
Di sebuah gedung rumah sakit, kecemasan melanda bagaimana tidak? seorang yang dengan berani menolongnya kini masih dalam penanganan.
Dengan langkah cepat seorang pria melangkah kearahnya.
"Mah,,, mama terluka? di bagian mana?" tanyanya langsung membalikkan badan wanita itu meneliti baik-baik.
"Tidak, bukan mama yang terluka kak,, tapi gadis yang menolong mama" jawabnya masih sedikit khawatir. bagaimana jika gadis itu tak selamat? itu dalam pikirnya sejak tadi.
"Lalu?" tanyanya lagi.
"Kak,, memang sulit iya kakak itu untuk bicara panjang ke mama!! mama sedang khawatir ini?" sungguh dia merutuki anak satu-satunya itu yang sangat irit dalam bicara.
"Gadis yang menolong mama!! tapi mama tidak mengenalnya." tambahnya lahis stelah melihat tatapan anaknya serasa meminta penjelasan.
"Tenang ma,, dokter pasti melakukan yang terbaik. kakak beli minum dulu oke. mama di sini dulu.!!" jawabnya seraya berdiri dan meninggalkan wanita itu di tempat tadi.
Tak berselang lama pintu terbuka dan dokter pun keluar. dengan cepat wanita itu berdiri untuk menghampiri dokter tersebut.
"Bagaimana keadaannya dok?" tanyanya sedikit panik.
"Apa anda keluarganya? " tanya dokter tersebut.
"Bukan,,, dia menolong saya tadi hingga dia terluka seperti itu!" jawab wanita itu.
"Keadaan pasien sudah stabil, untung saja lukanya tidak terlalu dalam hingga tak sampai mengenai bagian vitalnya. tapi yang pasti tidak ada yang perlu di khawatirkan. pasien masih belum sadar. Anda bisa menemuinya setelah pasien di pindahkan ke ruang rawat inap." jelas dokter panjang lebar. membuat wanita itu menghembuskan nafas lega. Derap langkah kaki menghampiri mereka seketika membuat wanita itu menoleh.
"ma,,," sambil menyodorkan minuman ke wanita itu. Setelah berbincang dengan dokter akhirnya dia memutuskan untuk menemui gadis itu di ruangannya. iya dia telah di pindahkan di kamar VIP rumah sakit tersebut sesuai permintaan wanita tadi.
"Ayo kak? temani mama!!" pintanya menarik tangan pria muda itu. mau tidak mau dia masuk ke ruangan itu. betapa terkejutnya dia saat melihat ke arah brangkar, orang yang dia kenal beberapa hari lalu.
"Disti?" gumamnya. iya pria itu adalah Dirga. dan wanita itu adalah mamanya Dirga.
"Kau mengenalnya kak?" tanya mama Dirga.
"Dia princess dari keluarga Ezhar ma,,, baru beberapa hari lalu dia masuk ke keluarga Ezhar!" jelasnya sambil terus berjalan menghampiri gadis yang terbaring lemah dan belum membuka mata.
"Sayang kita harus menghubungi mommy nya bukan? mama harus meminta maaf juga" ujar mamanya.
"Biar kakak yang menghubungi mereka mam, sekarang mama pulang saja istirahat nanti kakak kabari" jawab Dirga masih belum memalingkan wajahnya dari Disti.
Setelah itu mama nya Dirga pulang untuk istirahat sejenak dan akan kembali lagi nanti bersama sang suami.
Di dalam kamar Disti telah sadar. dia mengerjapkan matanya beberapa kali. melihat sekelilingnya dan terpaku pada sesosok pria yang belakangan ini merasa sok dekat dengannya.
"Kau??? " suaranya sangat kecil hingga hampir tak terdengar.
"Iya ini aku, terima kasih sudah menyelamatkan mamaku dan aku minta maaf karena kau juga terluka seperti ini." jawabnya panjang lebar. tatapan sendunya tak luput dari penglihatan Disti.
"Tak apa, memang sudah seharusnya saling tolong menolong bukan?" masih sangat berhati-hati berbicara karena tenggorokannya sepertinya juga kering.
"Kau mau minum?" tanya Dirga yang melihat Disti merasa kehausan. lalu di jawab anggukan oleh nya.
Tak berselang lama mommy, Thian dan Alfa masuk ke ruang perawatan Disti.
"Sayang... kau membuat mom khawatir." serunya saat sudah di dalam ruangan tersebut.
"Bagaimana bisa terjadi seperti ini Ga?.....
π You are my life π
β
β
maaf baru up..
ditunggu like komen dan votenya.