
Episode 27 : Apakah lelaki ini memiliki dua kepribadian?
***
*Brak!*
Red menggeser kursinya dengan nyaring memekik pendengaran.
Red berdiri sembari berkacak pinggang, dia menatap Winter dengan tatapan yang meledak-ledak.
Seolah mencari tahu apa yang dilakukan Winter terhadapnya, mengapa yang ada di pikirannya hanyalah Winter seorang.
"Ada apa Tuan? apakah ada yang mengganggu anda?"
Ronni dan beberapa pelayan juga ada disana, segera menanyakan apakah ada yang mengganggu Red.
Ronni takut, jika Red akan murka terhadap Winter yang sedang makan, Ronni sebisa mungkin akan menghindarkan Winter dari amukan Red.
"Tidak ada! aku jadi malas makan!"
"Aku mau istirahat saja, dan kau!" sembari menunjuk kearah Winter yang tertunduk.
"Aku memanggil mu kenapa kau tidak melihat ke arahku?"
"Lihat aku sekarang juga!"
Red berseru menunjuk Winter dengan telunjuk tangannya.
*Glek*
Winter menelan salivanya dengan kasar, dia sungguh gugup sekali.
'Apakah aku makan dengan cara yang salah? kenapa dia marah lagi?'
Winter tak punya pilihan lain kecuali menoleh ke arah Red, dimana wajah Red terlihat merah sekali sekarang.
'Astaga, kenapa matanya besar dan bulat sekali? apakah dia sedang menabur sihirnya ke arah ku?'
'Ada apa denganku sebenarnya?'
'Ini tidak bisa dibiarkan!'
Red merasa Winter tengah menyihirnya dengan tatapan sekarang, oleh karena itulah mengapa Red merasa tubuhnya menjadi panas dan hanya bisa memikirkan tentang Winter seorang.
"Apa yang kau lihat? jangan lihat ke arah ku!"
Seru Red lagi membuat semua orang bingung, apalagi ketika mendapati Red tengah gugup dan wajahnya memerah.
Dalam tahap ini, rasa takut tidak mendominasi Winter tetapi rasa jengkel dan aneh dengan sikap Red.
Padahal Red yang meminta melihat ke arahnya, tetapi sekarang Red malah bertanya balik apa yang dilakukan oleh Winter mengapa menatapnya.
'Apakah lelaki ini memiliki dua kepribadian?'
Geram Winter mengalihkan pandangannya lagi dari Red.
"Ehem!"
Red batuk kecil tidak jelas lalu segera melanjutkan ucapannya dengan angkuh.
Seru Red meminta Winter untuk ke ruangan nya, untuk membicarakan mengenai esok hari ketika Winter bertemu dengan David.
"Baik Tuan," balas Winter tanpa menoleh sedikitpun ke arah Red.
"Ya sudah aku pergi."
"Ronni! pastikan gadis ini memakan semua makanan nya! jangan sampai ada sisa sedikitpun!" ketus Red kemudian melangkahkan kakinya segera pergi.
.
.
.
Ketika mendengar langkah kaki Red menjauh, Winter akhirnya bisa bernafas lega.
"Apakah anda baik-baik saja Nona Winter? ini Poppy membawakan obat-obatan kepada luka mu, setelah makan kita obati dulu perban yang sudah basah itu," Ronni menanyakan keadaan Winter.
Juga membawakan Poppy, nama salah satu pelayan yang tadi segera mengambil obat p3k ketika melihat luka-luka Winter.
Tentu saja, pelayan di kediaman ini tidak terlalu banyak, jadi mereka semua tahu apa yang di hadapi oleh Winter.
Dan mereka semua benar-benar kasihan dan ingin membantu tetapi takut terhadap Red.
*Tes*
Air mata Winter menetes begitu saja, mengetahui ada orang-orang yang tidak ia kenali peduli terhadapnya.
Dia melihat ke arah Poppy yang menenteng obat P3K dan pelayan yang lainnya menunjukkan wajah kasihan.
"Terimakasih Pak Ronni, Poppy dan semuanya, mengetahui kalian perhatian kepadaku benar-benar membuat hatiku hangat ..."
"Terimakasih,"
Winter tak bisa menyembunyikan tangisnya, dia menutupi wajahnya karena malu dilihat menangis.
"Tidak apa Non, kami disini tidak bisa berbuat banyak, tetapi saya yakin badai pasti akan berlalu, Nona Winter lakukan saja semua yang di inginkan oleh Tuan Red,"
"Saya juga ingin Nona Winter tahu jika semuanya memiliki alasan, semoga Nona Winter menemukan jawaban atas semua pertanyaan yang ada di hati Nona,"
Ronni memberikan nasihat, sebuah kata yang hangat untuk Winter.
Mengatakan jika badai pasti berlalu, dan segala situasi pasti memiliki alasan dan jawaban.
Tidak semua orang yang terlihat kejam benar-benar kejam, mungkin seseorang telah merenggut kebahagiaan nya, atau dia memang belum menemukan tujuan hidupnya.
.
.
.
.
Author : Duh kasian Winter ya guys. 🥺 Tapi si Red juga sebenarnya kasihan loh, diikuti terus ya agar sisi dari Red juga akan semakin kelihatan, alasannya dibalik semua kekejaman nya 😘