
Tuttt Tuttt!! Deycla berdecak kesal karena daritadi dia menghubungi Davin tak kunjung di angkat. Deycla melempar hpnya di kasur dan lanjut memasukkan pakaiannya ke dalam koper dan membawa keperluannya beberapa untuk di bawa ke Indonesia. Hari ini dia dan Davin ada perjalanan bisnis disana dan juga Deycla memang ingin membuka bisinis di Indonesia. Sebenarnya ada rencana lain yang membuat Deycla dan Davin harus datang ke Indonesia namun mereka harus fokus ke bisnisnya dulu, masalah rencana biarlah para asisten mereka yang mengurusnya.
Setelah siap semua Deycla masuk ke mobil dan meminta asistennya mengantarkan ke mansion Davin karena dia tahu Davin pasti masih tidur saat ini. Deycla mencoba menghubungi Davin lagi tapi kali ini malah telponnya di reject. Deycla bertambah kesal karena dia tidak ingin terlambat penerbangan. Saat sampai Deycla langsung masuk dan langsung menuju kamar Davin dan benar saja dia memang masih tertidur pulas dan membuat Deycla menjadi emosi.
“ DAVINNN!!! “ teriak Deycla dengan suara melengkingnya dan membuat Davin terkejut.
“ AAA set set! Siapa kau yang berani mengganggu tidur pangeran? Apa tidak takut di bunuh? “ Davin yang terkejut dan terbangun langsung bergaya seperti ingin menghajar orang.
“ Kau yang akan ku bunuh jika kita terlambat penerbangan pagi ini. “ gerutu Deycla yang sudah sangat kesal.
Davin menyipitkan matanya dan melihat Deycla yang sedang menatapnya sangat dingin membuat Davin bergidik dan langsun bergegas untuk mandi. Davin langsung berpakaian dan untung saja kemarin dia sudah menyiapkan semua pakaiannya dalam koper jadi saat sudah siap semua tinggal berangkat. Davin dan Deycla pun masuk ke mobil dan supir mengantarkan mereka ke bandara.
Sungguh canggung dan hening suasana di dalam mobil karena Deycla yang masih marah terhadap Davin yang terlambat bangun. Davin hanya bisa diam saja karena dia tidak ingin membuat harimau betina yang sedang kesal makin murka. Bisa habis hidupnya hari ini dan Davin tidak ingin itu terjadi. Mereka pun sampai dan langsung check in lalu menuju pesawat dan naik untung saja mereka tidak telat, mereka berdua pun menghembuskan nafas lega.
Davin dan Deycla mengambil kursi VIP, karena tidak sempat sarapan mereka meminta membawakan sarapan untuk mereka berdua. Makanan datang mereka pun langsung menyantapnya dengan lahap. Davin masih mencari cara untuk meminta maaf ke Deycla namun sepertinya Deycla mengacuhkannya. Deycla peka terhadap Davin yang daritadi ingin mengajaknya berbicara, namun sengaja dia ingin mengerjai Davin sebagai balasan tadi pagi yang membuatnya emosi.
“ Dey, maaf dong jangan marah. Aku lupa pasang alarm, lain kali gak gitu lagi deh. “ ujar Davin dengan nada mohon namun Deycla menyuekinya.
Namun Davin tidak kunjung menyerah, dia tetap berusaha untuk meminta maaf ke Deycla sampai Deycla menggubrisnya. 16 jam perjalanan adalah waktu yang ama, mereka menyempatkan untuk tidur agar tidak kelelahan saat sampai nanti. 2 jam lagi mereka sampai, Davin masih tertidur sedangkan Deycla sudah bangun dan sedang berada di toilet dia sedang merias dirinya agar menjadi seperti orang lain, karena takut jika orang-orang akan mengenalinya. Siapa yang tidak kenal dengan Zarra, sedangkan dia sudah jadi publik figur.
