
"apa maksud mu?" kata Mizumi melihat ke arah Elia
"kau polos sekali, kau tidak boleh tau, biar aku, dan Cristo saja yang bicara kau duduk lah bersama Raeka" ucap Elia dengan senyum nakal
ia bermaksud menjahili Mizumi, karena Mizumi terlihat seperti anak kecil yang mudah di jahili
"apa yang ingin kau katakan, katakan saja di sini" kata Cristo dengan wajah dingin
"tidak bisa! ikut dengan ku" ucap Elia menarik kerah jaket Cristo
"mereka mau kemana" Mizumi berkata lirih
"yang pasti, ada hal yang ingin mereka bicarakan berdua, mereka tidak ingin kau terkejut" jelas Raeka yang tiba tiba muncul di samping Mizumi
gerakan nya itu di respon biasa saja oleh Mizumi, seolah-olah tidak terkejut, padahal jantung Mizumi serasa mau copot
"kemari lah, duduk dengan ku" ucap Raeka sambil menepuk tempat duduk di samping nya
Mizumi terdiam sambil memandangi wajah Raeka
Issh seram sekali >~<
suasana menjadi hening
dalam sedetik
"kau sudah berpacaran dengan Cristo berapa lama ?" tanya Raeka memecah keheningan
"em baru setengah tahun" jawab Mizumi sambil mengacak gaun yang ia kenakan, mungkin ia gugup
"bagaimana hubungan kalian berdua?, apakah harmonis?" tanya nya lagi
lama lama cerewet juga ni orang 😒
"ya, kami sangat harmonis, Cristo adalah orang yang sempurna untuk ku, dan sebelum Cristo yang memutuskan hubungan kami, aku tidak akan berpaling" ucap Mizumi dengan tegas dan sesekali tersenyum
kata kata yang keluar dari mulut Mizumi, berhasil membungkam Raeka, sehingga suasana kembali hening, sampai Cristo kembali
"sayang" panggil Cristo
"ah~ kau sudah kembali" ucap Mizumi senang, ia dengan buru buru merangkul Cristo dan memberikan ciuman tipis di pipi Cristo
hanya dengan ciuman itu, wajah Cristo berangsur merona
"tidak ada" sahut Cristo singkat sembari membelai rambut Mizumi
"kau bohong" cetus Mizumi
"iya aku berbohong, tapi ini semua demi kebaikan mu sayang ku"
Cristo, dia...
dia memanggil ku "sayang ku" di hadapan Raeka
Mizumi melihat ke arah Raeka, dengan gesit Raeka memalingkan wajah seolah-olah tidak mendengar ataupun melihat apa yang terjadi
"sudah sudah ayo syuting, tidak ada gunanya berlama lama disini, apa lagi dengan gadis yang bukan staf dari pembuatan film" Ucap Raeka sedikit dingin
jadi begitu sifat aslinya, pantas saja raut wajah anak ini sedikit menyebalkan '×'
"kau tunggu di sini, bersama Elia ya " kata Cristo, Mizumi menurut dan segera bersanding dengan Elia
sekitar 30 menit setelah Cristo meninggalkan Mizumi, Tuan Lou datang menghampiri keduanya yang sedang duduk menunggu break
"hallo mooie meiden, wil je met me lunchen?"(halo para gadis cantik, mau makan siang bersama ku?) ucap Tuan Lou dengan bahasa Belanda
"wacht op de anderen eerst meneer"(tunggu yang lain dulu ya pak) sahut Mizumi dengan senyum menawan
senyum itu membuat Tuan Lou Yoong, semakin tergila gila, dan ingin memiliki Mizumi
raut wajah mencekam dari Elia mulai di rasakan keduanya
"ayo kita pergi!" ajak Elia menarik lengan Mizumi
"baiklah" sahut Mizumi mengiyakan
kenapa dengan Elia, dia nampak sangat membenci Tuan Lou.
sebaiknya aku juga menjauhi Tuan Lou
setelah berjalan tidak terlalu jauh dari tempat syuting, keduanya berhenti dan saling bertatapan
to be continue...............