Boss Mafia's Hot Girl

Boss Mafia's Hot Girl
Episode 21 : Apakah ada yang salah denganku?



Episode 21 : Apakah ada yang salah denganku?


***


Entah mengapa rasa sakit di hati Red semakin nyeri dan sakit.


'Kenapa hatiku sakit sekali? Bukan kah aku yang membuatnya seperti itu?' benak Red merasakan nyeri yang sungguh menyakitkan di dadanya.


“Ternyata kau sadar diri juga!” ketus Red dengan angkuhnya menutupi rasa sakit di dadanya dan melanjutkan langkah menuju lift mansion.


Walau hatinya begitu berat dan rasanya pahit, tetapi Red sama sekali tak akan mengikuti kata hatinya, karena bagi Red seharusnya hatinya sudah mati sejak dulu.


Sesampainya di lift, ketika Red sudah berdiri dan menghadap ke depan, sebelum lift tertutup ...


Red bisa melihat dengan jelas siku tangan Winter yang terluka tadi malam masih terlihat merah dan sepertinya tidak mendapatkan pengobatan yang layak.


Red melihat dengan lekat Winter yang berjalan dengan tubuh yang sangat lemah menaiki setiap anak tangga di mansion itu sampai pintu lift tertutup.


“Deg!”


Rasa sakit di dadanya semakin menjadi-jadi, sangat sakit sampai dia harus menekan dadanya untuk meringankan sedikit rasa nyerinya.


“Sepertinya aku harus memanggil dokter pribadiku kesini, ada yang salah dengan jantungku,” seru Red merasa jika rasa sakit itu ditimbulkan oleh penyakit jantung atau semacamnya.


.


.


Di ruangan kerja Red,


***


Sudah beberapa menit Red sampai di ruangan kerjanya, namun Winter belum juga sampai di ruangan itu, Red yang sudah tidak sabar hendak beranjak untuk memeriksa nya, namun tiba-tiba ketukan pintu sudah terdengar.


“Tok … Tok … Tok”


“Masuk!” perintah Red yang sudah duduk di bangku kerjanya yang ada di dalam ruangan.


Lalu dengan jelas Red sudah bisa melihat Winter sudah datang dan menghadap ke arahnya sembari menundukkan wajahnya.


“Teruskan!” ucap Red lagi sembari memperhatikan luka-luka yang terlihat di tubuh Winter,


Satu di siku, terlihat juga luka lecet di lutut dan di lengan nya terlihat ada lebam.


Winter yang sudah mengerti perkataan itu langsung melanjutkan pembicaraan nya.


“Tadi malam Ayah David tidak bisa mengikuti lelang karena sedang mengadakan pertemuan rahasia, disamping itu David dan juga keluarga nya yang lain berada di tempat lelang karena di perintahkan langsung oleh Ayah David untuk memenangkan sebuah guci, hanya itu informasi yang sejauh ini saya dapatkan Tuan,” sahut Winter masih dengan suara yang lemah.


Karena memang tubuhnya demam, luka-luka yang ia dapatkan belum sembuh, dan dia benar-benar kelelahan menaiki tangga, jadi saat ini kondisinya sungguh sangat memprihatikan.


Red hanya terdiam mendengarkan, namun matanya fokus pada luka-luka yang ada di tubuh Winter, juga wajah pucat Winter yang bisa terlihat jelas walau Winter lebih banyak tertunduk.


Red meremas kertas yang ada di atas mejanya karena lagi-lagi merasakan sakit yang amat sangat di bagian hatinya.


“Kau sudah boleh pergi!” tegas Red memerintahkan Winter untuk pergi, karena dia sudah tidak bisa menahan rasa nyeri yang ada di hatinya itu.


“Baik Tuan,” jawab Winter menunduk dan segera pergi keluar dari ruangan kerja Red.


Sesampainya di luar Winter melepaskan sandiwara nya itu, tubuhnya sudah sempoyongan dan kepalanya sudah hampir ingin meledak.


Winter berhenti sebentar dan bersadar di dinding untuk meredakan pusing nya lalu setelah itu pergi lagi ke bawah untuk menemui pak Ronni.


Sesampainya di lantai bawah, Winter sudah di tunggu oleh Ronni, Ronni merasa sangat kasihan melihat keadaan Winter, bisa di lihat jika Winter terlihat sedang sakit.


Namun, lagi-lagi Ronni tidak bisa melakukan apapun, karena segala perintah Red adalah mutlak di mansion ini.


Jika tidak ingin menerima hukuman yang berat sebaiknya jangan berani-berani melanggar apa yang sudah Red perintah kan.


