You Are My Life

You Are My Life
Chapter 24. Morphine dan Kavi



Seharian Kavi sibuk mengurus grand opening toko bukunya. Dia sangat fokus agar semuanya lancar dan tidak boleh ada kesalahan satupun yang terjadi. Kavi mengatur peletakkan rak buku agar tersusun rapi dan juga meja-meja cafe yang berada didekat taman agar pengunjung bisa membaca buku sambil bersantai dan menatap bunga-bunga yang berada di kebun buatannya.


Setelah kelar, dia mengajak para pekerjanya untuk berdoa bersama untuk kelancaran opening toko bukunya. Setelah itupun mereka saling menyeangati semoga banyak pengunjung yng datang ke toko buku mereka.


Grand opening pun dimulai, MC memulai acara didepan toko mereka dan menyambut pengunjung yang menghadirinya. Sedangkan Kavi bersiap di dalam toko dan merapikan jasnya untuk kata sambutan yang dia beri nanti.


Mc pun memanggil Kavi dan Kavi langsung keluar sambil melambaikan tangannya dan tersenyum ramah. Melihat para wanita yang menatapnya dengan tatapan kagum Kavi langsung bergaya sok cool.


“ Terimakasih semuanya sudah mau menyempatkan untuk mampir di acara ini. Tidak banyak yang saya sampaikan, saya berharap Kavi’s book and cafe ini bisa jadi tempat kalian mencari inspirasi. Itu saja dari saya, terimakasih. “ Kavi pun turun dari panggung dan masuk ke dalam lalu kekantornya. Dia merenggangkan dasinya karena merasa pengap.


Tiba-tiba Kavi merasa bosan, dia mengambil hp dan menghubungi Regas, namun Regas tidak mengangkatnya. Dia pun mengirim pesan ke Regas hendak mengunjunginya ke kantor, lalu meletakkan hpnya di meja sambil menunggu balasan.


Kavi menunggu sambil memutar-mutar kursinya namun tak kunjung ada balasan. Dia pun beranjak dari kursinya dan mengambil kunci mobilnya lalu keluar dari ruangannya, saat keluar dari toko bukunya kebetulan saja Morphine berjalan masuk kedalam toko bukunya tetapi Kavi tidak melihatnya.


Kavi masuk ke dalam mobilnya dan menyetir menuju perusahaan Regas. Regas ternyata sedang sibuk rapat dengan karyawannya dan mebahas perjalanan bisnis yang akan dia lakukan minggu depan.


Tak lama Kavi pun sampai dan langsung masuk perusahaan Regas langsung menuju ke ruangan Regas. Tanpa mengetuk, Kavi pun langsung masuk dan Regas menatapnya tajam karena mengganggunya.


“ Wah ternyata kau sedang sibuk ya. Pantas saja kau tidak balas pesanku. “ ucap Kavi langsung duduk dan mengangkat satu kakinya dan duduk dengan santai.


“ Kenapa kau datang? Aku sangat sibuk hari ini. “ ucap Regas datar.


“ Aku bosan dan tidak ada kegiatan. “ jawab Kavi dengan santai sambil memainkan ponselnya.


Regas pun menyuruh karyawan dan sekretarisnya meninggalkan mereka berdua, dan mereka pun langsung keluar. “ Bukan aku dengar toko bukumu sedang opening? Apakah sudah selesai? “


“ Kau lihat aku disini, berarti sudah kelar. “ jawabnya lagi dengan santai.


Regas menggelengkan kepalanya dan menatap datar temannya yang pemalas ini. Kavi memang sering datang ke perusahaan Regas hanya untuk bermain-main. Kadang Regas merasa terganggu tapi dia tidak enak mengusir kawannya. Dan karena mendengar kawannya baru membuka usaha toko buku dia pun mencoba untuk tegas agar temannya ini bisa bersikap dewasa.


“ Apa kau tidak mengawasi para pekerjamu? “ tanya Regas sambil mengerjakan dokumennya.


“ Tanpa diawasi mereka akan bekerja dengan baik. “ jawab Kavi dan mendapat tatapan datar dari Regas, Kavi hanya menyengir.


“ Sebaiknya kau pulang aku sangat sibuk dan masih banyak meeting yang harus ku hadiri. “ ucap Regas dengan tegas.


“ Oh ayolah kawan, biarkan aku disini. Apa kau tega melihat temanmu mati kebosanan? “ Kavi menatap Regas dengan tatapan memohon namun Regas malah menatapnya tajam.


Regas menekan intercomnya bermaksud memanggil security namun Kavi buru-buru berdiri dan keluar dari ruangan Regas. Kavi berjalan sambil menghentakkan kakinya karena kesal karena baru ini temannya menyuruh nya pergi seperti itu.


Kavi pun masuk ke mobil dan menuju ke toko bukunya kembali. Dengan langkah gontai dia masuk ke dalam toko bukunya namun tidak sengaja menabrak seorang wanita. Saat wanita itu hampir jatuh dia pun segera menangkap tubuh wanita itu dan terkejut karena dia mengenalnya.


