Boss Mafia's Hot Girl

Boss Mafia's Hot Girl
Episode 115 : Malam indah Avier dan Winter Bagian II.



Episode 115 : Malam indah Avier dan Winter Bagian II.


***


"Untuk masalah lamaran tadi, aku benar-benar ingin melakukan nya, tapi masih ada beberapa masalah, mungkin sekitar satu minggu lagi ..."


"Tunggu saja ya, jangan takut ... karena aku tidak akan meninggalkan mu, sebelum itu aku juga ingin membawa mu ke suatu tempat ..." seru Avier dengan lembut sekali.


.


.


"Membawa ku ke suatu tempat? kemana?" balas Winter membuka matanya, lalu dia duduk dengan benar sekarang, dengan sedikit menoleh ke belakang agar ia bisa melihat wajah Avier.


"Ummm ... ke tempat dimana keluarga ku berada, aku ingin memperkenalkan mu kepada mereka ... sebelum aku memulai kehidupan baru bersama mu, aku ingin berdamai dengan masa laluku,"


"Aku ingin memulai kehidupan yang nyaman dan tanpa rasa sakit bersama mu, agar dikemudian hari tidak akan ada hal buruk lagi yang akan terjadi ..." balas Avier mengusap wajah Winter yang saat ini menghadap ke arahnya.


Winter yang mendengar itu tersenyum.


"Aku tidak tahu apa yang sudah ku lakukan sampai bisa bertemu lelaki seperti mu, rasanya aku tidak menginginkan apapun kecuali dirimu ..." seru Winter merasa Avier benar-benar adalah sosok lelaki yang ia inginkan.


Selama hidup Winter sangat memimpikan bersama seorang lelaki yang baik, bisa mengerti dirinya dan bisa menjadi sandaran hidupnya.


Bersama lelaki yang tidak masalah atas penyakit autoimun nya, dan bersama lelaki yang membuatnya tidak merasa lemah.


"Benarkan? apakah itu berarti kau sudah sangat menyukai aku?"


"Ha ha ha, aku sudah duga, siapa juga yang bisa menolak pesona ku, aku sangat tampan dan berwibawa, kau pasti sudah jatuh cinta setengah mati kepadaku!"


Seru Avier benar-benar percaya diri sekali.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Berbeda dengan Avier yang sangat percaya diri, Winter malah terdiam lalu jantungnya berdegup sangat kencang.


Jika diingat lagi, Winter belum pernah memikirkan ini sebelumnya, mengenai perasaan apa yang ia miliki terhadap Avier.


Selama ini Winter bersama Avier tujuannya adalah untuk menyembuhkan luka hati Avier, untuk menyelematkan Avier dari hatinya yang beku.


'Jatuh cinta?'


'Apakah yang aku rasakan jatuh cinta? mengapa jantungku berdegup kencang sekali?'


'Aku merasa suhu udara semakin panas!'


Winter jadi lebih banyak berbicara dengan dirinya sendiri.


"Haaah!"


Dia menghela nafasnya untuk menyadarkan dirinya, bagaimana ia menjadi sangat gugup ketika Avier mengatakan jika dia telah jatuh cinta setengah mati kepada Avier.


.


.


Setelah beberapa saat, sebelum keduanya selesai mandi ...


"Sayang ..."


Lagi-lagi Avier memanggil Winter dengan sangat lembut.


Avier bersikap seolah-olah keduanya tidak bertemu dalam waktu yang lama, padahal mereka batu berpisah selama beberapa jam saat lalu.


Namun Avier terlihat benar-benar sangat merindukan Winter.


"Hmmm?"


Winter menjawab Avier singkat, Winter masih berkutat dengan batinnya.


Sekarang semakin ia pikirkan, dia memang sepertinya sudah jatuh cinta kepada Avier.


Tetapi Winter tidak tahu sejak kapan, apalagi menilik dari hubungan awal mereka yang berawal dari musuh.


Nampaknya cinta yang tumbuh di hatinya tiba-tiba saja menjadi sangat besar tanpa ia duga-duga.


"Mengenai Ayah mu, kau tahu kan mengapa aku membenci Ayah mu?" tanya Avier lagi.


Namun kali ini tidak ada intimasi atau kebencian dari nada bicaranya, walau sekarang tengah membicarakan mengenai Wilson Benson.


Ayah Winter.


