Boss Mafia's Hot Girl

Boss Mafia's Hot Girl
Episode 49 : Pergi ke pedesaan bersama Winter.



Episode 49 : Pergi ke pedesaan bersama Winter.


***


Di kediaman Red,


Red sudah berbaring di atas semua kekacauan yang ia buat sendiri, dia menatap langit-langit dengan mata yang begitu menyedihkan.


"Ayah ... Ibu, Anna ... setelah aku melangkah sejauh ini ada seseorang yang tiba-tiba hadir dan menghancurkan segalanya ..."


"Apa yang harus aku lakukan?"


"Aku benar-benar tidak bisa melukainya?"


"Maafkan aku ..."


Red benar-benar meminta maaf kepada keluarganya, sungguh dari semua musuhnya sepertinya keluarga Benson akan ia berikan keringanan karena keberadaan Winter yang mengacaukan segalanya.


Tangannya yang terluka dan mengelus darah segar tak terasa menyakitkan bagi Red.


"Tring ... Tring ... Tring!"


Ponsel Red berdering lalu Red mencari ponselnya yang seperti ikut dalam kekacauan yang baru saja ia torehkan.


"Halo Bos?"


Sai adalah orang yang baru saja menghubungi dirinya.


"Ada apa?"


"Aku mendapatkan informasi dari bawahan ku yang berada di sana, jika dia sudah menemukan orang yang Bos cari ..." seru Sai baru saja mendapatkan informasi dari anggota nya jika salah satu orang dalam list pencarian Red telah ditemukan.


Mata Red langsung melebar.


"Benarkah? berikan seluruh informasi nya kepadaku sekarang juga!"


Perintah Red terhadap anggota nya itu.


"Baik Bos, akan aku kirimkan, akan tetapi sebelum itu aku akan menginformasikan kondisinya sepertinya tidak dalam keadaan mumpuni untuk kita gali informasi, karena dia ditemukan di sebuah rumah sakit jiwa di pedesaan ..."


Sai memberikan informasi lengkap, mengenai keadaan orang yang tengah di cari-cari oleh Red selama ini.


"Tidak masalah ... berikan saja kepada ku informasi nya!"


Seru Red segera mematikan panggilan nya dan menunggu email informasi mengenai orang itu.


Entah siapa orang yang dicari oleh Red, dan apa hubungannya dengan semua rencana puncak dari Red, akan tetapi orang yang dinyatakan berada di rumah sakit jiwa itu akan menjadi salah satu kunci yang sangat penting dalam misi ini.


"Tring!"


Hanya beberapa saat Red mendapatkan pesan itu dan dia bersemangat lagi.


"Aku sudah yakin kau masih hidup! entah kau sudah gila atau hanya berpura-pura gila untuk terhindar dari petaka, aku tidak peduli ..."


"Aku akan memastikan nya secara langsung!"


Geram Red bersemangat dan tersenyum begitu mengerikan.


Red langsung bangkit setelah itu lalu melangkah keluar dari ruangan kerja menuju kamar pribadinya.


Dia harus melakukan perjalanan menuju pelosok desa yang hanya bisa ditempuh oleh kendaraan darat saja.


Red harus menemuinya secepatnya, karena jika orang itu ditemukan oleh musuh Red terlebih dahulu maka bisa dipastikan orang itu akan mati.


"Tring ... Tring ... Tring!"


Red segera menghubungi Sai lagi sembari ia melangkah.


"Sai, persiapkan kendaraan hari ini, malam ini aku akan berangkat ke sana ... kau urus perusahaan dan monitoring semua mata-mata kita yang berada di wilayah musuh." perintah Red tidak akan membuang-buang waktu.


Sai yang percaya 100 persen terhadap Bosnya segera menyetujui perintah dari Red.


"Baik Bos, akan segera aku persiapkan!" seru Sai saat ini masih bersama dengan Wilson yang akan menjadi bagian dari rencana Red dalam pembalasannya.


.


.


.


Disaat yang bersamaan, Winter berada di kamar pribadi Red melangkah mondar mandir dengan ucapan Red barusan.


"Oh tidak ... apa yang akan terjadi dengan Ayah?"


"Aku gagal dalam tugas ku melayani Tuan Red,"


Winter sama sekali tidak menghiraukan rasa perih ketika Red tadi meninggalkan banyak tanda kepemilikan di tubuh nya.


