You Are My Life

You Are My Life
Chapter 29. Ulang tahun perusahaan Keluarga Wagner



Hari ini adalah ulang tahun perusahaan keluarga Wagner dan diadakan di rumah Johnson Wagner. Sungguh ramai yang datang ke acara itu dan berbagai pejabat pun datang menghadirinya. Devan dan Zarra sibuk menyambut tamu-tamu mereka, Chris dan Ragan membantu mereka dalam melayani tamu-tamu itu. Khanva mendampingi Marry mengobrol dengan tema-teman sosialitanya sedangkan Edison membicarakan bisnis bersama rekan-rekan kerjanya.


Ares dan Nela yang baru saja sampai langsung menghampiri Edison dan mengucapkan selamat atas hari jadi perusahaannya Edison. “ Selamat Edi, untuk hari jadi perusahaanmu. “


“ Terimakasih Ares, mari nikmati lah beberapa hidangan. “ Edison memepersilakan Ares dan Nela untuk menikmati beberapa hidangan yang telah mereka persiapkan.


Ferga baru saja sampai dan dia menyamar sebagai Dion hari ini, sebagai pengusaha baru dan sengaja menyebarkan isu tentang dia. Beberapa orang yang meihat Dion pun langsung menghampirinya dan mengajak nya mengobrol dana da beberapa orang ingin menjilat dan menjalin kerja sama dengannya. Ferga hanya tersenyum simpul saja tetapi tetap meladeni mereka.


Chris seperti mengenali seorang Dion bagaimana tidak karena Chris sangat dekat dengan sepupunya itu dan hanya Chris yang mengenali bagaimana gaya dan cara bicaranya Ferga.


Sinthya yang baru saja sampai langsung menghampiri Chris hendak untuk menyapanya, “ Hai Chris. Kau sangat tampan malam ini. “


Chris tidak menggubrisnya dan hanya tersenyum singkat, dia sangat melihat Sinthya si Wanita rubah ini. Dari jauh Zarra melihat Sinthya sedang bersama Chris timbullah rasa cemburu dan marah, Zarra pun berjalan kea rah mereka dan langsung lengannya Chris, saat melihat dia digandeng oleh kekasihnya Chris tersenyum lembut begitu juga dengan Zarra.


“ Hai Sinthya terimakasih telah datang ke acara ulang tahun perusahaanku. Aku harap kamu menikmati acaranya. “ kata Zarra dengan tersenyum.


Sinthya pun balas tersenyum lalu berkata, “ Aku pasti akan sangat menikmati hari ini dan tidak akan pernah melupakannya. “ Sinthya tersenyum simpul lalu pergi meninggalkan Chris dan Zarra.


“ Sebentar lagi Zarra tunggu saja. “ gumam Sinthya dalam hati lalu melirik ke arah Riana yang sedang menyesap champagne nya Riana pun melihat Sinthya dengan membalas senyum yang penuh arti. Karena mala mini mereka akan melancarkan aksinjya, dan orang-orang sudah bersiap di belakang panggung.


Reno memperhatikan Chris dan Zarra dari jauh, dia memasukkan kedua tangan ke dalam saku celananya. Dia menunggu hari ini, hari dimana Zarra dan Chris akan berpisah dan dia bisa meraih Zarra dalam pelukannya.


Acarapun dimulai, MC naik ke atas panggung untuk memimpin acara tersebut dan mengajak berdoa bersama sebelum dia membukanya. Selesai berdoa MC memulai kata-kata pembukanya sampai saatnya meminta Edison untuk naik ke atas panggung dan memberi kata sambutan. Edison pun naik ke atas panggun dan di beri tepuk tangan oleh tamu-tamu yang datang.


“ Terimakasih buat para hadirin dan tamu-tamu sayang terhormat mau menyempatkan diri ke acara ulang tahun perusahaan saya. Saya sangat bersyukur bisa sampai di detik ini, dan atas bantuan kedua anak saya yang membantu saya dala memimpin perusahaan, saya persilakan untuk kedua anak saya naik ke atas panggung. “ ucap Edison dengan ramah dan mempersilakan Devan dan Zarra naik ke atas panggung. Setelah itu Edison langsung memberi micnya ke pada Devan dan Devan mulai memberikan beberapa kata yang singkat, begitu juga dengan Zarra.


“ Selamat malam semuanya, perkenalkan saya Devanzo Raynald Wagner anak sulung dari Keluarga Wagner. Terimakasih sudah mau datang ke acara ini, dan terimakasih buat orang-orang yang selalu mendukung saya dalam memimpin perusahaan. Itu saja yang bisa saya sampaikan. “ Devan pun memberi micnya ke Zarra dan Zarra mengambilnya .


