
Setelah kelas selesai
"Erisa" Sapa Cristo dari bangku di dekat tangga kampus, ia duduk di sana
Mendengar ada orang yang memanggil nya, Mizumi langsung melihat ke arah orang itu
"Cris, sejak kapan kau di sini?" Tanya Mizumi seraya menggaruk kepala
"Baru saja kok, aku menunggu mu keluar, mau ke kantin?"
"Cris!" (Mizumi memelototi Cristo sambil menggoyangkan buku di tangan nya)
"Apa?" (Cristo masih belum mengerti kode yang di berikan Mizumi)
Dengan wajah polos, Cristo terus
mengajak Mizumi pergi ke kantin
"Aku tidak ingin pergi ke kantin hari ini, aku harus banyak membaca, maaf aku tidak bisa menemanimu"
"Hm, yasudah kalau begitu, kau ingin membaca buku di mana, nanti aku akan menyusul mu" ucap Cristo pengertian
Mizumi tertegun mendengar
Tanggapan dari kekasihnya
Senyum malu perlahan terlihat di wajah nya
"Aku akan membaca buku di lapangan" ucap Mizumi
"Baiklah sayang, aku akan kesana nanti"
Keduanya pun berjalan berlawanan arah
Sampai di lapangan, Mizumi langsung duduk di bawah pohon sambil membaca bukunya
Ketenangan tidak berlangsung lama, belum sempat 10 menit Mizumi membaca buku
Alexander mendatangi Mizumi dengan dua buah botol minuman di tangannya
"Serius sekali, ambil ini" kata Alexander memberikan botol minuman
"Pergilah, aku tidak butuh itu, Cristo akan datang, aku takut dia akan salah paham"
Alexander lagi lagi menatap wajah Mizumi dengan tatapan dingin yang penuh hasrat
"Sudah ku bilang bahwa dia yang merebut mu dariku" (Alexander membelai pipi Mizumi)
"Ck! Jauhkan tangan mu, kau salah besar jika mengira bahwa Cristo merebut ku darimu"
Mizumi menepis tangan Alexander dari wajah nya, kemudian melanjutkan bacaan nya
Alexander terus duduk di samping Mizumi sambil menatap nya dengan wajah tak bersalah
Jangan menatap ku seperti itu 😫
Kau pikir aku tidak melihat mu apa 😌
"Alexander pergilah..." (Berkata dengan nada lemah lembut)
"Tidak" (membangkang)
Ni cowok ya, udah di bilangin baik baik malah bandel 😒
Mizumi memberi pembatas buku, kemudian menutup nya
"Apa yang membuat mu pergi dari hadapan ku" ketus Mizumi tak berperasaan
"Aku ingin mengajak mu pergi ke perpustakaan negara, kau mau kan?" (Berkata dengan polos nya)
"Kalau Cristo tidak bisa, akan kah kau pergi bersama ku?"
Mizumi terlihat memutuskan keputusan yang matang
Perpustakaan negara, aku sangat butuh kesana untuk menambah wawasan......
Jika Cristo tidak bisa pergi, maka kesempatan untuk membaca buku lebih banyak akan hangus begitu saja!
"Hm, baiklah, jika Cristo tidak bisa, aku akan pergi bersama mu" ucap Mizumi memutuskan
"Bagus! Dengan janji ya"
"Janji apa lagi??"
"Dengan janji kau harus bersikap seperti biasanya dengan ku, seperti dulu, tanpa ada jarak" (Alexander mengacungkan jari kelingking nya)
Sambil menghela nafas, Mizumi menyatukan jari kelingking nya dengan jari kelingking Alexander
"Iya janji"
Keduanya mulai akrab kembali, mereka tertawa setelah saling mengucapkan janji
"Kalau begitu aku akan masuk kelas dulu" Ucap Alexander
"Baiklah hati hati, terimakasih ya!" Tanggap Mizumi sembari menatap Alexander melangkah ke kelasnya
Sesaat setelah Alexander meninggalkan Mizumi, Cristo datang membawa minuman dan beberapa makaron
"Kau menatap apa sayang" Tanya Cristo
"Hah!?" (Mizumi terkejut)
"Ti,tidak kok, tidak menatap apa apa, kau lama sekali" (Mencoba mengalihkan topik)
"Ah iya, tadi sangat ramai di kantin"
Mizumi berhasil mengalihkan topik pembicaraan, ia menghela nafas lega sembari tersenyum tipis
"Owh ya, sayang tadi kau pergi ke kantin juga ??" (Mendadak bertanya)
"Tidak!, Kenapa kau bertanya seperti itu" (refleks menjawab dengan cepat)
Cristo sedikit heran dengan tingkah Mizumi
"Lalu darimana kau mendapatkan minuman ini"
Cristo memegang botol yang di berikan Alexander untuk Mizumi
Mati aku! Gimana nih jawab nya 😌
Masa ku jawab tadi Alexander datang ke sini ngasih minuman😳
"Zumi, apa kau menyembunyikan sesuatu dari ku?" Cristo terus mendesak Mizumi dengan pertanyaan menyelidik darinya
Glek \(menelan salivanya\)
"Tadi ada Amara datang ke sini untuk memberikan ini, dia takut aku tidak kebagian, jadi dia membelikannya untuk ku " (Mizumi berbohong)
"Benarkah itu?, Amara yang mana?"
"Iya benar kok, itu Amara, junior yang kelas nya ada di lantai dua"
Meskipun masih sedikit curiga, Cristo mencoba tetap percaya pada Mizumi, dan bersikap normal
maaf telat update ya, novel ini akan di hentikan dulu sementara, Author lagi cari inspirasi novel baru, sehubungan dua novel sudah di tamatkan