You Are My Life

You Are My Life
Chapter 46. New life



Setahun Kemudian, Naleri Corporation di pimpin oleh Devan kakaknya Zarra karena Edison yang memintanya dan juga Edison tidak percaya dengan siapapun. Tian dan Nina masih tetap bekerja disana karena Devan percaya dengan asisten dan sekretaris Zarra itu karena dia tahu bahwa adiknya, Zarra melakukan perekrutan khusus. Jika Devan sedang sibuk di perusahaan pertama, Tian lah yang akan menggantikannya sementara, sebenarnya Edison agak protes namun Devan mencoba meyakinkan Edison, dan Edison pun percaya.


Devan mengambil bingkai foto yang ada fotonya dengan adiknya, disitu Devan dan Zarra sedang berfoto di taman bermain, Devan sangat merindukan adiknya, apalagi Zarra sering sekali membully Devan terkadang dan memarahinya bahkan dia satu-satunya yang berani memerintah kakaknya sendiri. “ Adikku, sedang apa kau disana? “ kata Devan.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Chris sekarang sudah berumur 29 tahun, dia menjadi orang yang sangat dingin dan tertutup. Bahkan Nela dan Ares berusaha menjodohkan Chris dengan putri rekan kerja mereka dan teman mereka namun Chris selalu menolak. Chris sekarang juga penjadi penggila kerja, dia sering mengambil lembur dikantor dan hampir tidak pernah pulang kerumah sejak kematian Zarra. Ya, dia masih belum bisa melupakan Zarra sampai sekarang ini, entah mengapa hatinya berkata lain bahwa Zarra masih ada di dunia ini.


Chris sering pergi ke bar saat pulang kerja, untuk menenangkan suasana hatinya yang buruk dan membuat kesempatan terhadap wanita-wanita penggoda. Chris hampir saja terjerumus untuk bermain dengan wanita, untuk saja Denial dan Dero selalu bersamanya jadi Chris tidak masuk ke lubang hitam itu. Chris terbaring dengan keadaan mabuk, Nela tidak sanggup melihat anaknya begini terus, makanya itu Nela selalu mencari cara untuk menjodohkan Chris dengan seseorang namun selalu gagal.


Ferga merasa kasian dan tidak tega melihat sepupunya yang begitu menderita atas kematian Zarra, dia berjanji akan membalas perbuatan Sinthya. Sinthya masih dalam pencarian Ferga, entah mengapa Sinthya sekarang jauh lebih cerdas sehingga jejaknya sama sekali hilang dan Ferga yang sangat jenius bisa di kelabui oleh wanita ular itu. Ferga merasa sangat frustasi tetapi dia tidak boleh menyerah, dia harus menemukan Sinthya bagaimana pun caranya. Ragan, kean, Jodes dan Xaven pun ikut membantu dan beberapa dari mereka yang memiliki koneksi di bagaian intel serta pemerintahan meminta tolong kepada mereka untuk mencari Sinthya.


Regas pun ikut membantu bersama Reynold, Reynold menggunakan koneksinya dengan bagian pemerintahan di luar negeri dan juga bagian dunia bawah semua cara akan mereka lakukan demi menemukan Sinthya. Sinthya harus menerima ganjaran yang telah dia lakukan, apalagi dia yang telah merenggut nyawa Zarra, seorang putri dari keluarga Wagner.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Sinthya duduk tenang sambil menyesap winenya di ruangan kantornya. Sinthya sudah lama menabung dan bersiap untuk kejadian seperti ini, jadi dia sudah ada cadangan jika dia akan bangkrut. Dengan tabungan yang lumayan banyak hasil dari dana gelapnya dia bisa merintis perusahaan sendiri. Bahkan sekarang Sinthya menjual n*rkoba demi menambah penghasilannya. Sungguh Sinthya sangat puas menikmati hidupnya sekarang. Sinthya hanya tertawa saja mendengar Ferga yang berusaha mencari dirinya, dan Ferga tidak akan bisa menemuinya. Sinthya telah melakukan operasi plastik dan mengganti identitasnya sehingga tidak ada yang dapat mengenalinya.


Toktok…


Pintu ruangan Sinthya diketuk oleh sekretarisnya dan Sinthya menyuruh sekretarisnya untuk masuk. Sekretarisnya meletakkan berkas di meja Sinthya lalu pamit pergi. Sinthy meletakkan wine nya dan mengambil berkas itu lalu membacanya.


“ Jika begini aku akan semakin kaya. “ ujar Sinthya dengan senyum jahatnya.


