Boss Mafia's Hot Girl

Boss Mafia's Hot Girl
Episode 104 : Alasan Sai berada di sisi Avier.



Episode 104 : Alasan Sai berada di sisi Avier.


***


Acara di dalam kapal pesiar akhirnya dimulai, pihak yang menjadi tuan rumah adalah keluarga Roshfil, dimana dia adalah orang pertama yang dipersilahkan memberikan pidato sambutan dalam acara pertemuan ini.


Pertemuan ini memang bagi mereka hanyalah sebuah pertemuan kecil, namun pengaruhnya dalam bisnis keseluruhan sangatlah massive.


Harry Roshfil yang sudah dipersilahkan membuat kata sambutannya dengan bangga melangkah menuju podium, dia melihat semua undangannya dengan wajah angkuh.


Harry Roshfil memang sangat angkuh, baginya tidak ada yang lebih hebat darinya kecuali Asher Goldwil.


“Selamat malam semuanya semuanya, saya sangat mengetahui banyak dari kalian membawakan hadiah mewah untuk saya ... tetapi saya malam ini mengundang kalian bukan untuk membicarakan mengenai bisnis ...”


“Akan tetapi saya mengundang kalian untuk menjalin hubungan yang lebih baik, apalagi saya telah mengundang rekan saya Tuan Asher Goldwil ke tempat ini ...”


“Agar kita bisa bersenang-senang bersama ...”


Harry Roshfil kelihatan sangat bangga ketika menyebut nama Asher Goldwil, seseorang yang begitu berpengaruh dalam dekade ini.


Seseorang yang dikenal tidak bisa disentuh dan dirobohkan oleh siapapun.


Karena jaringan dan kekuasaan nya telah terjadi selama turun-temurun, dari buyutnya sampai ke era Asher Goldwil.


*Para tamu segera membisik*


Semua orang tidak menyangka jika Asher Goldwil benar-benar datang ke tempat acara ini.


Padahal menurut kabar Asher Goldwil adalah seseorang yang sangat ekslusif, tidak banyak orang yang pernah melihatnya secara langsung.


Namun mereka bisa melihat Asher secara Cuma-Cuma karena koneksi Harry Roshfil.


Kedatangan Asher Goldwil ke tempat itu nyatanya bisa membuat mereka lupa jika sekarang ini tengah banyak rumor mengenai keluarga Goldwil.


Mengenai pewaris sesungguhnya dari kekuasaan keluarga Goldwil.


Sedangkan Avier ...


*Prang!”


Dia tanpa sadar mencengkeram gelas wine sampai pecah, untung saja keberadaan Asher cukup membuat orang sibuk tertuju kearah nya.


Sehingga tak ada yang menyadari Avier memecahkan gelasnya.


“BAJINGAN!”


“KAU BIADAB!”


Geram Avier pelan sekali, tangannya sampai gemetaran dan tubuhnya menjadi panas hanya karena melihat Asher Goldwil secara langsung.


Setelah bertahun-tahun tak pernah melihatnya lagi.


.


.


*Asher Goldwil telah diundang memasuki aula dan memberikan sedikit pidato atas kehadirannya*


Sedangkan Avier ...


“Bos ... tenangkan dirimu, aku tahu ini berat karena ini juga berat untukku ...”


“Kita harus menunggu sebentar lagi, sebentar lagi agar mereka berdua habis dalam satu tragedi!”


Seru Sai yang juga dalam amarah penuhnya, dia tidak pernah sekalipun tidak mengutuk Asher dalam hidupnya.


Setiap langkahnya selalu ada kata kutukan untuk Asher.


Bagaimanapun, bukan hanya Avier yang kehilangan keluarganya, Sai yang dahulu adalah anak pelayan di kediaman Goldwil juga kehilangan kedua orangtuanya.


Semua kehidupan Sai awalnya baik-baik saja, dia bahagia tinggal di kediaman Goldwil, karena keluarga Avier sangat hangat dan murah hati.


Mereka tidak pernah diperlakukan sebagai pelayan.


Sampai ketika tragedi kelam yang menewaskan semua pelayan dan keluarga Avier, termasuk kedua orangtua Sai.


Saat itu Sai, kepala pelayan dan beberapa pelayan tengah pergi ke luar untuk berbelanja mingguan, juga untuk memeriksa persediaan wine.


Siapa yang menduga saat kepergian mereka, malah tragedi itu terjadi.


Dunia seolah runtuh, dan mata menjadi gelap akan dendam, Sai merasakan hal yang sama.


Untung saja Avier masih selamat saat itu, Avier diselamatkan seseorang yang seharusnya menjadi bagian dari pengeksekusian keluarga Avier, ialah Wilson Benson.


.


.


.


.