
Setelah bertengkar dengan Chris dan sahabat-sahabatnya, Zarra menjadi orang yang sangat tertutup dan menjadi penyendiri. Untung saja ada Alicia, Denial, dan Dero jadi Zarra tidak terlalu kesepian. Mereka bertiga selalu menemani Zarra selalu walaupun Zarra terkadang menjauhunya, tetapi karena mereka bertiga bersih keras Zarra pun membiarkannya.
Sebenarnya Zarra ingin meminta maaf dan menjelaskan semua yang dia tahu pada Chris, namun Chris seperti sangat membencinya bahkan saat dia melihat Chris selalu bersama Sinhtya ada rasa cemburu dan marah. Zarra memang sudah menyukai Chris dari awal, di saat dia ingin menyatakan perasaannya dia dan Chris malah bertengkar dan Zarra pun mengurungkan niatnya karena tidak mungkin Chris akan menerimanya.
Hari terakhir di ujian semester Zarra tidak fokus karena dia terus memikirkan masalahnya dan cara menyelesaikannya tetapi Zarra berusaha melupakannya agar dia bisa mengerjakan nya dengan baik.1 jam telah berlalu dan waktu ujian pun selesai Zarra langsung menuju ke perusahaan karena ayahnya memintanya datang ke perusahaan yang akan dia pimpin. Saat sampai dia langsung masuk dan menuju keruangan rapat, ayahnya pun langsung menyambutnya.
“ Baiklah akan saya umumkan bahwa mulai sekarang Vozarra Naleri Wagner mulai sekarang akan memimpin perusahaan ini. “ ucap Edison yang memperkenalkan putrinya dan mengumumkan bahwa mulai hari ini Zarra akan menjadi Ceo mereka, “ Sampaikanlah yang ingin kamu sampaikan. “
“ Selamat siang semuanya, mulai sekarang saya akan menjadi Ceo kalian, mohon kerja samanya. Oh dan ya, mulai hari ini nama perusahaan kita berganti menjadi Naleri Corporation. “ ucap Zarra dengan ramah yang juga menyampaikan bahwa nama perusahaan berganti sesuai kesepekatan dia dan ayahnya.
“ Baik bu. “ jawab semua pegawai yang berada diruangan itu.
Edison dan Devan pun memberi salam ke Zarra tanda selamat untuk hari pertamanya menjadi Ceo, lalu setelah itu mereka berdua pergi dan balik ke perusahaan pertamanya, sedangkan Zarra tetap di kantor karena dia mulai bekerja hari ini. Karena Zarra masih baru, dia meminta Devan tinggal sebentar biar Edison yang kembali ke perusahaan utamanya duluan. Dia meminta Devan untuk mengajari adiknya di bantu dengan wakil Ceo. Untungnya Zarra adalah gadis yang sangat pintar, dalam sehari pun dia mengerti bagaimana cara memimpin perusahaan yang baik dan benar.
Sudah seminggu Zarra bekerja sendiri akhirnya dia merasa lelah dan sepertinya membutuhkan bantuan orang lain, dia pun meminta izin kepada ayahnya untuk merekrut asisten dan mengganti sekretaris, karena sekretaris yang sekarang selalu melawan karena sepertinya dia tidak suka dengan Zarra.
Ayahnya pun menyetujuinya dan membiarkan Zarra yang memilih sendiri. Zarra mengadakan berbagai macam tes dalam proses perekrutan, mulai dari tes kerja, serta beberapa tes pendukung seperti bela diri dan bisa diandakalkan Zarra apapun yang Zarra perintah.
