You Are My Life

You Are My Life
Chapter 32. Pernikahan Morphin dan Kavi



Zarra sedang bersiap-siap untuk pergi ke acara pertunangan sahabatnya, Morphine. Dia memasang anting-antingnya lalu merapikan rambutnya setelah itu mengambil tas tangannya dan keluar dari kamarnya. Zarra pamit kepada kedua orangtuanya, lalu masuk ke dalam mobil yang sudah berada Denial, Dero, dan Alicia.


Melihat Dero dan Alicia yang uwu didepannya rasanya membuat dia sedikit iri, dan merindukan kebersamaannya dengan Chris. Tapi itu rasanya tidak mungkin karena Chris akan bertunangan dengan Sinthya. Denial pun mulai menyetir menuju ke villa milik Kavi dimana Kavi dan Morphine mengadakan pesta pernikahannya disitu.


Villa Kavi memang sangat luas bisa menampung sampai 1000 orang karena luasnya seperti perusahaannya. Kavi sangat senang karena bisa menikah dengan Morphine, wanita yang sangat dicintainya. wanita yang bisa meluluhkan hatinya yang sudah mendingin terhadap wanita. Kavi selalu bersyukur karena Morphine hadir dalm hidupnya.


Denial, Zarra, Dero dan Alicia pun sampai mereka lngsung masuk ke dalam villa dan menghampiri Kavi dan Morphine.


“ Selamat ya atas pernikahan kalian. “ ucap Zarra memberi selamat dan memeluk sahabatnya.


“ Selamat bro, ternyata gue di duluanin sama si bocah tukang ceplos ini. “ Denial memberi salam khas pria dan memberi selamat kepada Kavi.


“ Thanks bro udah datang, gue pikir gak bakal datang karena lo yang sok sibuk. “ ujar Kavi lalu tertawa kecil. “ Lo berdua kapan? “ tanya Kavi terhadap Dero dan Alicia.


“ Secepatnya. “ jawab Dero dan Alicia bersamaan.


“ Kayaknya kita deh sekarang yang jadi korban penyaksi keuwuan. “ kata Denial sambil menumpangkan tangannya dibahu Zarra.


“ Oh jadi gini rasanya jomblo, ckckck. “ balas Zarra sambil menggelngkan kepala.


“ Hai Mor, gila deh gak nyangka lo bakal nikah secepat ini. “ ucap Jodes lalu memeluk sahabatnya ini.


“ Ternyata si tukang bawel ada yang ngelamar juga. “ kekeh Lingga dan mendapat tinju dari Morphine.


Mereka pun berbincang sebentar sebelum acara pernikahan di mulai, Zarra ikut merasa bahagia karena dulu Morphine yang sering galau putus dari pacarnya sekarang sudah menemukan jodoh yang ternyata selama ini berada didekat mereka. Dia berharap Morphin dan Kavi bahagia selamanya dan tidak mengalami apa yang Zarra alami.


Acara pernikahan pun di mulai, Morphine berjalan menuju ke mempelai pria bersama ayahnya dengan senyum yang sangat bahagia melihat orang yang dicintainya menunggunya. Ayahnya pun menyerahkan Morphine ke Kavi dan Kavi menyambutnya. Mereka mengucap janji suci di pimpin oleh pendeta, lalu saling bertukar cincin dan melakukan ciuman sah suami istri.


Setelah itu masuklah ke acara lempar bunga dan yang dapat adalah Jodes dan Regas yang memegang bunga itu bersamaan. Regas menarik tangannya karena malu dan Jodes masih memegang bunga itu mendapat sorakan dari teman-temannya.


“ Selamat ya bro atas pernikahan kalian. “ ucap Chris yang datang bersama Sinthya.


“ Thanks man. “ jawab Kavi lalu melirik Sinthya tidak suka, karena harusnya disamping Chris adalah Zarra.


“ Selamat Kavi atas pernikahan kalian dan semoga kalian bahagia selalu. “ ucap Sinthya mengulurkan tangannya untuk memberi selamat, namun saat Morphine yang baru datang bersama Zarra dan lainnya, Morphine menarik tangan Kavi menjauh dari Sinthya. Sinthya menarik tangannya kembali dan menggandeng Chris.