“ Permisi bos, ini foto-foto yang anda minta kemarin. “ ujar Kafki asistennya Sinthya dan memberikan amplop kcil berisi foto-foto Chris di bar dengan para wanita.


Sinthya mengambil amplop itu dan melihat foto-foto yang diberikan oleh asistennya, “ Kerja bagus. Keluarlah. “


“ Baik bos. “ Kafki pun keluar dari ruangan Sinthya.


“ Dengan begini aku bisa menjatuhkan keluarga Stanford dengan mudah dan dengan beberapa bantuan saingan-saingannya Chris. Hahaha. “ Sinthya tertawa jahat dan membayangkan Chris yang jatuh juga kehancuran keluarga Stanford. Setelah menyingkirkan Zarra, sekarang dia ingin membalas Stanford karena telah membuat Sinthya kehilangan perusahaannya dulu.


Sinthya tidak akan pernah lupa dengan hal itu, dan awalnya Sinthya ingin mengajak Riana ikut ke dalam rencananya namun Riana menolak entah karena apa dan malah Riana memaki-maki Sinthya atas kematian Zarra. Tapi tak apa Sinthya bisa melakukanya sendiri apa lagi Sinthya punya banyak dana dan beberapa pendukung di belakangnya yang akan membantunya. Sinthya berdiri dan mengambil tasnya lalu keluar dari ruangannya untuk pulang. Karena nanti malam dia ada pertemuan dengan kliennya, dari dunia bawah dan Sinthya tidak ingin telat karena ini kesempatannya untuk bertambah maju. Sinthya diantar oleh Kafki, asisten setianya Sinthya yang selalu mendampingi Sinthya dan mengawal Sinthya kemanapun dia pergi. Sebenarnya Kafki ingin menasehati Sinthya untuk menghentikan semua yang bisa merugikan Sinthya nanti, karena karma itu selalu ada Kafki takut bosnya mungkin akan mengalami hal yang lebih buruk dari apa yang telah di perbuatnya.


“ Selamat malam bapak Zeka. “ ucap Sinthya dengan ramah.


“ Selamat malam bu Lasya. “ jawab Zeka, klien penting Sinthya.


“ Mari pak silahkan duduk. “ kata Sinthya mempersilakan Zeka untuk duduk, dan mereka pun mulai memesan makanan.


“ Bu Lasya, saya dengar bisnis mu makin maju saja. Ppenrad bukan? “ kata Zeka sambil menyantap makanannya.


“ Ah pak Zeka, belum semaju yang lain. Saya juga masih dalam tahap perkembangan. “ jawab Lasya dengan sedikit merendahkan dirinya.


“ Hahaha ayolah bu Lasya, kau tahu? Barangmu sangat popular sekali dikalangan kita. Apa kau tidak ingin makin memperbesar jaringanmu? “ ujar Zeka.


“ Bagaimana caranya bapak Zeka? “ tanya Lasya sambil menatap Zeka menunggu apa yang akan dikatakan Zeka.


“ Apa yang bisa kau berikan jika aku bekerja sama denganmu? “ kata Zeka sambil melipat tangannya dan menumpangkan wajahnya diatas tangannya.


Lasya beranjak dan duduk disamping Zeka dan membisikkan sesuatu ke telinga Zeka. Zeka pun tersenyum senang denga napa yang dikatakan oleh Lasya aka Sinthya. Selesai berbisik Sinthya menaikkan satu alisnya menanyakan apakah Zeka setuju dengan rencananya. Zeka mengangguk setuju dan mengulurkan menjabat tangan Sinthya dengan kerja sama mereka. Sinthya dan Zerka pun melanjutkan makan merea, dan setelah selesai mereka langsung pulang kerumahnya masing-masing.


Sinthya sedang berendam di bathub, mood dia hari ini sangat baik sekali apalagi dia bisa berhasil memikat beberapa kliennya untuk bekerja sama dengan dia. Apalagi Zeka mempunyai banyak koneksi dengan pejabat-pejabat tinggi dengan bekerja sama dengannya akan membuat bisnis illegalnya lancar tanpa takut tertangkap. Selesai mandi dan berendam Sinthya memakai baju tidurnya, dan merebahkan dirinya lalu tak lama dia pun tertidur.


Seina yang melihat Sinthya sudah tertidur langsung menuju kebawah ke kamarnya lalu dia mengambil telponnya menelpon seseorang memberi tahu semua info yang di ketahui kepada bosnya. Wanita yang berada disebrang tersenyum puas sambil menyesap champagnenya. Dia pun menutup telponnya dan memesan Champagne lagi sambil menunggu temannya. Tak lama temannya pun datang dan wanita itu menoleh dengan senyum ramah. Setiap melihat temannya dia selalu merasa berterimakasih karena telah menyelamatkan hidupnya waktu itu.


