You Are My Life

You Are My Life
Chapter 20. Cemburu part 2



Hari ini Zarra sudah mulai bekerja kembali dan hari ini adalah hari yang sangat padat karena dia dan karyawannya menyiapkan acara untuk ulang tahun perusahaan pertama dan keduanya. Sungguh melelahkan hari ini, sedangkan waktu break mereka hanya sebentar. Belum lagi harus meeting dengan klien, rasanya badan Zarra ingin remuk akibat kelelahan. Selama beberapa hari Zarra dan Chris tidak bertemu karena kesibukan mereka masing-masing, membuat pasangan itu saling rindu.


Hari ini Chris pergi menemani mamanya ke mall untuk berbelanja, awalnya Nela ragu mengajak anaknya untuk menemaninya namun Chris pun tidak menolak. Nela merasa senang karena Chris telah berubah menjadi orang yang lebih baik dari sebelumny, “ Ini pasti karena Zarra. Terimakasih sudah mencairkan hatinya Chris yang dingin ini. “ batin Nela. Nela datang mengunjungi toko tas, ya dia ingin membeli tas untuknya dan ingin membelikan calon menantunya. “ Chris, kira-kira Zarra suka yang mana ya? “ tanya Nela kepada Chris sambil melihat tas yang berada di pajangan.


“ Kalo mama bingung kenapa gak ambil dua-duanya saja? “ jawab Chris sambil memerthatikan tablet dan memeriksa email yang dikirim sekretarisnya. Karena bosan, Chris memisahkan diri sebentar dari Nela dan Nela pun mengijinkannya. Chris pergi melihat-lihat sekitar sampai lah dia ke toko perhiasan. Mata Chris tiba-tiba tertuju pada sebuah cincin. Ya cincin itu adalah Dream Diamond yang berharga 218 miliar. Lalu dia menghampiri toko perhiasan itu dan meminta spg itu untuk mengeluarkannya karena Chris ingin melihatnya. Karena sudah merasa tertarik Chris pun mengambilnya dan mengeluarkan Gold cardnya.


Chris pun kembali kebutik menghampiri mamanya, dan melihat kantong kecil yang berisi kotak cincin, tanpa menebak Nela sudah tau itu buat siapa. Saat keluar dari butik, dia dan mamanya berpapasan oleh Sinthya dan Riana. Nela pun mengobrol sebentar dengan Nela, yak arena mereka berdua tidak ada masalah namun Riana mempunyai rencana terhadap keluarga Stanford. Sinthya pun sangat senang karena bertemu dengan Chris. Dia pun menghampiri Chris dan menyapanya, “ Hai Chris, aku tidak menyangka bahwa kita akan bertemu. Sepertinya kita jodoh.” Ucap Sinthya dengan genit.


Chris pun tersenyum sinis dan menjawab singkat “ Jangan bermimpi.”


“ Sungguh dinginnya dirimu, tidak bisa kah kau ramah sedikit terhadapku? “ ucap Sinthya yang ingin memegang tangan Chris tapi langsung di tepis oleh Chris.


“ Aku tidak akan ramah terhadap Wanita ular sepertimu. “ jawab Chris dengan dingin.


Sinthya yang mendengar Chris menyebutnya wanita ular dia pun sangat marah, “ Apa katamu?! Kau bilang aku wanita ular?


“ memang kenyataannya seperti itu. “ jawab Chris dengan santai.


“ Chris, chris sekarang kau bahagia bersama Zarra. Tapi itu hanya sementara, lihat saja nanti. “ Sinthya pun berjalan menghampiri Riana namun tahannya ditahan dan dicengkeram kuat oleh Chris.


“ Jangan kau coba-coba berani menyentuh Zarra. Kau akan tahu akibatnya ! “ ancam Chris.


Sinthya pun hanya membalas dengan senyum menantang lalu mengajak Riana pergi dan Riana pun pamit ke Nela. Chris menatap kepergian Sinthya sambil mengepalkan tinjunya, dia pun mengambil ponselnya dan menelpon kepala pengawal, “ Perbanyak penjaga untuk Zarra. Jangan biarkan siapapun menyentuhnya. Jika itu sampai terjadi kalian akan tahu akibatnya. “ perintah Chris.


