Boss Mafia's Hot Girl

Boss Mafia's Hot Girl
Episode 126 : Menghabiskan waktu dengan Ayah.



Episode 126 : Menghabiskan waktu dengan Ayah.


***


"Ummm, baik Ayah, sudah lama kita tidak ke tempat itu." seru Winter mengusap air matanya dan pergi bersama Ayahnya.


Rasanya seperti nostalgia, apalagi yang menyetir adalah Ayahnya sendiri.


Seolah mereka kembali ke masa lalu, saat Winter kecil, mereka akan ke taman bermain bersama Ibunya.


.


.


Setelah melakukan perjalanan beberapa saat, akhirnya Winter dan Ayahnya sampai di sebuah taman bermain yang masih beroperasi.


Walau salju telah turun dan tempat itu harus sering dibersihkan nampaknya taman bermain itu masih dipenuhi oleh bangan pelanggan.


"Ayah ... apakah Ayah ingat dulu aku dan Ibu suka bermain disana ..."


"Ayah akan menunggu kami di sini dan hanga tersenyum, jika aku dan Ibu mengajak Ayah, maka Ayah akan menolak dengan berpura-pura lelah ..."


"Padahal aku dan Ibu tahu jika Ayah pasti tidak nyaman dilihat orang bermain permainan itu. ha ha ha, aku jadi ingat masa lalu ..."


Winter terlihat bahagia sekali, dia pergi ke teman bermain bersama Ayahnya lagi.


Sesuatu yang seharusnya mustahil di lakukan setelah apa yang terjadi baru-baru ini.


Wilson Benson tersenyum melihat putrinya kembali cerewet seperti biasa, banyak bicara dah senyuman yang cerah itu benar-benar kembali.


Di mata Wilson, Winter tetaplah putri kecilnya dan harus ia lindungi.


Tetapi apa daya, ternyata dia juga tidak bisa luput dari dosa dan kesalahan, Wilson akan pergi jauh dan mengabdikan dirinya membantu sesama.


Dia akan menebus dosanya secara perlahan-lahan, karena dahulu telah gelap mata menyetujui pembantaian sebuah keluarga.


Walau Wilson tidak jadi melakukannya akan tetapi tidak bisa dipungkiri jika Wilson telah ambil andil dalam dosa tersebut.


"Ayah ... kita naik kora-kora saja, agar kita bisa melihat pemandangan kota ..." Winter masih saja berbicara.


Seolah ingin mengisi kerinduan yang telah memupuk, dan seolah Winter ingin menepis kesedihannya karena tahu Ayahnya akan pergi.


"Ide bagus, setelah itu kita akan makan ice cream, ayah rasa stroberi!"


Seru Ayahnya melangkahkan kakinya dengan bahu yang lebar, wajah yang percaya diri dan dia melangkah mendahului putrinya.


Seolah mengatakan kepada putrinya jika dirinya baik-baik saja dan dia akan terus melindungi putrinya bahkan sampai kapanpun.


"Deg!"


Ada perasaan aneh dirasakan oleh Winter ketika melihat Ayahnya tiba-tiba antusias, tetapi kesedihan yang terasa begitu perih tiba-tiba segera ditepis oleh Winter.


'Jangan sedih Winter ... jangan tunjukkan wajah sedih, hari ini harus menjadi kenangan yang indah ... jangan sampai menangis!'


Seru Winter dalam dirinya, dia tidak boleh bersedih, dia harus menunjukkan kebahagiaan dan wajah penuh senyuman kepada Ayahnya.


.


.


Akhirnya Winter Benson dan Wilson Benson menaiki salah satu permainan taman bermain itu, mereka masuk ke dalam sebuah tempat berbentuk bulat bundar dan duduk di dalam nya.


Hanya dalam beberapa menit mereka sudah sampai di atas dan bisa melihat pemandangan yang begitu indah.


"Ayah ... lihatlah, indah sekali ... selain gedung yang semakin banyak, ternyata pemandangan nya sama seperti dulu ..."


"Aku selalu bahagia ketika naik permainan ini bersama Ayah dan Ibu dulu, dan sekarang juga sama ... aku bahagia sekali!" seru Winter melihat ke arah pemandangan yang terbentang luas.


