
Hari ini Zarra dan Chris pergi kekonsernya Lingga karena mereka berdua sudah janji akan datang. Zarra menggunakan top hitam dengan luaran blazer crop berwarna biru dan celana jeans biru muda unfinish, dengan menggunakan make up tips dan sentuhan tiint tipis berwarna pink.
Sungguh cantiknya Zarra hari ini seperti anak muda apalagi dengan Chris pasangannya yang menggunakan kaos hitam dan jaket kulit berwarna navy dengan bawahan yang senada dengan warna jaketnya. Sungguh pasangan yang sangat stylish, membuat orang-orang kagum saat melihat mereka berdua menuju ke tempat Lingga yang sedang bersiap-siap. Chris sangat bangga memamerkan kekasihnya yang sangat cantik, dia merangkul pinggang Zarra dengan sangat posesif menyatakan bahwa Zarra adalah miliknya.
Zarra tidak risih dengan perlakuan Chris malah dia sangat senang dan malah bergelayut manja terhadap Chris membuat semua orang yang melihat mereka uwuphobia. (jangan dibayangin bagi yang jomblo)
“ Hai Lingga, semoga sukses selalu ya. “ Zarra mengulurkan tangannya ke Lingga, dan Linnga pun membalasnya dengan tersenyum.
“ Thanks Zarr. makasih kalian berdua udah mau datang. “ balas Lingga dan melirik ke arah Chris dengan tatapan terimakasih.
“ Hai sahabatku, akhirnya cita-citamu tercapai juga. “ ucap Morphine yang baru saja datang dan memeluk sahabatnya ini, dan Lingga pun membalasnya.
“ Gila ya Lingga keren banget udah punya band sendiri. “ sahut Jodes yang juga baru saja datang.
“ Iya dong, ini semua juga karena dukungan dari kalian. “ ucap Lingga dengan rasa bersyukur memiliki sahabat yang selalu mendukungnya dari dulu.
Setelah saling mengucap selamat mereka pun megambil tempat didepan panggung. Chris memisahkan diri sebentar dari Zarra untuk menyapa teman-temannya yaitu Regas, Kavi, dan Leo. Sudah lama Chris tidak bertemu mereka bertiga karena Regas baru saja pulang dari paris dari perjalanan bisnisnya sedangkan Leo dan Kavi sibuk dengan usaha yang sedang mereka buat.
“ Wassup bro, apa kabar. “ Chris datang menyapa ketiga temannya dan dengan salam khas pria.
“ Wes my man. Udah lama gak jumpa. “ balas Regas sambil memberi pelukan khas pria.
“ Wah pak Ceo ternyata mau juga datang ke acara ginian. “ sahut Leo.
“ Kalau gak sama Zarra gue gak akan datang. “ jawab Chris sambil menatap ke arah Zarra yang sedang asik mengobrol dengan teman-temannya itu.
“ Bulol banget lo berdua. Udah kayak induk ayam sama anaknya ngekor mulu. “ ceplos Kavi lalu mendapat tatapan tajam dari Chris. Kavi pun langsung melipat bibirnya mendapat tatapan tidak enak dari Chris, “ Perasaan dari dulu gue salah mulu dah. “
Regas, Leo dan Chris pun tertawa mendengar Kavi, lalu mereka saling mengobrol soal pekerjaan mereka dan bisnis mereka masing – masing. Tak lama konser pun di mulai dan mereka bergabung dengan Zarra dan teman-temannya juga Denial, Dero, dan Alicia yang baru saja sampai. Konser pertama Lingga hari ini sungguh ramai, sampai banyak security yang menjaga agar tidak ada kerusuhan.
Lingga bermain gitar sambil bernyanyi dengan suara merdunya itu dan membuat para wanita terkagum. Jodes, Morphine, dan Zarra bertepuk tangan sambil meneriaki nama Lingga, Lingga yang mendengar teman-temannya menyemangatinya pun makin semangat. Konser itu berlangsung selama 3 jam, dari jam 6 sampai jam 10 malam.
Setelah konser, Lingga dan anggota bandnya membagi beberapa camilan untuk pengunjung yang sudah datang menonton konser mereka. Ini juga untuk menjalin hubungan dengan para fans mereka agar selalu mendukung mereka. Tak lupa juga mereka berfoto dengan para fans mereka, malah mereka dengan senang hati menerimanya.
Zarra, Jodes dan Morphine pun menghampiri Lingga untuk berfoto bersama, lalu datanglah Denial, Dero dan Alicia disusul Regas, Kavi, Leo, dan Chris. Mereka pun berfoto beramai-ramai dan meminta tolong security untuk memotret mereka.
Saat Zarra sedang asik melihat foto-foto nya dengan teman dan kekasihnya tidak sengaja dia tersenggol oleh seorang pria, Zarra hampir terjatuh namun pria itu menahan tubuhnya. Zarra terdiam sejenak menatap pria yang berada di depannya, pria itu menggunakan kaca mata hitam dan topi hitam dengan memakai headset di telinganya.