“ Baik bos. “ jawab kepala pengawal itu.


Chris pun mematikan ponselnya lalu dia dan ibunya pulang kerumah sambil lewat di kantor Zarra. Dia sangat khawatir terhadap kekasihnya itu dan takut kalau Sinthya melukainya. Setelah itupun Chris dan ibunya langsung pulang kerumah.


Alicia melihat Sinthya yang memegang tangan Chris dan dia pun langsung memotretnya. Namun saat meihat Chris menepisnya dia ingin tertawa. Dero yang melihat Alicia tertawa pun bingung dan langsung melihat ke arah yang Alicia lihat. Dero menyipitkan matanya saat melihat Chris sedang berbicara dengan Sinthya. “ Untuk apa mereka bertemu? Atau jangan-jangan Chris masih berhubungan dengan Sinthya? “


“ Berhubungan apanya, Sinthya itu Cuma ngaku-ngaku doang. Dia dan Chris tidak pernah pacaran. “ jawab Alicia dengan terkekeh.


“ Tapi kenapa waktu itu mereka berdua sangat mesra waktu itu? “ pikir Dero sambil mengingat kembali saat mereka dikampus dan melihat Sinthya yang sangat mesra dengan Chris.


“ Namanya juga wanita ular yang ingin mengambil hati pangeran dan membuat musuhnya cemburu. Toh juga waktu itu Chris menyuekinya. “ jawab Alicia sambil memegang ponselnya yang sedang bertukar pesan dengan Zarra.


Zarra yang sedang mengerjakan dokumennya saat mendengar hpnya berbunyi langsung membukanya, dia pun melihat pesan bergambar dari Alicia dan langsung membukanya. Ya, itu foto Chris yang sedang berjabat tangan dengan Alicia. Alicia sengaja tidak bilang Chris menepisnya, karena ingin mengerjai temannya yang sering sekali uwu didepannya. Melihat foto itupun Zarra mengepalkan tinjunya sambil menggebrak meja sampai membuat Tian dan Nina terkejut.


“ Ada apa kira-kira dengan nona ya? “ Tian berbicara dengan suara kecil kepada Nina


“ Aku tidak tahu. Aku hanya berdoa semoga kita tidak jadi korban kemarahannya. “ Nina yang menggigil melihat wajah bosnya itu merah padam akan emosi bosnya itu. Ya benar saja, Zarra seperti mendengar Nina dan Tian dia pun langsung menatap dingin ke arah mereka sampai membuat mereka berdua bergidik.


“ Tian, Nina hari ini dan esok kalian harus bekerja lembur dan menggantikanku. Begitu juga dengan semua pegawai, tolong sampaikan ke mereka. “ Zarra pun beranjak dari kursinya dan mengambil tas lalu keluar dari kantornya menuju basement lalu menyetir pulang. Hari ini moodnya tiba-tiba turun karena melihat foto Sinthya dan Chris.


“ Sudah kuduga ternyata kita memang kena. “ Tian menghela nafas sabar. Lalu saat ingin membereskan beberapa dokumen yang mereka kerjakan tidaak sengaja dia menyentuh tangan Nina, membuatnya menegang lalu menatap ke arah Nina, Nina pun yang ditatap pipinya langsung merona merah karena malu. Saat tersadar Tian menarik tangannya dan berdehem lalu membereskan dokumen-dokumen yang berada dimeja, sedangkan Nina memegang kedua pipinya karena malu. Tian tersenyum melihat tingkah Nina yang malu-malu menurutnya Nina sangat manis.


“ Nona Zarra terimakasih atas cutimu selama dua hari dan untuk hari ini. Saya janji akan bekerja keras. “ batin Tian yang hatinya sedang berbunga-bunga karena bisa menghabiskan waktu bersama Nina lagi.