“ Tidak banyak yang akan saya sampaikan karena sebagian sudah diucapkan oleh papa saya dan kakak saya. Semoga kita semua bisa menjalin kerja sama dengan baik dan perusahaan kita masing-masing makin sukses. Terimakasih. “ Zarra pun menutup pidatonya, lalu Edison, Zarra dan Devan pun turun dari panggung dan MC kembali mengambil alih acara itu.


“ Sungguh keluarga yang kompak dan luar biasa ya. Baiklah kita saksikan dan kita lihat foto-foto tentang perusahaan Keluarga Wagner dari awal sampai masa sekarang. “ MC pun turun dan meminta multimedia untuk langsung memutarnya.


Terputarlah foto-foto perusahaan Keluarga Wagner dari jamannya Edison memimpin dan sampai dialihkan kepada Zarra dan Devan. Tiba-tiba terputarlah video blank lalu foto-foto Zarra tanpa busana membuat acara itu jadi riuh dan penuh dengan kegaduhan. Edison langsung pergi menuju ke multi media untuk menghentikannya sementara Marry langsung pingsan dan Ragan langsung membawanya ke dalam rumah sedangkan Zarra sekarang sangat panik, dia meminta Tian untuk mencari tahu siapa dalang dibalik semua ini.


Ares dan Nela masih terkejut denga napa yang baru saja merea lihat, Chris langsung menatap dingin Zarra meminta Zarra untuk menjelaskan. Riana dan Sinthya tersenyum sangat senang karena akhirnya rencana mereka berhasil.


“ Aku tidak melakukan apa-apa Chris, aku sedang dijebak. “ ucap Zarra sambil menangis yang sedang berusaha menjelaskan ke Chris.


“ Tapi foto-foto itu sangat nyata Zarra, bahkan kamu membiarkan diri kamu disentuh oleh pria lain? Ahahaha aku kira kamu wanita yang polos dan ternyata kamu adalah wanita ******. “ kata Chris yang sudah sangat emosi dan kecewa terhadap Zarra.


mendengar Chris mengatakannya ******, dengan spontan tangannya langsung menampar Chris, dan langsung mendapat bentakan dari Nela.


“ APA YANG KAMU LAKUKAN TERHADAPA ANAKKU VOZARRA? “ bentak Nela dan langsung mengusap pipi anaknya yang habis ditampar oleh Zarra.


“ Om kecewa sama kamu Zarra, lebih baik Keluargmu dan kami tidak berhubungan lagi dan putuskanlah pertunangan kalian. “ ucap Ares dengan dingin dan mengajak anak dan istrinya untuk keluar dari tempat itu.


“ Hai Zarra, bagaimana? hari ini sangat indah bukan? “ ucap Sinthya yang sangat puas melihat keluarga Stanford yang sangat kecewa terhadap Zarra.


“ Ini semua kerjaan lo kan? “ Zarra langsung menyambar Sinthya dan menarik rambutnya Sinthya namun langsung dilerai oleh pengawalnya Sinthya.


“ Oopss, tebakanmu benar sekali. Sudah ku bilang kalian berdua cepat atau lambat akan berpisah karena Chris hanyalah milikku. “ Sinthya menyilangkan kedua tangannya didada dan menunjukkan senyum jahatnya.


Zarra ingin menarik rambut Sinthya lagi namun didorong oleh pengawalnya Sinthya, Zarra pun hampir terjatuh tetapi tubuhnya ditangkap oleh seorang pria yang kebetulan saja daritadi menyaksikan perdebatan mereka berdua. Zarra mendongak dan terkejut saat melihat pria yang menangkap tubuhnya karena pria itu seperti Kean, dan memang benar itu Kean.


Sinthya pun pergi meninggalkan mereka berdua tetapi saat melihat Dion yang baru saja akan pulang, buru-buru dia menghampirinya dan menghadang jalannya.


Dion pun tersenyum dan menatap Sinthya mencoba untuk mengingat, “ Kamu yang ada di pameran waktu itu kan? Sinthya ya? Benar bukan?


“ Ternyata ingatanmu bagus. Ya benar aku Sinthya, emm apa kau di undang di acara ini? “ lanjut Sinthya.


“ Ya aku diundang tapi aku sangat kecewa terhadap acara ini. Dan aku tidak menyangka orang yang aku kagumi akan seperti itu. “ jawab Dion dengan raut wajah sendu.


“ Aku juga sangat tidak menyangka ckck. Memang yam au sebaik apapun seseorang pasti ada aja kejelekannya. “ Sinthya menggelngkan kepalanya sambil menatap kepergian Zarra yang berjalan menuju ke dalam rumah.


“ Kau tidak sadar akan dirimu wanita rubah. “ gumam Ferga dalam hati dengan senyum simpulnya.


“ Apa kau akan pulang? “ tanya Sinthya.


