You Are My Life

You Are My Life
Chapter 39. Memasak untuk Zarra



Pagi-pagi Chris sudah bangun dan sudah berada didapur, dia ingin kembali belajar memasak oleh Zarra. Kali ini dia memasak cream soup, karena menurutnya cocok untuk menu di pagi ini. Karena dibantu oleh maid, Chris pun sedikit demi sedikit mulai mengerti dan berharap masakannya kali ini enak tidak seperti dulu sangat asin. Chris mencicipi cream soupnya dan merasa puas karena rasanya sangat pas dan tidak ada yang aneh. Setelah selesai Chris langsung menyiapkan makanan di meja, Zarra yang baru saja selesai mandi dan menuju ruang makanan heran melihat Chris yang menggunakan celemek.


Saat melihat beberapa makanan Zarra merasa sangat lapar apalagi makanan itu terlihat sangat enak, Chris melepaskan celemeknya dan memberinya pada maid. Chris pun ikut duduk disamping Zarra dan meminta Zarra untuk mencicicipi masakannya. Chris berharap semoga kali ini Zarra menyukianya.


“ Apa ini kamu semua yang masak? “ tanya Zarra.


“ Iya ini aku yang masak, kamu coba deh. Semoga kamu suka. “ jawab Chris dan melipat tangannya dimeja dan menunggu Zarra untuk mencicipinya.


Zarra mengambil sendok dan mulai mencicipi cream soup yang dibuat oleh Chris, matanya berbinar dan dia menyendok lagi cream soup buatan Chris karena masakan Chris kali ini beneran enak, tidak asin seperti dulu. Lalu Zarra pun mengambil garlic bread yang sudah dibuat oleh Chris juga, ternyata rasanya juga enak tidak ada kesalahan dimasakan Chris kali ini. Chris tersenyum senang karena sepertinya Zarra menyukai masakannya, tidak sia-sia Chris bangun pagi-pagi sekali untuk memasak.


“ Ini sangat enak sekali, aku suka. “ kata Zarra sambil menyantap cream soupnya lagi.


“ Bagaimana dengan orangnya? Apa kamu suka juga? “ balas Chris yang menumpangkan wajahnya dengan kedua tangannya lalu menatap Zarra.


Zarra hanya mengangguk malu dan tidak menjawab Chris, dia hanya lanjut menyantap cream soup itu sampai habis. Chris pun mulai ikut sarapan karena perutnya tiba-tiba terasa lapar. Senang rasanya sarapan berdua, karena selama ini Zarra selalu sarapan sendiri sejak tinggal diparis. Setelah sarapan Chris pergi mandi karena badannya terasa sangat lengket karena berkeringat saat memasak tadi dan untungnya tadi dia sudah meminta asistennya untuk mengantarkan bajunya.


Zarra duduk di ruang tamu sambil memeriksa beberapa berkas-berkas penting, Chris yang baru saja selesai mandi dan dia menuju ke ruang tamu. Chris heran kenapa Zarra berpakaian santai, apakah dia tidak ke kantor? Ya hari ini Zarra free, karena free dan selama dia bisa menyelesaikannya dirumah buat apa dia kekantor? .


“ Apa kamu tidak bekerja hari ini? “ tanya Chris lalu duduk disamping Zarra.


“ Tidak hari ini aku free dan tidak ada jadwal meeting. “ jawab Zarra yang masih fokus melihat berkas-berkasnya.


Chris merasa sangat senang karena dia bisa berduaan di mansion bersama Zarra, akhirnya saat yang ditunggu-tunggu pun tiba. “ Hhh syukurlah. “ Chris menghela nafas lega dan menyenderkan kepalanya di bahu Zarra.


“ Wah Chris, ternyata kau ada disini juga. “ kata Denial yang baru saja datang dan langsung duduk.


“ Kau ngapain kesini? “ tanya Chris merasa tidak suka karena waktunya yang ingin berduaan dengan Zarra diganggu.