Dan terpilih lah Tian dan Ninaa, yang usianya tidak jauh dari Zarra. Tapi yang membuat mereka lulus adalah kepintaran dan kelihaian mereka serta bakat mereka yang lain yang membuat Zarra terpukau dan menerima mereka. Tugas Tian selain menjadi asisten adalah melindungi Zarra dan mengawal Zarra kemanapun dia pergi dan mencari info jika Zarra memintanya serta masih banyak lagi. Begitu juga dengan Nina membantu Zarra menyelesaikan tugas kantornya bahkan jika Zarra sedang sakit sekretarisnya harus bisa di andalkan menggantikan dia meeting.
Karena ulah Zarra yang meminta memasukkan saus berry dan kacang ke steaknya dan memberinya ke Chris, Chris pun masuk rumah sakit dan membuat Zarra panik. Zarra merasa sangat bersalah akan ulahnya karena dia tidak tahu bahwa Chris alergi terhadap kacang dan berry. Zarra pun ikut kerumah sakit untuk melihat keadaan Chris serta dia meminta maaf ke Nela dan Ares, orangtua Chris dan untung saja mereka memaafkannya. Tiba-tiba Zarra menitikkan air mata takut Chris kenapa-kenapa karena ulahnya itu, dia pun berjanji akan memarahi kakak sepupunya itu yang memberi usul ke dia. (tapi sepenuhnya bukan salah Ragan sih, Zarranya aja yang jahil hihi).
Dokter pun keluar dan memberi tahu bahwa Chris tidak apa-apa karena dokter sudah memberinya obat, dan meminta untuk membiarkan Chris istirahat. Zarra menghela nafas lega mendengar semua itu, karena dia merasa lelah dia pamit pulang dan akan datang berkunjung lagi besok siang. Zarra pun pulang kerumahnya dan langsung merebahkan dirinya saat sudah masuk kekamarnya, tak lama dia pun tertidur.
Pagi pun tiba dan karena bunyi alarm yang kencang dia pun terbangun, hari ini dia harus datang cepat karena ada beberapa meeting penting. Zarra pun bersiap untuk pergi ke kantor karena terburu-buru dia pun tak sempat sarapan dan meminta Nina untuk membelikan sarapan. Saat sampai dikantor Zarra langsung menuju ke ruang meeting dan memulai meetingnya dengan kliennya yang sudah datang.
Sesekali Zarra melihat ke arah jamnya berharap agar meeting ini cepat selesai, saat semua sudah sepakat mengambil keputusan meeting pun selesai tetapi kliennya mengajaknya untuk makan siang bersama, Zarra pun tidak bisa menolak karena ini klien penting bagi perusahaan mereka dan mencoba mengambil hatinya. Selesai makan siang pun mereka saling pamit namun Nina memberi tahu bahwa ada pemimpin perusahaan dari belanda ingin menemuinya, sepertinya meminta untuk bekerja sama. Zarra pun menghela nafas karena seharusnya dia menjenguk Chris. Seharian Zarra di kantor menyelesaikan semua pekerjaannya sampai dia mengambil lembur agar besok bisa agak santai dan bisa menjenguk Chris.
Seharipun berlalu setelah mengadakan rapat dengan para pegawainya Zarra meminta Tian untuk menyiapkan mobil karena dia akan menjenguk Chris. Zarra pun pergi menuju kerumah sakit, saat sampai dia langsung masuk ke dalam dan menuju ke kamar dimana Chris dirawat dengan membawa buah-buahan. Di pikir Chris akan menyambutnya dengan senang namun ternyata jauh dari ekspetasinya. Malah Chris berkata jahat kepada Zarra karena tahu Zarra mengerjainya. Zarra yang tidak kuat dikatai ingin menangis namun dia harus kuat. Zarra pun pergi keluar karena dia tidak sanggup mendengar Chris terus mengatainya.
Saat berjalan keluar, dia pun berpapasan dengan Sinthya, Zarra pun hanya tersenyum sinis melihat Sinthya sedangkan Sinthya sepertinya tidak menyadari keberadaan Zarra.
