Boss Mafia's Hot Girl

Boss Mafia's Hot Girl
Episode 55 : Kau akan bekerja keras malam ini.



Episode 55 : Kau akan bekerja keras malam ini.


***


Winter memasuki ruangan yang akan menjadi tempat peristirahatan mereka.


Winter masih belum tahu tujuan Red membawanya ke tempat ini, akan tetapi sepertinya Winter tak akan pernah menyesal bisa melihat surga tersembunyi ini.


"Indah sekali ..."


"Apakah aku akan berdosa jika aku menikmati keindahan ini?"


Winter tak terlalu memerhatikan ruangan dengan ranjang luas dan pernak-pernik vintage yang ada disana.


Kakinya segera menembus balkon dan dia berdiri di ujung balkon melihat pemasangan yang sangat indah.


Danau sudah kelihatan berembun, bagaimana pun matahari sudah terbenam karena sebentar lagi akan musim salju, suasana kelihatan sangat tenang.


.


.


“Tak … Tak … Tak!”


Keheningan yang dirasakan oleh Winter tergoyahkan oleh suara langkah kaki yang terdengar dari belakangnya.


Winter segera membenarkan posisinya dan dengan tangan di depan juga wajah menunduk hormat, dia seperti menyambut Tuannya untuk segera duduk di kursi yang hanya ada dua.


Tempat itu tidak terlalu besar, bagaimanapun kedatangan Red ke tempat ini juga adalah tindakan yang spontan, jadi tidak ada persiapan yang matang dipersiapakan oleh anggota Red.


Red tanpa basa-basi segera duduk disana, dia melihat Winter dengan pakaiannya yang tebal dan sangat tertutup, rambutnya terurai dan angin lembut yang menyapa helaian rambutnya memperlihatkan wajah seputih salju dengan ekspresi yang sendu.


Seperti namanya, Winter sangat cantik dan ketika melihatnya maka orang tersebut akan mengingat momen ketika salju pertama kali turun.


“Apa yang kau lakukan disana terdiam mematung? Cepat duduk di hadapan ku dan kita makan!”


Red memejamkan matanya sejenak, menyadarkan dirinya dari buaian pesona yang tak bisa ia singkirkan ketika melihat Winter.


“Baik Tuan,” sahut Winter dengan suaranya yang lembut.


Entah mengapa ketika kakinya menyentuh tanah pedesaan ini, semua rasa takutnya seolah sirna, seolah Winter akan bahagia jika memang dia akan berakhir di tempat seindah ini.


Winter duduk di hadapan Red, dengan wajah yang masih menunduk sopan, bisa terlihat degan jelas tanda merah di dahinya.


Padahal tadi Red menyentil nya tidak kuat sama sekali, tetapi walau pelan ternyata tanda nya meninggalkan kemerahan.


“Ayo kita makan dulu … lalu kau harus melunasi hutang mu!”


.


.


Setelah itu tanpa ucapkan kata, alat makan dan suara ranting pepohonan karena angin menjadi bunyi yang terdengar.


Keduanya makan dengan lahap, mereka sudah lapar karena melakukan perjalanan yang cukup jauh ke pelosok desa.


Tetapi seperti biasanya, Red menghabiskan makanannya dengan cepat lalu ia akan memerhatikan Winter melahap makanannya.


Hal favorit Red bertambah banyak akhir-akhir ini, dan semuanya karena Winter.


"Kenapa kau makan lambat sekali seperti siput?"


"Habiskan makanan mu, apakah kau mau aku yang menyuapi mu makanya kau makan dengan sangat lambat?!"


"Kau akan bekerja keras malam ini, jadi kau harus makan dengan kenyang!"


Sejak tadi Red selalu saja memberikan pertanyaan dan pernyataan yang membuat Winter selaku terperanjat.


"Bekerja keras Tuan? kalau boleh tahu bekerja keras apa ya Tuan? apakah aku akan mencuci pakaian seperti saat pertama kali?"


"Tetapi seharusnya disini tidak ada pakaian kotor karena kita baru sampai,"


Tanya Winter dengan polos dan benar-benar tidak ada pikiran aneh ke hal itu.


Mata bulat seperti kucing, ekspresi yang benar-benar menunjukkan rasa penasaran sudah cukup membuat Red merasakan darah hanya mendidih sampai ke ubun-ubun.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Detak jantung berdegup sangat kencang, dan waktu seolah berjalan begitu lambat.


.


.


.


.


Author : Halo guys untuk saat ini hanya sanggup update dikit per bab nya ya..


Nanti jika sudah punya waktu luang yang banyak update kata per bab nya akan aku perbanyak.


Terimakasih semuanya, jangan luka berikan duiuang nya berupa like, komentar dan gift jika berkenan 😘❤️