
Matahari telah terbit, hari mulai pagi dan bel pun berbunyi. Tringgg!! Zarra pun terbangun dan mematikan alarmnya. Dia bangun dan merenggangkan tubuhnya, lalu beranjak dari tempat tidurnya, mebuka gorden jendela, menghirup udara pagi yang segar. Sungguh sejuk udara pagi ini, membuat Zarra pun jadi semangat. Zarra pergi ke kamar mandi dan mulai mandi, setelah selesai dia langsung bersiap-siap dan berdandan sedikit sambil membayangkan kembali hari kemarin saat Chris menciumnya. Ini adalah ciuman ketiga baginya secara sadar karena biasanya secara tidak sengaja.
Selesai berdandan pun Zarra mengambil tas dan keluar dari kamarnya menuju ruang makan dan mengucap selamat pagi ke kedua orangtuanya dan kakaknya lalu mengambil tempat duduk dan mulai sarapan.
“ Waduh ada apa pagi-pagi gini udah ceria aja. “ Marry yang baru datang dari dapur sambil menyiapkan sarapan di meja.
“ Hehehe gak papa kok ma. “ Zarra mengambil sandwich yang berada di depannya dan memakannya.
“ Widih, tumben bangunnya cepet, kesambet apa Zarr? Devan yang baru saja keluar dari kamar dan mengambil tempat duduk di sebelah adiknya. Dia heran biasa Zarra sangat sulit untuk bangun, tumben saja hari ini dia bangun sangat cepat dan dari biasanya yang tidak ikut sarapan, sekarang pun dia malah bergabung sarapan dengan keluarganya.
“ Berisik jomblo. “ ucap Zarra sambil menyesap susu putihnya, lalu dia beranak dan pamit ke kedua orangtuanya dan kakaknya, “ Ma, Pa, Zarra berangkat dulu ya dadah jomblo. “
“ Mentang-mentang yang punya tunangan sombong amat ckckc.sabar sabar . “ Devan mengelus dadanya mencoba sabar karena di ejek oleh adiknya.
“ Makanya kamu juga cari pasangan, dan beri mama dan papa cucu. “ ucap Marry ke Devan dengan nada yang bercanda.
“ Ah elah ma, nyari jodoh gak segampang metik daun. “ ucap Devan lalu dia meminum susunya dan juga pergi pamit ke kantor, “ Devan juga berangkat dulu ya. “ Devan menyalim tangan kedua orangtuanya dan pergi berangkat ke kantornya.
“ Gak terasa ya ma, anak-anak kita semakin dewasa. “ ucap Edison dengan tersenyum dan menggenggam tangan istrinya.
“ Iya pa, Mama lega Zarra akhirnya bisa membuka hati untuk Chris. Dan mama harap dia dan Chris di kelilingi kebahagiaan. ” tutur Marry, karena selama ini dia melihat Zarra tidak pernah mengijinkan laki-laki manapun untuk dekat dengannya, dan saat melihat Zarra dan Chris yang sepertinya sudah saling mencintai ada kelegaan di hatinya.
Begitu juga dengan Edison, dia merasa bersalah kepada Zarra karena dulu dia sangat keras dan terus memaksanya untuk harus bertunangan dengan Chris. Alhasil ujungnya tidak sia-sia dia memaksa Zarra, karena mereka sekarang sudah saling berhubungan dan akur tidak seperti dulu saat bertemu hanya ada tatapan dingin di keduanya.
Marry dan Edison berharap Zarra dan Chris bisa terus saling mencintai dan saling menjaga satu sama lain, mereka tidak ingin kejadian seperti Kean terulang kembali. Mereka ingin melihat Zarra selalu tersenyum dan tak ingin anaknya kembali menyendiri seperti dulu. Begitu juga Devan yang melihat adiknya yang sepertinya sudah melupakan Kean membuat Devan lega. Karena setelah Kean meninggal, Zarra selalu berwajah murung bahkan jarang tersenyum. Sekarang semenjak bersama Chris wajah Zarra lebih ceria bahkan dia sering tersenyum.
Zarra yang sedang dalam perjalanan ke kantornya menatap ke arah luar jendela mobilnya dengan tersenyum dan bersenandung tidak jelas. Tian merasa bingung melihat bosnya karena hari ini bosnya terlihat berbeda, tidak seperti biasanya. Ya, Zarra selalu berwajah murung dan dingin yang terkadang membuat Tian dan Nina tidak berani membuka pembicaraan duluan. Tapi Tian merasa senang melihat bosnya yang sedang senang, Tian berpikir semoga bosnya tidak mengancam memotong gajinya lagi lalu dia pun tertawa kecil.