Pria itu langsung meminta maaf karena telah menyenggolnya, Chris melihat Zarra berada di dekapan pria lain langsung menghampiri Zarra dan menarik ke arahnya dan menatap tajam pria itu. Pria itu membalas dengan senyum lalu pergi.
“ Siapa dia? “ ucap Chris dengan nada yang terdengar cemburu.
“ Hey kalian ngapain? “ Alicia datang menghampiri mereka berdua dan menyadarkan lamunan Zarra.
“ Tidak apa-apa, kalian lapar gak? Makan yuk. “ ajak Zarra dan menatap Chris meminta persetujuan lalu Chris pun mengangguk mengiyakan Zarra.
“ Let’s go. Gue juga laper nih. “ sahut Kavi sambil mengusap perutnya.
“ Yaudah yuk, gue tau restoran yang enak yang gak jauh dari sini. “ ucap Lingga.
Mereka pun berjalan keluar dari tempat itu dan menuju ke restoran yang Lingga sarankan. Mereka pun masuk dan mulai memesan makanan sambil berbicara tentang konser Lingga tadi.
Sedangkan Regas, Kavi, Leo dan Chris kembali membicarakan soal pekerjaan mereka. Makanan pun datang dan mereka langsung menyantapnya karena sudah sangat lapar apalagi tadi mereka berdiri terus.
“ Kalian tau gak? Bentar lagi ada calon dua sejoli yang baru. “ ucap Denial sambil memakan kentang.
“ Siapa? “ tanya Zarra dengan heran dan melirik ke arah Jodes, Jodes pun hanya mengangguk saja mengatakan bukan dirinya.
“ Nih berdua. “ Denial menunjuk ke arah Dero dan Alicia, Dero dan Alicia pun saling bertatapan dan berusaha menyembunyikan kegugupannya.
“ Wah-wah Der. Akhirnya bentar lagi gak jomblo, selamat buat kalian. “ Kavia memberi salam ke Dero dan Alicia, namun saat memberi salam ke Alicia tangannya di tepis oleh Dero dan menatap tajam Kavi. Kavi pun menelan salivanya dan menarik tanganya kembali.
“ Yang boleh megang tangan Alicia hanya gue. “ ucap Dero dengan nada yang dingin dan memegang erat tangan Alicia lalu menyembunyikannya disaku celananya, mendapat perlakuan Dero pun Alicia menyembunyikan wajahnya dibahu Dero karena malu.
“ Wait.. kalian kapan jadiannya? Kok gue gak tau? “ tanya Zarra karena dia tidak tahu Dero dan Alicia dari kemaren pdkt dan sekarang sepertinya sudah jadian.
“ Kita gak jadian, tapi komitmen. “ jawab Dero lalu menatap Alicia dengan lembut begitu juga dengan Alicia.
“ Dan setelah melihat ke uwuan Zarra dan Chris sekarang gue harus melihat keuwuan kalian berdua. “ ucap Denial sambil menggelengkan kepalanya dan memegangnya seolah dia sedang pusing.
Mereka semua pun tertawa mendengar apa yang diucapkan Denial. Hari sudah makin larut dan mereka berpisah untuk pulang. Sungguh lelah rasanya akan konser tadi dan sangat puas karena bisa menghabiskan waktu bersama.
Jarang-jarang mereka bisa bertemu apalagi karena mereka yang masing-masing selalu sibuk. Kalo gak sibuk kerja ya sibuk bucin. Dero mengantar Alicia kerumahnya, sepanjang jalan sesekali dia melirik ke arah Alicia yang sepertinya kelelahan karena konser tadi. Dia tadi menyangka bahwa Alicia akan menjadi keasihnya, dan Dero sangat mencintai Alicia sekarang. Dia berjanji tidak akan pernah menyakiti gadis itu dan akan selalu menjaganya dengan segenap hatinya.
Mereka pun sampai dirumah Alicia, Dero membangunkannya dengan hati-hati namun ternyata Alicia sangat lelap. Dero pun menggendong Alicia dengan ala bridal style dan meminta pak satpam untuk membukakan pintunya.
Dero meminta ijin kepada kedua orangtua Alicia untuk mengantarnya ke kamar dan orangtua Alicia pun mengijinkannya. Dengan pelan-pelan Dero menurunkan Alicia ke tempat tidur dengan hati-hati agar tidak membangunkan Alicia. Sebelum pergi Dero menatap Alicia sejenak dan mengucap keningnya.
“ I love you sweetie. “ ucap Dero dengan pelan.
Dero pun keluar dari kamar Alicia dan pamit pulang ke kedua orangtua Alicia lalu Dero masuk ke dalam mobilnya dan menyetir untuk pulang.