Boss Mafia's Hot Girl

Boss Mafia's Hot Girl
Episode 88 : Malam penyatuan bagian I



Episode 88 : Malam penyatuan bagian I


***


Dengan jantung yang berdegup sangat kencang, wajah yang sudah semerah tomat matang, Winter tak bisa menolak Red.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Dengan jantung yang berdetak sangat kencang, perlahan Winter menjijitkan kaki untuk melepaskan jaket tebal Red sampai terjatuh ke lantai.


Kemudian dia mulai membuka kancing baju lelaki itu satu persatu dimulai dari atas.


Tangannya yang menyentuh kulit Red tak bisa dihindarkan lagi.


'Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi, tangannya yang menyentuh kulit ku seperti bara api yang menyala, aku sudah ingin melahapnya sekarang juga!'


'Tapi aku harus menahan diri, ini akan menjadi malam pertama baik untukku dan untuk nya ... yang harus aku lakukan hanyalah mengikuti naluriku sebagai seorang lelaki!'


Benak Red ketika Winter masih bersungguh-sungguh melepaskan pakaiannya.


Sampai ketika dada bidang Red terlihat secara nyata, Winter bahkan sampai memejamkan matanya karena sungguh dia benar-benar sangat malu sekarang ini.


Red terkekeh nakal, dia meraih kedua pipi Winter dan dia mendekatkan dirinya lagi sehingga kulit mereka sekarang saling berhimpitan.


"Jangan malu ... malam ini masih sangat panjang!"


"Bukalah mata mu sayang ..." bisik Red mengecup perlahan dahi Winter.


Kemudian turun ke pipi, hidung lalu dia mengecup pelan bibir gadis itu.


Winter akhirnya membuka matanya secara perlahan, pikirannya kosong saat ini, dia tak bisa lagi memikirkan apapun lagi.


Ketika matanya menyatu dengan tatapan Red, Red segera menggendong Winter di tangannya, lalu dia merebahkan Winter di tempat tidur.


Red naik ke atas tempat tidur, dan tangannya bertumpu di ranjang agar tubuh bidangnya tak akan memberatkan tubuh mungil Winter.


"Bagaimana jika aku benar-benar telah menyukai mu? apakah yang akan terjadi setelah itu?"


"Apakah aku berkhianat kepada keluarga ku? aku bingung tetapi aku benar-benar sangat menginginkan mu ..." bisik Red mulai mengecup Winter lagi.


Red benar-benar suka ketika mencium gadis cantik yang benar-benar menyerahkan hidupnya sepenuhnya di tangannya.


Dia mengecup pelan dada Winter sembari melepaskan kaitan bra nya.


"Ah!"


Winter terperanjat ketika sadar jika sudah tak ada lagi yang menutupi tubuh bagian atasnya.


Red terkekeh ketika menyadari tubuh Winter terperanjat dan bergetar hebat karena malu, dia semakin ingin bermain lebih lama.


"Tu ... Tuan ... tunggu ... tunggu,"


Seru Winter ingin mengambil rehat sejenak, namun Red tak menggubris nya.


Nampaknya ucapannya barusan benar adanya, jika tak akan ada lagi orang yang bisa menghentikan Red sekarang ini.


Mata Red terkunci di dada Winter yang sudah terpampang di depan wajahnya.


Dia memeluknya gemas lalu dia mulai mengecup nya dengan perlahan, sampai seluruhnya basah oleh salivanya.


"Uhmmm ..."


Hanya suara kecil yang ditahan yang terdengar di ruangan itu, Winter menutup mulutnya agar tak mengeluarkan suara berlebihan.


Dia bisa melihat Red ketika Red masih gemas bermain di dadanya.


'Aku benar-benar sudah tidak tahu lagi, ini adalah hal yang tak pernah aku bayangkan! tapi kenapa tubuhku terasa panas dan seolah merespon sentuhannya?'


'Apakah aku sudah gila?'


Benak Winter tanpa sadar memejamkan matanya dan tak mampu mengontrol tubuhnya lagi ketika Red menyentuhnya dengan sangat lembut.


.


.


.


.