
Setelah mendengar kronologi kecelakaannya Kean Chris pun mencoba menenangkan Pak Danil, Chris sudah menganggap Pak Danil sebagai keluarganya sendiri karena Pak Danil sangat berjasa bagi Keluarga Stanford. Chris pun mengambil ponsel dan memerintah anak buahnya untuk menyelidiki tentang kecelakaan yang dialami oleh Kean. Dia sangat yakin ada yang menyabotase mobilnya Kean dan ada yang membayar supir truk itu untuk menabrak Kean.
“ Buka rekaman cctv di jl. Rajawali 2, dan selidiki tentang kejadian hari itu. Cari tahu juga siapa yang menyabotase Kean Darmana. “ perintah Chris terhadap anak buahnya dengan tegas.
“ Baik bos, akan segera saya selidiki secepatnya. “ jawab anak buahnya Chris.
Chris pun mematikan ponsel sambil berpikir siapa dibalik semua ini, karena setahunya Pak Danil orang yang sangat baik, sedangkan Kean anaknya adalah anak yang ramah dan penurut baru pertama kali lihat saja Chris sudah tahu. Chris memanggil asistennya untuk membantu mempersiapkan pemakaman Kean jangan sampai ada yang kurang, dan Chris meminta asistennya untuk memberikan cuti selama beberapa minggu kepada Danil Darmana.
Senin pagi Keluarga Stanford sarapan bersama dan mengobrol sedikit tentang hari-hari yang mereka jalani. Ares menyodorkan formulir pendaftaran Universitas Pretzel. Chris sering kali pindah-pindah kampus karena dia sering merasa tidak cocok selama dia kuliah di beberapa universitas. Karena bosan, Chris ikut membantu papanya di perusahaan, ya untung saja Chris pintar bahkan dengan sedikit belajar pun dia ada bekal untuk memimpin perusahaannya menggantikan Ares.
“ Ini pindahan terakhir, dan papa minta kamu harus bertahan sampai lulus dan mengambil gelar doktor. “ ucap Ares dengan tegas sambil menyuap makanannya ke dalam mulut.
“ Aku tidak janji, tapi akan kucoba. “ jawab Chris dengan datar, “
“ Habis makan bersiaplah karena hari ini kau sudah mulai kuliah.” Ares pun menyelesaikan makanannya dan me lap mulutnya lalu bersiap-siap untuk kekantor.
“ Hari ini? Apa tidak bisa besok saja pa? “ Chris menghentikan makannya tiba-tiba dia tidak mood karena hari ini dia berencana melanjutkan penyelidikan kecelakaan Kean dan Naya.
“ Sudahlah Chris, ikuti saja kata papamu. “ kata Marry menengahi, tidak ingin suami dan anaknya bertengkar.
“ Baiklah kalo gitu Chris siap-siap dulu.” Chris beranjak dari kursinya dan pergi ke kamarnya di lantai atas. Chris memakai baju kaos hitam biasa dan celana jeans lalu jas kuliahnya yang ternyata sudah di persiapkan oleh ibunya. Dengan langkah gontai pun Chris keluar kamar dan kebawah lalu pamit kepada ibunya dan berangkat kuliah bersama ayahnya. Selama didalam mobil, dia dan ayahnya hanya berdiam diri saja, ayahnya pun mengambil sebuah berkas dan mmuli pembicaraan untuk menghilangkan rasa canggung.
“ Kelas yang kau ambil adalah manajemen dan Bahasa inggris. Baik-baiklah di kampus dan jangan buat masalah. “
“ Oke pa. “ jawab Chris dengan malas.
Setelahh beberapa menitpun sampai, Chris turun dari mobil dan pamit ke ayahnya, lalu ayahnya pergi dan menuju kekantor.
Saat Chris berjalan memasuki Universitas Pretzel, selalu siswa menatapinya. Ya karena Chris adalah wajah baru, para wanita menatapi dengan rasa suka ibarat fangirl yang bertemu idolnya, dan siswa lelaki menatapinya dengan kagum karena walaupun gayanya simple, tapi karena postur tubuhnya yang tinggi serta wajah nya yang sangat tampan menambah kelebihan pada pria ini.