Untung saja dia sudah kursus makeup sejak lama jadi dia mempunyai kemampuan merias, karena itu juga dia mendirikan perusahaan kosmetik dan menjadi perusahaan sangat besar di Los Angeles. Cukuplah orang-orang mengenalnya sebagai Deycla Kartner, untuk identitas aslinya belum saatnya orang-orang mengetahinya karena dia dan Davin masih mempunyai misi. Selesai merias Deycla kembali ke tempat duduknya dan bersiap karena sebentar lagi mereka akan lepas landas. Davin yang baru saja bangun terkejut melihat penampilan Deycla yang sangat berbeda.
“ Kenapa kau melihatku begitu? Apa ada yang aneh? “ tanya Deycla karena Davin tidak berhenti-henti melihatnya dengan wajah yang melongo.
“ Kau tau? Aku hampir tidak mengenalmu. Darimana kau bisa pandai merias? Padahal aku sudah meminta rekanku dan aku sudah menyiapkan masker untuk kau pakai agar kau tidak di kenali. “ ujar Davin yang tidak menyangka ternyata Deycla mempunyai kemampuan tersembunyi.
“ Kau tau aku siapa kan? Dan juga di Los Angeles aku juga selalu tampil berbeda, kalo aku tampil dengan iden asliku mungkin orang-orang di indo yang mengenalku akan langsung terbang ke L.A .” ujar Deycla balik.
“ Iya juga sih, baiklah ayok kita turun. “ ujar Davin dan beranjak dari kursinya lalu mereka turun bersama.
Di luar bandara mereka sudah di sambut oleh asistennya dan langsung mengantarkan mereka ke hotel. Deycla dan Davin masuk ke kamarnya masing2 dan mereka membersihkan diri. Deycla mengeringkan rambutnya dengan handuk lalu duduk di depan kaca rias memakai skinker untuk menjaga kulitnya tetap sehat dan mulus. Lalu dia pun memakai piyama tidurnya bersiap untuk tidur, saat ingin mulai memejamkan mata Davin datang ke kamar Deycla dan masuk tanpa memberi tahu dulu membuat Deycla kesal karena dia sangat kesal.
“ Hai Dey. “ kata Davin dan langsung duduk di sofa.
“ Kau ini tidak lihat ya sekarang jam berapa? Kembalilah ke kamarmu aku ingin tidur. “ ujar Deycla dengan kesal.
“ Baru juga setengah dua belas, em hotel ini lumayan bagus juga ya. Gimana menurutmu? “ ujar Davin.
“ Hm ya memang bagus karena ini hotel termahal yang kita pesan. “ jawab Deycla malas.
“ Apa kegiatanmu besok? “ tanya Davin menanyakan jadwal Deycla.
“ Kau bisa tanyakan pada asistenku. “ jawab Deycla dan mulai memejamkan matanya.
“ Ck kalau ada kau disini buat apa aku bertanya pada asistenmu. “ balas Davin lalu berdiri dan menuju ke dekat jendela melihat ke arah langit malam.
Deycla tidak menjawab lagi karena dia sudah tertidur, Davin yang merasa tidak ada sahutan dia menghampiri Deycla dan melihat ternyata Deycla sudah tidur. Davin pun kembali ke kamarnya, saat baru keluar dari kamar Deycla dia melihat Sinthya juga Zeka di sebrang sebelah kanan baru saja masuk ke dalam kamar mereka. Davin merasa panas karena melihat adegan yang sangat panas di depannya dan langsung bergegas ke kamarnya, Johan yang baru saja datang juga mengetuk pintu kamar Davin dan langsung masuk.
“ Permisi Tuan, saya ingin memberitahukan jadwal anda besok dan juga nona Deycla. “ ujar Johan.
“ Darimana kau bisa mendapat jadwal Deycla? “ tanya Davin yang bingung kenapa Johan bisa mendapatkannya.
“ Dari asistennya nona, kebetulan kami berteman jadi tidak sulit mendapatkannya. “ ujar Johan menjelaskan.
“ Ah besok aku free ya, baiklah kalau begitu aku akan menemani Deycla. “ ujar Davin senang karena jadwalnya tidak terlalu padat.
“ Bagaimana dengan rencana kita tuan? “ tanya Johan.