“Tidak masalah Pak, tolong jangan mengasihaniku, ini sudah jalan hidupku,” jawab Winter berpura-pura tegar namun tubuhnya sudah sangat lemah.


Ronni langsung menjelaskan semua pekerjaan yang harus dilakukan, tapi sungguh Winter sudah tidak bisa memperhatikan dengan jalas karena kepalanya benar-benar sudah pusing sekali.


Pembicaraan Ronni berakhir di sebuah ruangan di belakang mansion, dan ternyata itu adalah ruangan cuci di mansion itu.


Dan perintah Red pada Ronni adalah untuk memberikan pekerjaan yang paling berat untuk Winter.


Winter yang sudah mengerti saat ini sudah masuk ke dalam ruangan itu, memilih kain-kain yang berwarna putih dan memasukkan nya ke dalam mesin cuci, begitu terus secara berulang karena banyaknya kain yang ada di situ.


Winter memaksakan tubuhnya berkerja terlalu keras, dia menyelesaikan cucian dengan kepala pusing yang teramat sangat, setelah itu ia hendak mengangkat kain bersih yang sudah ia letakkan di wadah.


Namun saat mengangkat wadah itu Winter terjatuh dan tidak sadarkan diri, tubuhnya sudah di ambang batas, sudah tidak mampu menerima beban lagi.


.


.


Pagi telah berlalu, sampai malam hari namun belum juga ada yang menyadari jika Winter sedang tidak sadarkan diri karena merasa kelelahan dan demam.


Disamping itu ruangan cuci memang berada di sisi paling belakang mansion dan jarang sekali pelayan menuju tempat itu kecuali saat hendak mencuci.


Red yang sedang berada di meja makan tidak melihat Winter di barisan para pelayan yang melayani nya.


“Dimana dia?” tanya Red pada Ronni menanyakan keberadaan Winter saat ini sedang ada dimana.


“Sesuai perintah Tuan, saya memberikan pekerjaan cucian untuk nya, karena banyak nya cucian mungkin dia sedang beristirahat sejenak,” sahut Ronni jujur.


Karena biasanya cucian itu di kerjakan oleh beberapa pelayan, jadi mungkin karena Winter hanya sendirian mengakibatkan waktunya menjadi sangat lama dan karna lelah Winter istirahat sebentar.


“Heh? Istirahat?” geram Red berjalan penuh emosi menuju belakang mansion nya.


*BRAK*


Saat sampai di ruangan itu dengan begitu kasar Red membuka pintunya.


Dibayangan Red dirinya menemukan Winter sedang beristirahat tertidur, namun lain dari bayangannya, saat ini kain-kain yang baru saja Winter cuci itu sedang berserakan di lantai dan sepertinya Winter telah jatuh pingsan namun tidak ada yang menyadarinya.


Red berjalan ke arah Winter dan melihat tubuh lemah yang terkulai tergeletak di lantai, di angkatnya tubuh Winter sedikit dan alangkah terkejutnya Red saat melihat wajah pucat Winter yang sudah sedikit membiru.


Segera Red memeriksa denyut nadi Winter, denyut nadinya masih terasa namun sangat lemah.


Dengan panik Red menggendong Winter menuju ruangannya dan segera memerintahkan dokter pribadinya untuk datang ke mansion nya sekarang juga.


Para pelayan yang melihat atasan mereka sangat panik merasa kebingungan, apalagi saat tadi Red berlari menggendong Winter menuju ruangannya, belum pernah mereka melihat Red menunjukkan ekspresi khawatir dan terburu-buru seperti itu.


***


Saat ini dokter pribadi Red yang bernama Kevin yang juga anak buahnya di perkumpulan mafia itu sedang memeriksa Winter, lalu setelah nya langsung memberikan suntikan vitamin dan juga infus cairan pada tubuh Winter.


“Bos, saya sudah memberikan pengobatan padanya, tubuhnya sangat lemah dan batin nya terguncang, jadi tubuh dan batin nya merasa terkejut mendapatkan beban yang tiba-tiba berat menghampirinya,"


"Sepertinya dia juga baru saja terkena hujan jadi tubuhnya sangat panas, dia juga kekurangan asupan makanan, tapi aku sudah memberikan nya vitamin dan cairan yang dia butuhkan, jadi jika beristirahat dengan cukup sudah bisa menyembuhkan nya,” sahut Kevin sopan pada atasannya itu.


“Dasar lemah!” timpal Red melihat keadaan Winter yang terbaring lemah di atas ranjang.


“Oh ya, belakangan aku merasa nyeri di dadaku, coba periksa jantungku apakah ada penyakit serius yang sedang menyerang aku,” perintah Red sekarang hendak memeriksakan rasa nyeri yang sering ia rasakan belakangan ini.


.


.


.


.