Saat mendengar Tian tertawa, Zarra menoleh ke depan dan melihat ke arah Tian dia bingung melihat asistennya tertawa sendiri tanpa sebab, “ Apa yang kau tertawakan. “
Tian pun berhenti tertawa dan menjawab Zarra, “ Tidak ada nona. “
“ Panggil aku nuna, kita belum di kantor. “ jawab Zarra dengan datar.
Tian pun hanya mengangguk dan kembali fokus menyetir.
Setelah beberapa menit pun mereka sampai, Zarra dan Tian langsung turun dari mobil dan berjalan keruangannya. Zarra berjalan sambil tersenyum ceria membuat para pegawainya mengerutkan kening karena tidak biasanya bosnya itu tersenyum begitu senang, biasa hanya wajah dingin dan angkuh yang membuat pegawainya menggigil. Begitu juga dengan Nina yang baru saja masuk keruangan Zarra untuk menyampaikan jadwalnya hari ini melihat bosnya yang sepertinya sedang asik membayangkan sesuatu dan tidak mendengarkan yang Nina sampaikan.
Tian yang melihat Nina sampai lelah memanggil bosnya dia pun berdehem dan menyadarkan bosnya, Zarra pun langsung tersadar dan memposisikan duduknya dengan benar lalu meminta Nina untuk menjelaskannya kembali. Nina pun menyampaikan kembali jadwal Zarra, Zarra merasa sangat senang karena jadwalnya hari ini tidak terlalu padat. Zarra menyuruh Nina dan Tian keluar dan melanjutkan tugas mereka dan Zarra mengerjakan pekerjaannya dengan semangat.
Tingggg!!! Ponselnya berbunyi mendapat pesan dari Chris. Dengan antusias Zarra langsung membukanya karena mendapat pesan dari kekasihnya. Oh sungguh indahnya punya kekasih.
From Chris:
Pagi sayangku .
Zarra pun langsung membalasnya
To Chris :
Pagi juga sayang.
From Chris:
Apa kau sudah di kantor?
To Chris:
Sudah, bagaimana denganmu?
From Chris:
Sudah juga. Aku merindukanmu Zarr.
Zarra pun langsung melonjak senang melihat Chris bilang rindu padanya, dia pun membalas kembali.
To Chris:
Aku juga, sangat sangat merindukanmu.
Chris yang mendapat balasan dari Zarra tersenyum senang, rasanya ingin kekantor Zarra sekarang juga namun dia ada meeting sebentar lagi dengan kliennya dari cina. Dia pun berpikir untuk mengajak Zarra jalan pulang kerja nanti.
To Zarra :
Bagaimana nanti pulang kerja aku jemput, kita jalan sebentar.
From Zarra:
Kenapa sebentar? Kenapa tidak lama-lama saja ☹
Chris pun merasa gemas dengan Zarra dan tertawa, saat sekretaris dan asistennya Chris melihatnya tertawa mereka mengerutkan kening karena ini pengalaman langka melihat bosnya tertawa dan tersenyum daritadi. Chris pun membalas Zarra lagi sambil meminta asistennya mereservasi tempat duduk tempat Chris dan Zarra akan malam nanti.
To Zarra:
Hahaha, baiklah kalau begitu. Aku akan menjemputmu nanti dan kita akan berkencan dengan sangat lama seperti yang kamu mau. Aku lanjutkan duku pekerjaanku ya? je t'aime belle fille ( aku mencintaimu gadis cantikku)
From Zarra:
je t'aime tellement cher ( aku juga sangat mencintaimu sayang)
Chris pun menutup ponselnya lalu beranjak berdiri lalu keruang meeting di ikuti oleh asisten dan sekretarisnya. Dan saat kliennya yang juga baru datang, Chris menyambutnya dan mempersilakan mereka masuk dan memulai meeting mereka. Chris memulai rapat dengan sangat semangat, entah mengapa mengingat Zarra membuat dia makin semangat bahkan sangat jernih. Chris yang sangat antusias dalam menjalankan meeting mendapat tatapan bingung dari beberapa pegawainya tapi mereka tidak bisa apa-apa dan fokus kembali pada meeting mereka. Begitu juga klien Chris yang dari cina tidak kecewa karena Chris yang pandai dalam berpresentasi dan mengambil hati kliennya serta membuat kliennya tanpa berpikir panjang langsung menandatangi surat untuk bekerja sama dengan Perusahaan Stanford.
Chris pun sangat puas dengan hasil kinerjanya sendiri dan berhasil membuat perusahaan mereka semakin maju, dia yakin ayahnya akan makin bangga padanya. Dan yakin perusahaannya akan makin besar dan tidak aka nada yang bisa mengalahkannya.
