
Episode 65 : Red selalu mengerjai Winter?
.
.
.
Waktu akhirnya berlalu, Red sudah usai menyelesaikan mandinya, dia hanya mengenakan handuk di pinggang jadi tubuh atletis, bahu bidang dan sisi kejantanannya benar-benar terpampang nyata pagi itu.
Red dengan bangga keluar dari kamar mandi, bagaimanapun Red memang percaya diri dengan tubuhnya dan wajahnya, dia sadar jika dia memang termasuk salah satu yang teratas jika membahas mengenai ketampanan dan keindahan tubuh.
"Ah!"
Winter tanpa sadar berteriak kecil lalu menutup matanya, mulutnya juga ia tutup menggunakan kedua tangannya.
Sebenarnya Winter sudah melihatnya tadi malam, akan tetapi saat itu masih malam dan tidak terlalu jelas, namun pagi ini Winter melihat penampilan Red tanpa atasan dengan sangat jelas.
"Heh!"
Red terkekeh bangga, lalu ia mengusap rambut basahnya menggunakan handuk kecil di tangan.
"Kenapa kau malu? kau kan akan melihat ini setiap hari, juga bukankah kau sudah melihat nya tadi malam?"
"Aku saja tidak malu melihat tubuhmu tetapi kenapa kau malu melihat tubuh ku? aneh sekali!" gerutu Red sudah melangkah mendekat kearah Winter yang memang dengan sangat patuh terhadap petani simpanan dan juga sekaligus pelayan sudah berdiri di ruangan menunggu tuannya.
"Tak ... Tak ... Tak!"
Red melangkah mendekat kearah Winter membuat Winter tanpa sadar melangkah mundur.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Winter berdegup sangat kencang karena merasa adrenalin nya terpacu lagi, rasanya seperti ada binatang buas yang hendak memangsa nya ketika Red melangkah mendekat kearahnya.
'Penyihir kecil ini benar-benar mencoba menjauh dariku ... entah kenapa membuatku semakin bersemangat!'
Benak Red malah semakin gemas melihat Winter yang sebenarnya tak bisa menahan dirinya untuk menjauh dari Red.
"Tak!"
Winter mentok di tembok, begitu pula Red segera menyandarkan telapak tangannya di tembok dan berdiri tepat di hadapan Winter.
Ukuran tubuh mereka sangat berbeda, tinggi badan Winter hanya bisa sampai dada bidang Red, jadi Red harus menunduk untuk bisa melihat Winter.
Apalagi ketika merasakan wajah Red semakin mendekat, bahkan rambut basahnya sudah meneteskan tetesan air ke tubuh Winter.
'Apakah dia mau mencium aku lagi?'
'Apakah lelaki ini sangat tergila-gila dengan ciuman? apa boleh buat sebagai tawanan yang menangkap jadi simpanan aku harus menurut!'
Benak Winter lagi menurut saja, dia memejamkan matanya dan menunggu bibir Red agar segera menyentuh bibirnya.
Red sebenarnya hanya mengerjai Winter saja, mata Red sejak tadi terbuka lebar dan dia melihat wajah Winter dari arah dekat, mata Winter terpejam dan wajahnya yang begitu mungil di hadapannya membuat Red tak bisa menahan diri dan hanya tersenyum.
"Sayang ... kau benar-benar nakal, kau bahkan menggodaku dan ingin mencium ku, apakah kau ketagihan dengan ciuman?"
"Apakah kau jenis wanita yang sangat suka dengan ciuman?" bisik Red membuat Winter syok sekali.
Winter tanpa sadar membuka matanya untuk memastikan apa yang sebenarnya dilakukan oleh Red, mengapa tak kunjung menciumnya.
Lalu ketika Winter membuka matanya ....
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Red berdegup sangat kencang, senyuman nakalnya langsung hilang dan wajahnya menjadi serius dengan pipi yang kemerahan.
Ketika Winter membuka matanya, mereka langsung bersitatap dengan intens dari jarak yang sangat dekat.
*Glek*
Red menekan salivanya dengan sangat kuat, dan dia terhipnotis lagi oleh keindahan Winter.
Sedangkan Winter, dia tak tahu apa yang terjadi namun dia jadi terdiam mematung ketika melihat lelaki dewasa yang super tampan berdiri dekat sekali dengannya tanpa mengenakan baju atasan.
Dengan rambut basah, tubuh indah dan wajah yang begitu dekat sampai nafas mereka serasa bersatu.
.
.
.
.
Author : Jangan lupa berikan like dan gift jika berkenan nya ya guys.