Boss Mafia's Hot Girl

Boss Mafia's Hot Girl
Episode 34 : Kesini sekarang juga!



Episode 34 : Kesini sekarang juga!


***


Selama meeting berlangsung, Red kelihatan sangat marah dan auranya menjadi gelap.


Membuat semua orang yang ada di ruangan itu menjadi tegang dan sangat berhati-hati ketika melakukan presentasi.


'TIDAK SABAR BERTEMU DENGAN MU?'


'APA-APAAN ITU?'


'Lagian apa yang terjadi dengan ku? apakah aku sungguh tertarik dengan anak musuhku?'


'Tidak mungkin!'


Geram Red malah semakin marah membayangkan apa yang sedang terjadi antara Winter dan David.


Selama meeting sungguh Red tak bisa menyembunyikan aura dan kemarahannya.


.


.


.


Di kafe,


Kafe yang sudah disewa oleh David telah kosong melompong, dia ingin berbicara berdua saja dengan Winter.


Sungguh David benar-benar ingin berjuang demi Winter mulai dari sekarang.


Winter akhirnya sampai di kafe tempat mereka bertemu, Winter kelihatan sangat cantik, sebelum bertemu dengan David, Winter memang sengaja dirias oleh penata rias terlebih dahulu.


"Winter ... kau cantik sekali,"


Itu lah ucapan pertama kali yang diucapkan oleh David.


Winter tersenyum ramah lalu duduk di hadapan David.


"Apa yang ingin kau makan, aku punya rekomendasi yang bagus, apakah kau mau mencoba nya?"


"Iya Vid, aku ingin mencoba makanan rekomendasi darimu,"


David dan Winter mulai berbicara satu sama lain dengan santai, karena keduanya juga teman semasa kecil membuat keduanya cepat akrab dan banyak hal yang ingin mereka katakan satu sama lain.


Baik Winter maupun David terlihat bersenang-senang, ketika keduanya sudah usai makan, David ingin membawa Winter menuju tempat selanjutnya.


Tetapi Winter menolak dengan halus, Karena Red akan murka dengan hebat jika saja Winter pindah lokasi dan terlihat bersenang-senang dengan David.


"Maafkan aku Vid, aku kelelahan sekali sekarang, aku ingin pergi bersama mu tetapi kau tahu jika aku memaksakan diriku bisa jadi nanti aku akan sakit dan merepotkan semua orang ..."


Winter memberikan alasan yang paling tepat, David segera mengerti dan dia mengurungkan niatnya untuk membawa Winter ke lokasi berikutnya.


"Maafkan aku Win, karena aku terlalu bersemangat aku sampai lupa keadaan mu ..."


"Tidak apa-apa Vid, aku mengerti sepenuhnya, mengapa kita tidak di kafe ini saja mengobrol? akan sangat menyenangkan jika kita bisa bercerita banyak hal ..."


Winter mulai mencari celah, karena itu adalah misi utama nya bertemu dengan David.


David tersenyum sangat cerah dan bahagia, dia senang mendapat respon itu dari Winter.


"Tentu saja akan sangat menyenangkan jika kita bisa mengobrol disini," balas David bersemangat.


Winter yang menerima respon yang baik dan tulus semakin menyakitinya, ada rasa perih di hatinya setiap kali Winter berbicara dan semua itu hanyalah kebohongan demi menggali informasi.


"Bagaimana kabar mu selama ini? apakah kau masih di tekan oleh ayah mu?"


Ketika mendengar pertanyaan itu, tidak terbesit sedikitpun curiga dalam diri David.


David tersenyum lalu menatap Winter, "Dia masih menekan aku, tetapi aku sudah terbiasa ... aku juga mengerti mengapa dia melakukan itu, karena aku tidak terlalu berbakat dalam mengelola bisnis padahal aku adalah pewaris tunggal nya, jadi sangat wajar dia bersikap keras kepada ku,"


"Oh ya, Minggu depan Ayahku ada pertemuan yang sangat penting, bagaimana jika kita bertemu lagi saat itu?"