“ Aku akan menunggu Deycla saja kapan akan melancarkannya, tapi tetaplah awasi mereka jangan sampai ketahuan. “ ujar Davin.
“ Baiklah tuan, saya permisi dulu. “ pamit Johan lalu keluar dari kamarnya Davin.
“ Sinthya, tunggu permainannya. “ batin Davin dalam hati.
Davin berencana untuk ikut bersama Deycla besok juga untuk berjaga-jaga jika ada seseorang yang mencoba untuk melukainya. Dia sangat berharap tidak ada yang mengenali Deycla, tidak sampai rencana mereka sudah terlaksana berhasil. Davin sudah meminta Johan untuk mengumumkan di sosial media bahwa dua pengusaha muda dari L.A berada di Indonesia untuk memancing Sinthya masuk ke dalam permainannya. Dia juga sudah tahu pasti akan banyak perusahaan-perusahaan ternama di Jakarta akan mengajak bekerja sama dengan mereka berdua. Davin juga ingin memulai bisnisnya disini dan ingin membuka usaha seperti Deycla yang sedang dalam persiapan.
Pagi pun tiba, Deycla sudah bangun dan bersiap-siap, dia memasang anting di telinganya dan merapikan make up serta bajunya. Deycla sarapan sambil memperhatikan tablet kerjanya, hari ini dia akan mengunjungi perusahaan yang sedang dalam masa pembangunan. Deycla tidak sabar untuk peresmiannya, pastinya usahanya akan semakin bertambah besar dan sukses. Davin masuk ke kamarnya Deycla dan duduk di depan Deycla mengambil roti lapis yang tlah di buat oleh Deycla.
“ Cih kau ini pegang-pegang makanan, cuci tangan dulu sana. “ kata Deycla memukul tangan Davin.
“ Aww, aku baru mandi jadi masih bersih. “ jawab Davin dan lanjut memakan rotinya.
“ Ada saja jawabanmu. Apa kau tidak bekerja hari ini? “ ujar Deycla.
“ Johan bisa mengurusnya lagian tidak ada yang penting jadi aku bisa ikut bersamamu. “ ujar Davin dengan santai.
“ Kalau kau malas-malas begini bisa-bisa seorang Davin menjadi miskin, dan aku tidak ingin mempunyai teman yang miskin. “ ujar Deycla dengan nada yang sedikit mengejek.
“ Wah Dey, jadi kau akan meninggalkanku jika aku bangkrut? Sungguh teganya dirimu padaku. Padahal susah senang kita selalu bersama. “ ujar Davin dengan raut wajah yang di buat sedih.
“ Hahaha, makanya ubahlah kebiasaanmu itu. Aku tidak suka mempunyai teman pemalas sepertimu, dan kau harus mengawasi langsung perusahaanmu. Apa kau mau jika ada kejadian Johan di jebak dan perusahaanmu akhirnya jatuh? “ ujar Deycla menasehati.
“ Jika seorang Deycla telah berkata pasti ada aja yang membuat khawatir. Tapi memang jadwal ku hari ini hanya sekedar merevisi saja, jika bertemu orang penting au selalu turun. “ ujar Davin.
“ Terserah padamu, aku harus berangkat sekarang. “ kata Deycla lalu beranjak berdiri dan mengambil tasnya dan keluar dari kamar menuju keluar hotel untuk segera mengunjungi perusahannya.
Davin menarik tangan Deycla untuk masuk ke dalam mobilnya, Deycla tidak menolak karena dia tidak ingin menghabiskan waktu menunggu taksi. Hanya memegang tangan Deycla saja sudah membuat Davin berdebar, Davin berusaha menahannya dan menstabilkannya. Sepanjang jalan Davin melirik sekilas ke arah Deycla karena penampilan wanita itu hari ini yang sangat berbeda. Hari ini Deycla sangat cantik apalagi dengan riasan di wajahnya yang tidak biasa dan membuat dirinya berbeda.