Yang Winter khawatirkan hanyalah nasib Ayahnya setelah ini.


"Ctak!"


Pintu kamar dibuka oleh seseorang dan Winter terdiam mematung berdiri di ujung ruangan.


Dan benar saja, Red sudah memasuki ruangan dan langsung melihat Winter disana berdiri mematung dengan wajah yang khawatir.


Ketika Winter melihat Red memasuki ruangan, Winter terkejut sekali ketika melihat luka di tangan Red yang mengeluarkan banyak darah.


Sepertinya Red baru saja menghancurkan ruangan kerjanya.


.


.


Winter segera menundukkan kepalanya dan keduanya tangannya menggenggam satu sana lain.


"Tuan, maafkan aku dengan lancang berbicara, tetapi bisa kah Tuan mengijinkan aku membalut luka Tuan?"


"Jika dibiarkan lebih lama, luka itu akan terinfeksi dan akan semakin parah ..."


Karena Winter mudah sakit dan terluka, sejak kecil dia sudah dibekali ilmu pertolongan pertama untuk luka apapun.


Jadi dia langsung bisa bertindak jika ada sesuatu terjadi sebelum dokter sampai di lokasinya.


"Cih! masih sok peduli padahal tadi sudah dilukai!" ketus Red dengan mengangkat dagunya menunjukkan wajah angkuh segera duduk di tepian ranjang dan menyodorkan tangannya yang terluka dan berdarah.


"Kalau begitu cepat lakukanlah pengobatan nya! sebentar lagi kita akan berangkat ke suatu tempat! kau ikut dengan ku!"


Perintah Red terhadap Winter, dimana Red akan membawa Winter ke pedesaan itu.


"Baik Tuan ..." balas Winter segera menganggukkan kepalanya dan berlari mengambilkan obat p3k yang memang tersedia di kamar pribadi Red.


Setelah itu, Winter datang ke dekat Red dan membersihkan luka baru itu.


Tidak ada keluhan sakit atau apapun dari Red, seolah Red memang tidak merasakan sakit dari luka nya itu.


.


.


.


.


Winter membersihkan luka tangan Red dengan sangat hati-hati dan lembut, kemudian dengan lembut pula memberikan obat anti iritasi dan kemudian membalutnya dengan hati-hati.


"Dari mana kau tahu langkah-langkah melakukan pertolongan pertama seperti ini?"


Tanya Red yang sejak tadi tak bisa menahan dirinya untuk terus menatap Winter.


"Aku sering sakit dan memiliki tubuh yang lemah, aku mudah terluka ... jadi agar aku tidak terlalu merepotkan orang disekitar ku, aku mengambil kelas kesehatan seperti ini, khusus untuk melakukan tindakan-tindakan pertolongan pertama jika terjadi sesuatu ..."


Ucap Winter benar-benar dengan jawaban yang sangat tulus dan jujur.


Sebenarnya Ayah Winter adalah seorang pengusaha, Winter bisa saja meminta pelayan melakukan segalanya untuknya, akan tetapi karena Winter memiliki hati yang lembut, dia tidak ingin terlalu mengenai para pelayan di kediamannya.


Dan secara pribadi mengajukan diri untuk mengambil kelas dan meringankan beban semua orang.


Mungkin itulah kelebihan Winter, walau tubuhnya lemah dan mudah sakit, tetapi dia memiliki jiwa yang kuat dan adil.


Hatinya yang lembut selalu membuat orang kagum.


"Persiapkan dirimu, kita akan berangkat sebentar lagi!"


Perintah Red tanpa memperpanjang jawaban Winter tadi.


Red menatap lekat ke arah perban di tangannya ...


"Tidak buruk juga, dia melakukannya dengan baik!"


gumam Red tanpa sadar merasa bangga melihat jika Winter bisa membalut luka dengan sangat baik.


.


.


.


.


Author : Jika ada typo tolong di komentari saja ya, agar langsung aku perbaiki, maapkeun juga jika semisal masih banyak typo, aku ngetik ngebut soalnya, kejar target crazy up 🥺


Btw Jangan lupa berikan like, komen dan jika berkenan gift ya hehe..


Lope you sekebon jeruk semuanya 😘❤️