
Episode 124 : Berikan aku ciuman dua kali!
***
Pagi itu, ketika Avier melihat betapa menggemaskan dan menggodanya kekasihnya itu.
Avier benar-benar sudah tidak bisa menahan dirinya.
Dia ingin lagi dan lagi merasakan tubuh Winter, dia senang dan puas jika bersama Winter.
Seolah dahaga nya selama ini di puaskan oleh Winter.
'Ah, habislah, sekeras apapun aku berpikir tak ada cara untuk melarikan diri dari lelaki ini, pasrah saja lah, aku pasti akan merasakan pegal pagi ini!'
Benak Winter sudah menyerah berpikir untuk menghentikan Avier yang memang tak bisa dihentikan ini.
"Sayang ... aku mau kamu, benar-benar hanya kamu!" bisik Avier mulai memberikan ciumannya yang begitu manis dan hangat.
Akan tetapi sebelum benar-benar memulai ...
"Tok ... Tok ... Tok!"
Tiba-tiba Pak Ronni mengetuk pintu kamar Avier.
Mungkin keduanya belum sadar jika sekarang sudah jam 10 pagi, dan sudah waktunya melakukan pemeriksaan rutin terhadap Winter.
"Selamat pagi Tuan, Nona ..."
"Sudah saatnya pemeriksaan harian untuk Nona Winter ..." seru Pak Ronni dari belakang pintu.
Hal itu membuat Winter segera membuka matanya lebar dan menutupi tubuhnya dengan sangat sigap.
Pipinya menjadi sangat merah dan dia merasa sangat malu sekarang ini.
'Aku tidak pernah menduga jika aku akan benar-benar berada di posisi ini, rasanya seperti dipergoki melakukan hal nakal! memalukan!'
Benak Winter merasa malu sembari mengancingkan kembali baju tidurnya.
"Ck! pagi ku yang seharusnya menjadi sempurna di ganggu! tapi kau bagaimana lagi kekasihku harus cepat sembuh! jadi aku tidak akan marah!"
Seru Avier sempat ingin marah namun mengurungkan niatnya karena memang Winter harus melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.
Setelah pakaian Winter rapih kembali, Winter segera turun dari ranjang dengan wajah menunduk karena malu sekali.
"Avier ... aku harus segera pergi melakukan pemeriksaan ... aku pergi dulu!" seru Winter hendak melarikan diri.
Namun sebelum Winter benar-benar pergi ...
Avier menarik tangan Winter dan sembari tersenyum begitu percaya diri dan nakalnya, Avier mengatakan ...
"Mau kemana? berikan aku ciuman pagi dulu ..."
"Dan harus dua kali, karena marah ku saat kau bersemangat bertemu Ayahmu harus dibayar dengan ciuman pagi dulu!"
Seru Avier benar-benar meminta ciuman pagi di saat-saat seperti ini.
Rasanya yang merasa malu atas adegan barusan benar-benar hanya Winter saja.
'Ah, kenapa lelaki ini menjadi sangat nakal setiap hari nya, apakah dia selalu senakal ini? aku benar-benar malu, rasanya aku ingin bersembunyi di goa saja!'
Entah mengapa tingkah Avier benar-benar membuat Winter malu sekali.
Winter jadi salah tingkah dan pipinya memerah seperti tomat matang.
"Sayang ... cepat cium aku, kalau tidak, aku akan menggendong mu sampai ke ruangan dokter ..."
"Aku hitung sampai tiga ..."
Seru Avier tetap tidak mau tahu.
Yang jelas Winter harus dan wajib sekali mencium nya pagi ini.
'Kenapa aku malu sekali pagi ini? bahkan menoleh ke belakang saja aku terlalu malu! ada apa denganku pagi ini!'
Winter berteriak dalam hatinya, entah mengapa dia merasa terlalu malu pagi ini entah karena apa.
"Glek!*
Winter menelan salivanya dengan berat ketika Avier mulai menghitung.
"Satu!"
"Sayang, jika aku susah menghitung sampai tiga, dan kau belum menciumku maka aku tidak peduli aku akan mencium mu sampai aku puas!"
Bisik Avier benar-benar mengerjai Winter pagi ini.
