Boss Mafia's Hot Girl

Boss Mafia's Hot Girl
Episode 32 : Wilson adalah yang paling jahat.



Episode 32 : Wilson adalah yang paling jahat.


***


Pagi hari di mansion Red,


"Hari ini, anggota ku akan mengawasi mu, dan semua percakapan mu akan langsung terdengarlah oleh ku, di ponsel mu sudah aku pasang alat penyadap!"


"Jika kau mencoba bekerjasama dengannya untuk kabur maka aku akan langsung menghabisi mu!"


"Apakah kau sudah mengerti?"


Red benar-benar berbicara dengan nada yang mengancam, ketika Winter dipaksa makan di sisi Red.


Sembari berpangku tangan dan menatap Winter makan, Red memberikan ancaman demi ancaman yang membuat bulu kuduk merinding.


'Apakah tidak ada waktu lain untuk mengancam? haruskah ketika makan seperti ini?'


'Lalu mengapa dia menatapku dekat sekali?'


Dengan pipi mengembung dan mata yang berkedip-kedip, tubuh tak berani bergerak, Red berbicara sambil mengancam Winter yang tengah makan di sisinya.


Winter hanya bisa menganggukkan kepalanya tanda setuju, jika dia tak akan kabur, namun dia sudah tak berani lagi memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


Mata Red memicing melihat kejadian itu, "Apa yang kau lakukan? apakah kau mulai meremehkan aku?"


"Aku sudah meminta mu makan, kenapa kau tidak makan dan hanya terdiam mematung!"


"Apakah kau benar-benar suka berpura-pura menjadi patung?"


Red sepertinya sama sekali tidak sadar jika segala ucapan yang torehkan kepada Winter segalanya berbau ancaman, siapapun yang mendengar ancaman itu tentunya tak akan berani berkutik, apalagi yang mengancam adalah bos mafia.


"Ma ... maafkan saya Tuan," seru Winter segera mengunyah makanan nya lagi.


Red sepertinya memiliki hobby baru, dia suka melihat Winter makan di sisinya dan memerhatikan pipinya mengembung setiap kali Winter mengunyah makanan.


Tak tanggung-tanggung, Red memerintahkan agar Winter duduk di sisinya agar Red bisa melihat Winter makan.


Di ruangan makan itu yang bingung bukan hanya Winter saja namun juga semua pelayan termasuk Pak Ronni.


Ini adalah hal yang baru pertama kali terjadi terhadap Red, belum pernah sebelumnya Red bersikap seperti itu kepada gadis manapun.


.


.


Setelah itu Winter makan sesuai dengan perintah Red, dia sama sekali tidak bisa menikmati makanannya.


Bagaimana pun posisinya dalam hidup Red hanyalah sebagai tawanan, jadi dia harus bersikap layaknya tahanan.


"Bos, kita sudah harus segera berangkat!"


Sai sudah datang ke kediaman Bosnya dan melihat bagaimana Winter sangat tertekan duduk di sisi Red sembari meneguk air minum.


Winter sudah selesai makan namun Red masih terus saja berada di sisinya.


"Bos ..."


Sai memanggil Bosnya lagi, hari ini ada pertemuan penting di perusahaan dengan rekan bisnis yang sangat penting.


Jadi mereka tidak boleh terlambat sedikitpun.


Red segera terperanjat ketika mendapati jika Sai sudah ada di ruangan makan dan telah memanggilnya sejak tadi.


"Sejak kapan kau ada disini?" serunya sembari matanya melihat ke arah jam tangan.


Mata Red segera melebar, lalu ia berdiri membuat semua orang terkejut.


"Kita sudah akan terlambat, kenapa kau tidak memanggil ku sejak tadi?" celetuk Red lagi baru sadar jika mereka sudah akan terlambat.


Red sama sekali tidak sadar jika sudah beberapa kali Red memanggilnya namun karena asyik memerhatikan Winter, Red seolah terpisah dari dunianya sendiri.


"Ayo pergi, dan kau nanti akan diantar oleh anggota ku! ingat pesan ku!"


Red berseru kepada Winter yang masih duduk menatap Red yang telah terburu-buru menuju perusahaan nya.


