Boss Mafia's Hot Girl

Boss Mafia's Hot Girl
Episode 113 : Bagaimana jika kita menikah?



Episode 113 : Bagaimana jika kita menikah?


***


Di pelabuhan,


Banyak media telah meliput kedatangan Sai, tetapi karena keadaan kritis Asher Goldwil, konferensi pers tidak bisa dilakukan.


"Tuan Sai, kami sudah melakukan permintaan sesuai dengan keinginan Tuan Avier, dan sidang akan dilakukan dengan cepat dimulai dari esok hari ..."


Seru Gerald Ortega, lalu di sisinya ada Wilson Benson, dimana semua ini juga bisa terlaksana akibat adanya dirinya membantu Avier dan anggotanya.


"Baiklah, terimakasih, untuk saat ini Bos ku belum bisa diganggu, dia butuh beberapa saat untuk pulih kembali,"


"Sebagai jaminan keselamatan untuk anda, saya sudah mengerahkan beberapa anggota elit ku untuk senantiasa mengawasi anda dan keluarga anda, jadi tolong bantuannya untuk menuntaskan ini sampai akhir sebelum pemilu ..."


Seru Sai memberikan laporan mengenai keinginan Bos nya kepada Gerald Ortega.


"Pasti, saya tidak akan membuatkan satu pun dari mereka bebas ..." seru Gerald Ortega menyanggupi permintaan Sai.


"Tuan Wilson Benson, Bos ku mengatakan sebagai imbalan dari jasa mu, anda bisa bertemu dengan putri anda, tetapi setelah itu anda harus menebus kesalahan anda dengan cara anda sendiri ..."


"Bos ku telah memberikan keringanan kepada anda," seru Sai lagi kepada Desmon Benson.


Desmon segera tertunduk, dia menganggukkan kepalanya namun hatinya menjadi sakit.


Walaupun dia tidak ambil andil dalam pembunuhan keluarga Avier, namun ketika mulutnya mengatakan persetujuan saat lalu sudah membuatnya secara keseluruhan bersalah.


Dan sudah sepantasnya dia memang merenungi kesalahannya.


"Dia bahkan memberikan kesempatan kepadaku untuk bertemu dengan putriku, rasanya aku semakin bersalah ..." seru Wilson pelan sekali.


Dia akhirnya sadar betapa besar hati Avier, seorang lelaki yang seharusnya bisa membunuhnya kapan saja.


Namun nyatanya dia malah diampuni.


Malam itu terlihat sanga ramai dan sedikit kacau, banyak sekali orang-orang yang selama ini dikenal berkuasa malah ditangkap secara terang-terangan.


Awalnya karena dendam Avier yang menangkap Asher Goldwil, namun dari hal itu semua kejahatan sekutu dan bisnis ilegal seluruh sekutu Asher termasuk Harry Roshfil segera ditangkap.


Semua yang bersalah akan mendapatkan hukuman yang setimpal.


Sekarang ini publik hanya penasaran dengan siapa sebenarnya Avier Goldwil, pewaris sah dari keluarga Goldwil yang ternyata selamat dari pembantaian pamannya sendiri.


.


.


.


Disaat yang sama di kediaman Avier,


"Sayang ... apakah kau lelah?" bisik Avier kelihatan tidak lelah sama sekali.


Dia memang sedih namun dalam urusan ranjang, sepertinya Avier memang memiliki energi tak terbatas.


Winter yang masih malu karena merasakan perasaan aneh tadi menyembunyikan dirinya di dalam selimut.


"Tolong jangan bicara dulu padaku, aku sangat malu ..." seru Winter benar-benar malu sekali.


'Apa yang terjadi tadi? aku benar-benar seperti wanita nakal?'


'Aku sudah seperti itu sebelum menikah! apakah aku sudah gila?!'


Geram Winter di dalam dirinya, dia merasa malu namun juga kecewa kepada dirinya sendiri.


Bagaimana tadi dia sepertinya sangat mabuk dalam sentuhan Avier, tidak ada penolakan sedikitpun, dia benar-benar menikmatinya.


Avier yang tengah berada di sisi Winter, dia berpangku tangan dan melihat jika Winter sedang bersembunyi dalam selimut.


"Sayang ... aku lapar sekali, hari ini salju pertama, tidakkah seharusnya kita makan berdua?"


Seru Avier masih belum sadar jika sekarang Winter tengah berkecamuk dengan batinnya sendiri.