Mereka pun sampai di perusahaan Deycla dan langsung masuk, Deycla di sambut oleh Rion asistennya yang sudah berada disana menunggu atasannya. Rion menjelaskan tentang apa saja yang di butuhkan perusahaan ini nanti dan mminta mencari sponsor juga klien-klien yang akan mendukung mereka. Deycla tidak perlu khawatir karena dia memang sudah memiliki rekan kerja dari Indonesia yang pasti akan membantunya. Karena bosan, Davin pun berkeliling melihat-lihat perusahaan Deycla sekalian ingin memeriksa apakah ada yang kurang.
“ Aku cariin kemana ternyata kamu disini. “ kata Deycla menghampiri Davin.
“ Aku habis berkeliling sebentar, em perusahaanmu kalau siap pasti akan sangat besar dan banyak orang akan berbondong-bondong mengajak bekerjas sama denganmu. “ ujar Davin memuji.
“ Jelas, perusahaan siapa dulu dong. Dan aku bisa mengalahkan seorang Davin Smith. “ ujar Deycla berpura-pura sombong.
Hp Davin tiba-tiba berdering mendapat panggilan dari Johan, Johan meminta untuk segera ke restoran west yang sudah di kirimkan alamatnya oleh Johan untuk bertemu dengan petinggi. Davin ingin menolak namun ini sangat penting, dia menoleh ke arah Deycla dan ingin mengajak Deycla ikut bersamanya karena dia tidak enak meninggalkan Deycla sendirian, Deycla tidak menolak dan mengikuti Davin menemui kliennya.
Davin dan Deycla sudah berada di restoran west dan sedang berbincang dengan kliennya, pembicaraan mereka sangat serius hari ini sehingga mereka harus sangat fokus membahasnya. Di seberang mereka ada Chris Stanford yang juga sedang berbincang dengan rekan-rekan kerjanya, tak sengaja matanya melirik ke arah Deycla. Matanya tak henti-henti menatap Deycla, rasanya dia seperti sangat mengenal wanita ini namun dia mengingat siapa. Karena daritadi Chris melamun, asistennya mencoba menyadarkannya dan Chris pun kembali fokus mebahas pekerjaan mereka.
Deycla permisi ke toilet sebentar untuk buang air kecil, setelah itu dia berkaca merapikan rambutnya. Deycla sadar kalau dia daritadi di tatap oleh Chris, tanpa sadar dia mentikkan air mata karena dia sangat merindukan pria itu. Ingin sekali dia menghampiri dan memeluknya namun belum saatnya sampai semua rencana berhasil. Dia mencoba bersabar dan menunggu waktu yang tepat untuk mengungkap jati diri aslinya.
Deycla pun kembali ke mejanya dan ternyata kliennya baru saja pulang, karena merasa lapar mereka pun memesan makanan. Habis ini Deycla harus menemui kliennya untuk meminta dukungan atas perusahaan yang sedang dia bangun disini. Deycla sangat berharap semoga saja klien dan rekan kerjanya mau membantunya, sebenarnya jika ada Davin disampingnya dia tidak perlu khawatir karena Davin mempunyai koneksi yang sangat besar. Siapa yang tidak kenal Davin yang kekayaannya setara dengan Chris Stanford.
“ Eh liat deh, itu kan Davin Smith pengusaha terkaya yang hampir menjadi saingan Chris. “ ujar salah satu pengunjung restoran itu.
“ Gila ya, hebat banget cewek itu bisa ngedampingin Davin. “ balas yang satunya.
Chris tidak sengaja mendengar perkataan pengunjung yang berada disebelahnya lalu melihat ke arah Davin, namun saat melihat ke arah Deycla entah mengapa dia merasa sangat cemburu apalagi melihat ke dekatan mereka berdua. Chris meminta asistennya mencari tahu siapa Davin, namun karena asistennya sudah tahu dia langsng menjelaskannya ke Chris. Chris mengangguk-ngangguk dan tersenyum miring tidak disangka bahwa dirinya punya saingannya.