“ Tian, kenapa kau begitu tampan? “ gumam Nina namun kedengaran oleh Tian, Tian pun langsung menyahutnya, “ Aku tau aku memang tampan. Nina, aku menyukaimu sudah sejak lama. Maukah kau menjadi pacarku?”


Nina tidak menyangka dengan yang dikatakan Tian, dan Nina pun memang sudah menyukai Tian juga sejak lama, sejak dia bekerja di kantor itu. Dengan malu-malu Nina pun menjawab, “ A-aku pun sudah menyukaimu sejak lama. A-aku mau jadi pacarmu. “


Mendengar jawaban Nina dengan refleks Tian langsung memeluk Nina, dan Nina pun membalas pelukannya. Dia tidak menyangka akan berpacaran dengan Tian, dan berharap Tian akan selalu disisinya selamanya.


To Chris:


Jelaskan apa maksud semua ini.


Melihat pesan dari Zarra yang sepertinya amrah, Chris langsung membukanya dan melihat foto yang dikirim oleh Zarra. Chris pun terkejut darimana Zarra mendapatkannya. Lalu Chris pun menjelaskannya ke Zarra.


To Zarra:


Tidak ada apa-apa diantara aku dan Sinthya sayang. Tolong jangan salah paham.


From Zarra:


Chris pun menghela nafas, karena Zarra sepertinya sangat marah kepadanya. Chris takut Zarra meminta berpisah, maka Chris berusaha untuk menjelaskannya bahwa apa yang dia lihat tidak seperti yang dipikirkkan.


To Zarra:


Sayang, aku dan dia memang tidak sengaja bertemu. Dan soal foto itu dia berusaha menjabat tanganku tapi aku menepisnya.


From Zarra:


Aku tidak percaya. Jangan menghubungi ku atau menemuiku untuk saat ini!


Chris mengusap kasar wajahnya karena kekasihnya benar-benar marah padanya. Entah dari mana Zarra bisa mendapatkan foto ini yang membuat dirinya dan Zarra akhirnya bertengkar. Chris pun pergi mandi untuk menjernihkan pikirannya, lalu dia bersiap-siap dan dengan terburu-buru tanpa pamit langsung masuk ke mobil dan menuju kerumah Zarra. Nela dan Ares pun heran dengan tingkahnya Chris dan saling berpandangan, sedangkan Nela hanya mengangkat bahunya tanda ia tidak tahu.


Setelah beberapa menit Chris pun sampai di rumahnya Zarra dia langsung permisi masuk dan bertanya apa Zarra ada dirumah, Marry pun menjawab ya dan mempersilakan Chris untuk menemui Zarra di ruang keluarga. Saat melihat Chris, Zarra pun berdecak kesal karena dia masih marah pada Chris dan langsung masuk kekamarnya. Chris pun mengejar Zarra namun keburu pintu kamarnya di tutup.


“ Sayang tolong dengarkan penjelasanku dulu. Itu gak seperti yang kamu pikirkan. “ Chris mengetuk laluu memohon kepada Zarra untuk melepaskannya.


“ Pulanglah, aku sedang malas melihatmu. “ jawab Zarra dengan ketus.


Chris pun menghela nafas, tetapi dia tidak menyerah. Dia tetap membujuk Zarra untuk mendengarnya, “ Sayang, kau tahu kan aku hanya mencintaimu dan membenci Sinthya. Kamu lah satu-satunya di hatiku. “


Mendengar perkataan Chris membuat Zarra tersenyum, hanya bilang Chris mencintai nya saja membuat Zarra tersentuh. Namun Zarra tetap menjalankan aktingnya, “ Aku tidak percaya. Kau pasti berbohongkan? Mungkin saja kau mencintai Sinthya.”


Mendengar Zarra yang masih tidak percaya terhadap perkataannya membuat Chris makin takut bahwa Zarra akan meninggalkannya. Dia tidak ingin kehilangan Zarra, dia sangat mencintai gadis ini. Devan yang kebetulan lewat dan melihat Chris yang memohon-mohon pun sempat tertawa, namun terhenti karena Chris menatapnya tajam. Devan pun berhenti tertawa dan berniat untuk kekamarnya, tetapi Chris memanggilnya dan Devan pun tidak jadi kekamar.