Setengah jam berlalu, Chris mengajak kliennya untuk makan siang di restoran miliknya dan kliennya pun tidak menolak mereka pun langsung pergi menuju ke restoran milik Chris. Saat sampai pun mereka langsung masuk dan Chris memanggil pelayan dan meminta buku menu, lalu mereka pun memesan makanan. Sambil menunggu pesanan mereka pun membahas kerja sama mereka sendiri dan sesekali bercanda agar makin akrab satu sama lain. Tiba-tiba pandangan Chris teralihkan dan melihat Sinthya dengan Riana yang baru saja masuk ke restoran. Chris memang sudah tahu bahwa Sinthya sudah lama bekerja sama dengan Riana, apalagi Sinthya selalu berusaha membuat Chris membenci Zarra.
Untung saja sekarang dia tidak lagi membenci Zarra, bahkan sekarang dia sangat mencintai wanita itu.
Chris dan kliennya selesai makan siang dan mereka pamit satu sama lain kliennya langsung menuju bandara untuk kembali ke negaranya sedangkan Chris kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjannya. Hari sudah semakin sore tapi pekerjaan Chris masih belum kelar, Chris pun menghela nafas karena Zarra pulang kerja sore dan dia sudah berjanji mengajak Zarra berkencan. Chris pun mengambil ponsel untuk mengabari Zarra bagaimana jika makan malam saja dan kencan di hari sabtu. Untung saja Zarra bukan wanita penuntut dan ngambekkan Zarra pun memahami Chris dan tidak memaksa Chris.
To Zarra:
Sayang maaf sepertinya aku tidak bisa menjemputmu sore ini dan tidak bisa berkencan. Bagaimana kalau kita makan malam saja?
From Zarra:
It's ok sayang gapapa. Aku akan menunggumu, kabari aku jika memang jadi.
To Zarra:
Terimakasih sayang sudah mengerti. Makin sayang deh aku sama kamu. :D
From Zarra:
Sudah seharusnya ngertiin kekasihnya sendiri. Aku juga sayang kamu muachhh. Gih lanjutin, nanti gak kelar-kelar loh.
Chris pun tersenyum dan menutup ponselnya lalu kembali melanjutkan pekerjaannya yang segudang itu di bantu oleh sekretarisnya. Sebenarnya dia tidak enak terhadap Zarra apalagi ini kencan pertama mereka tapi mau bagaimana lagi? Pekerjaan adalah pekerjaan yang kalau ditinggal mulu tidak akan kelar-kelar, benar bukan?
Sedangkan Zarra yang sudah berada dirumah beristirahat sebentar, rebahan sambil mendengar music kesukaannya dari penyanyi favoritnya, Shawn Mendes, Wonder. Menurutnya Wonder sangat cocok dengannya dan dia sangat suka dengan artinya.
Zarra pun tidak bosan mendengarkannya berulang-ulang dan membuatnya tertidur. Hari sudah malam dan Chris yang menelponnya dari tadi berpikir mungkin saja wanitanya sudah tidur. Karena pekerjaannya sudah kelar dia pun pulang dan besok mengambil cuti karena berencana untuk berkencan dengan kekasihnya, kebetulan besok jadwalnya kosong.
TRINGGGG!!!
Alarm Zarra berbunyi dan Zarra langsung terbangun dan mematikannya, dia mengucek matanya dan membukanya perlahan lalu mengambil ponselnya untuk mengecek sekarang jam berapa. Zarra pun langsung terbduduk karena tadi malam dia janjian makan malam bersama Chris tetapi dia malah ketiduran. Zarra berdecak kesal dan memukul pelan kepalanya, “ Haishhh kenapa aku malah ketiduran sih?! Chris marah gak ya kira-kira? “
Zarra pun kembali mengecek hpnya dan melihat missed call dari Chris, dan beberapa pesan dari Chris. Zarra pun mengacak-ngacak rambutnya karena kesal, baru makan malam aja udah gagal hhh. Zarra pun langsung membalas pesan dari Chris dan berharap Chris tidak marah.
From Chris:
Pagi sayang, sudah bangun belum?
To Chris:
Aku baru bangun. Maaf tadi malam aku ketiduran, please jangan marah :’(
From Chris:
Hahaha buat apa aku marah, aku tahu kamu itu keboan jadi wajar saja :p
To Chris:
Ish kamu ini! Siap-siap gih sana nanti telat kerja loh. Aku juga ini mau siap-siap.
From Chris:
Aku hari ini tidak bekerja, aku ambil cuti dan bisa jemput kamu lalu kita kencan deh.
Melihat pesan dari Chris yang bilang dirinya cuti Zarra pun berinisiatif mengambil cuti agar bisa kencan dengan Chris. Dia pun menekan nomor Tian lalu menghubunginya, saat Tian mengangkatnya Zarra pun langsung menyampaikan untuk mengambil cuti hari ini, meminta Tian dan Nina mengurus kantor hari ini dan kalau ada apa-apa di minta untuk langsung menghubunginya. Setelah itu Zarra pun menutup ponselnya dan pergi untuk mandi, selesai mandi dia mengambil ponselnya untuk membalas pesan Chris yang tadi dia belum balas.
