
Zarra menghubungi Chris tetapi tak kunjung diangkat. Sejak kejadian beberapa hari lalu Chris selalu menghindar dari Zarra dan mebuat Zarra frustasi. Zarra pun melanjutkan pekerjaannya dan sedang berusaha untuk memulihkan nama baiknya karena nilai saham Naleri Corporation mulai menurun dan banyak klien yang mebatalkan kerja sama dengannya.
Sementara itu Devan juga yang pusing karena saham di perusahaan utama keluarga mereka ikut menurun belum lagi menjawab pertanyaan dari reporter. Sedangkan Edison dan Marry berusaha untuk menjelaskan semua ke Ares dan Nela dan berusaha membuat mereka percaya kembali.
“ Tian tolong kosongkan jadwalku nanti siang. Dan siapkan mobil karena aku akan bertemu dengan Chris. “ perintah Zarra sambil fokus mengerjakan dokumennya.
“ Baik nona. “ jawab Tian yang sedih melihat bosnya yang terlihat frustasi.
Zarra mengusap wajahnya kasar dan memijat keningnya yang terasa sangat pusing itu, “ Chris kenapa kau menghindariku? “
Chris hanya menatap layar hpnya dengan ekspresi yang sangat datar. Dia masih kecewa terhadap Zarra dan merasa Zarra telah menghianatinya. Bahkan Chris kembali bertekad untuk membalas Zarra karena telah menyakitinya dan juga atas kematian Naya. Datanglah Ferga sepupunya itu untuk menemui Chris, Ferga pun langsung duduk di kursi yang berada di depan Chris.
“ Kalau raut wajahmu begitu terus akan membuat wajahmu jadi tua. “ ucap Ferga sambil memutar-mutarkan kursinya.
“ Setidaknya aku masih tampan. “ jawab Chris seadanya.
“ Apa kau percaya dengan apa yang kau lihat di hari kemarin? “ tanya Ferga menatap wajah sepupunya itu.
“ Semua bukti sudah jelas dan aku harap kau jangan membahasnya karena moodku sedang tidak baik hari ini. “ jawab Chris dengan wajah tegang.
“ Oke oke aku tidak akan membahasnya. “ Ferga mengeluarkan flashdisk dari saku celananya dan memberikannya kepada Chris. “ Kau lihatlah ini, karena apa yang kau pikirkan itu semua tidak benar dan aku tidak ingin kau terus menyalahkan Zarra. “ ujar Ferga dengan tersenyum lalu dia berdiri dan berjalan keluar dari ruangannya Chris.
Chris melirik sekilas ke arah flashdisk itu dan menghela nafasnya. Karena dia penasaran dengan apa yang berada didalam flashdisk ini dia pun menyambungkan ke laptopnya dan membuka file dengan nama Naya.
Chris mengerutkan keningnya kenapa file ini Bernama Naya, Chris pun mengkliknya dan melihat foto Riana yang sedang berada dirumah Naya lalu ada video dan dia langsung memutar video itu.
Chris sangat terkejut denga napa yang dilihatnya ternyata Zarra memang tidak ada sangkut pautnya dengan kematian Naya, dan orang yang berada dibelakang itu semua adalah Riana yang merupakan tantenya Zarra.
Orang yang sama dengan yang merencanakan kecelakaan Kean, lalu dia memutar rekaman suara Ferga yang sedang bertanya-tanya kepada wartawan yang dibungkam oleh Zarra ternyata maksud Zarra ingin mencari pelakunya diam-diam. Selama ini Chris telah salah sangka terhadap Zarra, tetapi rasa kecewanya terhadap Zarra masih ada. Tiba-tiba Chris mendapat pesan dari unknown number meminta untuk bertemu di cafe seberang kantornya.
Chris pun beranjak dan pergi ke cafe sebrang bersama pengawalnya untuk berjaga-jaga jika ada hal buruk terjadi. Chris pun langsung masuk kedalam cafe itu dan orang yang sudah menunggunya melambaikan tangan, Chris pun menghampiri dia.
“ Maaf mengganggu waktunya tuan Chris. “ ucap Kean dengan ramah.
“ Apa aku mengenalmu? “ tanya Chris dengan wajah datarnya.