Saat Davin dan Deycla keluar dari restoran, mereka berpapasan dengan Chris. Deycla mematung karena melihat Chris di depannya sedangkan Davin merasa khawatir terhadap Deycla takut jika Chris mengenalinya dan dia juga tahu bahwa Deycla masih mencintainya.
“ Pak Davin Smith bukan? “ sapa Chris lalu menjabat tangan Davin, Davin pun membalasnya.
“ Benar sekali, panggil saja saya Davin. “ jawab Davin dengan ramh dan senyum.
“ Sedang apa anda di Indonesia? Apakah sedang ada dalam perjalanan bisnis? “ ujar Chris menanyakan.
“ Ya seperti itulah, dan aku juga ingin membuka usaha disini. “ ujar Davin.
“ Ah begitu ya, Davin siapa yang berada di sebelahmu? Apa dia kekasihmu? “ ujar Chris mencoba ingin tahu siapa wanita yang disamping Deycla.
“ Ah iya, kenalkan ini Deycla Kartner, Dia sahabatku dan juga rekan kerjaku, kebetulan kami sama-sama ada perjalan bisnis disini dan kebetulan dia juga sedang ada urusan disini untuk pembanguna perusahaannya. “ ujar Davin menjelaskan.
“ Halo nona Deycla, salam kenal saya Chris Stanford. “ ujar Chris mengulurkan tangannya untuk menjabat tangannya Deycla.
“ Salam kenal juga tuan Chris, senang bertemu denganmu. “ jawab Deycla dengan senyum ramahnya.
Chris merasa dejavu seperti pernah mengalami hal ini dan dia sangat mengenali senyuman ini, senyum manisnya Zarra kekasihnya dulu. Bahkan suaranya yang sangat familiar membuat Chris merasa bahwa ini adalah reinkarnasi Zarra atau mungkin sebenarnya Zarra memang masih hidup? Entahlah Chris tidak ingin terlalu memikirkannya.
Davin merasakan aura canggung tiba-tiba di sekitar mereka dan Chris daritadi tidak melepas tangannya dari Deycla, Davin pun berdehem untuk menyadarkan mereka berdua, dan mereka berdua pun melepaskan tangannya.
“ Maaf Chris, kami harus pergi karena masih ada beberapa pkerjaan lagi. Saya permisi. “ ujar Davin.
“ Baiklah Davin, hati-hati di jalan. “ ujar Chris.
Chris meminta asistennya untuk mencari tahu siapa Deycla, dia sangat penasaran dengan gadis ini, juga Davin apalagi alasan mereka yang sama-sama melakukan perjalanan bisnis. Soal Davin dia sudah tahu bahwa Davin sama derajatnya dengan Chris hanya dia juga seperti pernah melihat Davin di suatu tempat namun dia lupa dimana. Chris berpikir mungkin itu hanya halusinasinya saja. Hp Chris terus berdering saat melihat ID callernya dari Tesla dia sangat malas untuk mengangkatnya. Dia sama sekali tidak tertarik dengan gadis ini, di hatinya masih ada Zarra dan dia belum bisa membuka hati terhadap siapapun.
Tetapi saat dia melihat Deycla, dia merasakan sesuatu yang berbeda, ada rasa rindu yang mendalam dan rasa ingin memeluknya. Chris sudah memanggil Ferga dan Kean untuk segera ke kantornya untuk segera menanyakan hal ini. Tak lama mereka berdua pun datang.
“ Apa kalian mengenal dia? “ ujar Chris memperlihatkan foto Davin dahulu.
“ Ah dia Davin Smith kan? Pengusaha dari L.A itu yang sedang berada di Jakarta sekarang katanya? “ jawab Ferga.
“ Kenapa kau menanyakan dia pada kami? Apa kau meminta saran untuk bekerja sama dengannya? Kalau itu mungkin akan baik untuk perusahaanmu. “ ujar Kean.
“ Salah satunya memang itu, tapi apakah kalian pernah melihat wajahnya di suatu tempat? Karena aku merasa seperti melihatnya. “ ujar Chris menejlaskan.
“ Tidak mungkin kau pernah melihatnya, yang aku tau dari kecil dia sudah tinggal ke L.A dan yang kudengar dia juga baru pertama kalinya ke Indonesia. “ ujar Kean.