“ Aku ada urusan bisnis dengan Zarra, ku dengar dari Gino dia tidak kekantor makanya aku kesini dan ternyata benar. “ ujar Denial dan mengeluarkan tabletnya. Denial pun menghampiri Zarra dan menyempil ditengah-tengah Chris dan Zarra lalu dia menggeser Chris menjauh dari Zarra. Denial ingin mengerjai Chris, dan Zarra pun menahan tawanya melihat kelakuan Denial.


“ Jadi Zarra akua da usul untuk menaikkan nilai saham kita dan mebasmi penghianat-penghianat di kantor kita. “ ujar Denial yang memulai pembicaraannya dengan Zarra.


Chris merasa kesal karena Denial mengganggunnya, dia pun mengambil ponsel dan mulai memainkan gamenya. Dua jam telah berlalu, Denial dan Zarra tidak selesai-selesai membahas pekerjaan mereka membuat Chris makin suntuk, terkadang Chris cemburu karena melihat wajah Zarra dan Denial yang begitu dekat. Ingin rasanya mengusir Denial namun dia takut Zarra aka marah lagi kepadanya. Melihat raut wajah Chris yang sangat cemburu, Denial hanya tertawa saja namun mendapat tatapan tajam dari Chris, Denial buru-buru memalingkan wajahnya.


“ Chris, bisa aku meminta tolong untuk mengambilkan minum untuk kami berdua? Aku merasa sangat haus. “ kata Zarra sambil memeragakan bahwa dia sedang haus.


Chris beranjak dari tempat duduk dan pergi ke dapur unutk mengambilkan minuman. Karena kesal terhadap Denial, Chris mengambil garam dan memasukkannya ke gelas Denial lalu mengocoknya. Chris tersenyum usil dan buru-buru membawanya lalu memberinya ke Denial dan Zarra.


“ Terimakasih Chris. “ ucap Zarra dan mengambil air putihnya lalu meminumnya.


“ Apa kalian sudah balikan? “ tanya Denial yang hendak meminum air putih itu.


“ Belum. “ jawab Zarra singkat.


Denial menyemburkan air putih itu karena terasa sangat asin, Zarra pun buru-buru mengambil air yang baru namun ternyata Chris sudah memasukkan garam juga ke botol yang lain. Chris pun tertawa terbahak-bahak melihat Denial yang keasinan. Itu lah balasan karena telah mengganggu waktu nya dengan Zarra, Chris tersenyum penuh kemenangan. Zarra menatap Chris tajam dan membuat Chris menelan salivanya, dia sudah mengambil aur yang baru dan memberinya ke Denial. Untuk saja yang satu ini tidak asin dan seperti rasa air putih biasa.


Kali ini Zarra benar-benar marah dan tidak ingin berbicara dengan Chris, membuat Chris frustasi karena segala cara telah dia lakukan agar Zarra mau memaafkannya. Zarra masih mencueki Chris, tidak ingin melihat wajahnya Chris hari ini karena seharian dia mengerjai Denial. Gino, sekeretaris Zarra yang baru saja datang bingung dan merasakan aura aneh disekitar bosnya dan tamu bosnya itu. Gino sudah pernah bertemu dengan Chris namun dia tidak tahu apa hubungannya Zarra dengan Chris dan Gino juga tidak ingin memikirkannya.


“ Zarr, tolong maafkan aku kali ini. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi. “ ucap Chris yang bertekuk lutut didepan Zarra dan memohon untuk memaafkannya.


“ Baiklah aku akan maafin kamu, dengan satu syarat. “ kata Zarra dengan tegas.


“ Bantulah para maid dalam memasak, menyapu dan mengepel. Kalau kamu tidak bisa …. “ belum sempat Zarra melanjutkannya Chris sudah berdiri dan bersiap dan melakukan apa yang dikatakan oleeh Zarra.


“ Baiklah, aku akan melakukannya tuan putri. “ Chris langsung pergi ke belakang dan menghampiri para maid untuk membantu merekaa.


