
Xaven puas dengan apa yang telah dia dapatkan saat ini, Xaven baru saja pulang mengunjungi seseorang, tinggal dia memastikan apa yang dikatakan oleh orang itu benar atau tidak. Xaven meminta anak buahnya untuk mengatur pertemuan dengan Tito secepatnya. Xaven berniat ingin memberi tahu Jodes setelah semua nya terbukti benar, karena Xaven tidak ingin kecewa dengan apa yang didapatnya keliru. Saat sedang menyecroll tabletnya, Xaven terhenti saat melihat foto seorang wanita yang berada di atas podium dia seperti mengenal senyum wanitaa ini, senyum licik yang tak akan pernah dia lupakan. Xaven meminta asistennya untuk menyelidiki tentang wanita ini karenadia sangat curiga, baru terjun kedunia bisnis tiba begitu cepat dia masuk berita.
Sedangkan Zarra dulu walaupun dia cepat juga membuat perusahaannya maju, butuh waktu 3 minggu untuk bisa tampil di tv, namun wannita ini hanya memerlukan waktu seminggu. Mobilnya Xaven berhenti didepan sebuah Villa yang sangat besar dan mewah, yaitu Villa milik Tito. Xaven pun turun dan menekan bel villa itu, ART yang berada disitu pun membukakan pintu dan mempersilakan masuk. Tito segera turun dari ruang kerjanya untuk menyambut Xaven yang baru saja datang. Tito sangat menghargai Xaven atas jasa-jasanya yang membuat hidupnya bisa hidup semewah ini.
“ Hello my friend, how are you? “ sambut Tito dan memberikan pelukan khas pria.
“ Fine, bagaimana denganmu? “ tanya Xaven balik.
Tidak biasanya Xaven menanyakan balik, namun saat Tito mendengarnya dia sangat senang karena selama dia mengenal Xaven, Xaven adalah orang yang sangat cuek juga kejam( jika soal menghukum seseorang), “ Ah aku sangat baik berkat dirimu. Terimakasih atas semuanya bro, tidak akan kulupa jasa-jasamu terhadap aku dan keluargamu. “
Xaven mengangguk sambil tersenyum dan menepuk lengan Tito, “ Dimana anak-anak dan istrimu? Tumben aku tidak melihatnya. “ tanya Xaven melihat sekeliling yang teras sepi, karena setiap dia berkunjung pasti dia akan mendengar suara berisik anak kecil, namun hari ini dia tidak mendengarnya.
“ Ah mereka semua sedang berkunjung kerumah mama dan papaku. “ jawab Tito sambil tersenyum ramah.
“ Kenapa kau tidak ikut? “ tanya Xaven yang menaikkan satu alisnya.
“ Karena kau akan datang lagi pula aku harus mengerjakan beberapa pekerjaan ku. “ jawab Tito lagi.
“ Ah maaf jika aku mengganggumu, sepertinya aku datang di waktu yang tidak tepat ya. “ kata Xaven dengan raut wajah sedikit bersalah karena sepertinya mengganggu Tito yang harusnya ikut berkumpul dengan keluarganya.
“ Ven, Ven santai saja kau sama sekali tidak menggangguku. Ini minumlah dulu, pasti kau lelah menempuh perjalanan ke villaku yang jauh ini. Dan karena aku tau ada hal penting yang akan kau bicarakan makanya aku tidak ikut mereka. “ ujar Tito dengan jujur.
Xaven baru saja menyesap kopinya dan menaruh nyaa di meja lalu melanjutkan pembicaraannya, “ Baikah langsung saja, apa kau tahu dokter illegal yang berani melakukan operasi? “
“ Kenapa kau menanyakan soal itu? “ tanya Tito dengan mengerutkan keningnya karena bingung, namun melihat raut wajah Xaven yang sedikit menyeramkan karena tatapan datarnya dia pun langsung menjawabnya, “ Ah baiklah, aku tau beberapa sekitar ada 10 yang ku kenal namun 5 di antaranya sudah tidak melakukannya lagi dan ada satu dokter yang cukup sering aku tau rajin melayani pasien. “ jawab Tito.
“ Apa kau mengenal wanita ini? “ tanya Xaven menunjukkan foto wanita tadi yang di lihatnya yang telah dia screenshoot.
“ Wanita ini… sepertinya aku mengenalnya sebentar aku ingat-ingat. “ Tito menyipitkan matanya mencoba mengenali siapa wanita ini dan akhirnya dia pun ingat, “ Ah dia Lasya Karenia, Ceo wanita muda yang terkenal dalam bidang pakaian dan butiknya sekarang sedang melejit. Ah iya aku lupa, dia juga sangat terkenal dalam bisnis dunia bawah. “
“ Bisnis dunia bawah? Apa yang dia jalankan disana? “ tanya Xaven yang sangat penasaran karena baru kali ini dia melihat wanita sangat berani menjalankan bisnis di dunia bawah.
