
Episode 60 : Ini akan menjadi kali pertama untuk Red juga.
***
“Tuan, to … tolong lebih lembut, kita, kita lakukan disini saja, aku tidak bisa melakukannya di ruangan terbuka,” balas Winter memejamkan matanya dan menahan rasa malu nya.
“Peluk aku kalau begitu, jika kau ingin aku melakukannya dengan lembut, peluk lah aku dengan keinginanmu sendiri, bukan karena paksaan,” bisik Red mengusap wajah Winter yang mencoba menahan malu, namun malah terlihat terlalu menggemaskan bagi Red.
Sepertinya Red memiliki hobi baru lagi, sesuatu yang membuatnya ketagihan adalah sifat dan ekspresi wajah Winter ini, wajahnya terlihat sangat cantik dan nakal, namun perilakunya polos dan murni, terlalu berbanding terbalik, daya tarik yang tidak pernah Red temui sebelumnya.
'Wanita ini, sekali disentuh membuat orang ketagihan, jika di ingat-ingat, sentuhan dan wajahnya membuatku tidak bisa lepas, mengerjainya saja sudah bisa membuatku puas dan sangat bahagia,' benak Red semakin bersemangat.
“Ba … baiklah Tuan, aku akan memelukmu,” sahut Winter menurut dan tak menolak.
Tubuhnya sekarang menghadap ke arah Red, dia bisa melihat tubuh bidang dan gagah Red.
Saat melihat tubuh gagah Red, entah mengapa membuat darahnya mendidih, tidak seharusnya dia merasakan ini, namun mengapa perasaan aneh ini tiba-tiba terbakar dalam tubuhnya.
Winter segera meggelengkan kepalanya dan memeluk Red dengan pelan dan penuh rasa hati-hati.
“Tubuh mu sudah bergetar hebat, padahal kita belum mulai sayang, aku tidak tahu jika kau begitu sensitif, tapi aku tidak ingin terburu-buru, aku ingin merasakannya secara perlahan, ini akan menjadi malam bersejarah, tidak perlu terburu-buru,” bisik Red tersenyum puas saat Winter memeluknya dengan keinginanya sendiri.
Tentu saja pelukannya di balas dengan erat oleh Red, Red langsung memeluk kembali Winter dan mengangkat tubuh Winter dengan sangat mudah sampai tubuh Winter berada di atas tubuhnya.
“Baiklah sayang, berhenti berbincang-bincang nya, aku akan memulai, kau sebaiknya persiapkan dirimu karena kau mungkin akan pingsan, aku tidak akan berhenti sampai aku puas,” bisik Red menarik tubuh Winter sampai tenggelam dalam kasur, dia menciumnya dengan ganas sampai Winter tidak mampu mengikuti ciuman itu.
Sebenarnya malam ini akan menjadi malam pertama untuk Red juga, jadi dia sangat hati-hati, dia menginginkan Winter lebih dari apapun akan tetapi jantungnya berdegup terlalu cepat sekarang.
Red hanya mengikuti insting lelakinya ketika menyentuh dan menyesap tubuh Winter.
Semuanya ia lakukan berdasarkan keinginan hati dan tubuhnya yang seolah tak bisa melepaskan Winter dari rasa ingin yang berlebihan.
Sedangkan Winter, ia sadar jika Red terlihat hati-hati, tanda biru yang ia tinggalkan dan terasa perih tidak akan disentuh oleh Red, melainkan akan di cium dengan lembut sampai membuat Winter tak tahu lagi apa yang ia rasakan.
Dia malu sekali, ketakutan namun juga tubuhnya seolah merespon Red.
Sepertinya keduanya memang sangat cocok satu sama lain, dan di alam bawah sadar Winter sebenarnya dari seluruh laki-laki yang mendekatinya, hanya Red yang mampu membuatnya seperti ini.
'Ah, aku tidak tahu lagi, tetapi satu hal yang ku tahu, aku sangat ingin pingsan dan melupakan malam ini,' teriak Winter dalam hatinya.
Dia melihat Red bermain di seluruh tubuhnya dengan wajah yang serius dan terlihat semakin tampan.
Pria ini adalah pria pertama yang menyentuhnya dan membuat jantungnya berdegup sangat cepat, rasanya tidak nyaman namun tubuhnya terasa semakin panas.
Nafas Winter menjadi berat, dia memejamkan matanya kuat sekali.
Ketika tangan Red menyentuh buah dadanya, pinggangnya dan segala sudut tubuhnya, rasa malu bercampur sengatan listrik terasa di seluruh tubuhnya.
"Ah ... kepalaku pusing sekali ..." seru Winter sudah merasa sangat pusing, padahal mereka sama sekali belum melakukan penyatuan.
Red juga merasa pusing, mungkin karena ini akan menjadi kali pertama untuknya membuatnya sedikit gugup dan sangat hati-hati.
Tentu Red tak ingin melukai dan membuat Winter kesakitan.
"Sayang ... aku benar-benar akan mulai, kau membuat ku tak bisa menahannya!"
Geram Red hendak mencoba melakukannya tetapi ...
*Tak ada jawaban dari Winter*
Red yang melihat Winter terdiam mencoba memeriksa, dan ternyata Winter sepertinya pingsan karena merasakan gejolak tak dikenal dalam dirinya.
Segalanya terasa terburu-buru bagi Winter membuat jantungnya berdegup terlalu kencang dan akhirnya tak sadarkan diri.
.
.
.
.