
Episode 94 : Jangan menyentuh wanita ku!
***
Ketika Red dan beberapa anak buahnya meninggalkan desa, saat itu pula lah suruhan dari Asher Goldwil dalam perjalanan menuju rumah sakit jiwa dimana Dave berada.
Mereka tidak tahu jika Dave telah meninggalkan desa beberapa hari sebelum mereka tiba.
.
.
Dalam waktu beberapa jam akhirnya Red dan Winter sampai kembali di mansion Red.
Mereka disambut para pelayan disana.
Winter nampaknya sangat lelah dan bagaimana pun energi nya telah terkuras habis tadi malam, membuatnya tertidur sejak awal perjalanan hingga mereka tiba.
"Bos ... harus kah saya membangun kan nya? kita sudah sampai, bahu Bos juga pasti pegal jadi ..."
Anak buah Red hendak memberikan bantuan dimana ia hendak membangunkan Winter.
Tetapi sebelum anak buahnya itu melanjutkan ucapannya, Red langsung meletakkan telunjuk jarinya di hadapan bibirnya.
"Sssttttt ... jangan berisik!"
"Lagian siapa yang mengatakan kau bisa mengganggu nya! wanita ku hanya boleh disentuh oleh ku, kau pasti ingin mencari-cari alasan untuk bisa menyentuh bahunya ketika membawa nya ke mansion ku kan?"
"Aku akan memotong gajimu bulan ini!"
Red bersikap berlebihan membuat anak buahnya itu menganga dan tak mampu lagi menjawab.
Bagaimana Bosnya terlihat sangat berbeda dari biasanya.
Bahkan menyebut gadis muda yang terlelap itu sebagai wanita nya.
"Cih! mencari cara untuk menyentuh wanita ku! akan ku potong tangan siapapun itu! bahkan itu orangku sekalipun!"
Gerutu Red segera dengan sangat lembut menggendong Winter.
Wajahnya terlihat mengerikan dan dingin ke arah anak buahnya namun terlihat sangat manis ketika melihat kearah Winter.
"Pffttt ... kalau tidur mengapa imut sekali? membuat aku gemas saja!" seru Red terkekeh kecil karena melihat bagaimana Winter terlihat sangat imut ketika tertidur.
Red segera keluar dari mobil sembari menggendong wanita nya itu.
Bagaimana pun perlakuan Red terhadap Winter sebelum melakukan perjalanan ke desa masih terlihat dingin, tetapi setelah mereka kembali Red terlihat lebih cerah.
Bahkan pipinya memerah dan senyuman di wajahnya ketika menggendong Winter membuat semua orang sampai mengedipkan mata berulang kali untuk memastikan apa yang tengah mereka lihat ini.
.
.
Red melangkah dengan bahagia, dia bahkan belum menyelesaikan misi terakhir nya namun rasanya hatinya semakin hangat setiap harinya.
Sesampainya di kamar pribadinya, dia merebahkan tubuh Winter dengan lembut.
Ia menatapnya sejenak sembari mengusap rambutnya.
"Penyihir kecil yang imut, kau membuat ku gila! istirahat lah sebentar lagi ..." bisik Red mengecup dahi Winter.
Dia akan menghubungi Sai dulu, lalu meminta para pelayan untuk mempersiapkan makanan di balkon kamar nya saja.
"Tring ... Tring ... Tring!"
Red menghubungi Sai melalui ponsel pribadinya di ruangan kerjanya.
"Sai ... apakah semua susah beres, bagaimana dengan Kevin?"
Red menanyakan mengenai Kevin dan mengenai rencana rahasia mereka yang akan meledak ketika keluarga Goldwil dan Roshfil akan bertemu di kapal pesiar.
"Semua sudah beres Bos, denah kapal pesiar nya juga sudah aku dapatkan, malam ini saya akan ke mansion Bos untuk menyerahkan berkas asli yang ditunjukkan oleh Dave kepada kita!"
Seru Sai memberitahu jika rencana mereka benar-benar mulus dan hanya tinggal melancarkan nya saja.
"Bagus!"
.
.
.
.
Author : Jangan lupa follow Instagram author ya @Anak_Kost_Joy