Tito melambaikan jari telunjuknya meminta Xaven untuk mendekat dan Tito pun membisikkannya, “ Dia membuat bisnis marshmallow yang isi marshmallow itu adalah narkoba. “ ujar Tito menjelaskan.
“ Tidak kusangka wanita ini sangat beranin sekali menjalankan bisnis disana. “ ujar Xaven menggelengkan kepalanya tidak disangkanya wanita itu sangat berani apalagi resikonya sangat besar bisa menyangkut hidup dan mati.
“ Kenapa kau mencari tahu tentang wanita ini Ven? Sebaiknya kau berhati-hatilah karena wanita ini sangat berbahaya. “ ujr Tito yang khawatir dengan Xaven takut jika Xaven bermasalah dengannya maka akan merenggut nyawanya.
“ Dia hanya wanita, dan aku seperti mengenalnya. Dia sangat mirip dengan seseorang yang merebut nyawa sahabat dari sahabatku dan kau tahu pasti tentang kematian putri dari keluarga Wagner. “ ujar Xaven yang terlihat tidak takut.
“ Wagner? Jadi maksudmu wanita ini bisa saja berkaitan dengan kematian nona Vozarra Naleri? “ tanya Tito yang terkejut denga napa yang dikatakan oleh Xaven.
“ Aku tidak tahu, tapi firasatku mengatakan bahwa orang itu adalah dia. Bisakah aku meminta bantuanmu? “ kata Xaven.
Tito tersenyum dan menepuk pundak Xaven, “ Bro, tidak usah kau meminta aku pun pasti akan membantumu. “
“ Thanks bro. “ balas Xaven lalu dia beranjak berdiri ingin pamit pulang, “ Kalau begitu aku pulang dulu, nanti aku akan memberi tahumu tugasmu. “
“ Baik lah Ven, hati-hati dijalan. “ ucap Tito dan mengantarkan Xaven sampai keluar dan masuk ke mobil, dengan cepat mobil Xaven melesat dari villanya Tito.
\~\~\~\~\~\~\~\~
Xaven baru saja sampai di gudangnya tempat dia menyekap semua dokter-dokter itu, dia masuk dan meminta anak buahnya mengambil kan kursi, lalu dia pun duduk di hadapan para dokter yang dia ikat itu. Xaven mengambil rokoknya dan menghidupkannya, dia menghisap dan menghembuskan asap rokok itu ke arah dokter-dokter yang berada di depannya. Xaven meminta anak buahnya mengambilkan air putih juga beberapa kue karena dokter itu belum makan dari kemarin dan untuk tenaga saat menjawab semua pertanyaan dari Xaven nanti. Anak buahnya datang dengan membawa makanan juga minuman dan membuka ikatan tangan juga kain dari mulut dokter-dokter itu.
Saat ada yang mencoba kabur Xaven membiiarkannya sejenak dengan langkah pincang dokter itu berusaha berlari namun Xaven berbalik dan mengambil pistol menembak ke arah dinding. Dokter itu pun berhenti dan menoleh ke arah Xaven, Xaven menyuruh dokter itu untuk kembali ke tempatnya semula dan dokter itu pun kembali.
“ Makanlah, tenang saja tidak ada racunnya. Kalian akan membutuhkan tenaga untuk menjawab pertanyaanku nanti. “ kata Xaven sambil melap pistolnya dengan sapu tangan.
“ Kalian tidak usah takut, jawablah pertanyaanku dengan benar dan aku akan melepaskan kalian. Jika kalian ketahuan berbohong, mungkin hidup kalian akan berakhir disini. “ ujar Xaven dengan dingin.
“ B-baik Tuan. A-apa yang ingin anda tanyakan? “ kata salah satu dokter dengan terbata-bata.
“ Apa kalian pernah melayani pasien bernama Sinthya? “ tanya Xaven.
Para dokter itupun mencoba mengingat-ingat nama pasien mereka tetapi mereka merasa tidak pernah mendengar nama itu. Mereka pun saling bertatapan harus jawab bagaimana karena memang benar tidak ada pasien yang bernama seperti itu.
“ T-tidak tuan. Kami tidak pernah melayani pasien bernama Sinthya itu, saya berkata jujur Tuan. Karena kami selalu mengingat dan menyimpan berkas pasien kami. Anda bisa lihat sendiri di berkas pasien-pasien kami. “ jawab dokter itu dengan jujur.
Xaven pun mengangguk-ngangguk dan mengambil ponselnya lalu menunjukkan foto wanita yang tadi juga dia tunjukkan ke Tito, “ Apa kalian mengenal dia? “
Para dokter itu melihat ke arah layer di ponselnya Xaven mencoba untuk mengenali wanita itu, dan salah satu dokter dengan serius melihatnya, dengan gugup dia menjawab, “ S-saya mengenalnya Tuan. “
“ Apakah dulu wajahnya seperti ini? “ tanya Xaven menunjukkan wajah Sinthya yang lama.
