
Episode 101 : Dasar gadis nakal!
***
Gerald Ortega seolah tahu kartu as untuk meruntuhkan Asher Goldwil, hal itu membuat Asher mempercepat proses penghancuran Gerald Ortega.
Entah apa yang tengah terjadi namun mungkin firasat Asher sama sekali tidak salah, sebentar lagi Malapetaka akan menghampiri sang pendosa.
.
.
.
Beberapa saat kemudian,
"Musim salju telah diprediksi akan turun malam ini, lebih cepat dari yang seharusnya ... jadi tanggal liburan juga akan dimajukan ya semua ..."
"Happy Holiday ..."
Berita sudah santer mengabarkan mengenai musim salju yang akan turun malam ini, dimana hal itu juga menandakan hari libur yang akan segera digelar.
.
.
Di kediaman Avier,
"Sayang ... malam ini jangan pergi kemanapun, aku ada urusan yang sangat penting ..."
"Besok akan ada pertemuan dengan dokter yang dipilihkan anak buahku, jika kau melakukan semua perintahku dengan baik dan menurut maka mungkin aku akan mempertemukan mu dengan Ayah mu ..."
Edgar saat ini tengah mengenakan pakaian yang sangat rapih, dia harus menuju kapal pesiar dimana keluarga Goldwil dan Roshfil akan bertemu satu sama lain.
Ini adalah pertemuan yang dilakukan secara mendadak namun memberikan keuntungan penuh kepada Avier Goldwil.
Mata Winter melebar saat mendengar hal itu, dia yang tadinya tengah duduk segera berdiri dan menganggukkan kepalanya.
"Baiklah ... aku akan melakukan perintah Tuan dengan baik ... Tuan tenang saja, aku akan menunggumu Tuan untuk pulang ..."
Winter bersemangat sekali, dengan pakaian tebal dan mata berbinar, Winter senang dengan hubungan mereka beberapa hari ini.
Walau Avier kelihatan suka keluar dan kelihatan sangat sibuk, namun malam nya Winter yang mendapati jika Avier telah kembali pulang dan terlelap di sisinya sembari memeluk dirinya.
Avier yang mendengar kata pulang dari mulut gadis yang telah memberikan begitu banyak perasaan hangat di hatinya tersipu malu.
Pipinya memerah lalu ia memeluk Winter dengan sangat erat.
Seru Avier memeluk dan menepuk-nepuk pundak Winter pelan.
Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Kevin, esok hari dokter yang direkomendasikan sudah sampai di Negera mereka dan akan segera memberikan pemeriksaan menyeluruh terhadap Winter.
Hal itu sangat berketepatan dengan rencana Avier yang akan selesai, jadi tidak akan ada yang mengganggu pengobatan Winter.
Dimana saat ini, Winter secara tidak langsung telah menjadi kelemahan terbesar Avier.
"Ummm ... baiklah, aku akan menjadi gadis yang baik jika Tuan menginginkannya ..." balas Winter bersemangat sekali akan bertemu kembali dengan Ayahnya.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Red berdegup begitu kencang, melihat betapa tulus dan polos Winter ketika menjawab pertanyaan nya.
"Kau menggodaku bahkan disaat aku akan pergi, dasar gadis nakal!"
"Aku akan menghukum mu saat aku kembali!"
"Aku pergi dulu!"
Seru Avier dengan wajah yang sudah merah sekali.
Avier menjadi lemah ketika melihat Winter dengan sikap yang sangat jujur dan menggemaskan seperti ini.
Banyak hal baru yang disukai oleh Avier sekarang, seperti contohnya melihat Winter makan, Winter bersikap jujur dan tulus, ketika Winter melihatnya dengan bola matanya yang bulat, dan masih banyak lainnya.
Mata Winter melebar ketika mendengar jika dia adalah gadis nakal, padahal dia sudah berjanji akan menjadi gadis yang baik.
"Ta ... tapi Tuan ... aku kan," belum sempat Winter menyelesaikan ucapannya.
Avier yang semakin gemas dan sadar jika dia mungkin tidak akan bisa pergi jika melihat keimutan Winter lebih lama segera melepaskan pelukannya dan pergi sesuai dengan ucapannya.
'Bagaimana mungkin ada gadis seimut itu di dunia? aku bisa gila dan tak bisa memikirkan apapun lagi jika semakin lama di sisinya!'
Geram Avier menggerutu sembari memasuki mobil dimana disana sudah ada assitennya, Sai menunggu.
.
.
.
.