menagih hutang uang kepada nya.


Red semakin terkejut, Matanya bagian membulat ketiak mendengar pernyataan itu dari Winter.


Terdengar sangat polos dan lucu disaat yang bersama.


'Gadis ini benar-benar penyihir kecil!'


'Hampir saja aku tertawa, tidak boleh ... aku tidak boleh tertawa oleh sihirnya!'


Red baru saja hampir tertawa karena jawaban Winter yang terasa apa adanya dan jujur.


"Winter ... aku tidak tahu apakah kau pura-pura lupa atau memang sengaja melupakan, tetapi sejak kemarin kau sudah berstatus simpanan untukku!"


"Yang artinya kau wajib melayani ku, bukan kah aku sudah katakan kau harus bisa memuaskan aku?"


Bisik Red menyeringai tajam sekali.


Ketika Red mengatakan hal itu, ingatan Winter langsung menyeruak semua.


Mata Winter melebar dan terlihat begitu bulat, mulutnya mengaga lalu ia tak bisa berkata-kata lagi.


Ternyata hutang uang di tagih oleh Red adalah tubuhnya, untuk melayani nya pagi ini.


'Ah ternyata hutang ku adalah itu ... dan ternyata aku memang benar-benar telah setuju menjadi teman ranjang nya ...'


'Entah hidup apa yang sedang aku jalani ini, aku benar-benar sudah pasrah!'


Benak Winter merasa hidupnya tengah berada di atas perahu kayu dimana sewaktu-waktu akan ada badai segera melenyapkan dirinya.


'Ayo Winter ... hanya menemani nya tidur saja kan?'


'Ah .... tapi aku tidak tahu cara menyenangkan lelaki!'


'Jika aku tidak bisa memuaskan nya, apakah aku akan langsing dilenyapkan?'


Winter berdebat lagi dalam dirinya, dan selalu saja ia merasa Red akan segera melenyapkan dirinya.


Winter tidak sadar jika kehadiran nya telah berubah secara perlahan, bagian posisinya sudah berubah dari tawanan menjadi simpanan.


Untuk selanjutnya tidak akan ada yang tahu selain Red dan hatinya yang tengah merasakan hal aneh ketika bersama Winter.


"Tuan ... aku ... itu,"


"Aku benar-benar tidak tahu cara menyenangkan lelaki, aku tidak mengerti caranya ..."


"Mungkin Tuan akan kecewa kepada ku, maafkan aku tetapi aku benar-benar ingin bertemu dengan Ayah sebelum dilenyapkan,"


Winter lagi-lagi menjawab dengan sangat polos dan tulus.


Bagaimana para akhirnya dia tetap berpikiran jika Red akan melenyapkan dirinya jika dia tidak bisa memuaskan Red.


"Pffttt ..." Kali ini Red sudah tak bisa menahan tawanya, dia tertawa melihat Winter yang apa ada nya itu.


"Kau sangat aneh, jika kau bisa memuaskan aku di saat pertama itulah yang akan menjadi masalah ..."


"Aku malah senang kau tidak mengerti caranya, karena itulah aku yang akan mengajari mu, agar kau bisa memuaskan aku!"


Bisik Red menyeringai tajam, dia membisik dekat sekali di daun telinga Winter sampai Winter merinding tak karuan.


Winter menelan salivanya kuat ketika Red sudah mendekat dan nafas hangat Red sudah berada dekat sekali di wajahnya.


Winter memejamkan matanya kuat sekali, dia tak tahu harus apa jadi dia hanya pasrah dan diam saja.


Lagian ketika ia setuju menjadi simpanan, segalanya sudah dipasrahkan oleh Winter.


.


.


Red yang entah mengapa merasakan api berkobar dalam dirinya sudah tak sabar ingin melahap Winter pagi itu.


Karena itulah tugas baru Winter saat ini.


Red mengusap bibir merah alami Winter yang menggoda nya sejak tadi.


Matanya menjadi semakin tajam, lalu ia hendak melahap bibir itu sepuas yang ia mau.


'Kenapa aku merasa panas sekali?! aku sudah tidak tahan!'


'Gadis penyihir ini pasti akan sangat memuaskan jika aku ada di dalam dirinya!' benak Red merasa tak sabaran ingin melakukan penyatuan yang panas dan penuh keringat dengan Winter.


Ini adalah pertama kali Red merasakan ini semua, dan yang paling ironisnya adalah dia merasakan kepala putri dari musuhnya sendiri.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Jantung Winter bergemuruh begitu kuat, dia menahan nafasnya sejenak ketika Red sudah akan melahap bibirnya.


Tetapi hanya sedikit lagi ketika bibir merekah menyatu ....


"Gruk ... Gruk ... Gruk!"


Suara perut Winter terdengar menggema di kamar pribadi Red.


Winter otomatis membuka matanya yang tadi tertutup dan wajahnya menjadi merah sekali.


'MEMALUKAN!'


'APA YANG BARU SAJA TERJADI?!


'AAAAAA!'


Winter membisu dan mematung, dia malu sekali tetapi setelah ia pikir-pikir lagi, sepertinya suara perutnya menyelematkan nya pagi ini.


'Ah, walaupun malu, tetapi sepertinya karena suara perutku, bos mafia ini tak akan menghabisi ku lagi ini!'


'Terimakasih suara perut!'


Seru Winter lagi dalam hatinya ketika mendapati jika Red tak sudah duduk dan melepaskan Winter.


Walau Red masih menatap Winter dengan sangat lekat ketika ia sudah duduk.


Winter terdiam mematung tak berani bergerak, entah mengapa suasana menjadi sedikit canggung pagi ini.


Apalagi Red yang terkejut ketika ia tak bisa menahan gairahnya barusan.


Ini adalah kali pertama dia benar-benar bergairah dan menginginkan seorang wanita.


Padahal selama ini ia mengira tak akan merasakan sensasi itu seperti manusia normal pada umumnya.


Karena menurut Red ketika keluarga nya di habisi, jiwanya juga mati saat itu, yang membuat dia tak bisa jatuh cinta, merasakan debaran dan bahkan keinginan untuk sesuatu.


Tetapi segalanya berubah, seperti salju yang mencair karena matahari, dinding besar di hati Red yang membeku rupanya sudah menunjukkan retakan.


.


.


.


.


Author : Jika ada typo tolong di komentari saja ya, agar langsung aku perbaiki, maapkeun juga jika semisal masih banyak typo, aku ngetik ngebut soalnya, kejar target crazy up 🥺


Btw Jangan lupa berikan like, komen dan jika berkenan gift ya hehe..