
Morphine yang sedang bersiap-siap dengan memakai dress mini dengan motif bunga berwarna ungu dan dressnya yang berawarna putih. Memakai kalung mutiara kecil dan memoles sedikit makeup di wajahnya memakai lipgloss yang membuat bibirnya merah merona.
Setelah puas dengan tampilannya Morphine mengambil tas dan pamit ke kedua orang tuanya lalu menghampiri Kavi yang sudah menunggunya di depan rumah.
“ Lama ya nunggunya? “ tanya Morphine sambil membenarkan rambutnya.
Kavi terpana melihat Morphine yang menggunakan mini dress dengan polesan makeup tipis dan wajah Morphine yang imut membuat Kavi tambah naksir terhadap Morphine.
Kavi pun membuyarkan lamunannya, “ Engga. Yaudah yuk kita berangkat. “ Kavi membukakan pintu untuk Morphine dan Morphine pun masuk ke dalam mobil, begitu juga Kavi.
Kavi mengajak Morphine jalan ke mall dan mampir di restoran milik tantenya, Morphine tidak menolak dan mengikutinya saja. Saat mereka sampai mereka pun langsung duduk dan memesan makanan.
Setelah beberapa menit, makanan pun tiba dan mereka langsung menyantapnya. Saat melihat mulut Morphine yang belepotan, Kavi mengambil tisu dan melapnya. Sejenak mereka terdiam lalu suasana kembali canggung.
“ Itu, tadi ada makan disebelah sini. “ Kavi sambil menunjukkan ke ujung bibirnya, sedangkan Morphine merasa canggung.
“ Kav, apa lo gak punya pacar? “ tanya Morphine tiba-tiba.
“ Kalo gue punya, gue gak mungkin ngajak lo kencan. “ jawab Kavi dengan santai sambil menyantap makanannya.
Mereka pun selesai makan, Kavi mengajak Morphine berkeliling mall. Saat Morphine haus, Kavi langsung membelikannya minuman dan mengajak nya duduk sebentar. Ini pertama kalinya Kavi memperlakukan Wanita dengan lembut dan tulus, karena biasa wanita yang mendekatinya hanya modus.
Tidak sengaja Kavi menyenggol seorang wanita dan itu adalah mantannya, Reysha saat dia kuliah. Kavi pun menatap malas dan hendak pergi namun tangannya di tahan oleh Reysha.
“ Hello handsome, gak nyangka ya kita bakal bertemu. “ sapa Reysha dengan tatapan yang menggoda, lalu melirik ke arah Morphine dengan tatapan tidak suka, lalu menatap Kavi kembali, “ Kav, aku kangen. “ Reysha bergelayut manja di lengan Kavi namun Kavi langsung menepisnya dan mendorongnya jauh.
“ Maaf gue harus pergi. “ ucap Kavi dengan cuek dan mengajak Morphine.
“ Kav tunggu dulu, “ Reysha menghentikan tangan Kavi, “ Aku masih sayang sama kamu. Aku berharap kita bisa balikan.”
“ Sorry sha, gue gak ada perasaan lagi dengan lo. dan gue lagi jatuh cinta sama seseorang. “ Kavi menghempaskan tangan Reysha dan membuat Reysha emosi.
“ Hanya karena wanita itu kamu nyuekin aku? Emang siapa sih dia dan special apasih dia? Aku yakin dia gak selevel sama kamu. “ ucap Reysha dengan nada merendahkan dan menatap remeh Morphine.
Morphine ingin maju dan menjambak rambut Reysha namun Kavi menahannya, “ Dia emang Wanita biasa, tapi dia udah buat aku jatuh cinta. Dan dialah satu-satunya wanita yang aku cintai. “ lalu Kavi menghampiri toko bunga yang berada didekat mereka lalu memberinya. Lalu dia kembali dan bertekuk lutut menghadap Morphine, “ Mor, saya menyukaimu. Dan kau telah membuatku jatuh cinta. Maukah kau menjadi pacarku? “ ucap Kavi dengan tulus.
Morphine terkejut mendengar pernyataan dari Kavi dan membuat Morphine menegang sejenak. Morphine berpikir keras apakah dia harus menerima atau menolaknya. Morphine hendak pergi meninggalkan Kavi sedangkan Kavi raut wajahnya sudah putus asa dan Reysha tersenyum senang karena Morphine menolaknya.
Namun Morphine berbalik dan menghampiri Kavi, dia mengambil bunga yang dipegang Kavi lalu menjawab pertanyaan dari Kavi, “ Kav, aku mau menjadi pacarmu. “
Raut wajah Kavi yang tadi sedih karena sepertinya di tolak sekarang menjadi senang dan langsung memeluk Morphine, Mereka mendapat sorakan bahagia dari pengunjung mall itu karena pertama kali melihat adegan tembak menembak secara langsung.
