You Are My Life

You Are My Life
Episode 97:



Setelah Mamanya pergi, Mizumi kembali merenungi tentang kesalahannya pada Alexander


Oh astaga astaga...


Haruskah aku meneleponnya untuk minta maaf??


Mizumi berjalan bolak balik


sambil memegang dagunya


Uuhh~ kurasa tidak perlu...


Lagi pula aku tidak sekelas dengan nya, kuliah nya juga hampir selesai, hufft baiklah aku harus tenang sekarang..


*tambah nya berpikir*


Mizumi menarik nafas dalam dalam, ia mencoba tenang dan tidak memikirkan masalah nya dengan Alexander lagi


Untuk mengalihkan fokus nya, Mizumi meraih gaun yang di berikan Mama nya, senyum lembut terlihat di wajah nya


"Baju ini cantik sekali, berkilau, dan cocok dengan warna kulit ku, Mama memang selalu tau apa yang terbaik untuk ku" gumam Mizumi memuji Mama nya, andai dia tau gaun itu sebenarnya dari siapa, apakah pujian itu masih ada ?


Mizumi beranjak dari tempatnya, ia menyimpan dan menjaga gaun itu dengan baik, sampai hari yang di nanti pun tiba


Hari dimana pesta itu diadakan, semua hadirin yang datang nampak menggenakan topeng, dan memakai gaun spesial mereka masing-masing


Suara meriahnya pesta, membuat Mizumi gugup bagaimana harus menyambut tamu


"Sayang ayo turun" ucap Mama Mizumi yang tiba tiba sudah berada di depan pintu kamar nya


"Emm, iya ma...tunggu ya" sahut Mizumi


Ia menghela nafas dan memakai topeng nya, sekarang ia nampak seperti seorang putri raja


Di bawah


Semua orang sedang asyik menikmati pesta, minuman, makanan, bahkan berbincang bincang, ketika Mizumi menapakkan kakinya di tangga


Syuuush~


Semua mata tertuju padanya, para tamu pesta yang terhormat pun tertegun dengan pesona Mizumi, penampilan nya yang sangat kharismatik membuat para tamu kagum padanya


Tak jauh dari sana, ada Victor dan Ayah Mizumi sedang berbincang, percakapan mereka juga terhenti ketika mata Victor tak sengaja melihat ke arah Putri Raja


"Itu...." Ucap Victor kagum, ia bahkan tidak melanjutkan kalimatnya


"Dia putri tunggal ku, Erisa Febergland, bagaimana ?? Apa Tuan Victor suka?" Kata Ayah Mizumi menanggapi ekspresi Victor


"Boleh juga" sahut Victor mulai tersenyum nakal


Keduanya saling menatap dan mengangguk kompak


"Kalau Tuan Victor suka, cobalah untuk mendekati nya, tapi aku tidak memperolehkan Tuan Victor untuk menyentuh putri ku, jangan macam macam" *menatap tajam*


Victor membalas tatapan tajam Ayah Mizumi dengan ekspresi dingin nya, percakapan mereka pun berakhir di sana


Sementara itu, Mizumi yang menjadi sorotan publik masih berdiri di tangga dengan perasaan gugupnya


Ia melihat sekeliling untuk mencari teman dan tentunya, kekasih tercintanya


Cristo kau dimana??


Tap tap tap


Seorang pemuda datang mendekati Mizumi, pemuda itu tersenyum dan mengulurkan tangannya


"Kau sangat cantik hari ini tuan putri" ucap pemuda itu


"Dimana Raeka dan Elia?" Tanya Mizumi sembari berjalan di samping Cristo


"Ada di sana, bersama Andy juga" sahut Cristo


"Wah senang nya kalian datang, sayang, ini adalah kejutan yang sempurna"


Cristo bahagia melihat


Mizumi bahagia


"Syukurlah kalau kau senang, aku berhasil mengajak Raeka dan Elia datang kemari, apa kau tidak akan memberi ku hadiah?" Ucap Cristo menggoda


Mizumi memasang wajah bingung nya


"Hadiah apa ??" Tanya nya


"Ini" sahut Cristo menunjuk nunjuk pipinya, ia bersikap imut agar Mizumi ingin menuruti keinginan nya


Pufft


Mizumi tertawa geli melihat tingkah imut Cristo, kemudian ia mendekat dan mencium pipi Cristo


"Sudah ya....UωU" Kata Mizumi, kemudian Cristo mengangguk puas


Pesta berjalan begitu meriah, canda tawa Mizumi bersama Cristo dan rekan kerjanya, hanya di pandang oleh Victor dari jauh



Dia terlihat begitu bahagia, tapi sayang aku tidak bisa bergabung dengan mereka


Victor memanggil seorang pelayan yang ada di dekatnya


"Ada apa tuan?" kata pelayan itu


Victor membisikkan sesuatu pada pelayan itu sambil memberi sejumlah uang, setelah di bisiki, pelayan itu nampak mengangguk paham dan berjalan ke arah Mizumi


Kerja pelayan itu lumayan juga (batin Victor sembari tersenyum puas)


"Permisi Nona" kata pelayan itu menyapa Mizumi


"Iya" sahut Mizumi membalikkan badannya


"Ini minuman untuk Nona, saya lihat tangan Nona kosong"


"Apa itu alkohol!" Ketus Cristo menerobos percakapan


"Aku tidak memperbolehkan kalau Erisa minum alkohol ya" timpal Elia


Pelayan itu berusaha tenang agar tidak di curigai


"Ini hanya jus buah biasa" ucap pelayan itu meyakinkan keduanya


"Sudahlah Cristo, Elia, pelayan ini sudah bilang kalau ini hanya jus biasa, aku percaya itu, terimakasih"


Mizumi mengambil jus yang pelayan itu bawa, dan meminum nya tanpa rasa ragu


"Ta-tapi" ucap Cristo terbata bata


Gluk gluk gluk


Mizumi sudah meminum habis jus tersebut


"Lihat, tidak ada apa apakan, pelayan ini jujur, kalau begitu, ayo lanjutkan pembicaraan kita" kata Mizumi menenangkan kekhawatiran Cristo dan Elia


"Ba-baiklah kalau kau merasa begitu" tanggap Elia