
Tak lama setelah Mizumi menutup telepon, ia merasa ada yang salah dengan dadanya
Semakin di diamkan rasa sakit itu semakin menjadi, sampai-sampai Mizumi tidak kuat berdiri dan jatuh
Da,dada ku terasa sesak sekali...*Mizumi memegang dadanya sembari meringis kesakitan*
"ERISA!!"
"Ada apa denganmu?"
Kakak >﹏<
Syukurlah ada kakak
"Dada ku terasa sesak, aku...aku sulit bernafas kak, tolong aku.." rintih Mizumi, ia mengepalkan tangan nya dengan kuat
"Bertahanlah aku akan membawa mu ke dokter!"
"Tidak ada waktu!! Aku tidak tahan, a,aku sulit bernafas...."
Edward menatap erat adiknya yang sedang berusaha untuk tetap sadar, ia terlihat seperti seseorang yang akan kehabisan oksigen
Mizumi melihat ke arah Edward, ia menaruh sedikit harapan sembari mencoba bernafas
Chup~♡
Tanpa pikir panjang, Edward langsung memberikan nafas buatan melalui mulutnya
Ia sudah tidak peduli pada yang lain lagi, demi menyelamatkan nyawa adik nya, Edward bisa melakukan apa saja, baginya keselamatan yang utama
"Huffh~" *Edward yang panik terus memberikan nafas buatan*
"Su,sudah kak uhuk!"
Mizumi menepuk nepuk dadanya sembari bernafas lega
"Apa itu tadi? Kenapa bisa seperti itu? Kau sakit? Kenapa tidak bilang!?, Kau membuat ku ketakutan"
Edward memeluk Mizumi dengan erat, Mizumi sempat kaget melihat reaksi Edward, ia memeluk balik kakak nya
"Tidak apa, aku hanya letih, kakak khawatir sekali padaku" ucap Mizumi tersenyum tipis
"Kau bodoh ya? Tentu saja aku khawatir, aku sangat menyayangimu"
Wajah Mizumi mulai merona, rasa khawatir Edward membuat nya merasa hangat
"Aku juga sayang kakak, sayaaang bangett"
Edward menjentik dahi Mizumi sembari sedikit merengut
"Lain kali jangan membuat orang khawatir seperti itu, yasudah ayo pulang"
"Tidak kak, aku ingin kembali ke Villa Cristo saja" *tersenyum polos dengan wajah tak berdosa*
Cristo lagi, seperti nya pemuda ini harus ku singkirkan dengan tangan ku sendiri
"Kalau itu mau mu, aku tidak akan melarang mu, kau sudah besar, kau bisa menjaga dirimu sendiri, berhati hatilah"
"Iya kak, siap"
Sesampainya di Villa Cristo
"Allo~ ada yang kangen Zumi tidak?" Sapa Mizumi sembari memasuki ruang tamu
"Nona" tanggap sang kepala pelayan, ia menyambut kedatangan Mizumi dengan senyum manis yang tulus
"Bibi, unch~ aku kangen bibi"
Mizumi segera memeluk
kepala pelayan
"Eeh Nonaa asal peluk aja, Bibi kotor nih, bau lagi"
"Udah bi, itu tidak masalah, lagian Zumi baru pulang dari kuliah juga, belum mandi, pufft >ω<....
karena Villa Cristo dekat dengan kampus, Mizumi tidak perlu nge-kos"
"Iya, Nona tinggal di sini saja, bibi senang sekali Nona kembali ke Villa tuan muda"
"Zumi juga senang"
Tak lama setelah berbincang dengan kepala pelayan, selama kurang lebih 30 menit, Mizumi naik ke atas dan masuk ke kamarnya
Klek
\(Mizumi membuka pintu kamar nya\)
Sudah lama sekali....
Aku jadi ingat saat aku pertama kali kesini, saat itu ada hujan dan saat itu juga Cristo datang di kehidupan ku...
Mizumi mendesah, kemudian merebahkan diri di kasur
"Owh ya! Baru ingat, aku harus banyak membaca buku, ****** nih kalau kurang materi" ucap Mizumi sembari menggaruk kepalanya
Setelah selesai membersihkan diri, Mizumi langsung mempersiapkan segala buku untuk ia pelajari
Dengan teliti ia pahami segala hal yang di bahas di buku yang ia baca
Tapi konsentrasi nya seketika terganggu ketika sebuah notifikasi muncul di layar Ponselnya
"Aku akan kembali ke kampus besok, tunggu aku di dekat gerbang ya"
Setelah membaca kalimat dari notifikasi itu, Mizumi dengan cepat membalas nya
Ilustrasi Wechat
Mizumi: "Sungguh, kau tidak sedang bercanda kan Cris?"
Cristo. : "Iya tidak bercanda, tunggu saja"
Mizumi: "Pasti"
To be continue.......