'Apakah dia memiliki perusahaan? aku tidak tahu sebelumnya, perusahaan apa yang ia miliki? apakah dia juga telah mengakuisisi perusahaan ayahku?'


Winter segera dipenuhi banyak sekali pertanyaan dalam dirinya ketika Red sudah pergi bersama Sai, anggota inti nya itu.


.


.


.


"Sai!" Red memanggil anggotanya yang sudah menyetir di depan.


"Ya Bos?"


"Jelaskan kepadaku, informasi apa yang kau dapatkan dari Wilson Benson!"


Mendengar itu, sembari menyetir Sai mencoba menjelaskan segalanya.


Memberikan hasil informasi ketika menyetir dan hanya ada mereka berdua memang pilihan terbaik, Red memiliki musuh dimana-mana, jadi pembicara di tempat umum sangat dihindarkan.


"Menurut pengakuan Wilson Benson, dia memang terpaksa melakukan perintah itu Bos, dia tidak bsia apa-apa ketika itu, dia juga merasa bersalah karena gelap mata demi suntikan dana yang diberikan kepada nya."


"Tetapi dia mengatakan jika ketika tiba di lokasi, dia tidak menyangka jika mereka menyuruh pihak lain juga untuk menjebak dan melakukan itu terhadap keluarga anda,"


"Jadi ketika dia berada di sana, semuanya sudah terlambat, dia hanya bisa menyembunyikannya anda saja ..."


"Nanti akan aku putar suara rekaman aslinya agar Bos bisa menilai sendiri,"


Sai memberikan penjelasan yang sangat detail.


Red mencengkeram tangannya dengan sangat kuat.


"Merasa bersalah tak akan mengembalikan kedua orang tuaku dan adikku, Wilson bersalah karena dia melihat kejadian itu dan tak melakukan apapun, dia bersalah karena dia ikut andil dalam pengeksekusian sadis keluarga ku!"


"Dia kira menyembunyikan aku hingga selamat seperti ini bisa menghapus dosa nya? aku bahkan lebih memilih ikut mati bersama keluarga ku!"


"Wilson membuat aku semakin menderita dan terluka batin karena membiarkan aku hidup sendirian!"


"Ini hanyalah permulaan, Wilson sudah tertangkap, hanya yang lain akan menyusul!"


Wilson adalah orang pertama yang menjadi target Red, bagi Red, orang paling kejam hari itu adalah Wilson, karena menyembunyikan dirinya dan tidak membiarkan dia mati saja.


Bagi seseorang yang melihat kengerian di hadapan matanya, kehilangan keluarga dan menjadi sendirian di dunia merupakan tahap derita yang sangat dalam.


Red sangat membenci Wilson untuk itu, karena dia diam dan bahkan membuatnya tetap hidup hingga sekarang.


Lebih baik dia mati saja bersama keluarga nya agar dia tidak menderita seumur hidup, agar dia bisa terus bersama keluarganya.


.


.


.


Ya, ujung celana yang di genggam oleh Red ketika dia hendak sekarat adalah milik Wilson Benson yang melihat semua kejadian itu tetap tak bisa melakukan apapun.


Tetapi malah menyembunyikan Red yang kelihatan masih bernyawa, tindakan pengecut yang membuat Red bahkan lebih menderita dalam hidupnya.


Sai terdiam sejenak, bisa dia rasakan kepedihan dan kemarahan bosnya.


"Jadi bagaimana Bos? haruskah kita lenyapkan dia?"


Pertanyaan itu membuat Red terdiam, dia melihat ke luar jendela kaca mobil.


Dan dia mengatakan sesuatu yang membuat Sai sedikit terkejut namun ia menghormati keputusan Bos-nya.


Lelaki yang terlihat sangat sangat, kuat, beringas, dingin namun hatinya serapuh serpihan kaca yang pecah.


Red telah kehilangan cahaya hidupnya dan tak ada kehangatan sedikitpun dalam dirinya.


.


.


.


.


Author : Aloo pembaca setia sayang 😍


crazy up hari ini sudah update ya, jumlah kata per bab nya sudah aku perbanyak 😍


Jangan lupa berikan like, komentar dan jika berkenan gift hehe ✌️❤️


Ditunggu dua episode lagi yaa 🌹