Chris pun keruang komite penyerahkan formulir pendaftaran kepada dekan, dekan memanggil dosen Nita yang menjadi wali kelas mereka dan mengantarkannya ke kelasnya. Karena bel masuk sudah berbunyi, dosen Nita dan Chris pun berjalan menuju ke kelas mereka saat lewat kelas dan masuk seluruh siswa bersorak kagum terhadap Chris. Saat masuk kelas Dosen Nita meminta Chris untuk memperkenalkan diri, Chris pun memperkenalkan dirinya. Setelah memperkenalkan diri, Chris pun duduk di tempat yang ditunjuk oleh dosen Nita tepat disebelah Zarra.
Karena merasa Zarra daritadi memperhatikannya, dia pun mengajak berkenalan dan mereka pun saling berkenalan. Chris seperti familiar dengan wajah Zarra, dia seperti pernah bertemu gadis ini di tempat lain, selain di rumahnya Naya. Dia mencoba mengingat namun tidak bisa, lalu dia melupakannya saja toh tujuannya bukan itu. Bel istirahat pun berbunyi, Chris yang mau pergi kekantin tetapi dirinya didatangi segerombolan siswa, sebenarnya mereka hanya mengajak kenalan namun Chris dari dulu berpengalaman bahwa orang-orang yang mengajaknya berteman hanya karena statusnya yang anak orang kaya, bukan tulus berteman. Karena Chris mencueki mereka yang akhirnya mereka pun berantem, Chris awalnya males meladeni namun saat dia semakin di ganggu ketenangannya dia pun tersulut emosi.
Saat Zarra datang dan berteriak mereka pun saling melepaskan, Chris pun pergi keluar kelas namun saat mendengar suara Zarra yang menangis dan ketakutan terhadap Denial, Chris pun kembali ke kelas dan meninju Denial, akhirnya mereka pun saling meninju. Tapi saat mendengar suara Zarra yang makin menangis histeris, Chris berhenti dan menoleh kearahnya. Dia pun menghentikan aksinya dan meminta maaf ke Denial, dan mereka pun saling bermaafan dan berteman. Chris menarik Zarra ke kantin, namun Zarra ingin menyimpan bukunya dulu.
Setelah itu mereka lanjut ke kantin. Hari demi hari pun berlalu, Chris merasa sangat betah kuliah disitu apalagi hari-harinya di isi oleh Zarra dan teman-teman barunya. Sekarang Chris sudah sangat akrab dengan Denial and the geng, dia pun tahu bahwa mereka berteman tulus tidak memandang fisik seseorang.
Saat sedang makan dengan Zarra dan teman-temannya Zarra, dia hanya memandangi Zarra saja, entah mengapa hatinya sangat adem memandang Zarra. Zarra yang sadar terus dipandangi oleh Chris dia melambaikan tangannya untuk menyadari Chris.
“ Woy, sadar. Tau kok gue cantik. “ Zarra mengibas rambutnya ala-ala iklan pantene.
Chris pun langsung sadar dan duduk tegap, “ Dih pede amat lo. yang ada lo jelek. “
“ Terus kalo jelek kenapa daritadi ngeliatan gue? “ Zarra menopang dagunya dengan tangan kirinya dan menatap Chris, Chris yang di tatap pun langsung memalingkan wajah ke arah lain.
“ Bilang aja lo suka sama Zarra Chris. “ sahut Lingga.
“ Dih siapa yang suka. “ jawab Chris lalu meminum jusnya.
“ Alah gak usah malu-malu kucing Chris, mumpung Zarra masih jomblo. “ kata Jodes dan langsung mendapat tatapan tajam dari Zarra tetapi Jodesnya tidak menggubrisnya. Sedangkan Morphine sedang asik menyantap makanannya.
