
"Aku tidak tau, aku bingung"
Grep
Amara menggenggam tangan Mizumi
"Ku mohon, apa kau tidak mau melihat ku bangkit, kau bisa mendapatkan yang lain, yang lebih baik dari Cristo bukan ?"
Amara menatap wajah Mizumi dengan erat, ia terus berharap Mizumi setuju dengan permintaan nya
"Amara.., aku.., aku tidak keberatan jika harus melepaskan Cristo, tapi kami berdua sudah saling berjanji tidak akan meninggalkan nya satu sama lain, aku juga sudah berjanji dengan diriku sendiri akan menemani nya menjadi sampai seorang bintang" Kata Mizumi memberi penjelasan
Penjelasan dari Mizumi membuat Amara kecewa, tapi ia tidak akan menyerah begitu saja
"Kalau begitu, aku akan menunggu sampai dia menjadi seorang bintang, setelah itu aku juga akan menunggu sampai dia ingin meninggalkan mu, dia pasti akan bosan dengan mu lama lama"
Wow itu begitu menusuk hati ku ಥ‿ಥ
"Ka,kalau kau mau nya begitu ya sudah, tapi kau harus berjanji ini semua demi pertemanan kita"
"Hm, janji"
Amara memeluk Mizumi dengan suasana hati yang senang
Amara benar, aku bisa mendapatkan yang lain, tapi aku tidak ingin menghianati Cristo, ataupun menghancurkan pertemanan yang sudah terjalin ini
Amara lebih membutuhkan Cristo untuk bangkit, aku harus rela berkorban untuk pertemanan ini
"Ka, kalau begitu pulanglah, jika sudah tiba waktu nya, aku akan menemui mu" ucap Mizumi sembari menahan air matanya
"Baiklah, aku menyayangimu Erisa, aku akan menunggu kabar dari mu, ku harap kau tidak memberi ku harapan palsu"
"Iya, aku sudah berjanji dan aku akan menepati janji itu, ini demi pertemanan kita"
Kata kata Mizumi cukup meyakinkan untuk Amara, dengan tenang Amara menuju rumahnya, ia meninggalkan Mizumi di dalam cafe tanpa memikirkan perasaan Mizumi
Polos sekali, kau pikir aku benar benar ingin berteman dengan mu Erisa?
Cih kau terlalu naif 😏
Sesaat setelah Amara pergi meninggalkan nya, Mizumi menutup wajah nya dengan telapak tangannya, ia menangis sejadi jadinya
Tangisan Mizumi membuat seorang pelayan mendekati nya
"Nona kenapa ?" Tanya pelayan cafe itu sembari mengelus punggung Mizumi
"A,aku tidak, apa" jawab Mizumi terisak
Pelayan itu terus menghibur Mizumi, selang beberapa menit, Mizumi berhenti menangis
"Nah begitu kan cantik" ucap pelayan itu
Pelayan itu terlihat sangat bersinar, wajah nya begitu manis ketika ia tersenyum
"Siapa nama mu?" Tanya Mizumi, ia mulai merasa sudah merepotkan seisi cafe
"Nona bisa memanggil saya Iris" sahut nya dengan ceria
Iris...nama yang bagus
"Salam kenal ya Iris, maaf aku sudah merepotkan mu, aku jadi malu, sikap ku tadi terlalu kekanak-kanakan, bukan nya berpikir dengan kepala dingin, aku malah menangis di depan umum"
"Tidak papa Nona, anda bisa menemui ku jika anda butuh seseorang untuk berbagi sukaduka, Iris dengan setia akan menjaga semua rahasia Nona, sampai iris mati pun tidak akan iris bongkar"
"Terimakasih, ya sudah, ini uang untuk dua Cappucino tadi, sampai jumpa lagi ya"
Mizumi keluar dari cafe dengan perasaan lega, ia merasa baru saja bertemu dengan bidadari hari ini
Iris itu baik juga ternyata > ω <
aku beruntung sekali karena bisa mengenalnya, kapan kapan aku akan mengenal kan nya dengan kakak
Mizumi terus melamun di perjalanan pulang, sampai sampai ia tidak menyadari kalau dirinya sudah berada di depan kediaman nya
Ehh? kapan aku sampai ⊙.☉
"Selamat datang kembali Nona" sapa penjaga gerbang
"Iya terimakasih sudah menyambut ku" kata Mizumi dengan canggung
Sepanjang jalan ingin ke kamar nya, ada saja pelayan yang menyapa Mizumi, seolah olah itu adalah tradisi yang tidak boleh di lewatkan
Aduh aku mulai pusing dengan semua sapaan ini😵
Mizumi memasuki kamar nya
Karena habis dari luar, Mizumi sedikit kepanasan dan ingin segera mandi, perlahan ia melepas pakaian nya
Tapi sebelum ia melepaskan utuh pakaian nya, Mizumi mendengar suara siulan dari tempat tidur nya
Siapa itu?? (Tinggalkan komen ya 😙)