
Setelah Mamanya pergi, Mizumi kembali merenungi tentang kesalahannya pada Alexander
Oh astaga astaga...
Haruskah aku meneleponnya untuk minta maaf??
Mizumi berjalan bolak balik
sambil memegang dagunya
Uuhh~ kurasa tidak perlu...
Lagi pula aku tidak sekelas dengan nya, kuliah nya juga hampir selesai, hufft baiklah aku harus tenang sekarang..
*tambah nya berpikir*
Mizumi menarik nafas dalam dalam, ia mencoba tenang dan tidak memikirkan masalah nya dengan Alexander lagi
Untuk mengalihkan fokus nya, Mizumi meraih gaun yang di berikan Mama nya, senyum lembut terlihat di wajah nya
"Baju ini cantik sekali, berkilau, dan cocok dengan warna kulit ku, Mama memang selalu tau apa yang terbaik untuk ku" gumam Mizumi memuji Mama nya, andai dia tau gaun itu sebenarnya dari siapa, apakah pujian itu masih ada ?
Mizumi beranjak dari tempatnya, ia menyimpan dan menjaga gaun itu dengan baik, sampai hari yang di nanti pun tiba
Hari dimana pesta itu diadakan, semua hadirin yang datang nampak menggenakan topeng, dan memakai gaun spesial mereka masing-masing
Suara meriahnya pesta, membuat Mizumi gugup bagaimana harus menyambut tamu
"Sayang ayo turun" ucap Mama Mizumi yang tiba tiba sudah berada di depan pintu kamar nya
"Emm, iya ma...tunggu ya" sahut Mizumi
Ia menghela nafas dan memakai topeng nya, sekarang ia nampak seperti seorang putri raja
Di bawah
Semua orang sedang asyik menikmati pesta, minuman, makanan, bahkan berbincang bincang, ketika Mizumi menapakkan kakinya di tangga
Syuuush~
Semua mata tertuju padanya, para tamu pesta yang terhormat pun tertegun dengan pesona Mizumi, penampilan nya yang sangat kharismatik membuat para tamu kagum padanya
Tak jauh dari sana, ada Victor dan Ayah Mizumi sedang berbincang, percakapan mereka juga terhenti ketika mata Victor tak sengaja melihat ke arah Putri Raja
"Itu...." Ucap Victor kagum, ia bahkan tidak melanjutkan kalimatnya
"Dia putri tunggal ku, Erisa Febergland, bagaimana ?? Apa Tuan Victor suka?" Kata Ayah Mizumi menanggapi ekspresi Victor
"Boleh juga" sahut Victor mulai tersenyum nakal
Keduanya saling menatap dan mengangguk kompak
"Kalau Tuan Victor suka, cobalah untuk mendekati nya, tapi aku tidak memperolehkan Tuan Victor untuk menyentuh putri ku, jangan macam macam" *menatap tajam*
Victor membalas tatapan tajam Ayah Mizumi dengan ekspresi dingin nya, percakapan mereka pun berakhir di sana
Sementara itu, Mizumi yang menjadi sorotan publik masih berdiri di tangga dengan perasaan gugupnya
Ia melihat sekeliling untuk mencari teman dan tentunya, kekasih tercintanya
Cristo kau dimana??
Tap tap tap
Seorang pemuda datang mendekati Mizumi, pemuda itu tersenyum dan mengulurkan tangannya
"Kau sangat cantik hari ini tuan putri" ucap pemuda itu
"Dimana Raeka dan Elia?" Tanya Mizumi sembari berjalan di samping Cristo
"Ada di sana, bersama Andy juga" sahut Cristo
"Wah senang nya kalian datang, sayang, ini adalah kejutan yang sempurna"
Cristo bahagia melihat
Mizumi bahagia
"Syukurlah kalau kau senang, aku berhasil mengajak Raeka dan Elia datang kemari, apa kau tidak akan memberi ku hadiah?" Ucap Cristo menggoda
Mizumi memasang wajah bingung nya
"Hadiah apa ??" Tanya nya
"Ini" sahut Cristo menunjuk nunjuk pipinya, ia bersikap imut agar Mizumi ingin menuruti keinginan nya
Pufft
Mizumi tertawa geli melihat tingkah imut Cristo, kemudian ia mendekat dan mencium pipi Cristo
"Sudah ya....UωU" Kata Mizumi, kemudian Cristo mengangguk puas
Pesta berjalan begitu meriah, canda tawa Mizumi bersama Cristo dan rekan kerjanya, hanya di pandang oleh Victor dari jauh
Dia terlihat begitu bahagia, tapi sayang aku tidak bisa bergabung dengan mereka
Victor memanggil seorang pelayan yang ada di dekatnya
"Ada apa tuan?" kata pelayan itu
Victor membisikkan sesuatu pada pelayan itu sambil memberi sejumlah uang, setelah di bisiki, pelayan itu nampak mengangguk paham dan berjalan ke arah Mizumi
Kerja pelayan itu lumayan juga (batin Victor sembari tersenyum puas)
"Permisi Nona" kata pelayan itu menyapa Mizumi
"Iya" sahut Mizumi membalikkan badannya
"Ini minuman untuk Nona, saya lihat tangan Nona kosong"
"Apa itu alkohol!" Ketus Cristo menerobos percakapan
"Aku tidak memperbolehkan kalau Erisa minum alkohol ya" timpal Elia
Pelayan itu berusaha tenang agar tidak di curigai
"Ini hanya jus buah biasa" ucap pelayan itu meyakinkan keduanya
"Sudahlah Cristo, Elia, pelayan ini sudah bilang kalau ini hanya jus biasa, aku percaya itu, terimakasih"
Mizumi mengambil jus yang pelayan itu bawa, dan meminum nya tanpa rasa ragu
"Ta-tapi" ucap Cristo terbata bata
Gluk gluk gluk
Mizumi sudah meminum habis jus tersebut
"Lihat, tidak ada apa apakan, pelayan ini jujur, kalau begitu, ayo lanjutkan pembicaraan kita" kata Mizumi menenangkan kekhawatiran Cristo dan Elia
"Ba-baiklah kalau kau merasa begitu" tanggap Elia