“ Hhh ternyata mereka masih bersama. “ batin Zarra, “ Tian, cari tahu tentang Sinthya dan Chris karena aku ingin membatalkan pertunangan ini. “
“ Baik nuna. “ Tian pun mengambil ponsel dan meminta anak buahnya menyelidiki tentang mereka berdua. Namun hasilnya zonk karena sepertinya tidak ada apa-apa diantara Chris dan Sinthya. Zarra pun merasa kesal, karena setidaknya jika ada sesuatu dia bisa menggunakan rencananya untuk membatalkan pertunangan dengan Chris. Dia pun menghela nafas kesal dan mencoba mencari cara lain, sementara itu dia pun masih mencari tahu tentang pembunuhan Naya. Tian masih terus menyelidiki keberadaan orangtuanya Naya karena mereka seperti di telan bumi, sangat susah sekali mencari keberadaannya.
“ Apa aku harus meminta bantuan kak Devan? Atau kak Ragan? Ah tidak, mungkin aku hanya merepotkan mereka saja. “ pikir Zarra yang masih bingung meminta bantuan siapa. Sebenarnya mereka sudah menemukannya, hanya saja sepertinya Zarra ketahuan menyelidikinya karena saat mengunjungi tempatnya mereka pun menghilang lagi.
Zarra pun meminta bantuan Dero yang ahli dalam melacak, namun hasilnya juga nihil. Bahkan Dero sudah sampai menurunkan orang-orangnya namun sepertinya orang-orang yang menyembunyikan mereka sangat pintar. Dero akhirnya menyerah, Zarra pun tidak memaksanya dan berterimakasih karena Dero sudah mau membantunya. Karena sangat merindukan teman-temannya ini dia meminta Dero untuk mengabari Alicia dan Denial untuk makan bersama di restorannya, Dero pun dengan senang hati langsung mengabari Alicia juga Denial. Dan Zarra pun langsung meminta Tian untuk mengantarnya ke restoran dan menyuruhnya jemput saat mereka sudah selesai.
Tak lama Zarra pun sampai dan langsung masuk serta duduk di kursi yang telah dia reservasi sambil menunggu ketiga temannya datang. Mendengar suara yang ramai dia pun tahu bahwa temannya sudah sampai, Zarra melambaikan tangannya memanggil mereka dan bertiga pun langsung menghampiri Zarra. Dan ternyata ada sepasang mata yang memperhatikan 4 sekawan itu namun dia mencuekinya kembali karena sedang makan bersama kliennya. Saat Zarra ke toilet, tangannya ditarik oleh pria mesum Zarra ingin melawannya namun dia hanya menggunakan rok yang membuatnya tidak bebas untuk melawan. Zarra pun memilih menginjak kaki orang mesum itu lalu berlari keluar koridor dan saat bertemu Chris dia meminta tolong namun Chris malah mendorongnya ke orang mesum itu.
Zarra tidak menyangka akan perbuatan Chris dan dia sangat kecewa bahkan ingin membenci Chris tapi hatinya berkata lain. Tangannya pun kembali ditarik orang mesum itu namun saat dia mendengar suara Denil, Zarra pun merasa lega karena akhirnya ada yang menolongnya. Zarra pun hanya menangis melihat Chris yang membiarkannya berbeda dengan Denial yang malah menolong dirinya. Zarra pun sangat berterimakasih kepada Denial, karena setiap Zarra dalam bahaya Denial lah yang selalu menolongnya dan dia tak akan melupakan itu. Zarra menyayangi Denial dan sudah menganggapnya sebagai kakak, dia bahkan berjanji akan membalas budi Denial.
Karena merasa sangat kesal, Zarra menelpon Tian dan meminta untuk menjemputnya, saat Tian datang Zarra pun langsung masuk dan meminta Tian langsung mengantarnya kerumah. Dimobil Zarra hanya menangis, dia tidak menyangka Chris akan sejahat itu. Dia tidak tahu bagaimana jadinya nanti disaat mereka sudah bertunangan lalu menikah. Bisa saja Chris akan terus menyiksa Zarra, membayangkannya saja sudah membuat Zarra menggigil dan tidak ingin hal itu terjadi. Zarra berpikir menggunakan car aini dan menceritakan kelakuan Chris ke ayahnya, namun saat dia menceritakan ke ayahnya, ayahnya malah tidak percaya.