“ Heb je lang gewacht? “ (apakah kau sudah lama menunggu?) kata pria yang Bernama Davin pria berkebangsaan Amerika Indonesia itu.


“ je bent vijf minuten te laat “ (kau telat lima menit). Jawab Deycla.


Deycla meninju pelan lengan Davin, sedang kan Davin langsung menghindar sedikit dan tertawa, “ Cih, dasar kau ini. Pesanlah minum, hari ini aku yang traktir. “ kata Deycla.


Davin tersenyum senang dan langsung memesan bir favoritnya, yang merupakan bir termahal. Ya begitulah Davin jika di traktir tidak setengah-setengah dia akan langsung memesan yang paling mahal mau itu makanan, minuman ataupun barang. Birnya pun datang Davin langsung meminumnya, sedangkan Deycla hanya fokus ke laptopnya.


“ Hey, kau memang maniak kerja ya. Bahkan disaat kita bersantai pun kau masih saja melakukan pekerjaanmu. “ ujar Davin dan langsung menutup laptop Deycla lalu Deycla menatapnya tajam namun Davin hanya tersenyum merasa tak bersalah.


“ Jika aku tidak kerja aku bisa bangkrut apalagi kau sering memesan yang termahal jika aku mentraktirmu. “ jawab Deycla.


“ Apa kau tidak merindukannya? “ tanya Davin dan menatap ke arah Deycla, Deycla hanya menundukkan kepalanya dan tersenyum tipis. “ Ah maaf aku merusak suasana, apa kau mau pulang? “ tanya Davin lagi dan mendapat anggukan dari Deycla.


Mereka pun beranjak dan menuju ke mobil, sepanjang jalan Deycla hanya menatap ke arah jalanan. Sungguh sepinya jalanan di Los Angeles jika sudah larut. Deycla sangat merindukan suasana di Indonesia, dengan keramaiannya walaupun sudah larut. Davin menatap sedih ke arah Deycla sebenarnya dia sudah menyukai Deycla sejak lama, hanya Deycla lah yang mampu membuka hati Davin untuk wanita yang dulu sempat tertutup karena dikecewakan. Namun disaat mendengar Deycla masih mencintai orang lain Davin merasa dirinya kalah dan menganggap orang yang dicintai Deycla adalah orang yang sangat beruntung.


Namun Davin tidak pernah berhenti berjuang untuk mendapatkan hati Deycla, makanya dia selalu berada disisi Deycla kapanpun dan dimanapun itu. Davin tidak akan pernah meninggalkan Deycla juga karena takut Deycla dalam bahaya lagi seperti dulu. Sungguh Davin juga akan membantu Deycla untuk membalas dendam kepada seseorang yang telah mengancam nyawa wanita yang sangat di cintainya itu.


“ Dey, aku berjanji akan selalu bersamamu dan semoga suatu saat kamu bisa membuka hatimu untukku. “ gumam Davin dalam hati.


Mereka pun sampai di mansionnya Deycla, dan Deycla langsung turun begitu juga dengan Davin ingin mengantarnya sampai ke depan pintu. “ Terimakasih banyak selalu mengantarku Vin. Kenapa kau tidak menjadi supirku saja? Aku akan menggajimu dengan gaji yang sangat besar. “ kata Deycla dengan nada bercanda.


“ Aku rasa itu ide bagus, dan apa kau tidak takut bangkrut Dey? “ ujar Davin lalu mereka tertawa bersama.


“ Pulanglah dan hati-hati dijalan. “ ujar Deycla.


“ Baiklah dan kau beristirahatlah jangan nonstop bekerja jika kau sakit aku yang repot. “ kata Davin dengan wajahnya yang khawatir akan dirinya karena jika Deycla sudah sakit rasanya Davin akan susah untuk bebas apalagi dia seharian akan menjadi pembantunya Deycla.


“ Hahaha dasar kau ini, pasti kau takut kan disiksa denganku. “ balas Deycla sambil tertawa.


“ Tuh kau tau sendiri, aku pulang dulu Dey. Goodnight girl. “ kata Davin lalu melambaikan tangan ke arah Deycla dan Deycla pun membalas lambain tangan Davin.