“ Morphine? “ ucap Kavi secara tiba-tiba.


“ Loh Kavi? “ sahut Morphine sambil mengerutkan keningnya.


Kavi pun langsung melepaskan tubuh Morphine dan Morphine memposisikan dirinya kembali sambil merapikan bajunya. Dia menatap Kavi menggunakan kemeja, ternyata Kavi juga lumayan tampan menggunakan kemeja. Selama ini saat bertemu dengan Kavi, Morphine hanya melihat Kavi memakai baju kaos dan celana jeans.


Tapi kali ini dia benar-benar terpana melihat ketampanan Kavi.


“ EHmm, jangan ditatapin lama-lama entar lo jadi suka, gue yang repot. “ ucap Kavi sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya.


“ Lo ngapain disini Mor? “ tanya Kavi.


“ Ini kan toko buku, ya pasti baca bukulah. “ jawab Morphine sambil menunjuk ke arah spanduk .


“ Iya juga ya. Terus sekarang lo mau pulang? “ tanya Kavi lagi.


“ Iya, abis mau ngapain lagi. “ jawab Morphine dan bergegas ingin pulang lalu Kavi menarik tangan Morphine dan membuat mereka berdua canggung.


Kavi pun melepaskan tangannya dan menawari Morphine untuk mengantarnya pulang, “ gimana gue anterin aja sini? “


Morphine mengangguk dan Kavi mempersilakan masuk kedalam mobil, Kavi pun juga masuk kedalam mobil dan mulai menyetir.


Selama dalam perjalanan mereka berdua hanya diam, tidak ada pembicaraan di antara mereka. Kavi pun menghidupkan musik untuk menyegarkan suasana di antara mereka. Dan terplaylah lagu Happier, yang dinyanyikan oleh Olivia Rodrigo.


“ Wah ini lagu kesukaan gue. “ Morphine pun bersenandung saat mendengar lagu ini.


“ Lah sama dong? Ini lagu kesukaan gue juga. “ jawab Kavi yang tidak menyangka karena lagu kesukaan mereka sama.


“ Really? “ ucap Morphine dengan mata berbinar-binar.


Melihat tatapan Morphine yang seperti membuat Kavi berdebar, dunianya hampir melayang melihat senyum imutnya Morphine. Kavi pun menggelengkan kepala berusaha untuk sadar dan kembali fokus menyetir. Morphine mengerutkan kening heran dengan Kavi yang tiba-tiba diam dan fokus mendengarkan ke music lagi.


“ Kenapa dia sangat imut? Rasanya aku ingin menyentuh pipinya. “ gumam Kavi dalam hati.


“ Btw Kav, itu tadi toko buku punya lo? “ tanya Morphine berusaha memecah keheningan.


Kavi pun mengangguk lalu menjawabnya, “ Iya, gimana kesan pertama lo saat masuk kesitu? “


“ Toko bukunya bagus, gue suka. Dekorasinya juga sangat indah apalagi ada taman buatan yang bisa menyegarkan mat ajika sedang lelah membaca buku. “ jawab Morphine dengan jujur.


“ Sering-sering datang ya Mor. “ ucap Kavi sambil melirik sekilas ke Morphine.


“ Kalo gue sering datang, gue dapat apa? “ tanya Morphine sambil memangku dagunya lalu menatap ke Kavi.


“ Duh bisa copot nih jantung gue kalo di tatapin gitu mulu. “ gumam Kavi dalam hati, “ Ehm dapat cinta gue. “ ceplos Kavi lalu menutup mulutnya dengan punggung tangan karena tidak sengaja keceplosan.


Mendengar Kavi mengucap kata cinta membuat Morphine jadi semakin malu dan pipinya jadi merona. Bahkan jantung Morphine sangat berdebar-debar saat ini. Morphine pun sampai dirumahnya dan lansgung turun dari mobil dan mengucap terimakasih kepada Kavi. Sebelum Morphine masuk Kavi memanggilnya, “ Mor, besok lo ada acara gak? “


“ Engga, emang kenapa? “ jawab Morphine lalu bertanya.


Dengan gugup Kavi pun menjawab, “ Mau ngajakin lo kencan. Lo belum punya pacar lagi kan? “


“ Gue masih jomblo. Oke kabarin aja jamnya. “ Morphine pun masuk kedalam rumah dan Kavi menyetir kembali ke toko bukunya. Dia tidak menyangka akan mengajak Morphine berkencan.


Kavi masuk kerumahnya dengan melompat-lompat kecil karena suasana hatinya saat ini sedang gembira. bahkan saat mandi dia nyanyi gak jelas, dengan nada yang entah kemana-mana. tapi Kavi mah bodo amat, siap mandi dia langsung rebahan dikasurnya dan mulai memikirkan besok akan kemana dan apa yang dia lakukan di kencannhya nanti.


Tak lama Kavi pun tertidur dengan lelap, sedangkan ibunya yang tadi melihat dari luar kamar tesenyum melihat anaknya yang tidak biasa sesenang ini dan menutup pintu kamar Kavi pelan-pelan tidak ingin membangunkannya.