Rasanya hati Zarra saat ini cemburu melihat Chris dan Sinthya yang datang bersama dan saling bergandengan tangan. Ingin rasanya Zarra melepaskan tangan Sinthya dari Chris namun dia tidak berhak untuk itu.


Sinthya merasa senang melihat Zarra cemburu dan makin melancarkann aksinya menggoda Chris agar Zarra makin cemburu dan entah kenapa Chris malah meladeninya. Chris mengelus kepala Sinthya dengan senyum hangat membuat Zarra pergi meninggalkan mereka.


Zarra mengambil gelas yang berisi wine dan meminumnya, hpnya pun berdering dan dia langsung mengambilnya. Melihat ID caller dari Kean pun senang dan langsung mengangkatnya.


“ Hey Kean, kamu dimana? Kenapa kamu tidak datang? “ ujar Zarra dengan nada ngambek.


“ Aku baru saja kelar mengurus restoranku dan bertemu dengan beberapa pengusaha. Kenapa? Kau merindukanku ya?” goda Kean yang sedang berjalan menuju mobilnya.


“ Dih pede banget kamu. Hanya suntuk disini melihat rubah betina dan rubah jantan, bisakah kau menjemputku? Aku tidak betah disini berlama-lama. “ kata Zarra dengan wajahnya yang terlihat tidak mood.


“ Baiklah tuan putri saya akan segera kesana. “ Kean mengakhiri teleponnya dengan Zarra dan menyetir menuju ke villa Kavi.


Zarra menghampiri Kavi dan Morphine untuk pamit dari acara pernikahan mereka, Kavi dan Morphine pun mengucapkan terimakasih terhadap Zarra. Denial menawarkan dirinya untuk mengantarnya pulang namun Zarra menolak karena dia akan dijemput oleh Kean. Setelah itupun Zarra langsung pergi keluar dari Villa.


“ Gue tebak, sebentar lagi mereka pasti clbk. “ ucap Leo sambil menatap kepergian Zarra.


“ Gue rasa malah engga. “ jawab Regas.


“ Mau clbk atau engga atau sama siapapun Zarra asalkan dia bahagia gue juga ikut bahagia kok. “ ujar Jodes mengingat apa yang di alami oleh Zarra, dan menatap Sinthya dengan tatapan tidak suka.


Zarra dan Kean pergi ke pantai yang selalu mereka datangi, Kean memarkirkan mobilnya di dekat pantai agar mereka bisa duduk sambil menatap laut. Zarra menengadahkan kepalanya menghadap langit menikmati angin laut yang sangat segar.


“ Apakah Sinthya mengganggumu tadi? “ tanya Kean sambil menatap Zarra.


Zarra sekarang menatap ke arah laut lalu tersenyum singkat dan menggelengkan kepalanya, “ Tidak, hanya saja saat melihat dia dan Chris membuatku moodku jadi turun. “


“ Padahal jika Sinthya mengganggumu ingin ku hajar lalu kubuang ke laut. “ ujar Kean sambil menyenderkan badannya ke mobil.


Zarra pun tertawa mendengar perkataan Kean, dan melihat Zarra tertawa Kean merasa sangat bahagia, karena dari kemarin Zarra berwajah murung sejak dari keadian itu. Kean berjanji pada dirinya sendiri akan selalu membuat Zarra tersenyum dan tidak akan membiarkan dia untuk menangis lagi.


Matahari sudah terbenam dan hari sudah mulai malam, Kean sudah memesan hotel untuk mereka karena jika mereka pulang sekarang akan sampai larut. Itu juga untuk menghindari kejadian pembegalan demi keselamatan mereka, mereka memilih menginap malam ini.


Zarra dan Kean makan dulu di restoran hotel itu kebetulan mereka sangat lapar. Mereka pun memesan makanan mereka dan saat datang mereka langsung menyantapnya. Rasanya stamina mereka terisi kembali setelah makan, Kean pun tidak sengaja bersendawa dan membuat Zarra tertawa, Kean pun juga ikut tertawa.


