You Are My Life

You Are My Life
Episode 61:



keesokan harinya.........


Mizumi membantu Cristo untuk berkemas menyiapkan barang nya, segala kebutuhan yang diperlukan Cristo disiapkan Mizumi dengan ulet dan teliti


"cepatlah pulang sayang" ujar Mizumi memberikan pelukan hangat kepada Cristo


"Iyaa, akan aku usahakan pulang secepatnya, lagi pula aku tidak tahan berlama-lama jauh dari dirimu" goda Cristo


Mizumi tersipu malu


"huh Dasar kau tukang gombal" gerutu Mizumi di dalam hati


tak lama setelah bersiap Mizumi segera mengantar Cristo ke bandara, sesaat kemudian pesawat itu lepas landas menuju kota yang yang dituju oleh Cristo


"dada~ " ucap Mizumi seraya melambai kan tangannya


setalah sampai di tempat tujuan Cristo menelpon malaikat tercintanya


Tuuuttt........


"ada apa sayang, kau baik baik saja kan?" tanya Mizumi dengan nada cemas


"aku baik baik saja, jangan lebay deh" sahut Cristo sedikit mengejek


"Masih untung di khawatirkan, dasar cowok" gumam Mizumi


"jadi ada apa kau menelpon ku?, jangan bilang kau melupakan barang mu?"


"aku tidak seceroboh dirimu sayang" ujar Cristo sembari tertawa tawa


"bocah sialan!" gerutu Mizumi lirih


"jadi aku menelpon mu, karena ingin memberi kabar baik?"


"kabar baik ??, apa itu"


"sebenarnya aku keluar kota karena mendapatkan tawaran menjadi seorang aktris, ternyata saat aku menandatangani kontrak, aku mendapatkan pemeran utama, apakah kau senang sayang!"


"apa yang kau katakan, tentu saja aku sangat senang...., selamat untukmu Sayang, aku akan selalu disini untuk menjadi pendukung mu, semangat ya!" ucap Mizumi yang berlinang air mata karena terharu mendengar kabar kekasih nya nya berhasil melangkah lebih dekat dengan impian nya


"aku akan selalu semangat demi dirimu, sudah dulu ya"


"iyaa.."


telpon terputus


"Nona..." panggil pelayan yang mengetuk pintu kamar Mizumi


" Iya ada apa" sahutnya


"Nona mengambil Kuliah apa?"


"kuliah pagi"


"kalau begitu cepat lah bersiap Nona, mungkin anda sudah terlambat"


sontak Mizumi langsung melihat ke arah jam dinding


oh tidak aku terlambat, tuhan.......kenapa aku seceroboh ini....


untungnya sampai sana gerbang utama kampus belum tertutup, dengan cepat Mizumi berlari ke arah kelasnya


"Loh kenapa kelas sepi begini?" gumam Mizumi setelah berada di dalam kelas


semuanya nampak hening dan hanya terdengar tiupan angin yang menggoyangkan koridor


"Erisa..." Panggil Edward yang melihat adik kecilnya terengah-engah karena berlari ke arah kelas


"Kakak Apakah ini hari libur?"


Edward tertawa geli melihat ekspresi adiknya yang bingung.....


"kau tidak tahu ya?, hari ini para dosen dan mahasiswa fakultas sedang rapat penting, jadi kita mahasiswa yang tidak berkepentingan tidak mendapat pembelajaran apapun, kau mau ke perpustakaan?"


Mizumi menggeleng


setelah mengatakan itu Edward berlalu begitu saja, sedangkan Mizumi hanya terdiam dan menundukkan kepala


dalam hatinya Mizumi menggerutu


Ah dasar sia sia aku berlari..


karena sudah berada di depan kelas, Mizumi perlahan masuk ke dalam kelas, Ia membuka buku-buku pelajaran yang tertinggal di laci mejanya.......


tiba tiba Alexander


datang menghampirinya


"kau sedang apa disini sayang?" tanya Alexander


"sayang....sayang... apaan sih"


"aku sedang membaca buku, kau sendiri melihat nya kan?" ujar Mizumi sedikit pedas


"kau marah ya padaku atas kejadian saat itu?"


"bohong jika aku bilang tidak, tentu saja aku marah pada mu, kau menyebalkan, tapi aku tidak bisa membenci mu"


"aku juga tidak bisa membenci mu, aku tidak bisa berhenti memikirkan mu, Erisa...., apa aku sudah jatuh cinta pada mu"


"mana ku tahu!" *sedikit cemberut*


Seketika percakapan berakhir dan suasana menjadi Hening


Alexander melangkah sedikit lebih dekat dengan Mizumi


"Jangan mendekat lagi !" ucap mizumi dengan ekspresi cemberut


"Kenapa?, apakah kita bisa berbaikan seperti dulu, lagi pula aku yakin kamu sangat menyukai ciuman waktu itu" ujar Alexander dengan wajah nakal dan penuh nafsu


"Hei kau jangan macam-macam ya!" pekik mizumi


Alexander berjalan lebih mendekat ke arah Mizumi, Mizumi hanya diam seolah olah ia tidak bisa mengalihkan pandangan nya dari Alexander


"walaupun kau sangat marah sekarang, aku tidak melihat kemarahan itu di wajah mu" kata Alexander yang kini berada tepat di hadapan Mizumi


To be continue............