
"Alexander, aku ingin bicara serius!" kata Mizumi setelah menerima suapan dari Alexander
"baiklah bicara apa sih ?" tanggap Al, ia memancarkan senyum tak berdayanya, itu membuat Mizumi tertegun dan mulai ragu harus mengatakan atau tidak
apa yang harus aku katakan ?
apakah aku akan merusak senyuman Al sekarang?
kenapa di waktu seperti ini hatiku malah memberi ku dua pilihan
"Mizumi ? kau melamun" tegur Al, menganggetkan Mizumi
"eng, ti-tidak, aku hanya berpikir kalau aku mengatakan ini, akan kah kau marah dan membenciku, menjauh dari ku dan meninggalkan ku" ujar Mizumi penuh rasa bersalah
"Mizumi, kau adalah wanita yang ku cintai, separuhku, sebagian dari hidup ku, apapun yang kau katakan, aku akan menerima nya" kata Al, meyakinkan
*Alexander terimakasih
tapi aku tidak akan mengatakan nya sekarang, aku akan bertindak sendiri
pelan pelan aku akan menjauhi kau dan Andy*
(batin Mizumi sesaat setelah Alexander meyakinkan nya)
"Al, aku..tidak jadi mengatakan nya" kata Mizumi mengakui
"loh kenapa ? kau akan membuat ku penasaran "
Mizumi tertawa kecil
"biarlah rasa penasaran itu menghantui mu, aku tidak peduli" katanya menjulurkan lidah
"dasar iblis kecil" gumam Alexander
Jarum jam terus berputar, menghasilkan suara mistis dari waktu ke waktu, tidak ada yang bisa di putar kembali, tidak ada yang bisa kembali ke masa lalu
kecuali sebuah keajaiban menimpanya
setelah makan, Mizumi memakai mantel nya, di raihnya sepatu bot berbulu lembut miliknya
"Alexander, aku pulang dulu ya " katanya sembari memegang gagang pintu
"kau tidak mau menginap ?" tawar Al
"iya, aku lebih nyaman di Villa Cristo, kurasa aku sudah menganggap nya sebagai rumah sendiri" tanggap Mizumi
"eh tunggu! biarkan aku mengantar mu sampai di Villa Cristo!" ujar Al menghentikan
"tidak usah, nanti malah merepotkan mu, ok, sampai jumpa, dada!"
Klek
langkah nya semakin lama semakin cepat, angin dingin berhembus mengenai tubuh nya
Grrr dingin banget
ini sudah jam berapa ya
Mizumi melihat ke menara jam di tengah kota
waktu sudah menunjukkan pukul 01, lewat tengah malam, tapi jalanan masih ramai
ponsel nya tiba tiba berdering, dan menunjukkan si penelpon, siapa lagi ? kalau tidak Cristo, di tekan nya tombol terima dengan senang hati
"Ha-halo" sapa Mizumi kedinginan
"kenapa suara mu bergetar begitu ?" tanya Cristo khawatir
"o-oh ini aku lagi di luar Villa, pulang lah kesini, a-ayo bermain salju bersama ku" ucap Mizumi ceria namun tetap terbata bata
tangan nya kaku dan sangat kedinginan, seolah olah membeku
"kenapa kau di luar Villa, apa ada yang kau beli ?"
"sudahlah jangan tanya itu lagi, bagaimana shutting mu, a-apakah kau sedang break?"
Cristo menghela nafas
"kau ini gadis nakal, cepatlah sampai Villa, lalu rendam kaki mu dengan air hangat, pakai selimut yang tebal dan minum coklat panas
mintalah pada kepala pelayan ya !" kata Cristo panjang lebar, namun tidak ada sepatah katapun yang menjawab pertanyaan dari Mizumi
"iya iya aku tau, kau belum menjawab pertanyaan ku!" rengek nya kesal
"baiklah aku sedang break, begini sudah puas?" tanggap Cristo
Mizumi terdengar tertawa tawa, ia menelpon sembari terus berjalan menuju Villa Cristo menyusuri tumpukan salju yang mulai menebal
•
•
•
"Cristo sudah dulu ya, aku sudah sampai Villa sekarang" kata Mizumi
"ok, menyenangkan bisa bicara dengan mu hari ini, bye sayang "
"iya bye "
to be continue.......