
Setelah memastikan Disti masuk ke dalam gedung itu, Dirga melajukan mobil sportnya dengan kecepatan sedang, namun sedang dalam pengertian seorang Dirga sendiri.
Setelah memasuki gedung fakultas, Disti merasa semua mata menatapnya. Bisik-bisik pun mulai terdengar.
Cih,,, setelah dengan Thian sekarang jadi simpanan om-om kaya.
Aku pikir dia gadis baik-baik ternyata lebih buruk dari kita
Maklum wajahnya cantik jadi dengan mudah menarik lawan jenis bukan.
Itu lah selentingan bisik-bisik dari para mahasiswi, tapi Disti tetap Disti. Dia tetap berjalan dengan santai walau hatinya hancur mendengar ocehan teman-teman kampusnya.
Disti terus menuju ke kelasnya. Sesampainya di sana teman-temannya pun sama menggunjingnya. Tapi ketidak puduliaannya membuat mereka semakin menjadi-jadi. Saat dosen datang baru gunjingan mereka berhenti.
Setelah semua mata kuliah selesai Disti pergi ke tempat biasa. Hanya sekedar duduk atau mengerjakan tugas yang di berikan para dosen pengajarnya.
"Disti!!" Suara itu, suara milik Thian. Seketika Disti menoleh pada orang yang memanggilnya.
"Kak Thian? Kenapa ada di sini?" Tanya Disti sedikit terkejut.
"Mom memintaku untuk menjemputmu. Kau baik-baik saj?" Tanya Thian khawatir. Iya Thian mendengar gunjingan para penghuni kampus tentang Disti jadi dia langsung mencarinya di tempat Disti menyendiri.
"Aku? Aku baik-baik saja! Memang kenapa kak?" Tanya Disti yang penasaran dengan pertanyaan Thian.
"Sudahlah!!! Sebaiknya kita pulang. Mom bilang akan memberikan hadiah untukmu!" Disti hanya bisa menurut dengan perintah Thian.
ππππ
Di sinilah mereka sekarang di sebuah rumah besar dengan segala kemewahannya.
Di dalam sudah ada mommy, Daddy dan Alfa. Sedang Thian berjalan beriringan dengan Disti menuju ruang tamu tempat dimana keluarganya berkumpul.
"Sayang!!!" Sambut mommy langsung berdiri dan menghampiri Disti yang sedang berjalan ke arahnya.
"Mom,,, kenapa semua berkumpul di sini.?" Tanya Disti bingung.
"Dad ada hadiah kecil untukmu. Ayo ikuti dad sayang!" Ucap Daddy dan langsung berdiri meninggalkan ruang tamu. Mereka semua menuju ke arah garasi di samping rumah tersebut.
"Dad membelikan mu mobil. Dad harap kau suka." Ujar Daddy saat sudah berada di garasi menampilkan mobil yang cukup mungil dengan warna biru muda.
"Tidak hanya dad,,. Kak Alfa juga membelikan mu mobil sport terbaru. Pakailah!!" Titahnya menunjuk mobil warna putih yang Disti percaya nilainya sangat sangat mahal.
"Kau mungkin akan lebih suka hadiah dari kak Thian. Itu!!" Ucap mom menunjuk skuter warna biru muda lengkap dengan helm senada dengan stiker kartun. Sedang yang memberi diam seribu bahasa.
"Em,,, boleh tidak jika aku memakai skuter dari kak Thian. Aku tak bisa mengendarai mobil. Jika hanya skuter aku sudah terbiasa mom, dad!" Ucapnya sedikit ragu. Takut membuat orang tua angkatnya itu kecewa.
"Ahhh, syukurlah kau suka dengan salah satu hadiah dari kami sayang" mengelus lembut kepala Disti.
"Terima kasih mom, dad dan kak Alfa juga kak Thian sudah memberi arti keluarga untukku." ucap Disti penuh haru.
"Sama-sama Sayang. Ayo ikut mom belanja!!" ajak mommy pada Disti.
"Tapi mom,,, aku harus bekerja" sahut Disti.
"Tidak usah. Semua kau bisa dapatkan dari kakak. dari pada memberi pada si adik durhaka mending kakak memberikan padamu semua yang kau mau" ucap Alfa seraya melirik ke arah Thian dengan senyum mengejek
"Cih dasar kakak pelit." gerutu Thian yang membuat semua orang menahan tawanya.
"Aku tidak bisa tinggal tanpa membantu mom dan dad. dan lagi bukannya waktu itu sudah boleh iya?" tanya Disti lagi.
"Apa setelah kejadian tadi di kampus masih tidak membuat mu menyerah? mom dan dad cukup memiliki uang buat kita makan sampai 10 tahun ke depan bahkan mungkin lebih" Sahut Thian menimbulkan tanda tanya di benak semua orang kecuali Disti dan Thian tentunya.
Akhirnya Disti mengiyakan permintaan mereka dari pada memperpanjang ucapan yang terlontar dari mulut Thian bisa-bisa kakak angkat yang tertuanya mengamuk.
Sedang di sisi lain Dirga dengan semangat keluar kantor. Sebelumnya dia telah berpesan pada Leon akan kembali setelah jam makan siang nanti. Setibanya di kampus dia keluar dan mencari Disti. namun yang dicari tak kunjung ketemu.
"Emm,, apa kau melihat Disti.?" tanyanya pada seorang mahasiswa yang sedang bergerombol.
"Oh,,, Disti yang tadi pagi di antar om-om itu bukan?" tanya seorang pria cupu memakai kaca mata tebal dari arah belakang Dirga.
"om-om?" tanya Dirga. dia masih mencerna ucapan pria itu.
"Iya Disti Arianti yang berambut ikal bawahnya kan? tubuh mungil itu bukan?" tanyanya lagi.
"Iya!! tapi kenapa bisa di antar dengan om-om?" tanyanya bingung. pasalnya tadi pagi dia lah yang mengantar Disti.
"Iya. tadi pagi dia turun dari mobil mewah padahal sebelumnya dia hanya jalan kaki, terus dekat dengan kak Thian eh tadi pagi keluar dari mobil sport mahal. kata teman-teman dia jadi simpanan om-om." jelasnya panjang lebar pada Dirga.
"Dan tadi dia keluar bersama kak Thian. entahlah aku juga tidak tahu" tambahnya lagi.
Ya Tuhan,,, kenapa mereka menuduh gadis itu sebegitu kejinya dan kenapa semua teman-temannya percaya gosip murahan itu!! berarti dia bersama Thian sekarang!! gumam Dirga, lalu buru-buru meninggalkan kampus Disti tanpa mengucapkan terima kasih pada orang yang sudah memberi informasi.
π You are my life π