“ Zarra, maukah kamu menjadi kekasihku lagi? Aku berjanji akan menjagamu lebih baik daripada Chris. “ ucap Kean secara tiba-tiba.


Zarra menegang dengan apa yang baru disampaikan oleh Kean, sejenak Zarra berpikir apakah dia harus menerimanya atau tidak karena jujur Zarra masih sangat mencintai Chris dan takut kalau menerima Kean dia akan menyakiti Kean dan menjadikan Kean pelampiasan saja.


“ Kau tidak usah menjawabnya sekarang Zarr, kapanpun itu aku akan menunggu jawabanmu. “ ujar Kean dengan lembut.


“ Berikan aku waktu untuk berpikir ya Kean. “ kata Zarra.


Kean pun mengangguk, dia harus bersabar menunggu jawaban dari Zarra dan berharap semoga Zarra menerimanya kembali. Setelah selesai makan malam mereka pun menuju kamarnya masing-masing yang sudah mereka pesan.


Zarra langsung mandi membersihkan badannya yang sangat lengket, dan setelah itu berpakaian dengan pakaian yang ternyata sudah dipesankan oleh Kean. “ Bahkan dia masih hapal ukuranku. “ gumam Zarra sambil menatap pakaiannya.


Setelah berpakaian Zarra pun merebahkan dirinya yang merasa sangat lelah, dia mengambil hpnya dan mengirim pesan ke ayahnya bahwa dia menginap di hotel malam ini. Zarra membuka gallery nya melihat foto-fotonya tadi di acara pernikahan Morphine, sungguh senangnya melepas rindu bersama teman-temannya tadi.


Apalagi sebenarnya teman-temannya selalu mengajak Zarra untuk bertemu namun karena Zarra sangat sibuk apalagi fokus untuk menaikkan nilai saham perusahaannya jadi dia tidak bisa bersenang-senang bersama teman-temannya.


“ Gue nginap di hotel sama Zarra. “ ucap Kean yang sedang bertelponan dengan Ferga.


“ Sekamar gak? “ tanya Ferga dengan usil.


“ Ya gak lah anjir, gila aja lo gak ada hubungann apa-apa malah sekamar. “ jawab Kean.


“ Yhaa gak seru dong, mana tau kayak di pilem-pilem kan terus ujungnya nikah. “ ujar Ferga masih dengan usilnya.


“ Korban pilem lo sih udah kayak mak-mak. Apa lo jelmaan mak-mak lagi ya? Mak lampir hahahah. “ kata Kean sambil mengejek Ferga.


“ Mata lo lima, ganteng-ganteng gini di bilang mak lampir. Gue laki oy bukan wanita sengklek. “ jawab Ferga yang tidak terima dengan ejekan Kean.


“ Laki sih laki, ganteng sih ganteng. Masa dari dulu sampe sekarang masih aja jomblo. “ ejek Kean lagi.


“ Yee sadar diri lo, lo juga jomblo. Lagian kan gue masih menjomblo karena ngurusin sahabat tersayang gue. “ ujar Ferga.


“ Uuu co cwittt. “ ucap Kean dengan suara yang di imut-imutin.


“ Najis gue dengernya.” jawab Ferga.


“ Dah dulu gue mau istirahat besok gue lagi yang nyetir pulang. “ ucap Kean yang sudah bersiap\=siapm untuk tidur.


“ Jangan lupa, pulang-pulang bawa anak. “ usil Ferga kembali.


“ Sinting lo. “ jawab Kean lalu tertawa.


Kean pun mematikan ponselnya dan merentangkan tangannya ditempat tidur. Besok dia harus mengantar Zarra dan kembali bekerja.


Kean sangat merindukan masa-masa nya bersama Zarra, dan tiba-tiba dia teringat Naya. Tanpa sadar Kean menitikkan air matanya mengingat sahabtnya yang sudah berada diatas sana. Kalau saja dia tidak bercerita kepada Naya dan memberitahu bukti kejahatan Riana mungkin Naya masih hidup sekarang. Kean sangat merasa bersalah dan berjanji akan membalaskan dendam Riana. Tak lama Kean pun tertidur didalam mimpinya yang sedang berkejar-kejaran bersama Zarra dan Naya.