Zarra yang sangat malu karena Chris memegang pipinya langsung beranjak dari tempatnya dan buru-buru pergi, sedangkan Chris yang masih tercengang tidak menyadari kepergiaan Zarra. Tian hanya menggelengkan kepala dan tersenyum melihat Bosnya dan calon tunangan bosnya itu. Rasanya sangat lucu melihat bosnya yang meron itu. Zarra meminta Tian untuk langsung mengantarnya pulang langsung karena dia harus istirahat dan Zarra pun telah mengambil cuti 3 hari untuk pertunangannya.
“ Kenapa dia harus datang kekantor? Dan kenapa dia makin tampan saja? “ gumam Zarra sambil memegang kedua pipinya itu.
“ Nuna apa kau hanya mengambil cuti 3 hari? Kenapa tidak seminggu saja. “ Tian berusaha memecah keheningan.
“ Untuk apa berlama-lama. Toh juga di kantor masih lebih menyenangkan. “ jawab Zarra sambil menyenderkan kepalanya di kursi mobil.
“ Siapa tahu kau ingin berkencan dengan tunanganmu. “ ucap Tian sambil melipat bibirnya takut salah ngomong, dan benar saja dia langsung dapat tatapan tajam dari Zarra.
“ Sepertinya kau sudah bosan hidup. Ah tidak, aku akan memotong gajimu 10 persen selama dua tahun. “ Zarra mulai memejamkan matanya dan menyilangkan kedua tangannya.
“ Ampun nuna, kalau gaji saya di potong bis bangkrut saya. “ ucap Tian dengan nada yang terdengar sedih.
Zarra pun terkekeh melihat wajah asitennya yang lucu itu, Tian memang tampan namun berpipi cabi jadi berkesan laki-laki yang cute, makanya Zarra suka sekali mengerjai Tian sama seperti dia mengerjai kakaknya, hanya saja bedanya dengan Devan, Devan berwajah seperti bayi laki-laki yang polos, “ Makanya kau jangan memancingku. “
“ Ampun deh nuna, gak lagi. “ Tian mengangkat jarinya membentuk huruf V dengan penyesalan, Zarra pun tersenyum lalu mengangguk.
Saat lampu merah Zarra yang sedang memejamkan seperti mendengar suara berisik di luar, suara berisik itu mirip suara Chris. Zarra membuka matanya dan ingin melihatnya namun mobilnya telah berjalan melewati laki-laki itu, dia pun bertanya pada Tian apa yang terjadi tadi. Tian pun menjeaskan bahwa Zarra hamper ditembak oleh seorang yang tidak di kenal, Tian yang ingin bertindak namun terlambat karena sudah ada yang memergoki penjahat iitu. Zarra pun menghembuskan nafas lega dan meminta Tian mencari tahu siapa orang itu karena Zarra ingin berterimakasih kepada orang yang telah menyelamatkan nyawanya.
Setelah 15 menit perjalanan mereka pun sampai, Zarra langsung masuk kerumah dan memberi salam. Dia meminta maid untuk menyiapkan air panas, Zarra ingin berendam untuk menghilangkan lelahnya. Dia juga meminta maid untuk membawakan makan mala ke kamarnya karena dia sangat malas ke ruang makan, dan setelah makan pun dia akan beristirahat lalu tidur. Karena besok bagi Zarra akan fiiting baju untuk baju pertunangannya di butik langganannya biasa tempat dia memesan gaun.