Salju putih menutup hampir keseluruhan kota tetapi malah menambahkan keindahan tempat itu.


.


.


Di saat yang bersamaan,


Avier yang baru pertama kali ditinggalkan oleh Winter merasa mood nya menjadi sangat buruk.


Dia duduk di kursi meja makan dengan melipat tangannya.


"Pergi sendiri tanpa mengajak aku, padahal tadi pagi aku sudah bermanja-manja agar dia mengajak aku ke sana!"


"Memang nya apa bagusnya taman bermain itu?"


"Cih, menyebalkan, semakin aku pikirkan semakin aku kesal!"


Geram Avier tanpa sadar mematahkan sendok besi yang sudah berada di tangannya.


Dia hendak makan siang namun isi kepalanya masih penuh akan Winter dan dia masih begitu kesal karena Winter sama sekali tidak mengajaknya.


"Astaga ... Pak Ronni kita harus melakukan sesuatu, Tuan Avier kelihatan sangat suram dan marah, jika kita tidak mengambil tindakan maka habis lah kita dibuat ..." bisik Poppy kepada kepala pelayan yang juga melihat kejadian itu di depan matanya.


"Kau benar, aku sedang memikirkan satu cara ..." balas Pak Ronni tengah memikirkan bagaimana cara mengentikan kemarahan Avier yang ditinggalkan kekasihnya sementara itu.


"Pak Ronni!"


Belum sempat Pak Ronni memikirkan cara, Avier sudah memanggil kepala pelayan itu dengan nyaring.


"Iya Tuan?" balas Pak Ronni segera sigap menghampiri Tuannya diikuti oleh beberapa pelayan yang lainnya.


"Kenapa sendok ini bisa patah? apakah tidak ada yang memeriksanya terlebih dahulu?"


"Lalu mengapa makanan di sini kelihatan tidak enak semuanya? siapa koki yang bertugas hari ini?"


"Kenapa semuanya sangat menyebalkan hari ini?"


Geram Avier benar-benar kesal dan marah.


Segala sesuatu yang ada di hadapannya, sebelum ia melihat dan bersama Winter maka Avier akan kesal.


.


.


'Aku harus melakukan sesuatu, jika tidak ... maka kami semua akan terkena imbasnya!'


Benak Pak Ronni merasa harus melakukan sesuatu mengenai kemarahan Avier ini.


"Tuan ..." Pak Ronni segera mendapatkan ide dan langsung memanggil Tuannya dengan sangat lembut dan penuh senyuman.


"Ada apa?" balas Avier sama sekali tidak melihat ke arah Pak Ronni dan para pelayan.


Melainkan Avier sejak tadi menatap tajam ke sisinya dimana Winter duduk jika mereka makan pagi.


"Padahal biasanya aku akan melihat nya makan seperti tupai, pipinya menggembungkan dan wajahnya yang imut itu akan membuat aku berdebar-debar!"


"Dasar pengkhianatan, pergi sendirian tanpa aku!"


"Menyebalkan!"


Avier benar-benar galau, dia sungguh menggemaskan ketika merindukan kekasihnya yang jelas-jelas pergi bersama Ayahnya sendiri.


Pak Ronni yang mendengar itu segera tersenyum.


"Tuan, mengapa anda tidak menyusul Nyonya Winter saja? bukankah ketika Tuan menyusul ke sana maka Nyonya Winter akan semakin terharu ..."


"Wanita suka kejutan Tuan, dan Tuan pasti menjadi kejutan terbaik untuk dirinya." seru Pak Ronni membuat Avier melebarkan matanya dan melihat ke arah Pak Ronni dengan sangat antusias.


"Pak Ronni, Kau jenius! aku akan menaikkan gaji kalian semua karena ini! ha ha ha!"


"Aku memang hadiah terbaik untuk nya!"


Seru Avier tanpa menyantap makan siangnya langsung pergi mempersiapkan diri untuk menyusul Winter.


.


.


.


.


Author : Jika ada typo tolong di komentari saja ya, agar langsung aku perbaiki, maapkeun juga jika semisal masih banyak typo, aku ngetik ngebut soalnya 🥺


Juga jika kosa kata masih banyak yang janggal nanti akan segera aku perbaiki.


Jangan lupa berikan saran membangun ya semuanya, Lope you sekebon jeruk 😘❤️