Bel masuk pun berbunyi dan mereka memulai kelasnya kembali, sampai saatnya jam pulang mereka semua langsung pulang, sedangkan Zarra dan teman-temannya seperti biasa untuk jalan-jalan sebentar untuk refreshing dari hari yang melelahkan ini.
Chris dan Zarra yang makin dekat tetapi karena suatu insiden yang disebabkan oleh Sinthya mantan teman Alicia, mereka pun bertengkar hebat bahkan jadi saling membenci. Alicia dan Sinthya pun bertengkar karena menciduk Sinthya yang menggoda pacarnya Gretha bahkan sekarang menggoda Chris. Bahkan sekarang Alicia berteman dekat dengan Zarra dan yang lainnya, sedangkan Gretha hanya golput tidak memilih untuk dengan siapapun dan dia bersikap netral saja.
Hari demi hari berlalu, sampai semua mahasiswa yang sudah di semester akhir pun ujian selama seminggu. Setelah ujian Zarra diminta papanya untuk langsung memimpin perusahahan kedua mereka karena tidak pemimpin disana, tidak mungkin Devan karena Devan sudah memimpin perusahaan pertama mereka. Zarra pun menerimanya asal nama perusahaan diganti menjadi nama tengahnya Zarra yaitu Naleri, jadilah Naleri Corporation.
Sejak ujian semester selesai, Zarra tidak lagi datang ke kampus karena dia sudah memimpin perusahaan. Jodes, Lingga, dan Morphine bersedih karena mereka tempo lalu bertengkar dengan Zarra dan niatnya saat ujian selesai mereka ingin meminta maaf namun Zarra tidak pernah lagi datang kekampus.
Entah mengapa Chris merasa sangat sepi karena tidak melihat Zarra lagi di kampus. Seperti ada sesuatu yang hilang dari hatinya, dan Chris pun menanyakan Zarra ke Denial Denial pun menjawab bahwa Zarra sibuk memimpin perusahaannya.
Tepat di hari sabtu saat melihat Zarra berkunjung, dia merasa sangat senang. Rasanya dia sangat merindukan gadis itu dan ingin menghampirinya, namun dia mengurungkan niatnya karena gengsi. Sinthya pun datang tiba-tiba dan mendekati Chris tapi Chris tidak meladeninya, Sinthya pun mulai menghasut Chris dengan menggunakan Naya dan ujungnya membuat Chris jadi terpancing. Dan ya Zarra dan Chris pun kembali bertengkar hebat saat berjalan ke parkiran. Tetapi saat melihat Zarra menangis karena perkataannya yang kasar, ada rasa sakit di hatinya dan ingin meminta maaf namun dia masih gengsi dan tidak mau harga dirinya jatuh. Chris pun pergi meninggalkan dia begitu saja tanpa meminta maaf.
Setelah wisuda, Chris langsung fokus untuk memimpin perusahaannya saat Chris memimpin pun Perusahaan milik keluarga Stanford makin sukses bahkan banyak yang ingin mengajak mereka bekerja sama. Chris sangat puas dengan hasilnya dan sangat yakin bahwa ayahnya akan sangat bangga dengan apa yang dia dapatkan.
Chris mendapat pesan dari orang suruhannya, dia memberi tahu bahwa mobil Kean memang disabotase oleh seseorang bernama Riana, dan untuk kematian Naya itu bukan bunuh diri melainkan dibunuh dan mereka pun masih menyelidikinya. Mereka sudah tahu siapa orang dibalik kematian Kean, tetapi belum tahu siapa orang dibalik kematian Naya. Chris yakin mereka adalah orang yang sama, yaitu Riana. Chris meminta anak buahnya untuk mencari tahu tentang Riana dan kenapa Riana melakukan hal ini serta meminta mencari tahu latar belakang Riana.
“ Riana, apa yang membuatmu sampai membunuh mereka berdua? “ batin Chris.
TINGGG!!!
