
sesampainya di Villa Cristo......
"terimakasih sudah mengantarku"
ucap Mizumi seraya sedikit menjauh dari Alexander
Alexander melepas pegangan nya dari pinggang Mizumi
"aku tidak ingin ucapan terimakasih"
sahut Alexander dan memasang wajah nakal yang penuh nafsu
"kalau begitu aku akan meneraktirmu makan" balas Mizumi dengan terus berpikir positif
Sesuatu yang tidak terduga terjadi
Alexander berjalan mendekat ke arah Mizumi dan menerjang nya
Chuu~
"Uhh Umm!!!"
sebuah kecupan penuh nafsu mendarat di bibir manis Mizumi, sebuah ciuman yang tidak biasa
ciuman yang membangkitkan hasrat Alexander untuk melakukan sesuatu yang lebih jauh
"Umm!!, Al Lepas! Emm!!" kata Mizumi yang mencoba memberontak, namun semakin Mizumi memberontak, Alexander selalu memperkuat dekapan nya
Alexander melepaskan ciumannya namun tetap mendekap Mizumi
"ah.., hah.., apa yang kau lakukan.." tanya Mizumi dengan nafas terengah engah
"aku ingin memiliki mu" sahut Alexander dan kembali mencium bibir Mizumi, pelan pelan Alexander menyibak rambut yang menghalangi wajah cantik Mizumi
"Uhmm!! tidak Al!!" tangan Mizumi mendorong pelan tubuh Alexander
"haah..., Mizumi percuma kau memberontak" ucap Alexander seraya menciptakan beberapa ****** di tubuh Mizumi, Alexander menekan Mizumi hingga tersudut di tembok depan Villa
"Alexander!, kau mesum!, ini di depan Villa, bagaimana kalau Cristo melihat apa yang kau lakukan ini...." gumam Mizumi di dalam hati, wajah cantik nan imut yang selalu ceria itu kini berlinang air mata karena di perlakukan seperti wanita peliharaan yang bisa dimainkan kapan saja.....
"tenang...., bertahanlah sebentar lagi" bisik Alexander
Akhirnya Mizumi pasrah, dia hanya bisa membiarkan Alexander mencium bibir nya sesukanya tanpa ada perlawanan balik dari Mizumi lagi
•
•
•
Sesudah nya....
"wanita ku..., kau sangat manis, tenang saja aku akan bertanggung jawab" ucap Alexander kemudian pergi begitu saja
"tega sekali dia melakukan ini pada ku, kenapa??, apa salah ku.., apa yang harus ku katakan pada Cristo" gumam Mizumi lirih seraya mengusap air mata nya
Mizumi masuk ke dalam Villa dan mencoba bersikap seperti tidak terjadi apa apa
tapi sebenarnya Mizumi tidak tau
kalau dari tadi, Cristo sudah
melihat dari atas balkon
apa yang dia dan Alexander
lakukan di depan Villa
"a-aku pulang" ucap Mizumi dengan nada yang masih bercampur dengan Isak tangis
"selamat datang nona, kenapa dengan anda hari ini, seperti habis menangis" selidik kepala pelayan
"Hem..ti-tidak kok " *tersenyum canggung*
"ya sudah kalau begitu, makanlah sup ini Nona, cuaca sedang hujan, anda pasti kedinginan" kata kepala pelayan itu dengan sangat perhatian
"terimakasih" balas Mizumi sembari menjatuhkan diri ke sofa
"JAS SIAPA ITU??" ucap Cristo dengan nada tinggi dan wajah penuh amarah
"oh ini..., punya Alexander" sahut Mizumi mencoba agar tidak di curigai, Mizumi tidak mau Cristo dan sepupunya berkelahi hanya karena dirinya
"kalian berdua ngapain aja " tanya Cristo lagi, kali ini dengan tatapan menyelidik, Mizumi menunduk dan diam membeku, ia tidak berani bicara satu patah kata pun
"SEMUA PELAYAN TINGGALKAN RUANGAN INI" perintah Cristo
semua pelayan langsung patuh dan meninggalkan ruangan itu dengan takut
"JAWAB AKU!!, KAU DAN ALEXANDER SEDANG APA !!!" bentak nya lagi dan mengangkat dagu Mizumi agar ingin menatap nya
"kami berciuman" jawab Mizumi pasrah
"heh...aku juga melihat nya "
Deegg!!
jantung Mizumi berdetak tak beraturan, Mizumi menatap langsung ke mata Cristo, dan melihat api kecemburuan yang semakin besar
Mizumi langsung membelalakkan kedua matanya, perdebatan seketika terjadi di antara mereka berdua