Boss Mafia's Hot Girl

Boss Mafia's Hot Girl
Episode 90 : Selamat pagi penyihir kecilku.



Episode 90 : Selamat pagi penyihir kecilku.


***


"Sayang ... jawab aku!"


Red masih memiliki energi yang sangat besar untuk melanjutkan olahraga panas itu, dia tidak sadar jika sudah tiga jam mereka melakukan itu.


Tentu saja Winter kehabisan energi dan tak mampu menahan kantuk.


"Sayang?"


Red memanggil Winter lagi, sampai akhirnya dia sadar jika Winter benar-benar tertidur.


"Haaah!"


Dengan nafas yang panas dan berat, Red menghela nafasnya.


Dia segera berpangku tangan dan menatap wajah Winter dari arah yang sangat dekat.


"Apakah kau kelelahan sekali? kau bahkan tertidur tanpa menunggu ku, kau memang penyihir kecil yang selalu membuat aku gila!" ucap Red mengecup dahi Winter yang sudah tenggelam dalam tidurnya.


"Ehem ..."


Red tak bisa mengalihkan pandangannya dari tubuh Winter yang masih terbuka, gairahnya memuncak lagi tapi ia segera menggelengkan wajahnya.


"Jangan melakukan hal yang tidak-tidak Avier! dia kelelahan dan sudah tidur! sabarlah untuk malam-malam berikutnya! waktu masih sangat banyak!" geram Red mengepal tangannya dan menahan gejolak hasratnya yang kembali berkobar ketika memerhatikan tubuh itu lagi.


"Tapi ... wanita ku akan sakit jika tidur dalam keadaan seperti ini, aku harus membersihkan nya! aku sama sekali tidak ada niatan melakukan hal nakal!"


"Sungguh, aku hanya membersihkan tubuhnya agar tidak sakit!"


Red seolah berdebat dengan dirinya sendiri.


Sembari menelan salivanya dengan kuat, dia seolah menekan keinginan buasnya yang hendak menghabisi Winter sekali lagi.


Tetapi Red tetap menahannya karena Winter sudah tertidur dan memutuskan melakukan nya di malam-malam berikutnya saja.


Setelah itu Red menggendong Winter untuk mandi bersama di bathtub, walau Winter tak bangun sama sekali, tetapi Red bisa memiliki alasan untuk menyentuh tubuh wanita nya itu lagi.


Dengan senyuman super nakal dia menggendong Winter dengan bangga.


Sungguh pikiran nakal sudah tak terbendung di kepalanya sekarang ini.


Tak terasa malam panas itu pun berakhir, keduanya sudah melepas gelar perawan dan perjaka mereka malam itu.


Red juga sudah memakaikan pakaian hangat di tubuh Winter agar mereka bisa tertidur dengan nyenyak.


Apakah besok mereka akan kembali ke kota, karena Red memiliki urusan penting yang harus ia lakukan sebelum rencana akhirnya.


"Selamat malam Winter ... penyihir kecil yang memberikan warna dengan cara yang luar biasa di hidupku!" bisik Red mengecup Winter lagi lalu tertidur lelap.


.


.


Keesokan paginya,


"Ahhh ... tubuhku rasanya seperti remuk dan tak bisa digerakkan!" keluh Winter ketika ia bangun dan semua tubuhnya serasa ngilu.


Untuk beberapa detik, Winter tidak mengingat jika dia telah melakukannya tadi malam bersama Red.


Serunya lagi meregangkan tubuhnya yang pegal dan ngilu, dia membuka selimut dan matanya terbelalak ketika melihat Red tengah duduk di kursi yang berada di dekat ranjang.


Sudah berpakaian rapih dan sepertinya tengah menunggu Winter bangun.


"Apakah kau sudah bangun penyihir kecil ku?" seru Red tersenyum cerah, dia terlihat sangat segar.


Rambutnya sudah di tata rapih, di layaknya seorang lelaki yang hendak menarik perhatian lawan jenisnya.


Ketika melihat Red, bayangan atas malam pertama itu segera memenuhi kepala Winter, dia membeku sejenak lalu berteriak kecil.


"Ah!"


Serunya sembari menarik kembali selimut dan menutupi dirinya di dalam sana.


'Astaga ... tadi malam, tadi malam aku melakukannya, aku pasti sudah gila! aku tidak mau mengingat wajah nakal ku itu!'


'Dan jika diingat lagi suara ku terdengar terlalu kuat, mencakar pundaknya dan ...'


'AAAAAA! CUKUP! CUKUP!'


'Winter jangan ingat lagi!'


Ketika Winter mengingat itu semua, rasa malu yang entah mengapa hilang tadi malam mencuat dan meledak dalam dirinya pagi itu.


"Pffft ..."


Red terkekeh gemas, dia melangkah ke arah ranjang lalu mengusap rambut Winter yang keluar dari dalam selimut.


"Sayang ... kita harus pulang, sudah jam 10 pagi, aku tahu tadi malam sangat menyenangkan tapi jika kau terus menggodaku seperti ini, bisa-bisa aku akan melakukannya lagi, apakah kau mau?"


Tanya Red memancing Winter agar segera bangun.


"APA?"


Suara nyaring Winter segera memenuhi ruangan.


Sungguh dari semua orang sepertinya hanya Winter yang mampu bersuara nyaring seperti itu terhadap Red.


Tetapi Red tidak marah sama sekali malah merasa gemas.


.


.


.


Author :


Halo aku lihat banyak yang kasih rate jelek karena kemarin dikira aku ga update 🥺😭 padahal aku update tapi memang baru lulus review keesokan harinya 🥺


Tolong dikasih review bagus ya semua, kasih bintang 5 agar banyak pembaca yang tertarik membaca karya ini.


Terimakasih atas perhatiannya, lope you semuanya.


Btw please di follow ya ig aku : @Anak_Kost_Joy


Agar kalian tahu kabar terbaru mengenai novel dengan sangat cepat 🥺❤️