Gino dan Zarra sedang duduk ditaman agar lebih segar dalam membahas pekerjaan mereka, dan ditaman Chris sedang memotong rumput yang sudah sedikit panjang dan menyapu dedaunan yang berserakan di sekitar taman itu. Zarra ingin tertawa namun dia menahannya dan fokus lagi ke pekerjaannya. Setelah menyapu halaman, Chris lanjut menyapu dan mengepel bagian dalam rumah serta melap meja-meja yang berada di ruang tamu, keluarga dan makan. Setelah itu dia pun mencucui mobil Zarra padahal Zarra tidak ada menyuruhnya. Namun tidak tau kenapa jiwa-jiwa rajinnya Chris timbul. Setelah itu Chris langsung ke dapur untuk membantu koki memasak, kelar memasak pun Chris langsung mandi.


Sungguh segar rasanya setelah mandi dan rasa capeknya mulai hilang. Chris merenggangkan tubuhnya lalu duduk I pinggir tempat tidur dan menggereakka kepalanya ke kiri dan ke kanan untuk menghilangkan rasa pegal. Zarra yang hendak pergi untuk mandi karena dia telah selesai membahas pekerjaannya dan Gino sudah pulang, saat melihat Chris yang sedang mengeringkan badannya hanya memakai celana jeans dan tidak memakai baju, saat melihat absnya Chris membuat Zarra menelan salivanya.


Chris merasa dirinya sedang diperhatikan dan langsung melirik ke arah Zarra, dan tersenyum miring karena merasa wanita itu kagum akan dirinya. Zarra pun membuyarkan lamunannya dan langsung menuju ke kamar mandi namun tangannya ditarik Chris sehingga Zarra berada di pelukan Chris sekarang. Chris mengusap pipi Zarra, sedangkan Zarra hatinya sekarang sangat berdebar menatap pria yang dicintai nya tepat didepannya dan sangat dekat apalagi dengan aroma maskulin yang membuatnya candu.


Saat Chris ingin mencium Zarra, Zarra langsung buru-buru mendorong Chris dan langsung masuk ke kamar mandi. Chris tertawa melihat kelakuan Zarra yang masih malu-malu, tiba-tiba telponnya berdering dan itu adalah dari Ares meminta Chris untuk cepat-cepat pulang ke Indonesia karena da masalah di perusahaannya. Perusahannya di fitnah karena telah melakukan penyuapan dan juga korupsi, bahkan ada skandal Chris tidur dengan Lesta. Chris memijat keningnya yang terasa sangat pusing ternyata wanita itu sangat berani mencari gara-gara dengan dirinya. Chris pun segera menelpon asistennya dan meminta untuk memesankan tiket penerbangan tercepat untuk besok. Zarra yang baru selesai mandi dan sudah berpakaian mengerutkan kening melihat raut wajah Chris yang tidak biasa dan sepertinya ada masalah.


“ Ada apa Chris? Apakah ada sesuatu yang terjadi? “ tanya Zarra.


Chris mengeluarkan ponsel dan menunjukkan berita kepada Zarra, dan Zarra pun langsung melihatnya. “ Sepertinya aku tidak bisa berlama-lama disini Zarr. dan soal aku tidur dengan Lesta itu tidak benar dan aku harap kamu tidak percaya itu. Aku hanya akan tidur dengan orang yang kucintai dan itu adalah kamu. “ ujar Chris mencoba menjelaskan agar Zarra percaya kepadanya.


“ Aku percaya padamu Chris. Pulanglah besok dan selesaikanlah semua permasalahanmu. “ ujar Zarra dengan senyum manisnya.


“ Terimakasih karena kamu tidak tertipu dengan berita itu. “ Chris menangkup pipi Zarra dan menatap kedua matanya dengan penuh rasa cinta.


“ Aku tidak akan percaya begitu saja apalagi terhadap bukti yang kurang jelas. “ ujar Zarra dan menatap Chris balik.