“ Aku tidak pulang, aku ingin berkunjung ke club milik temanku yang baru saja buka. “ jawab Dion yang sedang mengirim pesan terhadap seseorang.


“ Bolehkah aku ikut? “ ucap Sinthya dia bermaksud untuk mendekati Dion lebih jauh.


Dion pun mengangguk dan mengajak Sinthya untuk ikut mobilnya saja dan Sinthya pun tidak menolaknya. Mereka berdua masuk ke mobil dan menuju ke club milik temannya Dion. Saat sampai mereka langsung masuk dan Dion mengucapkan selamat kepada temannya atas opening club milik temannya dan juga mengenalkan Sinthya. Temannya Dion pun mempersilakan mereka masuk dan duduk lalu membawakan minuman untuk mereka.


“ Kau tahu Dion? Kau sangat tampan. “ ujar Sinthya yang sudah mabuk.


“ Benarkah? “ jawab Dion dan menatap Sinthya


Sinthya mengangguk dan meraih dagu Dion hendak menciumnya namun Dion menolaknya dan menjauhkan wajahnya. Sinthya sempat kesal namun dia harus bersabar agar Dion tidak membencinya.


Di lain sisi Zara masih terkejut dengan seseorang yang berada didepannya sekarang, ya dia adalah pria yang sangat ia cintai dulu, Kean. Zarra tidak menyangka melihatnya masih hidup, karena yang Zarra tahu dia sudah mati dan Zarra melihat mayatnya sendiri. Zarra pun menitikkan air mata dan pria itu langsung mengusap pipi Zarra dan menghapus air mata wanita yang masih sangat ia cintai.


“ Kamu masih canttik. “ kata Kean dengan mata yang berkaca-kaca dan dengan kerinduan di hatinya karena sudah dua tahun dia tidak bertemu dengan Zarra.


“ Apa ini beneran kamu? “ Zarra masih tidak percaya, Kean pun mengambil tangan Zarra untuk menyentuh pipinya.


“ Ini memang benar aku Zarra, Kean. Yang dulu adalah pacar dan sekarang mantan kamu. “ jawab Kean dengan lembut, “ Zarra jangan menangis. Kau tahu aku tidak suka melihatmu menangis.


“ Kamu lihat sendiri apa yang terjadi hari ini. Chris pasti sangat membenciku bahkan keluarganya memintaku untuk memutuskan pertunangan dengan Chris. “ Zarra menundukkan kepalanya.


Kean meraih Zarra ke dalam pelukannnya berusaha untuk menenangkan Zarra, “ Zarra, anggap ini ujian dan kamu harus kuat jangan jadi Wanita yang lemah. Teruslah berusaha, dan jika Chris mencintaimu dia akan memaafkanmu sebesar apapun itu kesalahanmu.


Dari jauh ada Ragan dari jauh menatapi mereka dengan wajah yang sangat sedih. Dia merasa bersalah karena tidak bisa membantu adik sepupunya. Tapi mau bagaimana lagi, mereka sudah punya rencana sendiri dan Ragan berjanji akan membalas perbuatan Riana.


“ Maafkan kakakmu Zarra, dan kau tenang saja. Ini hanya sementara aku pastikan Chris akan kembali padamu. “ ucap Ragan.


datanglah Khanva dari belakangnya dan ikut melihat ke arah yang sedang dilihat oleh kakaknya, “ dasar wanita iblis itu selalu saja mengganggu keluarga kita. “


Ragan merangkul adik kesayangannya itu, dan Khanva pun menyenderkan kepalanya di bahu kakaknya, “ Tenang saja adikku. Sebentar lagi kedua wanita iblis itu akan mendapatkan lebih dari apa yang mereka perbuat kepada Zarra. “


Telpon Khanva berdering dan Khanva langsung mengangkatnya, dia menganga dan menutup mulutnya karena terkejut dengan apa yang baru saja mereka dengar. Khanva langsung memberi tahu kakaknya untuk mereka segera ke rumah sakit dan mereka pun langsung berangkat.


Dengan lari tergesa-gesa mereka langsung masuk ke dalam kamar tempat ayahnya dirawat dan sudah ada dokter juga suster yang menunggu. Khanva menitikkan air mata saat melihat ke arah ayahnya dan Ragan dengan wajah terkejut lalu.


Pria paruh baya itupun tersenyum dan menatap anak-anaknya dengan penuh kerindua, Anton pun membuka suara, “ Kemarilah anak-anakku. “


Khanva dan Ragan langsung menghampiri ayah mereka dan memeluknya dengan rasa bahagia. Karena saat yang mereka tunggu-tunggu terjadi. Selama ini mereka menunggu ayahnya sadar dan akhirnya ayahnya sadar, Ragan mengucap terimakasih kepada dokter dan suster yang telah merawatnya.