“ Benar kata Kean, lagian kalau kau pernah melihatnya aku juga pasti. Karena kita selalu mencari info bersama. “ sahut Ferga.
“ Bagaimana dengan gadis ini? Apa kalian mengenalnya? “ ujar Chris menunjukkan foto Deycla.
“ Dia bukannya penguasaha wanita yang paling sukses di L.A? dan kudengar dia dan Davin sangat dekat. “ ujar Ferga.
“ Aku seperti familiar dengan wajahnya. “ ujar Kean yang masih fokus menatap foto Deycla.
“ Ternyata bukan aku saja, aku juga merasa sangat mengenalnya hanya aku tidak tahu siapa. “ ujar Chris.
“ Ah kalian ini, karena dia cantik kalian berkata begitu. Ckckck. “ ujar Ferga menggelengkan kepalanya.
“ Bukan begitu Fer, dia memang mirip seseorang yang semua kita kenal, bahkan saat aku melihat senyum dan mendengar suaranya aku betul-betul seperti mengenalnya, dia seperti …. “ ujar Chris yang tidak menyelesaikan omongannya membuat Kean dan Ferga penasaran.
“ Seperti siapa? Bisa tidak kau jangan setengah-setengah ngomongnya. “ ujar Kean geram.
“ Kalau aku bilang kalian pasti tidak akan percaya. “ ujar Chris menghela nafas.
“ Sudahlah katakan saja, kau sudah membuat kami berdua penasaran. “ kata Ferga dan disahut dengan anggukan Kean.
“ Dia seperti Zarra, bahkan wajah nya pun sangat mirip. Bukan mirip dia memang seperti reinkarnasinya Zarra, bahkan aku meyakini dia adalah Zarra. “ ujar Chris.
“ Buahahahah, sepertinya kau sudah gila dan sudah terlalu frustasi. Apa aku harus memesan rumah sakit untuk merawatmu? “ ucap Ferga sambil tertawa dan lansgung memegang kening Chris apakah dia sakit atau tidak namun tangannya di tepis oleh Chris, Kean hanya geleng-geleng kepala saja melihat kedua sepupu itu.
“ Chris kau jangan mengada-ngada, tidak mungkin dia Zarra. Jelas-jelas Zarra sudah meninggal dan kita semua melihat dia di makamkan, aku tau kau masih belum bisa melupakannya tapi perlahan pasti bisa. “ ujar Kean dan duduk disamping Chris mengusap pundak sahabatnya itu.
“ Aku tidak mengada-ngada, jika kau melihatnya sendiri kau pasti akan berpikiran sama denganku. “ ujar Chris tetap yakin.
“ Oke baiklah kita anggap jika dia memang Zarra, lalu siapa yang meninggal dan di kubur? Secara bunyi monitornya kita melihatnya berhenti jadi menurutku mustahil itu Zarra. “ ujar Ferga yang tidak percaya.
“ Lihat saja dari pengalaman Kean, tanpa ku ceritakan kau pun tahu. “ ujar Chris.
Ferga dan Kean pun berpikir sejenak tentang yang mereka alami dulu bisa saja itu memang terjadi tapi bagaimana mungkin? Bahkan jika ingin mengganti pasien tidak akan bisa karena mereka selalu menjaga Zarra sewaktu koma.
“ Ah aku tak mau memikirkannya dulu, memang hal itu bisa terjadi tapi masalah waktunya kurasa mereka yang membantunya tidak akan sempat. “ ujar Ferga.
Mereka pun mencoba membicarakan tentang masalah dulu dari Zarra yang ditikam oleh seseorang, mencoba mengingat apakah ada momen atau sesuatu yang terlewatkan oleh mereka. Mereka harus mencoba melengkapi puzzle-puzzle yang terpisah dengan begitu mereka akan menemui jawabannya. Mereka akan mulai dari Davin karena Davin sangat dekat dengan Deycla jadi bisa saja seorang Davin banyak menyimpan rahasia.