"Mumpung Ayahku sibuk melakukan urusan nya, kita bisa pergi jalan-jalan, tenang saja aku bisa menggendong mu jika kau lelah ..."


David mengusulkan rencana nya minggu depan, dia ingin Winter ikut bersamanya jalan-jalan dan menikmati waktu bersama.


"Ummm ..."


"Dengan siapa Ayah mu akan bertemu?" tanya Winter sedikit mencurigakan.


Mata David sedikit memicing kala itu membuat Winter langsung mencari alasan yang sangat tepat agar David tidak mencurigai nya.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Jantung Winter berdegup sangat kencang karena gugup.


Dia menelan salivanya dengan kasar lalu ia menundukkan wajahnya.


"Aku hanya takut Ayah mu tahu kita pergi, jika Ayah mu hanya bertemu orang biasa pastinya dia akan kembali dengan cepat bukan?"


Seru Winter memberikan alasan yang terpikirkan olehnya sekarang.


'Apakah dia curiga kepadaku? aduh mampus lah aku, jantung ku tidak bisa aku kontrol lagi, jika aku ketahuan berbohong oleh David maka aku akan dihabisi dalam sekejap oleh Red!'


'Bagaimana ini?'


Winter ketakutan sekali, dia tidak bisa tenang dan tangannya sudah bergetar hebat.


"Aku yakin Ayah tidak akan pulang dengan cepat, setau ku dia akan bertemu dengan keluarga yang bernama Roshfil, ayah sangat menantikan pertemuan itu, jadi aku yakin mereka akan memakan waktu lama dalam pertemuan nya ..."


Balas David terdengar jelas oleh Red yang berada di perusahaan nya.


Red sudah menyelesaikan meeting dengan cepat, dia ingin tahu perkembangan Winter dan David dan dia mendapatkan informasi yang benar-benar ia butuhkan.


"Hahaha! sangat bagus, jika begini hanya sekali jentik jari aku bisa menghabisi semua musuh ku!" geram Red dengan wajah yang sangat mengerikan.


Dia tertawa namun tangannya mencengkeram dengan sangat kuat seolah dia ingin menghabisi apapun yang terlihat olehnya sekarang.


.


.


"Tring ... Tring ... Tring!"


Tanpa menunggu lama, Red segera menghubungi Winter yang masih berbicara dengan David.


Mata Winter segera melebar dan tangannya bergetar hebat ketika menerima panggilan itu.


"Ada apa Win? siapa itu?" tanya David saat melihat ekspresi Winter barusan.


"Bu ... bukan siapa-siapa Vid, aku angkat sebentar ya ..." balas Winter pergi sebentar ke arah belakang dan mengangkat panggilan itu.


"KESINI SEKARANG JUGA!" ketus Red langsung mematikan panggilan itu.


Dia ingin Winter datang ke perusahaan nya dan pergi dari David sesegera mungkin.


"Apakah aku melakukan kesalahan? kenapa dia terdengar marah? bagaimana ini?" Winter segera ketakutan.


Dari nada bicaranya, Red kelihatan marah besar dan membuat Winter tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi kepadanya.


"Maafkan aku David, tetapi aku harus segera pulang, Ayah ku masih sakit jadi aku harus segera kembali," seru Winter segera pergi tanpa aba-aba.


Sebenarnya David hendak menanyakan bagaimana kabar ayah Winter, lalu apa yang sebenarnya terjadi di pesta pernikahan Winter, tetapi sepertinya David masih harus menunggu karena Winter kelihatan belum siap menceritakan itu semua.


"Baiklah Win, hati-hati di jalan, aku menunggu pertemuan kita selanjutnya ..." balas David ketika Winter sudah pergi tergesa-gesa dari sisi David.


.


.


.


.


Author : Yuhu crazy up hari ini sudah selesai, aku sudah update tiga episode hari ini, ditunggu besok lagi yaa sheyeng 😘❤️


Jangan lupa berikan like, komentar dan jika berkenan gift hehe ✌️❤️


Lope you sekebon jeruk semua, terimakasih ya sudah setia membaca karya ku yang banyak kekurangan ini 😌