Chris mendapat pesan dari ayahnya dan memintanya untuk pulang cepat karena ada hal yang harus dibahas. Chris pun segera menyelesaikan pekerjaannya, dan setelah selesai dia begegas pulang. Hari ini dia tidak menyetir dan meminta asistennya untuk menyetir, karena dia sangat kelelahan akibat jadwalnya yang sangat padat hari ini.
Saat menatapi jalan-jalan, tiba-tiba terlintas Zarra di pikirannya. Sepertinya dia sangat merindukan gadis itu tetapi dia buru-buru menepisnya karena dia menetapkan dirinya untuk tidak jatuh cinta dengan Zarra dan harus membalas perbuatannya. Selang beberapa menit pun dia sampai kerumahnya dan langsung masuk. Chris naik kekamarnya dan langsung mandi untuk menghilangkan rasa lelahnya. Setelah mandi dia pun langsung berpakaian dan menuju ke ruang tamu, lalu dia pun duduk mendengarkan apa yang ayahnya ingin sampaikan.
“ Chris, papa memintamu bertunangan dengan Zarra. Kau mengenalnya kan? “ Ares menyampaikan langsung ke Chris.
“ Zarra? Apa tidak ada gadis lain? “ Chris kaget karena harus bertunangan dengan wanita yang dibencinya. Rasanya tidak mungkin dia ahrus bertunangan dengan gadis itu, bisa gagal rencananya.
“ Dia setara dengan kita, lagi pula dia juga gadis yang baik. “ ucap Ares dengan santai, “ Terima sajalah dan jangan menolak. Sampai kapan kau akan terus menyendiri?”
Chris pun berpikir sejenak dan mulai berpikir akan rencananya, rasanya tidak apa-apa jika dia harus bertunangan dengan Zarra, dia pun bisa membalas gadis itu untuk kematian Naya. Chris pun menyetujui pertunangannya dengan Zarra, “ Baiklah aku akan menerimanya. “
“ Bagus, nanti papa akan mengabari keluarga mereka. Kau dan Zarra rundingkan lah tanggal pertunanganmu. “ ucap Ares lalu dia beranjak dan pergi ke kamarnya untuk beristirahat.
Chris pun naik keatas dan menuju ke kamarnya dan mulai menyusun rencana untuk membalas Zarra. Sebentar dia merasa senang bertunangan dengan Zarra, sebentar dia merasa kesal tapi akhir-akhir ini dia memang memikirkan gadis itu. Dia menggarut kasar kepalanya merasa frustasi kenapa bayang-bayang Zarra selalu muncul di pikirannya? , “ Argghhh kenapa aku terus memikirkan dia? Kenapa harus dia selalu? “
Chris mengambil hpnya dan menelepon Ferga dia ingin menanyakan soal ini, Ferga yang mendengar curhatan sepupunya hanya tertawa saja karena menurutnya Chris mulai menyukai Zarra dan Ferga pun senang akan hal itu.
“ Aku yakin, kau benar-benar menyukainya. “ ucap Ferga sambil tertawa.
“ Bagaimana mungkin? Aku malah merasa sangat membencinya. “ jawab Chris dengan nada yang ditekankan.
“ Hahahah Chris, dari benci sudah jadi cinta. Lagian kenapa kau harus membencinya? Lagian aku lihat dia sepertinya gadis yang baik. “ ujar Ferga yang sudah tahu tentang Zarra, karena Ferga juga mencari tahu latar belakang Zarra.
“ Aku tidak bisa menjelaskan soal itu. Dan dia tidak seperti dengan yang kau lihat. “ jawab Chris dengan datar.
“ Dan dia tidak seperti yang kau pikirkan. Aku yakin suatu saat kau akan jatuh cinta dengannya. “ balas Ferga kembali.
“ Ah sudahlah, meminta saran denganmu ujungnya akau yang dikatai. Aku tutup. “ Chris pun mematikan ponselnya dan memejamkan matanya, tiba-tiba dia sangat mengantuk. Tak lama Chris pun tertidur dengan pulas.
