
Riana sedang bertemu dengan seseorang yang membantunya dalam kecelakaan Antonio, yaitu adalah Aldi Ratayi rekan kerjanya Antonio. Dan anak buah dua penjahat yang telah menyabotase serta yang menabrak mobil Kean adalah anaknya Aldi.
Riana dan Aldi sedang membicarakan rencana mereka untuk menjebak Zarra, kebetulan Aldi datang bersama putra sulungnya yang kebetulan menyukai Zarra dan ingin memisahkan Chris dan Zarra. Reno putra nya pak Aldi sangat ingin memiliki Zarra dan dia bahkan rela melakukan apapun termasuk jika harus membunuh Chris untuk mendapatkan Zarra.
“ Apakah kalian sudah siap untuk rencana kita nanti? Tian selalu mengawal Zarra bagaimana cara kalian menculik Zarra? “ tanya Riana.
“ Kau tenang saja Riana kami tidak perlu menculiknya, dan percaya saja pada kami. “ jawab Aldi dengan santai.
“ Percayalah pada kami tante, dan kau cukup mengalihkan perhatian Tian dari Zarra. Dengan begitu kami mudah membawanya. “ sambung Reno dengan senyum licik.
“ Kalau soal mengalihkan itu sudah menjadi keahlian. Dan pastikan rencana kalian berhasil. “ jawab Riana yang tidak sabar untuk segera melancarkan aksinya.
Setelah selesai berteu mereka pun memisahkan diri, sedangkan Reno menunggu di hotel dimana mereka akan memulai aksinya untuk menjebak Zarra. Reno telah membayar semua pelayan hotel itu untuk tidak ikut campur dengan urusannya. “ Zarra sebentar lagi kau akan menjadi milikku. “
Beberapa saat kemudian anak buahnya Reno datang dengan membawa sebuah obat untuk dimasukkan ke minuman Zarra nanti. Dan Reno pun langsung menuju ke restoran hotel serta menyuap pelayan untuk memasukkan obat ini ke minuman Zarra nanti.
Reno pun mengeluarkan foto Zarra agar pelayan itu bisa menandainya, dan pelayan itu mengangguk mengerti lalu menerima uang dari Reno. Reno pun keluar dari restoran dan menuju ke presiden suite dimana itu adalah kamarnya.
Sambil menatap foto Zarra dan bersiul dia mengimajinasikan tidur dan merasakan tubuh mulusnya Zarra. Sudah lama dia menginginkan Zarra, namun Zarra bertunangan oleh Chris, orang yang sangat sulit di kalahkan. Namun dengan rencananya ini dia sangat yakin dia pasti bisa mendapatkan Zarra.
Dan dia yakin setelah ini Chris akan sangat membenci lalu Zarra akan jatuh ke dalam pelukannya. “ Zarra Zarra, kamu hanyalah milikku. Tunggu saja waktunya sayang. “ Reno pun tertawa jahat ssambil menatapi foto Zarra.
“ Nona nanti malam kita akan makan malam dengan pak Yabes, klien kita dari Nude Entertainment “ ucap Tian mengingati jadwal Zarra.
“ Hhhh kapan kerjaanku cepat beres. Baiklah Tian, persiapkan semuanya dan reservasi lah tempat duduk
. “ Zarra menghela nafas melihat kerjaannya yang daritadi tidak kelar-kelar. Seharian Zarra sangat sibuk merevisi laporan terdapat beberapa kesalahan yang disebabkan oleh pegawai barunya. Dan tadi juga dia ada dua meeting dengan rekan kerja ayahnya yang ingin bekerja sama dengan perusahaannya, juga pak Robert yang merupakan klien nya Chris,
Karena kesibukannya dia sampai tidak bisa buka hp untuk mengabari Chris, Zarra pun meminta Nina untuk mengabari Chris karena dia tidak sempat buka hp. Chris pun mengerti, dan tadinya ingin datang bertemu Zarra langsung namun Zarra melarang karena mungkin untuk bertemunya sangat sulit. Bukan sulit, malah Zarra nanti tidak fokus dan malah ingin berduaan dengan Chris. (dasar pasangan bucin)
Malam pun tiba, Zarra serta asisten dan sekretarisnya berangkat ke restoran dimana dia dan kliennya akan makan malam. Di dalam mobil pun Zarra masih mengerjakan pekerjaannya, karena memang masih banyak. Besok saja belum tentu kelar jadi sambil menunggu sampai dia juga sambil mengerjakannya. Dan mereka pun sampai langsung masuk menuju meja yang telah di reservasi, begitu juga kliennya yang baru sampai langsung menghampiri mereka.
“ Selamat malam Bu Zarra, apakah anda sudah lama menunggu? “ ucap pak Yabes sambil mengulurkan tangannya dan menjabat tangan Zarra.
Zarra pun balas menjabat tangan pak Yabes sambil tersenyum ramah, “ Selamat malam pak Yabes, kami juga baru sampai. Silakan duduk pak. “
Zarra pun memanggil pelayan, lalu pelayan itu datang dengan membawa buku menu. Mereka pun memulai memesan makanan dan pelayan mencatat lalu pergi menyiapkan pesanan mereka.
sambil menunggu mereka membahas tentang kerja sama mereka dan bisnis yang sedang mereka jalani.
Tak lama pesanan pun datang, Zarra yang sudah haus langsung mengambil minumnya dan meminumnya. Setelah itu mereka pun mulai menyantap makanan mereka sambil sesekali membahas tentang pekerjaan mereka. Tiba-tiba Zarra merasa pusing, dan matanya berbayang-bayang Zarra meminta Tian untuk memesankan air putih.
