You Are My Life

You Are My Life
Episode 112:



Mizumi tertidur dengan sangat lelap.


Seharian ini banyak yang sudah di lalui oleh Mizumi, seluruh dunia bagaikan beban untuknya.


Alexander melirik Mizumi sambil tersenyum kecil.


Dasar kucing kecil, lihatlah betapa tidak waspadanya dia


Alexander membenarkan posisi kepala Mizumi, kemudian melihat keluar jendela, sambil masih tersenyum senyum sendiri.


Jatuh cinta?? Apakah seindah itu...


~@~


Tremi sampai di tempat pemberhentian.


"Bangunlah" Ucap Alexander sembari menepuk pipi Mizumi."hmmmz" Mizumi bergerak dan sedikit membuka matanya, sambil masih mengumpulkan nyawa ia mengecek bawaannya.


"Terimakasih sudah menemaniku ke perpustakaan hari ini" Ucap Mizumi dengan mata yang masih sayup.


"Bukan masalah, aku sangat senang bisa menghabiskan hariku bersama mu"


"Ah kau bisa saja!" Mizumi sedikit tersenyum.


~@~


Mizumi pulang dengan banyak buku di tangan nya, ia sendiri yang menolak saat Alexander ingin membantunya membawakan buku buku itu.


Uhh aku masih mengantuk, tak terasa membaca juga menguras banyak waktu....


Mizumi sampai di kediaman Febergland, seorang pelayan datang menghampirinya, kemudian membawakan buku-buku yang ia bawa.


"Terimakasih" Ucap Mizumi segera.


"Sudah tugas saya Nona" Sahut pelayan itu.


Baru saja menginjakan kaki masuk ke dalam kediaman, ia sudah di bebani pertanyaan-pertanyaan dari kakaknya, Edward.


"Darimana?" Tanya Edward menyelidik.


"Perpustakaan negara" Mizumi menjawabnya dengan tenang.


"Bersama siapa kau pergi?" Edward kembali bertanya.


"Bersama teman"


"Siapa nama temanmu ?"


"Ah berisik!, orang capek juga"


Mizumi merasa muak dengan pertanyaan yang di lempar Edward, ia baru saja bangun dan merasa kepalanya sangat berat.


Bahkan sekarang, Mizumi masih merasa kalau dunia sedang berputar.


~@~


Mizumi segera mandi dan berganti pakaian, karena terlalu lelah, Mizumi tidak ikut makan malam bersama keluarga.


Drrt drrtt


Baru saja Mizumi ingin menutup matanya, ada seseorang yang menelponnya. "Ck! Siapa sih!" Mizumi meraih ponselnya dengan malas.


"Andy" tertulis nama itu di layar ponselnya, Mizumi segera beranjak dari kasur nyamannya.


*Terhubung...


"Andy ada apa malam² begini kau menghubungiku?" Mizumi nampak tidak sabaran, rasanya ia dengan segera ingin kembali ke kasurnya.


"Aku tadi melihatmu berjalan berdua dengan Alexander, apa yang kalian lakukan?"


Jeng!! \(Mizumi langsung


membelalakkan matanya\)


"Owh..(aku pikir kalian ngedate)"


"Jadi?? Apa sudah selesai?, Aku ingin istirahat"


"Tunggu! Kalau kau tidak keberatan, bisakah aku menemanimu belajar?, Kau bisa bertanya materi yang tidak kau pahami"


Mizumi terdiam, ia berpikir sejenak.


"Selagi Cristo masih sibuk dengan karirnya, aku bisa saja meminta bantuan orang lain"


"Ya, tentu saja bisa"


"Bagus! selanjutnya temui aku di atap gedung, kita akan belajar disana"


"Baiklah tidak buruk"


*Percakapan dalam telepon di akhiri.


"Yes yes yes, akhirnya ada juga waktu dimana aku bisa berduaan saja dengan Erisa!" Andy meloncat dan menari seperti seorang anak TK yang kemauanya di penuhi orang tuanya.


Ke esokan harinya..


Setelah melangsungkan pembelajaran yang panjang, tibalah saat dimana Andy dan Mizumi janjian untuk belajar bersama.


Tanpa membuang waktu lagi, Mizumi bergegas menuju lokasi yang sudah di janjikan.


Langkah kaki yang sedikit terburu buru, membuat suara gema di tangga menuju atap gedung.


"Sudah sampai? Lama sekali?" Kata Andy bercanda, terlihat di sampingnya banyak kertas putih kosong.


"Untuk apa itu?" Mizumi menunjuk tumpukan kertas dengan penasaran.


"Kita akan bermain setelah belajar, kau maukan? Sebentar saja, ku mohon"


Mizumi tertawa geli.


"Kau ini sudah besar masih saja ingin bermain, baiklah ayo mulai"


Keduanya langsung membuka buku, memasang wajah serius dan membaca dengan sungguh-sungguh.


Kadang, angin di atap gedung membuat buku yang di baca keduanya beralih ke halaman lain.


Angin itu juga membuat rambut Mizumi terombang-ambing mengikuti arah angin. Tapi rambut yang seperti itu membuatnya semakin cantik dan terlihat sangat mempesona.


Andy diam-diam memperhatikan wajah Mizumi dan tidak fokus pada apa yang di bacanya.


~@~


Tak terasa 2 jam sudah berlalu dengan cepat.


Andy menghabiskan waktu 2 jam untuk terus memandangi wajah Mizumi dan menjelaskan apa yang belum Mizumi pahami dari bacaannya.


"Terimakasih sudah mau belajar bersama ku hari ini" ucap Andy seraya menyibak rambut Mizumi, angin terus berhembus.


"Terimakasih kembali, tapi sebaiknya kau fokus pada bacaanmu lain kali"


Andy tertegun mendengar Mizumi berkata demikian. "Bagaimana dia tau kalau aku tidak fokus??"


"Ya...ya, baiklah, sekarang ayo main, kau sudah setuju bukan" sungut Andy, di sambut senyum manis Mizumi.


"Iya baiklah, kau begitu keras kepala ingin mengajakku bermain, apa yang akan kita mainkan dengan kertas kosong ini?, Menggambar?" Mizumi mengibas-ngibaskan kertas di tangannya.


"Bukan" sahut Andy segera, ia mengambil kertas di tangan Mizumi dan membentuknya menjadi sebuah pesawat kertas.


Andy kembali mengambil kertas dan membuat pesawat kertas lagi dan lagi. Kini mereka sudah memiliki pesawat kertas yang cukup banyak.


"Baiklah terbangkan!" Pinta Andy saat angin berhembus, dibalas anggukan oleh Mizumi.


Keduanya menerbangkan pesawat kertas tersebut sambil saling mencuri pandang.