Disisi lain Regas melihat video yang sedang viral di timeline instagramnya. Dia tersenyum senang karena temannya sudah mendapat pasangan sedangkan dia masih status jones.
“ Wah Kav, tidak kusangka kau akan mengalahkanku. “ Regas pun menutup ponselnya dan keluar dari ruangannya menuju ke ruang meeting. Ya jadwal Regas sangat padat beberapa hari ini belum lagi perjalanan bisninsnya minggu depan rasanya tidak ada waktu untuk bersantai.
Kavi dan Morphine pun sampai didepan rumah Morphine, Morphine pun turun dan ingin pamit masuk tapi Kavi juga ikutan keluar dari mobil lalu berjalan ke arah Morphin dan menggenggam tangannya.
“ Loh kok kamu ikut turun? “ tanya Morphine dengan heran.
“ Gapapa, aku mau nganterin kamu sampai ke dalam. “ jawab Kavi dengan tersenyum.
Melihat senyum Kavi membuat hatinya sangat berdebar apalagi mulai hari ini mereka sudah berpacaran. Morphine tidak menyangka akan berpacaran dengan Kavi, karena dulu dibangku kuliah mereka sering bertengkar dan saling ngejek mengejek. Dua kucing yang sering bertengkar sekarang sudah menjadi sepasang kekasih, siapa yang tidak sangka coba?
Kavi ternyata tidak mengantarnya sampai depan bahkan ikut masuk dengan Moprhine kedalam. Morphine pun bingung buat apa Kavi ikut masuk, sedangkan Kavi hanya tersenyum dengan penuh makna. Kavi meminta Morphine memanggil kedua orangtuanya dan membuat Morphine semakin bingun sebenarnya Kavi mau apa.
Saat kedua orangtua Morphine menghampir mereka Kavi pun langsung menyalim kedua tangan orangtua Morphine.
“ Selamat sore om tante, maaf mengganggu waktunya. Karena ada yang mau saya bicarakan. “ ucap Kavi dengan ramah.
Kedua orangtua Morphine saling berpandangan dengan tatapan bingung, lalu menatap ke arah Morphine namun Morphine mengangkat bahunya karena dia memang tidak tahu apa yang akan di katakan Kavi kepada kedua orangtuanya. Ayah Morphine membuka suaranya, “ Katakanlah nak . “
“ Saya ingin meminta ijin untuk memacari putri bapak. Saya berjanji akan selalu menjaganya dan tidak akan membuatnya menangis. Dan jika memang dijodohkan, ijinkanlah saya nanti untuk menikah dengannya. “ ucap Kavi dengan tulus dan berharap kedua orang tua Morphine mengijinkan dan memberi restu terhadap mereka berdua.
kedua orangtua Morphine pun kembali saling berpandangan dan merundingkan tentang perkataan Kavi, sesekali mereka melirik ke arah putri mereka dan ke arah Kavi lalu tersenyum, dan ayah Morphine pun bertanya ke Kavi, “ Bagaimana jika kamu tiba-tiba menyakiti putri kami? “
“ Om boleh melakukan apa saja dan menghukum saya. “ jawab Kavi dengan cepat.
“ Baiklah kami mengijinkan kalian berdua untuk berpacaran. Jagalah putri kami baik-baik, jangan sampai kami melihat dia menangis atau kamu akan tau akibatnya. “ ucap ayah Morphine dengan tegas.
Morphine pun tersenyum senang dan memeluk kedua orang tuanya, lalu ke arah Kavi dan menatapnya lembut. Morphine pun mengantarkan Kavi keluar untuk pulang sambil berpegang tangan. Rasanya tidak ingin mereka melepaskan genggaman tangan mereka dan tidak ingin berpisah. Namun Kavi harus kembali ke toko bukunya untuk memeriksa beberapa laporan, Kavi pun pamit untuk pulang dan langsung masuk ke dalam mobil.
Dengan cepat dia melesat dari rumah Morphine, Morphine pun masuk ke dalam rumah. Ponsel Morphine berbunyi, medapat call group dari Zarra, Jodes, dan Lingga dan Morphine pun langsung mengangkatnya.
“ Wah tak kusangka ternyata sahabatku ini akan jadian dengan Kavi. “ ucap Jodes langsung yang tidak sabar.
“ Akhirnya si ratu bawel kita sudah mendapat jodoh. “ ucap Lingga lalu terkekeh.
“ Ceritakan Mor, bagaimana Kavi menembakmu. “ ucap Zarra yang sangat penasaran karena sahabatnya ini udah jadian saja.
“ Bagaimana aku menjelaskannya jika daritadi kalian tidak membiarkanku berbicara? “ jawab Morphine lalu Morphine pun menceritakan bagaimana dia dan Kavi bisa jadian. Mereka bertiga tidak menyangka bahwa Kavi bisa segentle itu karena setahu mereka Kavi orang yang sangat gesrek.