
Usaha Mizumi tidak sia sia, akhirnya ia bisa lepas dari cengkraman Cristo, Mizumi berlari menuju ke arah pintu aula makan
•
•
•
*sesampainya*
Mizumi langsung memeluk punggung kepala pelayan dari belakang
"Eh~ Nona muda, awas loh, bibi kotor nih" ucap kepala pelayan yang sedang sibuk mengurus adonan kue
"tidak papa bibi"
"Nona muda kenapa masih memakai pakaian ini, apa Nona sudah mandi?"
Mizumi terlihat
canggung dan konyol
pakaian yang di pakai Mizumi tidak lain adalah sweter lembut dengan lengan panjang, namun sangat pendek sehingga hanya menutupi sebagian kaki bagian atas Mizumi
"Mizumi belum mandi bi, kenapa ??, bau ya, (emang iyasih)"
"pufftt...tidak kok Nona, anda sangat wangi meski belum mandi, anda juga nampak cantik padahal rambut anda masih berantakan, kecantikan Nona, siapa yang bisa menandingi nya" kata kepala pelayan sembari tertawa kecil sesekali ketika memuji Mizumi
"aduh~ bibi berlebihan deh, Mizumi jadi malu (padahal dalam hati seneng nya minta ampun \=>\=)"
"dah sana mandi dulu, biar Nona makin cantik" pinta kepala pelayan dengan lembut, Mizumi menurut pada kata kepala pelayan, segara ia bergegas menuju ke kamar mandi
•
•
•
*beberapa menit kemudian*
"Uwahh segar sekali, umm, Cristo tadi mana ya?, apa dia masih di kamar" gumam Mizumi seraya senyum senyum sendiri
Kreeeeekkk
Bunyi pintu kamar yang di buka oleh Mizumi perlahan lahan, terdengar suara mendengkur yang cukup keras, saat di periksa oleh Mizumi suara itu ternyata datang dari Cristo yang tidak sengaja terlelap setelah tidak berhasil menerkam Mizumi
"hihihi.." tawa nakal Mizumi
sontak Cristo langsung berdiri dan berlari keluar kamar dengan cepat, padahal nyawanya belum sepenuhnya kembali sehingga Cristo terbentur pintu
"Cris!!!" teriak Mizumi panik namun bersamaan dengan rasa panik itu, Mizumi juga ingin tertawa terbahak bahak karena kejahilannya berhasil
"Aduh~ sakit "gerutu Cristo yang mulai sadar
"kau tidak apa apa sayang ?" *menahan tawa*
"udah bencol gini baru di tanya, sakit tau, aku tuh ngga bisa di giniin "
"ulu ulu...., sini aku tiupin, mana yang sakit" tanya Mizumi lembut
Cristro seketika luluh dengan
perhatian yang di berikan Mizumi
"ini...." sahut Cristo manja, dan memasang wajah seolah-olah tidak berdosa
"ok, aku tiup yah fuuuuh~" kata Mizumi sembari meniup kening Cristo yang di katanya sakit
"bagaimana rasanya sekarang??" tanya Mizumi khawatir
"membaik....karena seorang bidadari meniup kening ku, jadi tidak sakit lagi" goda Cristo memberi senyum menawan nya, Mizumi menunduk dan tersipu
"oh iya sayang ayo kita ke butik Centauri"
"untuk apa ??"
"ayo kita mencoba baju pengantin yang ada di sana"
"hah !!, kau mau menikahi ku" ucap Mizumi dengan bahagia
"hahaha....iya aku memang akan menikahi mu kan (untuk sementara ini aku akan membiarkan mu tidak mengetahui siapa sebenarnya yang akan menikah dengan mu di masa depan)"
"wah!!, baiklah ayo, ku dengar baju pengantin di butik itu desain khusus oleh desainer internasional ya" tebak Mizumi
"iya benar " sahut Cristo mengangguk lembut
Cristo menjetikan jarinya, seorang pelayan datang menghampiri kami
"siapkan mobil ku" perintah Cristo
"Baik tuan"
Aku bahagia akhirnya bisa mencoba gaun pengantin, setiap wanita pasti ingin menggenakan gaun istimewa ini, aku akan bersama Cristo selamanya setelah aku menikah nanti, tapi perasaan apa ini , kenapa perasaan ini seperti sebuah firasat buruk ??
To be continue.........