"APA?" Seru Winter secara spontan, dia melihat ke belakang dan menyadari betapa nakal ekspresi Avier sekarang.
Seru Avier langsung menghitung dengan sangat cepat ...
Hal itu membuat Winter panik dan segera dengan cepat memberikan ciuman dua kali di pipi Avier.
"Cup!"
"Cup!"
"Sudah aku cium, aku pergi dulu!"
Seru Winter langsung berlari cepat keluar dari kamar karena terlalu malu.
.
.
Di depan kamar ...
"Selamat pagi Nona Winter ..." seru Pak Ronni namun Winter tetapi menunduk karena pipinya sangat merah.
"Selamat pagi Pak Ronni, selamat pagi semuanya!" seru Winter cepat-cepat dan berlari ke ruangan dokter yang memang telah disiapkan oleh Avier untuknya secara pribadi.
Sedangkan Avier ...
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Avier berdebar sangat kencang sekali, dia mengusap pipi yang tadi dicium oleh Winter.
"Astaga ... rasanya jantungku hampir meledak!"
"Penyihir kecil itu benar-benar menggodaku sampai sejauh ini!"
"Tidak bisa! aku harus membuatnya jadi milikku seutuhnya!" seru Avier segera bangkit dan mengambil ponselnya.
Dia segera menghubungi Sai, untuk rencana besar mereka malam ini.
"Tring ... Tring ... Tring!"
Tetapi sebelum Avier menghubungi Sai, Sai sudah terlebih dahulu menghubungi dirinya.
"Halo Sai?"
"Halo Bos, maafkan aku mengganggap pagi-pagi, tetapi hukuman untuk Asher dan komplotannya akan ditentukan sore ini."
"Aku dan Kevin juga sudah memastikan jika semua komplotannya telah diringkus!" Seru Sai membuat Avier terdiam sejenak.
"Bagus, lebih cepat lebih baik!" balas Avier melangkah ke atas balkon kamarnya yang pemandangan dari sana sudah dipenuhi oleh salju putih.
"Mengenai perusahaan Goldwil, pengadilan sudah memutuskan jika semua telah diwariskan kepada Bos berdasarkan surat warisan asli, kapan Bos bisa kembali ke perusahaan dan mengadakan konferensi pers secara langsung?"
"Publik dan pemerintah sudah tidak sabar ingin melihat wajah asli dari pewaris sesungguhnya keluarga Goldwil," seru Sai juga menanyakan kapan Avier bisa muncul ke publik lagi.
"Aku akan muncul sebentar lagi, setelah aku melakukan pernikahan ku dengan Winter ..."
"Masalah itu kita bicarakan nanti saja, sekarang aku hanya ingin berfokus kepada Winter saja!"
"Aku tidak ingin membuang waktu ku untuk yang lain dulu,"
"Malam ini siapkan semua ya Sai. aku harus menikahi nya secepat mungkin!" seru Avier memberikan perintah kepada Sai.
Dimana malam ini, di hari ulangtahun Winter, Avier akan melamar Winter dan acara pernikahan nya akan ia lakukan secara tertutup.
Avier tidak ingin publik tahu mengenai Winter untuk sekarang, karena posisi Avier ketika ia muncul ke publik nanti sudah jauh lebih berkuasa.
Ialah penguasa keluarga Goldwil yang disegani dan dihormati di dunia.
Pasti Avier akan mendapatkan banyak musuh baru dan hal itu tidak bisa dihindarkan, jadi untuk saat ini Avier ingin menjaga kualitas waktu dan privasinya bersama Winter yang ingin ia segera nikahi.
"Bos ... kau tahu, aku sangat bangga kepada mu, aku bersumpah akan terus membantu mu Bos, aku akan melakukan sesuai dengan yang Bos inginkan!" balas Sai terharu sekali.
Dia merasa Avier sangatlah hebat mengatasi semua ini.
.
.
.
.
Author : Jika ada typo tolong di komentari saja ya, agar langsung aku perbaiki, maapkeun juga jika semisal masih banyak typo, aku ngetik ngebut soalnya 🥺
Juga jika kosa kata masih banyak yang janggal nanti akan segera aku perbaiki.
Jangan lupa berikan saran membangun ya semuanya, Lope you sekebon jeruk 😘❤️