“ Kau yang menyelidiki tentang kecelakaanku dan membantu ayahku. Tebak saja siapa aku. “ jawab Kean dengan santai.
“ Kean? “ ucap Chris sambil menatap bingung ke arah Kean.
Kean pun tersenyum dan mengangguk, “ Benar saya adalah Kean. Terimakasih sudah membantu ayah saya dalam mencari dalang dibalik semua ini. Aku kira kau akan menganggap ini kecelakaan biasa juga. “ ucap Kean sambil meminum minumannya.
“ Bagaimana kau bisa selamat? Yang aku tahu kau … “ Chris benar-benar terkejut dengan seseorang yang sedang berada didepannya saat ini, sebelum Chris selesai berbicara Kean menyanggahnya.
“ Meninggal. Aku tidak meninggal dan masih dalam kondisi kritis saat itu, dan mayat yang dibawa keluar dari ruangan operasi itu adalah mayat orang lain. Soal bagaimana aku selamat, aku tidak bisa menceritakannya sekarang. “ ucap Kean kembali.
“ Lalu selama ini kau berada dimana? “ tanya Chris lagi.
“ Aku koma selama setahun dan bisa sadar adalah keajaiban bagiku dan keluargaku. Aku melakukan pemulihan karena kakiku yang tidak bisa berjalan. Oh iya dan soal Zarra, apakah kau menjaganya dengan baik? “ tanya Kean tetapi Chris tidak menjawabnya, Kean pun hanya menghela nafasnya dia berdiri dan hendak pergi namun saat ingin melewati Chris dia menepuk pundak Chris, “ Zarra sangat mencintaimu dengan tulus.
Dan apa yang kau lihat tidak seperti kenyataannya, raihlah ia kembali atau aku yang akan merebutnya darimu. “ ucap Kean lalu dia memakai topinya dan pergi.
Chris masih berusaha memahami yang dikatakan Kean, pikirannya sangat campur aduk apakah dia akan memaafkan Zarra atau tidak. Tapi foto sangat jelas bahwa itu adalah foto Zarra, Chris pun berdiri dan berjalan menyebrang kembali kekantornya. Sedangkian sudah ada Zarra diruangannya, Chris hanya menatapnya sekilas dan langsung menuju tempat duduknya.
“ Kau sebenarnya sangat menggangguku. Aku ingin mengusirmu tapi aku memberimu waktu 5 menit untuk menjelaskannya. Ucap Chris dengan dingin.
“ Chris tolonglah percaya terhadapku, memang difoto itu adalah aku dan ada yang menjebak ku Chris. Aku bahkan tidak mengenal siapa pria yang berada di … “ belum sempat Zarra menyelesaikan pembicaraannya ada seseorang yang masuk dan menyanggah pembicarannya.
“ Kau tidak mengenalku sayang? Kita menghabiskan malam panas waktu itu. “ kata Reno yang ingin menyolek dagu Zarra namun tangannya ditepis oleh Zarra.
“ Siapa kau? Aku sama sekali tidak mengenalmu. “ ucap Zarra dengan tegas.
“ Ada keperluan apa anda kesini? “ tanya Chris yang sangat tidak suka melihat musuh bisnisnya itu yang sangat licik.
“ Aku hanya membantu Zarra menjelaskan semuanya. “ ujar Reno lalu duduk santai di sofa ruangannya Chris.
“ Chris jangan dengarkan dia, itu semua tidak benar. “ ujar Zarra sambil memohon ke Chris.
“ Keluarlah kalian berdua, kalian menggangu wwaktuku bekerja. “ usir Chris sambil memijat pelipisnya.
Zarra menundukkan kepala sepertinya Chris masih belum bisa memaafkannya dan langsung keluar dari ruangan itu, Reno hanya tersenyum senang melihat Chris yang sepertinya sangat membenci Zarra. Lalu Reeno menyusul Zarra dan meraih tangannya tetapi Zarra menepisnya.
“ Jangan coba-coba kau sentuh aku. “ bentak Zarra dan menatap dingin Reno.
“ Chris sudah membuangmu, apalagi yang kau harapkan dari dia? “ kata Reno.