To Chris:
Bagaimana kalau sekarang? Aku juga mengambil cuti hari ini.
From Chris:
Kalau begitu aku akan segera menjemputmu.
To Chris:
Aku juga akan bersiap.
From Chris:
Baik tuan putri.
Chris pun sampai dirumah Zarra, Zarra yang sudah siap saat mendengar mobil Chris dia pun langsung keluar kamar dan pamit kepada kedua orangtuanya. Karena Marry dan Edison sudah tau Zarra pergi dengan siapa mereka pun mengijinkan anaknya, Zarra pun keluar dan menghampiri Chris, Chris pun pamit kepada kedua orang tua Zarra dan langsung masuk ke mobil lalu mereka pun berangkat. Sungguh senang rasanya hari ini karena mereka dapat berkencan dan bisa menghabiskan waktu bersama seharian,
Chris membawa mereka berdua ke pantai karena sepertinya akan bagus untuk kencan pertama dan Zarra pun tidak menolak karena kebetulan dia juga memang ingin kepantai. Dan mereka pun sampai Chris memarkirkan mobilnya lalu mereka berdua pun turun dari mobil.
Zarra pun langsung berlari menuju pantai dan berputar-putar menghirup udara segar di pagi hari. Pantai hari ini sangat sepi karena mereka datang di weekday harinya orang-orang bekerja. (jadi Ceo mah bebas bisa ngambil cuti kapan aja). Chris melihat Zarra yang seperti tersenyum bahagia melihat wanita yang dicintainya terlihat bahagia, dia pun menghampiri Zarra dan memeluknya dari belakang dan mengecup pipi Zarra. Zarra yang pipinya di kecup secara tiba-tiba wajahnya langsung memerah seperti tomat, Chris pun merasa sangat gemas ingin mengecup Zarra kembali namun Zarra langsung menghindar langsung berlari ke dekat air pantai.
Chris pun berlari mengejar Zarra, mereka pun saling berkejar-kejaran di sekitar pantai sambil tertawa. Saat Chris mendapat Zarra dia lngsung memeluknya dan membawanya berputar-putar lalu Chris menurunkannya. Zarra yang kesal karena jadi pusing dia pun membalas dengan memercikkan air ke arah Chris, Chris juga membalasnya. Hari sudah siang mereka pun menuju Villa untuk makan siang.
Zarra dan Chris berganti baju dulu dengan baju yang sudah dibawa mereka kaarena tadi sudah basah karena mereka tadi bermain air. Pintu mereka diketuk oleh pelayan dan Chris mempersilahkan masuk membawa makanan ke tempat duduk Chris dan Zarra yang berada di balkon. Karena lapar mereka berdua pun langsung menyantapnya.
“ Apa kamu senang hari ini? “ tanya Chris sambil memandang Zarra dan tersenyum.
“ Bukan lagi, lebih dari senang malahan. “ jawab Zarra sambil meminum jus alpukatnya.
“ Aku juga senang, apalagi saat bersama kamu. Rasanya sungguh indah. “ ucap Chris dengan nada bahagia dan menatap Zarra dengan penuh cinta, membuat Zarra malu dan pipinya kembali merona.
Sedangkan Chris hanya tertawa dan mendapat tatapan tajam dari Zarra membuat Chris bergidik karena baru pertama kali ditatap tajam oleh wanitanya, Chris pun berhenti tertawa.
Malah sekarang Zarra yang bergantian tertawa melihat wajah Chris yang menggigil melihat tatapannya. Chris yang melihat Zarra tertawa juga ikut tertawa, dia sangat bahagia bersamanya dan berharap waktu berhenti tidak ingin melewati hari yang indah ini. Setelah selesai makan mereka berjalan-jalan di sekitar villa yang luas itu sambil bergandeng tangan, membuat penghuni villa yang lain menatap kagum dan iri saat melihat dua sejoli yang sangat mesra ini.
Hari sudah mulai sore mereka pun kembali ked ala villa mereka sendiri dan membersihkan diri mereka, lalu berpakaian dan ke balkon untuk memandangi matahari terbenam dan langit malam yang penuh bintang-bintang. “ Aku sangat mencintaimu Zarra “ ucap Chris lalu mengecup kening Zarra.
“ Aku juga sangat mencintaimu Chris. “ jawab Zarra.
Chris memegang wajah Zarra dan mengusap pipinya dengan lembut, dia pun mendekatkan wajahnya dan bibirnya lalu mengecup bibirnya dan melepaskannya sejenak, Zarra pun menatap Chris dengan penuh cinta. Chris kembali mencium Zarra dan memagut bibir Zarra dengan lembut dan Zarra pun membalasnya. Hari sudah malam mereka pun tertidur bersama.