Davin masuk ke dalam mobil dan mobilnya pun melesat dengan cepat dari mansionnya Deycla. Davin merasa tenang setiap bertemu Deycla, entah kenapa jika menatap wajah Deycla hatinya selalu terasa adem. Hp Davin berdering dan Davin melihat ID callernya dari asistennya dan meminta Davin besok pagi untuk bersiap-siap karena besok dia harus ke indo karena perusahaan yang baru saja dia akan dirikan ada masalah. Davin merasa sangat pusing apalagi dia besok harus meeting dengan kliennya dari itali. Davin meminta asistennya untuk duluan pergi kesana sedangkan Davin belakangan karena masalah perusahaan masih bisa diselesaikan kapanpun tapi ini adalah klien utama nya dan dia tidak bisa meninggalkan meeting itu.


“ Ah sial kenapa aku selalu saja didatangi oleh masalah yang berat. “ geram Davin membanting setirnya.


Deycla adalah seorang wanita muda yang baru saja merintis bisnisnya di bidang kosmetik dan produknya sangat terkenal sehingga banyak orang berbondong-bondong mengantri jika perusahaannya mengeluarkan produk baru. Produknya sangat bagus sampai artis-artis top memesan produknya langsung dan tidak ingin kehabisan. Banyak juga pria yang ingin mendekati Deycla karena Deycla merupakan pengusaha wanita muda yang tersukses ke 2 namun sepertinya Deycla adalah wanita yang sangat susah untuk didekati.


sedang berada diruang kerjanya sedang fokus melihat sesuatu yang sangat penting juga bukti-bukti kejahatan seseorang. Dia merasa sangat puas karena telah mendapat kartu as orang itu hanya tinggal menunggu tanggal mainnya meledakan bom emasnya itu. Deycla menelpon orang suruhannya untuk mencari bukti lain lagi jika ada sebagai cadangan jika bukti yang ini tidak berhasil dan meminta anak buahnya untuk tetap mengawasi dan menjaga keluarganya yang berada di Indonesia.


Davin baru bangun dan menuju dapur ingin mengambil air putih karena haus. Lalu Davin menuju ruang tamu ingin menonton tv melihat berita hari ini namun Davin terkejut karena sudah ada seorang wanita yang duduk santai disitu.


“ AAAAA, kau ya. Hampir membuat jantungku keluar dari tubuhku. “ kata Davin sambil mengusap dadanya karena terkejut.


“ Oh maaf, aku mengejutkanmu ya? “ kata Deycla dan menumpangkan wajahnya di tangan kanan sambil menatap Davin dengan senyum tak bersalahnya.


“ Astaga aku harus sabar menghadapi malecenfi yang usil ini. “ balas Davin dan duduk di sofa menarik nafas dan menghembuskan pelan.


“ Hey sebut yang benar, apa kau mau dituntu sutradaranya karena salah sebut? “ ujar Deycla.


“ Sutradaranya takut padaku, dia tidak akan berani menuntut. “ jawab Davin dengan sombong.


“ Jelas takut karena kau seperti jombi. “ balas Deycla lalu tertawa kecil.


“ Kau!! Berani sekali kau mengatai ku jombi setelah aku menyelamatkan hidupmu. “ ujar Davin dan melototi Deycla karena mengatainya jombi.


“ Kau tidak sadar, adanya aku yang menyelamatkanmu dari wanita-wanita yang ingin memperkaosmu. “ balas Deycla lagi.


Davin menghembuskan nafas kasar memilih untuk diam saja dan menghidupkan tvnya lalu mengklik channel khusus berita karena jika meladeni Deycla terus menerus tidak aka nada habisnya. Melihat Davin yang sepertinya hampir emosi, Deycla hanya tertawa saja mengerjai teman-temannya pagi-pagi gini memang kebiasaan Deycla. Deycla pun ikut menonton berita namun tiba-tiba matanya terfokus pada seseorang yang berada di tv. Dia melihat seorang pria gagah berusia 29 tahun yang sedang berada di acara tv luar negeri, dia adalah pria yang sangat dicintai Deycla. Deycla sangat ingin bertemu dengan pria itu namun belum saatnya karena dia harus melakukan sesuatu sebelum bertemu dengannya.


Davin sadar atas apa yang dilihat oleh Deycla dan dia hanya menghembuskan nafas kasar lalu pergi ke kamarnya. Davin berdiri membelakangi pintu dan menyenderkan badannya, melihat ekspresi Deycla yang hampir menangis tadi membuatnya juga ikut sedih. Dia tidak bisa melihat wanita yang ia cintai bersedih, rasanya tidak sanggup. Ingin dia mengusap dan menghapus air matanya namun rasanya dia tidak bisa. Davin menghubungi orang suruhannya yang bekerja di kantor pria itu dan meminta untuk tetap mengawasinya demi Deycla. Kebahagiaan Deycla adalah kebahagiaan Davin juga jadi dia akan melakukan segera cara agar Deycla selalu tersenyum dan bahagia.