Setelah menetapkan tanggal pertunangan mereka, Chris datang ke Perusahaan Zarra untuk mengingat Zarra kembali. Padahal sebenarnya bisa melalui telepon tapi Chris ingin bertemu langsung, mungkin dia merindukan gadis itu tapi dia menepis kembali hal itu. Saat berjalan ke kantornya Zarra, Chris ditatapi oleh pegawai-pegawai disitu, mereka menatap Chris kagum dan sangat beruntung bos mereka bisa mendapatkan seorang Chris.
Zarra yang baru keluar dari kantornya dan hendak pulang kaget saat melihat Chris datang, hatinya berdebar-debar melihat pria ini. Chris sangat tampan menggunakan jas kantor, bagi Zarra dia sangat keren. Rasanya Zarra lebih suka melihat Chris menggunakan jas kantor daripada kaos biasa. Zarra pun tersadar dari lamunannya saat mendengar Chris mulai berbicara, Chris mengingati Zarra soal pertunangan mereka dan meminta Zarra untuk bersiap-siap sebaik mungkin dan Zarra pun menjawab Chris dengan sedikit dingin untuk menutupi kegugupannya terhadap pria ini.
Chris tersihir oleh kecantikannya Zarra membuat dia tiba-tiba ingin mencium gadis ini, saat tangannya yang sudah menyentuh pipi Zarra dia pun tersadar dan menjauhkan tangannya dari Zarra, sedangkan Zarra langsung pergi untuk pulang. Chris memukul pelan kepalanya kenapa dia seperti orang bodoh hari ini, dia pun membalikkan badan dan menuju basement masuk ke dalam mobil dan pulang.
Namun Chris malah mengikuti mobil Zarra, karena Zarra di ikuti oleh orang asing. Chris takut Zarra kenapa-kenapa lagi saat melihat jendela mobil itu terbuka dan mengeluarkan pistol, Chris langsung keluar dan memergoki penjahat itu. Karena ketahuan, penjahat itu pun langsung kabur, dan Chris menyuruh anak buahnya untuk mengecek cctv dijalan dan menyelidiki siapa orang-orang itu.
Saat sudah sampai dirumah Chris mendapat pesan dari anak buahnya dan telah menangkap penjahat itu, Chris pun mengambil kunci mobilnya dan pergi kerumah kecil tempat anak buahnya menyekap penjahat itu. Saat sampai Chris langsung masuk dan mulai menginterogasi penjahat itu. Tetapi menjahat itu sepertinya tidak takut terhadap Chris, lalu Chris menggunakan cara lain untuk mengancamnya dan penjahat itu pun memberi tahu siapa yang menyuruh mereka.
Chris tidak menyangka, kali ini orang yang sama lagi. Ya betul dia adalah Riana, orang yang menyebakan Kean dan Naya meninggal sekarang justru ingin membunuh Zarra entah apa tujuannya. Anak buah Chris yang sudah mendapat info tentang Riana langsung memberi tahu kepada Chris dan Chris pun semakin geram terhadap Riana karena kali ini dia hamper mengambil nyawa gadis yang di cintainya.
Chris tidak akan membiarkan Riana, dia menyuruh anak buahnya untuk terus mengawasi Riana dan juga Sinthya yang diketahui juga membantu Riana. Dia tidak akan membiarkan dua orang ini melukai Zarra. Chris berjanji akan melindungi Zarra dengan semua usahanya, dia tidak ingin Zarra mengalami apa yang dialami Kean dan Naya.
Hari pertunangan tiba, Chris terpukau melihat penampilan Zarra hari ini yang sangat cantik bagaikan putri dari negeri dongeng. Dia pun terus menatapi Zarra tanpa henti, dan dia semakin menyadari bahwa dia memang menyukai Zarra. Saat acara tukar cincin Chris pun merasa sangat bahagia, walaupun belum menikah tapi menandakan bahwa Zarra adalah miliknya. Dia berjanji akan mencintai gadis ini dengan segenap hatinya dan melindungi Zarra dengan nyawanya.