You Are My Life

You Are My Life
Episode 106:



Keesokan harinya


"Nona, bangun...ini sudah pukul 06:30, apa Nona tidak takut terlambat?" Ucap seorang pelayan yang ada di depan kamar Mizumi


"Humm, 06:30"


Mizumi teringat akan notifikasi yang ia terima dari Cristo kemarin


Dengan nyawa yang masih belum sepenuhnya terkumpul, ia dengan cepat bangkit dari kasur nya


Duk, Gubrak


Kepala Mizumi terbentur pintu kamar mandi


"Auu sssh" ucap nya kesakitan


"Nona tidak papa?, Apa butuh bantuan saya?"


Pelayan itu menunggu jawaban dari Mizumi, selama beberapa detik ia tetap berdiri di depan pintu kamar Mizumi


"Tidak, kau bisa kembali bekerja, aku bisa melakukan nya sendiri"


"Baiklah Nona"


Pelayan itu segera meninggalkan Mizumi sendirian setelah di beri perintah


Aduh kepala ku sakit sekali...( T^T )


Tapi sudahlah, tidak ada waktu untuk mengeluh, aku harus sampai di depan gerbang sebelum Cristo ( U^U )


Mizumi segera menyiram tubuhnya, berkemas, kemudian bergegas ke kampus nya


"NONA SARAPAN ANDA!" teriak kepala pelayan saat melihat Mizumi keluar dari Villa dengan berlari


"TIDAK USAH BI, MAKASIH.." sahut Mizumi sambil melambai


Hufft......


*kepala pelayan mengehela nafas*


Sesampainya di depan gerbang


Ok aku sampai, huh lelah sekali berlari, sekarang aku tinggal menunggu Cristo di sini.....


Mizumi mengatur pernafasannya sambil terus melihat ke arah gerbang utama kampus


Mana Cristo....kenapa belum muncul juga?


Mizumi terus menatap gerbang, dengan perasaan gugup dan khawatir ia terus mengepalkan tangannya



Karena kaget, Mizumi tidak bisa berkata kata, ia hanya menganga sembari mendongakan kepalanya


"Cristo"


"Hm..."Sahut Cristo, ia mencium kepala Mizumi sambil menutup mata


"Kapan kau datang, aku dari tadi melihat ke gerbang, tapi kau tidak ada, apa aku sedang berhalusinasi sekarang" Kata Mizumi tak percaya


"Aku datang lebih awal, ku lihat kau masih di depan gerbang menunggu ku, jadi aku langsung memeluk mu, aku rindu padamu sayang, kau sedang tidak berhalusinasi percayalah"


Mendengar pengakuan Cristo, Mizumi tersipu, ia bahkan ingin menangis karena terharu Cristo berkata kalau ia rindu padanya


"Syukurlah kalau bukan halusinasi, aku hampir saja menangis, tapi...posisi kita yang sekarang ini, banyak yang melihat loh" *Mizumi memegang tangan Cristo yang melingkar di bahunya*


"Biar saja, tidak ada yang berani mengganggu kita, mereka sudah tau pengaruh kita terhadap kampus, kedudukan kita lebih tinggi"


"Ya sudah terserah, tapi aku akan ngambek" *Mizumi memasang raut wajah cemberut*


Cristo membuka matanya kemudian menatap raut wajah Mizumi


Ish gemas sekali...>﹏< (gumam Cristo di dalam hati sambil terus menatap wajah Mizumi )


Mendadak Cristo mengacak rambut Mizumi di bagian pony nya



"Rasakan ini, masih mau ngambek lagi! Dasar tuan putri yang merepotkan" Ucap Cristo jahil


"Aaa tidak!, tataan rambut ku"


"Cristo hentikan! Itu geli"


Raut wajah cemberut yang tadi Mizumi ciptakan, kini berubah menjadi tawa geli yang nampak bercahaya


Imutnya....uh aku ingin mencium nya


"Cristo jangan melamun, masuklah ke kelas mu, pelajaran akan di mulai, ingat! Semester ini harus serius"


Mizumi lepas dari cengkraman Cristo, ia mulai mengomel tentang betapa pentingnya semester baru di musim semi ini


Cristo yang tidak tahan akan kecerewetan Mizumi, langsung mengiyakan dan pergi ke kelasnya


Tuan putri ku seperti nya sudah berubah menjadi juru bicara °v°


Sesampainya di kelas, Mizumi langsung menyimak penjelasan dosen dengan cermat, ia benar benar fokus dan sulit untuk di ganggu


Rasanya di ruangan itu, Mizumi lah yang paling bersinar