Zarra meminta Nina untuk mengambilkan tasnya yang masih didalam restoran, namun Zarra pun pingsan. Orang suruhan Reno langsung buru-buru membawa Zarra ke kamar Presiden Suite, tempat Reno berada.
Reno menyuruh anak buahnya masuk sebelum itu dia melihat kiri kanan memastikan aman dan tidak ada yang melihatnya. Reno menyuruh menaruh Zarra ditempat tidur setelah itu dia melakukan aksinya.
“ Zarra sayang ternyata kau sangat cantik. Maafkan aku melakukan ini karena ingin mendapatkanmu .” Reno mengusap pipi Zarra dengan senyum yang penuh makna. Lalu dia mengirim foto ke Aldi ayahnya.
Dengan cepat Aldi pun membuka pesan dari Reno dengan tersenyum puas lalu dia menunjukkan fotonya ke Riana dimana mereka berdua sedang bertemu. Riana pun ikut tersenyum puas melihat foto yang ditunjukkan oleh Aldi.
“ Jadi ini rencana kalian? Bagus juga dan aku yakin saat Chris mengetahuinya dia akan memutuskan pertunangannya dengan Zarra. “ kata Riana dengan senyum jahatnya.
“ Bukan hanya Zarra, bahkan keluarga Stanford mungkin akan sangat membenci keluarga Wagner, dan Wagner akan jadi terpecah. “ balas Aldi lalu tertawa jahat.
“ Ah kau benar juga ya. Aku tidak sabar melihat hancurnya keluarga Wagner. “ Riana menyesap champagnenya.
Tian dan Nina yang sedang panik akan keberadaan bosnya yang tiba-tiba menghilang, lalu saat mendapat pesan dari bosnya mereka pun lega tapi merasa aneh. Di pesan itu dia bilang di jemput Chris dan sekarang sudah berada dirumah, namun bahkan mereka tidak melihat Chris datang. Karena curiga, Tina langsung menghubungi Ferga apakah benar Chris yang menjemput Zarra. Ferga pun mengangkat telpon darin Tian dan menjawabnya dengan santai, “ Ya, Chris memang mnjemputnya. “
Tian menghela nafas lega karena Zarra ternyata memang dijemput Chris tadi “ Syukurlah, baiklah Tuan maaf saya mengganggu. “ Tian langsung menutup telponnya dan mengantar Nina pullang, setelah itu dia pun langsung pula.
Ferga menatapi komputernya yang sedang menunjukkan bahwa Zarra sedang bersama Reno. Ya dia telah menyadap cctv itu, dan dia sudah tahu bahwa Zarra sedang dijebak. Ferga hanya menatap santai sambil menyesap kopinya, bukannya dia tidak mau membantu hanya saja Ferga menunggu apa rencana mereka selanjutnya. Dia memanggil anak buahnya dan memerintah mereka untuk terus mengawasi Aldi serta Reno. Ferga juga menelpon Ragan dan memberi tahu rencana Riana.
Mendengar rencana Riana membuat Ragan emosi karena telah menjebak adik sepupunya bersama pria lain. Ragan hendak membalas Riana namun ditahan oleh Ferga karena belum waktunya dan Ragan pun mengikuti perkataan Ferga. Ragan menutup telponnya, dan menatap ayahnya yang terbaring lemah ditempat tidur. “ Ayah, cepatlah sadar agar kita bisa membongkar kejahatannya bersama. “
Riana baru saja pulang dari pertemuannya dengan Aldi, dengan suasana hatinya yang sangat senang dia langsung masuk kerumah dan duduk di ruang tamu dimana sedang ada Ragan yang menatapnya tajam. Entah kenapa Ragan semakin membenci ibu tirinya ini, padahal dulu disaat ayahnya dan Riana menikah Ragan dan Khanva mencoba belajar secara perlahan untuk menerimanya, namun saat tau Riana menikahi ayahnya hanya karena harta bahkan beberapa kali dia menyiksa Khanva adiknya, darisitulah Ragan dan Khanva membenci Riana.
Riana merasa ada yang menatapinya lalu dia langsung melihat ke arah Ragan, “ Kenapa kau menatapi ibu seperti itu? “
“ Salahkah seorang anak menatapi ibunya? “ ucap Ragan lalu berdiri melewati Riana. “ Oh iya ibu, aku ingin menyampaikan pesan bahwa karma itu ada kau harus berhati. “
“ Apa maksudmu? “ jawab Riana lalu menatap tajam ke arah Ragan.
Ragan yang ditatap langsung pergi ke kamarnya sementara Riana yang masih menatapnya kesal. Dia harus bersabar karena setelah menjatuhkan Zarra dia akan menjatuhkan Ragan agar bisa merebut perusahaannya. Riana merasa dirinya tidak boleh gegabah agar rencananya bisa berjalan dengan lancar. Khanva baru saja pulang dari les dan habis ngumpul dengan teman-temannya, dia berjalan cuek tanpa menoleh ke arah Riana.
“ Sopan sekali kau Khanva tidak menyapa ibumu saat pulang. “ ucap Riana dengan nada marah.
Khanva pun menoleh dan tersenyum singkat, “ Oh ada orang ya? Aku kira tidak ada. “ Khanva pun langsung menuju kamarnya dan menutup pintu.
Riana emosi karena perlakuan Ragan dan Khanva yang selalu mencari gara-gara dengannya. Dia mengepalkan tinjunya sambil mulai memikirkan rencana untuk menyingkirkan kedua anaknya Antonio. “ Lihat saja, tak lama lagi rumah ini akan jadi milikku dan harta kekayaan Garson akan jadi milikku seutuhnya. “