
Chu~♡
Mizumi mencium bibir Cristo, ia mengecup bibir Cristo cukup lama
Tak segan, Mizumi juga menggigit bibir Cristo hingga membuat nya terkejut
"Au!! sakit" kaget Cristo langsung mendorong Mizumi menjauh
Cristo memegang bibir nya dan mencari cermin, ia menjilati bibir nya yang terasa perih itu
"Mizumi maaf" Ucap Cristo tersadar akan tindakan nya, ia tadi mendorong Mizumi menjauh dari nya
Mizumi terlihat menunduk diam, ia menggosok kedua matanya, rambut nya yang terurai menutup wajah cantik nya
"Mizumi"
Cristo segera mendekati Mizumi, dan menatap mata Mizumi
"Kau marah pada ku sayang ?" Tanya Cristo
Mizumi tidak menjawab, ia melihat ke arah bibir Cristo yang mengeluarkan sedikit darah
"Hu....maafkan aku, aku tidak tau kenapa aku tadi sangat ingin menggigit mu, aku tidak bisa mengendalikan perasaan ku" Ucap Mizumi mengatakan apa yang ia rasakan
Mendengar ucapan Mizumi, Cristo tersenyum lembut sambil membelai rambut Mizumi
"Tidak apa, itu berarti kau sudah dewasa, jarang sekali bisa melihat pacar imut ku ini bergairah seperti tadi" Kata Cristo menyahuti
Cristo menarik lembut Mizumi ke pelukannya
"cup cup, jangan menangis"
Mizumi memeluk balik Cristo dengan erat, ia menggosokan kepalanya di dada Cristo
"Aku sangat bersyukur kau tidak marah" ucap Mizumi lirih
"aku tidak akan marah pada mu, kau adalah mutiara ku yang paling langka"
Mizumi tertawa geli, ia memukul pelan pundak Cristo
"dasar gombal"
"Ya sudah, cepat berkemas, aku akan keluar sebentar"
Cristo melepas pelukan Mizumi, kemudian berjalan keluar kamar apartemen, tak lama setelah ia meninggal kan Mizumi sendirian
Klek
Lampu kamar apartemen padam
"Crisstoo!!!" teriak Mizumi kaget
Mizumi panik, ia takut dengan kegelapan, kegelapan seolah-olah membuat nya merasakan sesuatu yang sangat mengerikan
"Cristo..." ucap nya lirih
Mizumi tidak bisa bergerak, tubuh nya kaku, dan sekitarnya terasa dingin, ia hanya bisa mendengar suara air dan ribut dari kamar orang lain
jangan tinggalkan aku sendirian sekarang.....
ku mohon kembali....
kembalilah sekarang......ku mohon.....
Tubuh Mizumi bergetar hebat, meski ketakutan, Mizumi masih berharap ada seseorang di sekitarnya sekarang
"Mizumi...kau baik baik saja?!"
ucap Cristo kembali
ke kamar apartemen
karena terlalu takut, Mizumi tidak bisa menyahut seruan dari kekasihnya
"Tenanglah sayang, aku akan mencari penerang, tetaplah di tempat mu sekarang" kata Cristo menenangkan Mizumi, ia segera merogoh laci
*Dua menit kemudian*
Flash~
Cahaya lampu senter mengenai Mizumi yang terlihat membeku di samping kasur
"Maaf aku lama, kau pasti sangat ketakutan, maafkan aku..., di bawah sana ada masalah dengan listrik nya"
Cristo memeluk Mizumi, ia merasakan nafas Mizumi yang tidak teratur
"tenanglah, semua akan baik baik saja, aku di sini" ucapnya
"A-aku sangat takut" kata Mizumi latah
"jangan seperti anak kecil, sudah jangan takut"
Mizumi menyandarkan kepalanya di dada Cristo sambil menstabilkan nafasnya
Syukurlah, tak lama lampu menyala kembali
"Huff..." Ucap Mizumi lega
Cristo menatap kekasihnya, ia merasa heran, di pagi hari yang sangat cerah ini, ketika mati lampu, seharusnya bisa saja membuka gorden agar kamar menjadi terang
tapi Mizumi malah ketakutan meskipun mati lampu hanya membuat kamar nya redup
Pufft...benar benar seperti anak kecil (gumam nya menggelengkan kepala)
Mizumi melihat sekeliling dan tersenyum, ia seperti sangat senang ada cahaya di kamar apartemen nya
ia juga melihat Cristo yang sedang melamun ke arah nya
Aku tau apa yang kau pikirkan
<( ̄︶ ̄)> gumam Mizumi menyipitkan mata