“ Ehm ehm, tumben sekali dua sejoli ini bertengkar. Ada apa dengan kalian? “ tanya Devan sambil berjalan menghampiri Chris.


Chris mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan ke Devan lalu menjelaskannya. Devan pun menggelengkn kepalanya karena hanya masalah sepele saja adiknya ini cemburu minta ampun. Dasar pasangan bucin .


“ Tolong bantu aku menjelaskannya pada Zarra. Aku tidak tahu harus bilang gimana lagi. “ ucap Chris yang sudah putus asa.


Devan berpikir lalu mendapat ide, “ Aku rasa aku punya satu cara. “


“ Apa itu kak? “ tanya Chris yang sudah tidak sabar mendengar ide dari Devan.


“ Masaklah makanan kesukaan Zarra, aku yakin dia pasti akan memaafkanmu. “ jawab Devan sambil tersenyum senang dengan idenya.


“ T-tapi aku tidak masak . “ jawab Chris memikirkan bahwa dirinya tidak memiliki bakat memasak. Bahkan dia saja tidak bisa membedakan mana garam mana gula.


“ Ya sudah, aku tidak punya cara lain. “ Devan pun beranjak untuk pergi namun Chris menahannya, lalu dia meminta Devan mengantarnya ke dapur dan Devan pun mengantarnya. Setelah itu Devan meninggalkannya dan kembali menuju kekamar.


Chris yang sudah didapur mengambil ponselnya dan membuka youtube dan mencari resep membuat nasi goreng kimchi, ya itulah kesukaan Zarra. Chris pun mulai untuk memasak, dia mengambil bawang dan mulai mengirisnya, saat mengiris bawang Chris berkeringat dan menangis, “ Kenapa bawang ini sangat perih? “ batin Chris. Setelah menyiapkan semua bumbunya dan selesai mengiris, Chris pun menuangkan minyak kedalam kuali lalu menghidupkan kompor, dia pun kaget karena apinya tiba-tiba besar lalu mengecilkannya. Chris pun mulai memasukkan semua bumbu dan menumisnya lalu memasukkan nasi setelah itu kimchi. Chris pun mulai memasak dengan di perhatikan pelayan dengan ekspresi kagum sedangkan Marry yang lewat untuk mengambil minum hanya tersenyum.


Setelah selesai memasak Chris menuangkan nasi ke piring dan menaruh timun serta dun sop untuk menghias lalu membawanya ke kamar Zarra. Dengan ekpresi puas saat sampai dikamar Zarra dia pun mengetuk dan Zarra membukanya. Zarra masih dengan ekspresinya yang sangat kesal dan marah, Chris mengajak Zarra keruang makan dan Zarra pun mengikutinya. Chris memberi nasi goreng kimchi buatanya, Zarra berdecak kagum karena Chris berusaha benar-benar agar Zarra memaafkannya. Zarra pun mengambil sendok lalu mencicipi masakan kekasihnya. Zarra terdiam sejenak lalu menyuap sesendok lagi lalu meminum air putih sampai tinggal setengah.


“ Apa masakanku enak? “ tanya Chris yang juga penasaran dengan masakannya.


Zarra menatap Chris dan tersenyum lalu menggeser piring ke arahnya, “ Kamu coba saja sendiri. “


Chris pun mengambil sendok lalu menyendok nasinya dan mencicipinya. Saat mencicipinya Chris terbatuk karena rasanya sangat asin dan langsung meminum air putih yang banyak.


“ Ini sangat asin. Kenapa kamu masih terus memakannya? “ tanya Chris lalu melap mulutnya dengan tisu.


“ Karena aku menghargai usaha seseorang untuk mengambil hatiku. “ jawab Zarra sambil menyantap nasi goreng kimchinya.


“ Jadi kamu sudah memaafkanku? “ tanya Chris dengan berharap-harap.


Zarra pun mengangguk dan Chris yang senang telah dimaafkan langsung memeluknya dengan gembira.