“ B-benar Tuan. Saya mengoperasi dia karena kebetulan banyak luka di wajahnya jadi dia meminta saya selain mengobati juga mengoperasi plastik wajahnya. “ jawab dokter yang di kuncir kuda itu.
“ Apa kalian masih sering berkomunikasi sampai sekarang? “ tanya Xaven lagi.
“ T-tidak tuan. Waktu itu dia membayar saya mahal dan meminta saya menutup mulut untuk tidak memberi tahu apapun tentang dia. “ jawab dokter itu.
“ Apa hanya itu saja? Jika ada yang lain beritahulah sekarang, karena jika kau tidak memberitahuku lalu aku mengetahui dari orang lain, aku tidak bisa menjamin hidupmu. Emm karena kau telah membantu seorang pembunuh. “ ujar Xaven dengan suara yang sangat dingin dan tatapan mengancam yang sangatv tajam.
“ T-tidak ada tuan. Hanya itu saja, s-saya tidak berbohong sama sekali. “ jawab dokter itu dengan takut-takut.
“ T-tuan, mohon lepaskan lah kami. Teman saya sudah memberi tahu anda semuanya, dan keluarga kami pasti sedang menunggu di rumah tuan. “ kata dokter yang lain sambil memegang kaki Xaven dan memohon untuk di lepaskan.
Xaven menyuruh anak buahnya untuk mengawal dan mengantar pulang mereka, tetapi juga tetap mengawasi mereka. Bisa saja mereka hanya akting atau suatu saat Sinthya akan menemui mereka dengan suatu urusan. Xaven merasa puas karena dia tinggal merencanakan hal lainnya, dia tidak akan memberi tahu Jodes dulu soal ini. Xaven meminta bantuan Sandi, yang juga merupakan anak buahnya Chris untuk membantunya. Xaven meminta Sandi untuk tidak memberitahu ke Chris atau ke siapapun dulu, sampai semua rencana mereka berdua berhasil. Yaitu saat mereka bisa menangkap Sinthya dan semua dekingannya yang membantu Sinthya bisa sampai seperti ini. Xaven juga yakin bahwa dekingannya tidak main-main bisa saja berbahaya bagi mereka maka itu dia memilih untuk tidak memberitahu teman dan juga bos mereka.
Disebuah mansion.
Lasya dan Zeka sedang berada di kamar, melakukan percintaan panas sehingga seisi ruangan penuh dengan suara ******* dan ruangan. Lasya aka Sinthya lah yang memimpin percintaan panas itu.
“ Come-on baby, faster . “ kata Zeka sambil melenguh merasakan sangat puas terhadap Lasya.
“ Yes baby boy. “ Lasya pun mempercepat iramanya dan saat sudah sampai di puncaknya mereka mengeluarkan bersama.
Lasya turun dan berbarin di sampingnya Zeka dan menengadah mengahadap atas. Dia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Zeka menatap puas Lasya yang selalu bisa memuaskannya, bahkan wanita yang sangat agresif menurutnya. Sebagai balasan Zeka akan membantu semua bisnis Lasya, karena dia juga menyukai semua produk Lasya.
“ Aku salut padamu Lasya, kau selalu bisa membuatku puas. “ kata Zeka dan mendekatkan Lasya ke arahnya.
“ Ah kau juga hebat Zeka, bahkan kau selalu membuatku candu. Ingin selalu melakukannya. “ jawab Lasya dengan senyum menggoda.
“ Bagaimana dengan Ppenrad? Apakah selalu lancar? “ tanya Zeka.
“ Berkat bantuanmu, bisnis ku malah semakin maju sekarang. Terimakasih sayang. “ ujar Lasya lalu mengecup bibir Zeka.
“ Apa kau tidak takut melakukan bisnis ini? Kamu wanita dan jika kamu bersaing dengan seorang pebisnis bawah tanah ini yang bahkan lebih kuat darimu, bagaimana?” ujar Zeka dengan raut wajah khawatir.
“ Kamu tidak perlu khawatir sayang, tidak ada yang bisa melawanku. Dan tidak ada yang akan berani melawan Lasya. “ jawab Lasya lalu beranjak dari tempat tidurnya, dan menuju mejea lalu menuangkan wine di gelasnya. Lasya berdiri di dekat jendela dan di hampir oleh Zeka.
Zeka memeluk Lasya dari belakang dan mulai mengecupi leher Lasya sampai membuat Lasya mendesah, “ Itu yang aku juga suka darimu, kamu adalah wanita yang pemberani juga kuat. “
Lasya sebenarnya hanya memanfaatkan Zeka, dia tahu baha Zeka benar-benar menyukainya dan hal itu di manfaatkan oleh dia. Demi untuk keuntungan bisnisnya dan juga perusahaannya. Tekadnya sangat besar untuk emnjatuh Chris dan menejadi perusahaan nomor satu seasia.