"Mmmm ... aku tahu, aku juga mengerti mengapa kau membenci Ayah ..." sahut Winter menjadi lesu.


Bagaimanapun, Wilson Benson tetaplah ayahnya, Winter tidak akan pernah membenci Ayahnya walaupun memang Ayahnya sempat hendak menjadi penjahat.


Avier yang menyadari kekasihnya menjadi lesu segera menarik tangan Winter, dia mengecupnya lembut sekali.


"Aku hanya ingin mengatakan jika kau boleh bertemu Ayah mu sebentar lagi, tetapi Ayah mu tetap harus menebus dosa nya ..."


"Aku hanya ingin bertanya, kapan kau ingin bertemu dengan nya? agar anggota ku mengatur nya untuk mu ..."


Avier segera menjelaskan maksud dari ucapannya yang membahas mengenai Ayah Winter.


Mata Winter melebar ketika mendengar hal itu, dia kemudian bersemangat.


"Aku bisa bertemu Ayah secepatnya, setelah pemeriksaan dokter yang kau rekomendasikan untukku besok sore juga bisa ..."


"Ah, atau dua hari lagi juga bisa ... saat aku ulang tahun, aku ingin sekali bertemu dengan Ayah ..."


"Mungkin aku akan jarang bertemu dengan nya di kemudian hari, aku ingin sekali menghabiskan waktu bersama Ayah ..." balas Winter menjadi sangat bersemangat.


Winter sadar maksud dari ucapan Avier, jika ayahnya mungkin akan menebus dosa masa lalunya dengan caranya sendiri.


Dimana hal itu pasti membuat Wilson tak akan bisa bertemu dengan putrinya dengan leluasa.


Jadi Winter ingin menghabiskan waktu bersama ayahnya seharian.


Mendengar itu Avier terdiam sejenak lalu memeluk Winter lagi.


Tidak bosan-bosannya ia memeluk wanitanya ini.


"Baiklah, akan aku ijinkan, tapi aku tidak suka kau sebersemangat ini untuk orang lain!"


"Kau hanya boleh bersemangat untukku saja!"


Gerutu Avier ternyata memang hanya merasa cemburu melihat bagaimana baru saja Winter terlihat sangat bersemangat.


Matanya bahkan berbinar-binar ketika hendak menghabiskan waktu bersama Ayahnya.


Winter yang melihat itu segera tersenyum.


Dia tidak akan pernah menduga jika dia menemukan sisi yang sangat menggemaskan dari Avier, sang bos mafia.


Bagaimana Avier bahkan cemburu saat melihat Winter bersemangat hendak menghabiskan waktu bersama oranglain bukan Avier.


.


.


Malam itu bagaikan rollercoaster bagi Avier, tadi dia baru saja berhasil membalaskan dendam nya.


Dan sekarang dia menghabiskan waktu bersama kekasihnya, yang dimana telah ia pilih akan menjadi teman hidup seumur hidupnya.


Waktu yang terbuang untuk dendam dan kebencian yang mendarah daging akan ia lunasi dengan kebahagiaan.


Dia akan mulai hidup dengan kehangatan dan cahaya.


Dia akan menciptakan keluarga kecil yang ia inginkan.


Kehidupan baru bagi seorang lelaki yang telah menderita seumur hidupnya.


.


.


Di saat yang bersamaan,


Sai dan Kevin sedang mengurus sisa dari rencana mereka.


Sai sedang mengkoordinasikan tim nya yang sedang menangkap semua sekutu Asher Goldwil.


Sai juga harus mulai mengalihkan semua kekuasaan yang dimiliki Asher Goldwil menjadi milik Avier Goldwil yang memang secara hukum adalah pemilik kekuasaan Goldwil.


Masih banyak sekali hal yang harus dikerjakan, dan Sai juga Kevin tidak ingin melibatkan bos mereka dalam hal ini.


Karena menurut mereka, Bos mereka sangat perlu untuk menata hatinya dan tekad nya dahulu baru kembali ke publik.


.


.


.


.


Author : Maaf ya guys, di episode ini banyak banget percakapan mereka berdua.


Episode ini dan selanjutnya adalah mengenai ikatan keduanya yang semakin jelas dan erat, juga mengenai penyakit Winter.


Hehe..


Diikuti terus ya, berikan saran membangun nya, agar author bisa mendapatkan sudut pandang kalian untuk novel ini.