Zarra sangat malas meladeni Reno dia pun berjalan keluar dari perusahaannya Chris dna masuk kedalam mobilnya. Zarra meminta Tian untuk mengantarnya ke bar biasa tempat dia berkunjung dan meminta bertmu dengan Denial. Denial yang mendapat pesan dari Zarra langsung menuju ke bar biasa tempat dia dan Zarra bertemu dan membatalkan beberapa jadwal kantornya hari ini.
Selang beberapa menitpun Denial sampai dan langsung masuk ke dalam bar itu, dia langsung menghampiri Zarra yang terlihat sangat frustasi dan sepertinya Zarra sudah minum beberapa gelas. Saat ingin meminumnya lagi, Denial mengambil gelas dari tangannya Zarra lalu meletakkannya di meja. Denial pun memesan minum dan meminta air putih untuk Zarra.
“ Minumlah ini, daritadi kau terlalu banyak minum. ‘ Denial membuka tutup botol dan menyodorkan air putih kepada Zarra.
Zarra hanya tersenyum singkat, dia malah mengambil gelas yang berisi bir namun Denial kembali meraihnya dan mendapat tatatan tajam dari Zarra. “ Minum dulu air putih lalu kau boleh melanjutkannya. “
Zarra pun mengambil botol yang berisi air putih itu lalu meneguknya sampai habis. Kepalanya yang tadi terasa pusing sekarang lumayan mereda, “ Den, menurutmu aku wanita yang seperti apa? “
“ Kau wanita yang sangat baik. “ jawab Denial sambil menyesap birnya.
Zarra hanya tersenyum singkat dan kembali meneguk birnya, “ Apa kau tidak membenciku? “
Denial menatap Zarra dia merasa sangat sedih melihat keadaan Zarra saat ini, ingin rasanya dia memeluknya tapi tidak bisa. “ Untuk apa aku membencimu? Kau sama sekali tidak ada kesalahan terhadapku. Dan soal itu, aku tidak mempercayainya.
Zarra menepuk pundak Denial dan tersenyum lalu menatapnya dengan matanya yang sudah sayu itu, “ Terimakasih Den. Kau memang teman terbaik. “
Zarra yang tadi ingin meminum birnya lagi, Denial meraihnya dan berdiri untuk membopong Zarra pulang. “ Sebaiknya kita pulang saja, kau sudah terlalu banyak minum. Tidak baik juga untuk kesehatanmu. “
Zarra hanya mengangguk dan Denial pun membantu Zarra berjalan dan memasukkannya dalam mobil. Denial pun mulai menyetir menuju kerumah Zarra, selama di perjalanan dia menatap Zarra dari spion tengah dan menghela nafas. Wanita yang sangat dicintainya dulu dan sekarang yang sudah menjadi sahabatnya terlihat sangat rapuh atas apa yang terjadi dalm kehidupannya. Denial berjanji akan selalu berada di sisi Zarra agar tidak ada yang menyakiti Zarra lagi.
Denial sudah tahu Kean masih hidup, karena beberapa hari lalu tidak sengaja dia bertemu Kean di restoran tempat dimana dia dan kliennya akan meeting. Malah sekarang Denial lebih memilih Kean bersama Zarra dari pada Chris. Tapi hati gak bisa dipaksakan dia berharap Zarra menemukan kebahagiaanya suatu saat nanti.
Dikamar Zarra terbangun dari tidurnya dan memegang kepalanya karena sangat pusing akibat dia terlalu banyak minum tadi. mengingat Chris, Zarra kembali meneteskan air mata karena sekarang Chris begitu membencinya. inilah kenapa dia takut memberitahu Chris.
“ Chris, aku sangat mencintaimu tolong jangan tinggalkan aku. “ kata Zarra sambil menangis.
Di luar kamar Devan mendengar perkataan adiknya, dia menghela nafas tidak ingin melihat adiknya bersedih. Devan ingin membantunya tetapi tidak tahu caranya bagaimana. Devan pun pergi dari kamar Zarra dan mengirim pesan ke Chris. Devan mencoba membantu menjelaskan namun sepertinya Chris masih tetap tidak percaya.Devan berharap masalah ini cepat berlalu.