You Are My Life

You Are My Life
Episode 67:



Andy tetap memasang wajah galak nya walaupun saat ini suasana hatinya sedang berbunga bunga


"kau tidak masalah ya minum satu gelas dengan ku ?" tanya Andy penasaran


"tidak, lagi pun kita beda sedotan" jawab Mizumi ringkas


"ah iya benar juga"


"sekarang mau kemana ?"lanjutnya


"shopping"


"ok berangkat"


Andy mengangkat tangan nya tinggi tinggi dan melambai pelan, seorang maid datang memberikan note pembayaran


"aku akan duluan ke parkiran" kata Mizumi beranjak dari tempat duduk nya


"siap tuan putri ku, nanti pangeran mu ini menyusul" sahut Andy menggoda


"pangeran naik kuda, bukan naik motor" cibir Mizumi


dih jahat :v





Andy mengendarai motornya dengan kecepatan sedang, dan sampai di sebuah dutamool pusat kota


Mizumi turun dari motor dan berlari masuk


"Hei tunggu Erisa! jangan tinggalkan aku" ucap Andy yang sedang melepas helm, rambutnya berantakan, namun tetap terlihat tampan


Mizumi tidak mendengar kan Andy, dia bertingkah seperti anak kecil, tidak sulit untuk mengejar Mizumi, Andy langsung dapat menangkap nya bersamaan dengan itu Mizumi tertawa riang


"kau mau kesini ?" tawar Andy


Mizumi melihat spanduk besar bertuliskan "butik"


"boleh di coba, ayo masuk, kau bantu pilih pakaiannya ya"


"apapun demi dirimu Erisa"


di dalam butik


tidak asing lagi untuk Mizumi jika menjadi sorotan mata, tubuh nya yang indah serta wajah yang cantik, di ciptakan oleh tuhan dengan sempurna


"aku akan mencoba gaun gaun ini" gumam Mizumi lirih


"Erisa, aku akan duduk disini menunggu mu selesai memilih ya" ucap Andy tersenyum menawan


"i-iya, lagi pula siapa peduli"


Andy duduk di salah satu soffa di butik tersebut sembari memandangi Mizumi yang sibuk dengan pemilik butik



"imut sekali" batin Andy seraya tersenyum senyum sendiri


ternyata raut wajah Andy yang begitu, menjadi bahan pembicaraan pelayan butik


"lelaki yang di sana itu tampan sekali ya"


"aduh itu mah jodoh ku"


"ssstt dia udah punya pacar tuh, biasanya pacar orang ganteng itu posesif"


"bisa aja Lo, kita cuma bercanda kali"


pelayan tersebut kemudian kembali bekerja


"Andy, lihat yang gaun yang ini, menurut mu bagaimana?" ucap Mizumi menunggu pendapat Andy


"sangat cocok untuk mu, kau jadi terlihat makin ramping, beli saja semua gaun yang kau suka"


"terimakasih atas pendapat mu, tapi aku bukan orang yang serakah, aku akan membeli lima gaun saja"


"ya sudah kalau itu yang kau mau"


setelah berbelanja


Andy mengantar Mizumi pulang ke Villa Cristo, ia langsung pulang tanpa mampir terlebih dahulu, padahal di perjalanan pulang ia berhenti di pinggir jalan untuk duduk


"sebentar lagi musim salju akan tiba, aku berharap bisa bermain salju bersama Erisa, pasti menyenangkan melihat tingkah imut nya saat aku melemparinya dengan bola salju" kata Andy di dalam hati


tak di sangka butiran salju kecil turun secara berangsur



"eh tak ku sangka saljunya turun secepat ini"


Andy menatap ke langit yang sedikit menggelap, awan salju menutupi cahaya matahari, tak lama ia bergegas pulang


di sisi lain ada Mizumi yang melihat ke luar jendela seraya bersorak riang di dalam hatinya


"salju!, oh jadi begini ya, sayang sekali nenek dan kakek tidak bisa merasakan musim salju, mereka sudah tiada


dulu aku bisa melihat pemandangan bersalju ini hanya dari buku, karena di desaku beriklim tropis, tak di sangka tahun ini aku bisa menikmati sendiri musim salju yang sangat ku kagumi ini, terimakasih tuhan, aku sangat bersyukur" gumam Mizumi dengan mata berbinar binar


to be continue.........