Boss Mafia's Hot Girl

Boss Mafia's Hot Girl
Episode 25 : Perwujudan mimpi buruk bagi Winter.



Episode 25 : Perwujudan mimpi buruk bagi Winter.


***


“Heh, ketakutan seperti kelinci tetapi masih berani bersembunyi! Kau kira kau sedang bertamasya!” geram Red menyingkirkan kain putih yang menghalangi pandangannya terhadap Winter.


Ketika kain putih itu disingkirkan dengan kuat, Red yang memiliki tubuh yang tinggi itu segera bisa melihat Winter dari arah yang sangat dekat.


Winter segera terperanjat dan dia berbicara dengan terbata-bata ...


“Ma … maafkan saya Tuan, saya sudah menyelesaikan cucian, saya tidak akan ketiduran lagi … tolong jangan melukai saya …” Winter benar-benar ketakutan, dengan tubuh bergetar dan tubuh lemah dan terlihat kecil jika dibandingkan tubuh Red.


“Deg!”


Rasa sakit itu ada lagi di dadanya, Red sampai harus mengernyit dan menahan rasa sakit di dadanya untuk beberapa saat.


Gadis muda yang menggigil gemetaran ketakutan di hadapannya ini sungguh menyayat hati, kehidupannya yang selama ini begitu indah berubah menjadi mimpi buruk yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.


“Grep!”


Red meraih dagu Winter menggunakan tangan kokohnya, dengan tatapan yang tajam dan mengerikan dia menatap wajah pucat dari gadis ini.


“Apa kau pikir aku akan kasihan kepadamu jika memohon? Apakah kau ingin aku kasihan kepadamu karena itulah kau menunjukkan wajah menyedihkan mu ini? heh! Jangan bercanda, kesakitan mu ini masih belum seberapa!” seru Red merasa aneh.


Dia ingin menekan Winter, tetapi wajah Winter yang memang benar-benar lemah menunjukkan jika Winter memang tidaklah berpura-pura lemah atau sakit.


“Kenapa kau diam saja? Huh? Jawab aku!” seru Red lagi ketika mendapati Winter hanya terdiam membisu dan tak berani berkutik.


Seperti kelinci yang sudah berada di cakar predator yang hendak memangsa nya.


“Sa … saya tidak akan berani membuat anda kasihan Tuan, saya tidak akan menunjukkan wajah saya jika Tuan ingin, saya akan menunduk jika bersama Tuan, jadi …” belum selesai Winter mengatakan jawabannya yang tidak akan menunjukkan wajahnya kepada Red.


Red segera melepaskan Winter dan memotong pembicaraan Winter.


“Sudah cukup! Aku yang berhak menentukan hendak melihat wajahmu atau tidak!"


"Juga, ini sudah malam, perkiraan cuaca mengatakan malam ini akan hujan!”


“Cepat ikut aku saja! Aku tidak ingin kau mati dengan cepat sebelum mendapatkan informasi lebih banyak dari David!” perintah Red segera memerintahkan Winter untuk mengikuti dirinya masuk ke dalam mansion.


“Ba … baik Tuan,” balas Winter mengikuti Red dengan cara menunduk dan kedua tangan di hadapannya.


.


.


Dia melangkah tidak dengan wajah tegap namun dengan wajah menunduk mengikuti langkah kaki Red.


Tanpa disadari oleh Winter, mereka sudah sampai di ruang makan, dimana banyak makanan tersedia disana, begitu megah dan menggugah selera.


Perut Winter sudah keroncongan, disamping vitamin yang sudah diberikan oleh dokter pribadi Red, Winter sama sekali belum memakan apapun jadi dia benar-benar kelaparan sekarang.


Winter mengalihkan pandangannya yang tadi berfokus ke arah makanan, dia kembali melihat ke bawah, ke arah lantai.


‘Aku saja tidak tahu apakah Ayah makan dengan benar atau tidak, punya hak apa aku memakan makanan enak sekarang? Dasar tidak tahu malu!’ seru Winter menyalahkan dirinya sendiri karena baru saja menginginkan makanan yang ada di atas meja.


‘Lagi pula, lelaki mengerikan ini hanya ingin aku menonton dia makan, agar aku semakin tersiksa, jadi tabah kan hatimu Winter, semua demi Ayah …’ benak Winter lagi yakin jika Red pasti hanya ingin membuat Winter merasa tersiksa ketika Red tengah makan.


Red melihat Winter sembari berpangku tangan, dia melihatnya dari ujung kaki hingga ujung kepala, baju pelayan yang ada di tubuhnya terlihat pas dan menarik, rambutnya hanya diikat begitu saja namun malah menampilkan kesan seksi dan imut.


Wajahnya yang mungil dan pipi yang sedikit berisi membuat wajahnya begitu proporsional dan menarik untuk dilihat.


‘Cih, apa peduli ku entah dia cantik atau tidak, dia anak yang membunuh keluargaku, jadi tidak penting dia cantik atau tidak!’ geram Red merasa aneh ketika dia malah memerhatikan dan menilai fisik Winter yang memang kelihatan cantik dan menggoda.


.


.


.


.


Author : Jika ada typo tolong di komentari saja ya, agar langsung aku perbaiki, maapkeun juga jika semisal masih banyak typo, aku ngetik ngebut soalnya 🥺


Juga jika kosa kata masih banyak yang janggal nanti akan segera aku perbaiki.


Jangan lupa berikan saran membangun ya semuanya, Lope you sekebon jeruk 😘❤️