Chris membaringkan mereka berdua di ranjang dan dia memeluk erat Zarra. Zarra pun membalas pelukan Chris, dia merasa sangat nyaman dengan posisi ini, apalagi malam ini adalah malam terakhir mereka bersama karena besok Chris akan pulang ke Indonesia.


Hari sudah pagi dan Chris sudah bersiap-siap untuk berangkat ke bandara, Zarra hari ini akan datang telat ke kantor karena ingin mengantar Chris ke bandara. Mereka pun langsung menuju ke bandara, Chris sedang fokus melihat tabletnya mleihat file yang dikirim kan oleh asistennya apalagi melihat Lesta mengadakan konferesi pers dan meminta Chris bertanggung jawab. Ingin pecah rasanya kepala Chris karena ternyata Lesta benar-benar cari mati.


Mereka pun sampai dan Chris buru-buru menuju ke pesawat, “ Aku pergi dulu Zarra. Jagalah dirimu baik -baik” kata Chris dan berpamitan terhadap kekasihnya itu.


“ Begitu juga dengan kamu, semoga semua permasalahanmu cepat selesai aku percaya kamu bisa mengatasinya. “ ujar Zarra.


Chris pun menuju ke pesawat, dan pesawat langsung terbang mengarah ke Indonesia. Di lain sisi, Ferga sudah melakukan beberapa cara untuk mengatasi Lesta. Dia tinggal menunggu Chris sampai di Indonesia karena Lesta sekarang sudah berada ditangannya.


Setelah sampai di Indonesia, Chris meminta supirnya mengantar ke alamat yang sudah dikirimkan oleh Ferga. Dia salut terhadap kakak sepupunya ini karena bisa mengatasi dengan cepat. Setelah sampai di sebuah rumah kecil Chris pun langsung masuk dan disambut oleh Ferga langsung, Ferga langsung mengantarnya ke tempat dimana dia menyekap Lesta. Chris melihat Lesta yang duduk disebuah kursi sedang mengopel jarinya karena ketakutan.


“ Aku kan sudah bilang, jangan cari gara-gara jika kau masih ingin hidup. “ kata Chris dan langsung duduk santai di kursi.


“ Chris, tolong aku. Aku mengaku salah Chris, tolong maafkanlah aku. “ mendengar Chris yang berada didepannya, Lesta langsung bertekuk lutu di depan Chris dan memohon agar melepaskannya.


“ Kau sudah menjatuhkan nama baikku, dan bahkan kau hampir membuat perusahaan yang telah dirintis ayahku hancur. Kalau sudah hancur bagaimana kau akan menggantinya? Bahkan jika di ganti oleh perusahaanmu saja tidak cukup. “ ujar Chris dengan nada dinginnya.


“ A-aku akan mengaku bahwa aku merakayasa semuanya. “ kata Lesta yang sudah sangat putus asa.


Chris menatap ke arah Ferga dan menanyakan bagaimana, lalu Ferga membalas dengan mengangguk.


“ Segera adakan kembali konferensi pers secepatnya aku tidak mau tau, dan kau jelaskan semua itu didepan public. Dan jika kau macam-macam lagi, kali ini aku tidak akan menjamin hidupmu. “ Chris pun beranjak dan langsung pergi dari rumah tua itu.


Esoknya Lesta langsung mengadakan konferensi pers seperti apa yang diperintahkan oleh Chris. Dia terpaksa harus kehilangan kariernya karena dia masih ingin melanjutkan hidup. Lesta mengakui semua perbuatannya bahwa dia memfitnah Chris karena ingin Chris jatuh, Chris pun masuk belakangan dan berbicara ke depan public dan memaafkan Lesta agar imagenya juga tidak jatuh. Chris menjelaskan kembali seperti apa yang sudah dijelaskan Lesta. Saham Chris yang tadi hampir turun, dalam seminggu kembali normal dan makin banyak yang ingin bekerja sama dengan perusahaannya.