Winter yang mendengar itu segera menghapus air matanya, dia menangis bukan karena menyesal melakukan itu dengan Avier.


Dia sudah berjanji dengan Avier untuk bersamanya, tidak mungkin Winter menyesal.


Hanya saja tanpa ikatan pernikahan, rasanya Winter selalu memiliki dosa ketika melakukan hal itu.


Jadi Winter sudah memutuskan ...


Winter membuka selimut yang menutupi wajahnya, namun tangannya masih menggenggam selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Avier ..." seru Winter dengan bersungguh-sungguh.


Dan dengan mata yang bulat dan masih berkaca-kaca.


"Hmmm?"


"Ada apa? kenapa kau menangis?"


"Apakah tadi rasanya sakit?"


Seru Avier benar-benar nakal, bahkan disaat ia khawatir Avier tidak sadar jika ucapannya benar-benar nakal sekali.


Mata Winter melebar saat mendengar jika Avier menyarankan melakukan hal itu sekali lagi.


Winter segera menggelengkan kepalanya, lalu segera menelan salivanya untuk mengatakan apa yang hendak ia ucapkan.


"Bukan itu, aku benar-benar kelelahan, hari ini mungkin aku tidak akan sanggup lagi ..."


Seru Winter dengan nafas yang sedikit berat.


"Ummm ..."


"Sebenarnya aku tidak menyesal melakukan itu karena aku melakukannya dengan mu, hanya saja ada yang mengganjal di hatiku ..."


"Itu ... ummm," Winter terlihat sangat gugup sekali.


Membuat Avier kebingungan dan Semakin penasaran menunggu apa yang hendak diucapkan oleh Winter.


"Bagaimana jika kita menikah saja? tidak ada salahnya kan?"


"Toh, kita sudah berjanji untuk bersama selamanya!" Seru Winter dengan sangat cepat, dia Seperti tengah melakukan nyanyian rap.


Karena terlalu malu dia mengatakannya terlalu cepat.


"Glek!"


Winter menelan salivanya dan dia menjadi sangat gugup.


'Apakah dia akan menolak aku?'


'Yah ... siapa juga yang mau menikah secepat itu?'


'Di matanya aku pasti maniak pernikahan!'


'Haaah ... memalukan terima takdir saja!'


Benak Winter merasa sangat malu, dia melihat ekspresi Avier yang terdiam dan membisu itu.


Jadi Winter berpikir jika Avier telah menolaknya mentah-mentah.


.


.


Tetapi Avier ...


"DEG ... DEG ... DEG!"


Jantung Avier berdegup sangat kencang, dia mungkin bisa pingsan karena kecepatan detak jantungnya yang terlalu cepat.


"Ka ... kau melamar ku?"


"KAU MELAMAR AKU?" Seru Avier mencoba menegaskan apa yang baru saja diucapkan oleh Winter.


Winter yang sudah pasrah ditolak hanya bisa menganggukkan kepala.


"Aku tidak tahu apa ini melamar atau tidak, tetapi kau bisa menganggapnya begitu dan ..." belum sempat Winter menjelaskan ucapannya ...


"Srek!"


Avier mengambil selimut dan menutupi dirinya secara keseluruhan.


Avier memang berpikir untuk menikahi Winter, namun Avier tidak pernah menduga jika Winter sungguh berani melamarnya dengan santai dan secepat ini.


'Wanita ini mencuri kata-kata ku! harusnya aku yang melamar nya!'


'Tapi kenapa aku jadi malu seperti ini?'


'ASTAGA!'


Seru Avier dalam dirinya.


Sungguh, kedua orang yang berada dalam satu selimut ini sebenarnya sama-sama polos dalam hal percintaan.


Bahkan bisa dibilang dalam hal percintaan, Winter jauh lebih berpengalaman, karena semua ini baru pertama dirasakan oleh Avier.


Jadi Avier memang terlihat sangat berhati-hati, dan akibat ke hati-hatiannya, kata-kata lamaran yang seharusnya ia katakan malah dicuri oleh Winter.


"MULAI HARI INI AKU TIDAK AKAN LENGAH!" Seru Avier dalam dirinya.


.


.


.


Author : Jangan lupa berikan like dan komentar membangunnya, maaf ya jika masih banyak kekurangan, apalagi typo dimana-mana, jika ada typo komen saja ya biar aku perbaiki.


Crazy up ini akan berlangsung selama satu minggu ini.


Lope you sekebon jeruk semuanya 😘❤️