Pagi hari pun tiba, Zarra bangun dan mandi lalu setelah mandi dia menuju ruang makan dan sarapan bersama keluarganya. Zarra pun menyampaikan bahwa hari ini dia akan fitting baju, awalnya Marry meminta Devan kakaknya menemaninya, namun Zarra menolak karena pasti kakaknya akan mengusilinya dan membuatnya mencoba semua gaun yang hanya akan membuatnya lelah. Devan yang ditatap Zarra pun hanya menyengir saja.
Zarra pun berangkat di jemput oleh Tian dan Nina. Ya dia meminta Nina ikut untuk membantunya memilih gaun nanti. Zarra sudah menganggap Nina seperti adiknya sendiri, orang-orang kantor yang melihat keakraban Ceo dan sekretarisnya merasa sangat iri. Saat sampai di butiknya Zarra pun turun dan langsung masuk di ikuti oleh Nina sementara Tian akan memakirkan mobilnya. Zarra pun disambut hangat oleh karyawan butik dan pemiliknya, Zarra membalas dengan tersenyum lalu dia meminta untuk menunjukkan gaun yang terbagus tapi simple.
Setelah memilih beberapa gaun yang di tunjukkan, tidak ada satupun yang membuatnya tertarik. Namun saat melihat satu gaun yang berwarna marun dan cocok untuk tubuhnya dia sangat naksir gaun itu dan memintanya. Itu adalah gaun lama sebenarnya namun Zarra bersikeras ingin membelinya, dia meminta untuk merombak sedikit gaun ini namun pemiliknya mengatakan bahwa akan membutuhkan waktu lama karena designernya yang sulit dihubungi.
Namun saat mendengar nama Zarra, designer itupun langsung setuju untuk merombak gaun itu dan meminta Zarra untuk menunggu. Zarra pun tidak masalah karena hari pertunangannya 3 hari lagi sedangkan designer itu mengatakan bahwa 2 hari gaunnya akan siap.
Tittt! Titttt! Bel rumah pun berbunyi oleh tukang paket yang mengantar paketnya Zarra yaitu gaun yang dipesannya tempo hari. Kebetulan itu tepat dihari pertunangannya, Zarra sangat senang karena dikirinya akan sampai saat malam namun siang ternyata sudah sampai. Zarra pun langsung bergegas meminta beberapa pelayan untuk membantunya bersiap-bersiap dan meminta MUA untuk langsung memakeupnya.
Saat selesai, Zarra menyunggingkan senyum puas dan dia pun berangkat ke hotel ke tempat dimana pertunangannya di adakan. Saat sampai Zarra langsung turun dari mobil dan menuju ballroom, Zarra mendapat tatapan kagum dari orang-orang ada yang merasa iri dan ada yang menganggapnya remeh namun Zarra tidak menggubrisnya. Saat melihat Chris yang menggunakan tuxedo berwarna hitam, Zarra terpana melihat Chris karena hari ini Chris sangat tampan.
“ Wah. Sepertinya aku beneran jatuh cinta kepadanya. “ Zarra yang melihat Chris tidak sadar dirinya menganga dan langsung menutup mulutnya dengan tangannya.
“ Jatuh cinta terhadap siapa nuna? “ sahut Tian sambil tertawa.
Zarra pun terkejut dan langsung memukul bahu Tian karena mengagetkannya, “ Kau ini hampir membuat jantungku copot. “
“ Hhaha maaf saya tidak sengaja nuna. Tolong maafkan saya. “ jawab Tian lalu permisi karena dia harus menyambut tamu.
Acara tukar cincin pun di mulai, saat Zarra dan Chris salng menyematkan cincin mereka Zarra merasa sangat bahagia menatap pria yang dicintainya. Dia harap suatu saat Chris membuka hati untuknya dan membiarkan Zarra untuk mengisi kekosongan di hati Chris. Dan dia berjanji akan memberitahukan semua tentang Naya agar tidak ada lagi kebohongan diantara mereka.