
Episode 67 : Ibu-ibu desa vs anggota mafia.
***
"Kami dengar ada pengantin baru yang datang berbulan madu ke desa ini? kami ingin bertemu dan membawakan makanan ini ..."
Seorang Ibu yang sepertinya merupakan istri dari kepala desa yang cerewet itu hendak datang untuk bertemu dengan Winter dan Red.
Para anggota Red yang di depan kediaman ada dua orang namun yang tersembunyi ada beberapa lagi memantau keamanan Winter di tempat itu.
Mereka kebingungan dengan kedatangan para ibu ibu desa membawa banyak makanan.
"Umm ... tapi Nyonya dan Tuan sedang keluar Ibu-Ibu, mungkin Ibu Ibu sekalian bisa kembali esok hari saja ..." seru anggota Red itu kepada para Ibu Ibu yang segera mengubah ekspresinya.
Tetapi Ibu Ibu disegala tempat memang sama, tidak bisa dilarang apalagi oleh anak muda seusia anak mereka.
"Pergi kemana? aku memang melihat ada mobil tadi berlalu, tetapi di dalam hanya ada lelaki, si istri dimana? kami ingin menyambut nya di desa ini, itu sudah menjadi tradisi kami!" seru para Ibu Ibu itu menuntut.
Mereka tidak akan pulang jika tidak melihat pasang baru itu.
Bagi warga desa, mereka sangat jarang bertemu orang di luar desa, jadi mereka selalu bersemangat menyambut orang baru.
Winter mendengar ada keributan di luar dan suaranya di dominan oleh suara wanita, Winter mencoba membuka pintu untuk memastikan.
Lalu ketika ia buka, Winter dihadapkan oleh beberapa ibu ibu dan nenek nenek disana membawa banyak makanan di tangan mereka.
Mata kedua anggota Red itu melebar dan segera menelan salivanya, karena sudah ketahuan berbohong kepada ibu ibu itu.
*Glek*
Mereka menelan saliva serempak dan benar saja ibu ibu itu protes dan langsung melangkah ke arah kediaman Winter.
"Berani-beraninya berbohong kepada orang tua! dasar anak muda jaman sekarang ..." para ibu ibu mengomel sembari berlalu menuju arah Winter.
Namun wajah mereka segera berubah ketika berhadapan dengan wanita yang sangat cantik dan muda di hadapan mereka.
"Selamat pagi Nona cantik jelita, kami perkumpulan Ibu Ibu dan Nenek Nenek di desa ini mendengar jika ada sepasang suami isteri yang berbulan madu ke desa ini ..."
Ibu kepala desa berbicara lembut sekali, dan senyuman nya ramah, sama seperti yang lain
Benar-benar tipikal orang yang tinggal di desa dan mengisi hari-hari nya dengan bertani dan bergotong royong dengan tetangga-tetangganya.
Terlihat sangat harmonis dan sangat indah untuk dilihat.
Mata Winter berkedip-kedip ketika mendengar ucapan Ibu itu.
"Pe ... pengantin baru?"
Seru Winter syok, dia sama sekali tidak tahu jika kehadiran mereka di desa ini telah ditetapkan sebagai pengantin baru yang berbulan madu.
Winter melirik ke arah anggota Red yang juga keduanya melihat kearah Winter untuk mengikuti arus saja.
Ketika mendapati bahas tubuh dari anggota Red, Winter segera menyadari jika mereka ternyata memang mengambil peran sebagai suami istri di desa ini.
"Aahh ... Bu Ibu sangat perhatian sekali, mari masuk dulu Bu, di luar dingin ..." seru Winter segera menerima niat baik para ibu ibu itu dan mempersilahkan mereka masuk membawa makanan.
.
.
Disaat yang sama, Red sudah sampai di rumah sakit jiwa yang memang merupakan tujuan utamanya ke desa ini.
Dia melangkah dengan santai dan para anggotanya yang sedang menyamar di rumah sakit itu menundukkan kepala menandakan jika orang yang mereka cari sudah di tangan mereka.
Red segera di tuntun memasuki sebuah ruangan, dimana orang misterius itu sudah berada di sana atas jebakan anggota Red yang sudah terlebih dahulu menyusup di rumah sakit itu.
.
.
.
.